Originally posted on KEMBARA KEHIDUPAN SEORANG THEOFILUS NATUMNEA:

Seri I: DARI TIMORESE KE SERAMBI MEKAH

KAPAN DAN DIMANA IA LAHIR ?  BAGAIMANA  HIDUP PETANI & RUMAH  ADAT  TIMOR  GENERASI  PERTAMA ?

Pantai Oesain di Buatam, Kabupaten Kupang. Rumah Peternakan

Dusun Nubraen adalah sebuah dusun dari desa Merbaun kecamatan Amarasi (dulu Kerajaan Amarasi) yang terletak paling selatan dari Kota Kupang,  30 km  dari  Kupang dan hanya 4 km dari Pantai Etkou-Puru dan 3 km dari Pantai Oesain – Buatam, atau antara Kota Kupang dan Benua Australia; Di tempat  inilah pada tanggal 9 Nopember 1948,  lahirlah anak ke-5 dari  tujuh  bersaudara dalam keluarga Bapak Maleakhi Natumnea dan Ibu Regina Pasu yang diberi nama  THEOFILUS NATUMNEA(.nama srani) atauTEFA (nama adat timor)

Ia dibesarkan dalam keluarga petani dan peternak yang

Ilustrasi cucu kandung

semasa kanak-kanak menjalani kehidupannya di dua wilayah. Dimana ada rumah di tempat pertanian, yaitu rumah asli (RUAN) yang berlokasi di NUBRAEN dan rumah di tempat peternakan namanya Ropo atau Lopo…

View original 14.379 more words

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Seri VII: DARI BATAVIA II/TG.PRIOK KE BETAWI-BEKASI

Foto bersama salah satu personil "Betawi Bermazmur" tanda sudah tiba di Betawi Bekasi

Foto bersama salah satu personil “Betawi Bermazmur” tanda sudah tiba di Betawi Bekasi

PEMBUKAAN PERSIDANGAN SINODE GPIB DI ISTANA  NEGARA

Hari itu  seperti mimpi, karena tidak pernah terbesit  dan terpikirkan,  kapan dan kapan  bisa masuk istana negara tempat kediaman resmi preside republik  indonesia,  bahwa dalam rangka Persidangan sinode gpib maka semua peserta mendapat kartu khusus untuk  masuk istana Negara, karena disanalah dibuka secara resmi persidangan sinode gpib oleh presiden R>I    B.J. Habibie,

Pendeta Theo Natumnea  sebagai ketua majelis jemaat gpib Eirene tanjung periok  dan wakil ketua mupel,  Jakarta utara tentu termasuk didalam  rombongan tsb   adalah utusan resmi  untuk m

engikuti  pidato pembukaan  persidatangan sinode gpib tsb dan….ketika  selesai pembukaan  adalah kesempatan berfoto bersama presiden B.J Habibie, itulah  kesempatan untuk berjabatan tangan seusai pembukaan persidangan diistana Negara   republik Indonesia tercinta ini

Pdt. Theo bersalaman dengan Presiden Habibie ketika pembukaan persidangan sinode di istana negara Jakarta

Pdt. Theo bersalaman dengan Presiden B>J. Habibie ketika pembukaan persidangan sinode di istana negara R.I di Jakarta

Arahan presiden dalam pembukaan persidangan tsb agar semua peserta  dapat menyelesaikan  persidangan ini dengan  selamat, aman , rukun dan damai, karena dalam suasana rukun dan damailah maka kita bangsa Indonesia dapat melanjutkan  pembangunan, sebab dalam keadaan tidak rukun  jangankan membangun, yang sudah dibangun pun dibakar dan dihancurkan dan habis semuanya, oleh karena itu  lanjut presiden agar memelihara kerukunan intern gpib, intern umat agama kristen  dan antar umat beragama  serta  bersama masyarakat dan pemerintah negara kesatuan republik Indonesia yang kita cintai ini.

Bahwa salah satu kebutuhan manusia, termasuk gereja dan bangsa Indonesia yang besar ini adalah rasa aman, selamat, damai, dlsbnya,  hal ini kitalah penjaga gawangnya dan yang harus ciptakan  suasana damai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk membangun  Negara Indonesia  seutuhnya  yang kita cinta ini

Saya percaya, demikian tekanan presiden dalam sambutan pembukaan persidangan sinode gpib  ini bahwa “Tuhan pakai para pemimpin  gpib untuk  membina warganya untuk berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia dan menciptakan kerukunan yang sementara giat-giatnya kita mulai kembali sehabis suasana yang tak menentu, dan bahwa badai pasti berlalu, melalui prilaku yang kita ciptakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

MENYAKSIKAN  ANAK I & II DIWISUDA.

Suatu kebahagiaan yang tiada taranya, Tuhan ijinkan bagi pasangan Pendeta Theofilus Natumnea dan Ny.Nelly natumnea – Lilipaly, secara berturut – turut dua tahun  menghadiri  anak I & II  diwisuda sarjananya ditempat yang sama  yaitu convention hall senayan Jakarta

Puji Tuhan, Yeni menerima gulungan Ijazahnya dengan lulus Kumlaude

Puji Tuhan, Yeni menerima gulungan Ijazahnya dengan lulus Kumlaude

Ketika sudah duduk di tribun sambil menanti pengumuman,  penatua Sinlae yang adalah majelis jemaat  gpib Gratia  bekasi menepuk bahu pendeta Theo sambil memberi ucapan selamat dan mengatakan : selamat, puji Tuhan: Jeanne Paulinne Natumnea…. anak bapak  termasuk   lulus cumlaude

Benar ucapan pak Sinlae ini, terbukti setelah diperiksa di  buku acara,” nama Yenny ” telah tertera dalam kelompok cumlaude dan ketika dipanggil untuk diwisuda  mereka  di beri tanda khusus  3  orang  mewakili sarjana ekonomi akuntan & manajemen dari 1500 sarjana  Universitas Kristen Indonesia, nama natumnea anak timor – Amarasi-Baun- Nubraen ini terangkat kepermukaan, yang sejajar dengan seorang anak batak dan seorang anak cina teman sekuliahannya di Universitas Kristen Indonesia – UKI   diwilayah Cawang  jakarta

Tahun berikutnya  anak kedua yaitu Orry Regina Natumnea  diwisuda ditempat yang sama Convention hall senayan, namun dari perguruan yang berbeda yaitu “Perbanas” kuningan  untuk sarjana ekonomi akuntan dalam status kelompok  cumlaude juga, walaupun  ia  tidak ikut maju kedepan  seperti kakaknya Yenny Paulinne Natumnea

Diwisuda dalam status yang sama dan gedung yang sama dari Perbanas di Convention Hall Senayan Jakarta

Diwisuda dalam status yang sama dan gedung yang sama dari Perbanas di Convention Hall Senayan Jakarta


 Dari siapakah   datangnya hikmat itu  dan kepada   siapakah  yang harus menerima  pujian itu  ?  Semuanya itu dari Tuhan dan untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan Yesus, kiranya  mereka dapat mengabdikan dan  mengabadikan  dirinya untuk Tuhan  dalam  pengabdian hidup pribadi, keluarga dalam  pelayanan mereka dalam melayani Tuhan Yesus dimana  ia berada, itulah doa  seorang theofilus  dan neeltje  yaitu  sang ayahanda dan ibundanya

 

 SYUKUR NIKAH PERAK DI JEMAAT GPIB EIRENE TANGJUNG PERIOK.

Puji Tuhan, tak terasa dan tak disangka  kembara kehidupan ini sudah jauh  ….” dilanda  kasih Alah “….. dalam rumah tangganya  yang telah berusia 25 tahun. Ia  mempersunting  putrinya mantan  walikoita balikpapan   bapak Peter Lilipaly dan ny. Paulin Lilipaly – Hitepeu  yang juga mantan anggota dpr tkt I kaltim  itu …..  yang bernama  Neeltje Petronela Lilipaly  dan ….menikahinya  di Balikpapan 25 tanun yl

Sepanjang 25 tahun  mereka telah menjalani  hidup keluarga  dengan suka dan duka, pahit dan manis  naik  turun gunung, ombak dan gelombang laut dari Balikpapan,…. sabang dan banda aceh,…………………… banjarmasin,….semarang,…… bintaro -  banten,…..Tmii-lubang buaya jakarta timur, hingga hari itu tidak berlebihan,  bahkan patut disyukuri  nikah peraknya berlangsung  disaat berada di kota pelabuhan tanjung periok jakarta utara

Undangan dibuat dan  didesain  oleh ketiga putrinya Yenny, Orry dan Nani yang waktu itu …mereka adalah panitia kecil untuk papa dan mamanya dihari yang bahagia  dan bersejarah ….. yang takkan terlupakan  bahkan tak   berulang kembali sepanjang  hayat dikandung badan itu

Palayanan firman Tuhan diambil dari Ayub dalam pengalaman iman dan hidupnya  serta  campur tangan Tuhan untuk keluarga ayub yang beriman kepada Tuhan yang dibawakan oleh Pendeta Coor Wairata yang konon adalah mentor  sewaktu   masih vikharis dan wali/ orang tua di pihak pdt Theo Natumnea  ketika   ia  menikah dibalikpapan kota minyak itu

Acara dihadiri oleh berbagai pihak sekitar warga jemaat,    …keluarga   ….dan  handai – tolan , baik warga jemaat Eirene, utusan jemaat gpib pelita dan juga tidak ketinggalan utusan  jemaat gpib filadelfia bintaro jaya  yang melintas  pelayanan rohani disana, keluarga besar besar dan  sangat membahagiakan tampak hadir ny. Beth Abineno  ( isteri alm. DR Prof. J.L.Ch. Abineno )  dari Bintaro jaya,   Marthen Amtiran turut hadir , beliau  adalah  motivator,  penyemangat hidup  serta pemerhati    bagi semua anak amarasi ketika masih sekolah di kupang   – n.t.t…..nun  jauh   sana    di ufuk   timur……matahari terbit  ( mansi nsae )

Suasana tidak berlebihan namun dipenuhi dengan  puji-pujian paduan suara/vocal group  dari sektor-sektor khusus sektor viktory  menyanyikan nyanyian ;  ” pelayan  dalam ladang Tuhan tak mengenal lelah ”  yang ikut memberi semaraknya  syukuran ini , bahwa Tuhan telah membuat perkara besar dalam kehidupan pelayanan sepanjang kembara  kehidupan seorang theofilus natumnea…Neeltje Lilipaly yang hari itu disebut  keluarga  bersinar dan berbinar  percikan  p e r a k dalam tahun perak pernikahannya, karena kasih sayang Tuhan Yesus.

SYUKUR 25 TAHUN  PENDETA/MELAYANI SEBAGAI  PENDETA GPIB

Waktu terus berlalu, seiring kesibukan pelayanan semakin bertambah, sejak ditahbiskan menjadi pendeta di jemaat gpib maranatha Balikpapan,  tidak pernah terputus pelayanan menjadi pendeta/ketua majelis jemaat gpib, bahkan pernah merangkap menjadi pendeta/ketua majelis jemaat untuk ” jemaat gpib sabang dan jemaat gpib banda aceh ” selama empat tahun, suatu kepercayaan yang diterima dari Tuhan melalui  sk majelis sinode gpib yang tidak pernah  berulang kembali rangkap:  tugas dan jabatan definitif tsb dalam lingkaran kedinasannya, kecuali masa transisi merangkap  empat bulan pendeta/ketua majelis gpib imanuel semarang dan pendeta/ketua majelis jemaat gpib filadelfia Bintaro jaya – banten

Syukur pelayanan/pendeta   selama 25 tahun  ini bersamaan dengan syukur nikah perak, sehubungan dengan waktu peneguhan kependetaannya dengan peneguhan/pemberkatan nikah hanya beda sebulan, dimana, pada tanggal 23 maret peneguhan pendeta, dan sebulan kemudian tahun yang sama,  23 april peneguhan/pemberkatan nikahnya tahun 1977  yang terkesan manis dan  singkat itu

Selama 25 tahun pelayanan, suka-duka, pahit-manis serta getirnya tantangan    &    pergumulan sudah dilalui, dipandang sebagai “sekolah Tuhan dilapangan” dimana apa yang dialaminya  tidak pernah/akan terulang dan tidak pernah/akan  dilupakan selama hanyat dikandung badan, bahkan kisahnya memberi semangat yang terus menerus sehingga ketika  ada kekurangan  dilengkapi oleh Nelly sang isteri dan ketiga anak : Yenny, Orry dan Nani pemberian Tuhan yang tak terhingga dalam kebahagiaan rumah tangga mereka berdua.

Ketekunan, ketabahan dan kesetiaan seorang isteri melengkapi seorang pendeta bernama Theofilus natumnea ini, maka lengkaplah ketabahan yang diterima dari derita pelayanan, sukacita –   kemenangan &  berkat  dari Yesus serta kebahagiaan keluarga yang dibungkus dengan kuasa Tuhan yang menyertai mereka dari rencong aceh sampai dentuman senjata batalion arhanude, desingan pasir ancol serta semaraknya stom kapal laut tanjung periok dimana bunyi lonceng gereja dilentingkan 25 kali …pertanda   “ 25 tahun pelayanan pendeta Theofilus natumnea di gpib “ telah dilalui dalam anugerah Tuhan Yesus Kristus

Diakui bahwa tanpa dukungan penuh seorang nelly sang isteri kekasih dan  ketiga putrinya (trio srikandi natumnea), khususnya tanpa kuasa Tuhan yang menjamah hati  dan membentuk  jiwa raga dengan kuasaNya, maka tak dapat selangkahpun ia mampu menjalaninya, dkl setelah 25 tahun melayani bahkan setiap keberhasilan pelayanannya, maka  selangkah ia  mundur kebelakang dan melihat, bersykur  serta  berkata: “ hanya karena Tuhan, aku dapat menjalani, melayani dan  melalui  serta melaksanakan semua ini ” terpujilah  Tuhan Yesus amin

DINYATAKAN SAKIT  OLEH Dr…Dhany….

Hari itu mereka bertemu dengan Dr Dhany, karena beliau adalah mantan warga jemaat  gpib maranatha Banjarmasin, sudah kenal  dan akrab serta familiar,  dimana dalam pemeriksaannya,  Theo akan kontrol syaraf  karena dr Dhany adalah ahli syaraf, tetapi karena ia melihat gejala yl, maka ia meminjam alat  pemeriksaan jantung  dan memasang alat itu serta memeriksanya, kemudian ia menyerahkan kepada  dokter jantung untuk membaca data-data itu

dr. Danny adalah ahli Syaraf mantan jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin, secara tiba-tiba iya meminjam alat untuk memeriksa Pdt. Theo

dr. Danny adalah ahli Syaraf ,  mantan  warga  jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin, secara tiba-tiba ia meminjam alat…….. untuk memeriksa Pdt. Theo


Ternyata ada kecurigaan tentang sakit jantung  ini dan tepat alisisnya, sehingga  ditemukan sakitnya lebih dini  dan diserahkan kedokter  ahli jantung tepat pada waktunya sehingga cepat penanganannya, bahwa: “bagi Tuhan tidak ada kata terlambat” dalam pelayanan dan juga dalam pemeriksaan kesehatan pendeta Theo yang pernah melayani Tuhan ditempat yang paling sulit yaitu daerah istimewa aceh / nangro -aceh darusalam…. serambi mekah dan  serambi medina  banjarmasin – martapura   ini

Maksudnya mau diserahkan kepada Dr sari ahli jantung  yang adalah temannya, tetapi karena ia keluar negeri dalam kedinasannya, maka ditangani oleh dokter yl sampai Dr sari kembali, baru diserahkan kepada beliau.  Dalam penanganan  dari waktu kewaktu  Dr Sari menganalisis kesehatan jantungnya secara teliti , suatu ketika ia……Dr Sari berkata : apakah pak pendeta Theo  masih mau melayani ? Ya kata pendeta Theo ! sambung dr. sari, kalau masih mau melayani  Tuhan  dalam jangka panjang berarti harus operasi….pendetaTheo berdiam sejenak sambil berdoa dalam hati dan tenggelam dalam keheningan……. Sambung  dr Sari ok…pak Theo ?   lalu pendeta Theo katakan :  berikan saya  waktu untuk  berpikir dan bergumul dokter! Ya…ya .. saya mengerti, karena  ini adalah operasi besar………. !

Pendeta Theo dan Nelly sang isteri sambil pulang dengan suatu beban pergumulan sambil bertanya pada Tuhan: apakah operasi atau tidak… apakah operasi   atau tidak ….apakah operasi atau  tidak….? minta pimpinan Tuhan sambil berobat, ada penawaran urut reflekasi pakai garam, refleksi khusus dll pikiran agak kacau, sehingga ajakan orang untuk sembuh tanpa operasi ikut saja sambil  berdoa  asalkan tidak ada kuasa kegelapan  sembari menenangkan diri, akhirnya tiga bulan tak terasa  sudah berlalu,  ia berketetapan hati  untuk mengikuti anjuran Dr Sari supaya operasi ke Rs harapan Kita

Setelah melalui pemeriksaan intensief “katerisasi” diketemukan bahwa ada tiga vena… saluran darah untuk menyuplai  darah kearah jantung tersumbat dan salah satunya  hampir penuh  90 sekian %, maka apa yang disaran dr Sari ini benar, sebab tidak ada jalan lain kecuali harus melalui operasi, jika melalui jalan “pasang cincin”  agak membayakan saran dokter Sari, yang adalah warga gereja Katholik, tapi sering masuk ke gpib Filadelfia karena sang suami dr George  adalah anggota jemaat gpib Filadelfia, dimana  pendeta Theo pernah melayani lima tahun disana.

OPERASI JANTUNG DI RUMAH SAKIT  HARAPAN KITA

Setelah diadakan  pemeriksaan teliti yaitu katerisasi dan foto katerisasi dipelajari berulang-ulang,  maka dipastikan  harus operasi by pass dan pendeta Theo sudah  berketetapan hati  untuk operasi, maka harinya tiba untuk menuju ke rumah sakit, hati hanya penyerahan kepadaNya seperti yang diajarkan dan dinasehatkan kepada warga jemaat yang sakit dan mengahdapi operasi, serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab ialah yang memelihara kamu I pet 5: 7 , bahkan serahkan dalam doa, dan permohonan dan ucapan syukur pilipi 4:6…..kini ayat-ayat ini  berlaku  untuk  dirinya dan seperti terbayang dimuka pdt Theo “ kalau dulu kau menasehati  dan menguatkan orang lain, sekarang  ayat-ayat ini berlaku untukmu,  “ bisikan yg sangat dan halus dari Tuhan “.

Diadakan tindakan operasi Baypass oleh dr. Syaiful dan tim dokter yang lain

Diadakan tindakan operasi Baypass oleh dr. Syaiful dan tim dokter yang lain

Setiba di  rumah sakit  harapan kita masuk ke ruangan  ….dan pindah ke intermedit untuk persiapan segala sesuatu dan pindah lagi keruangan tunggu untuk  berdoa bersama keluarga dan majelis jemaat gpib Eirene , lalu didorong keruangan operasi, semuanya sudah berwarna hijau, baik pakain para dokter, perawat dan asisten yang ada disekitarnya.

 Bisikan doa  ” Tuhan menyertaimu ” tak putus- putus dari ruangan biasa  sampai di intermedeit dan ruang tunggu, tak henti-hentinya   dukungan doa dari teman-teman, warga jemaat, teritimewa keluarga yang dicintainya, silih berganti tiada hentinya dengan kalimat “serahkan pada Tuhan, Ia menyertaimu”, bahkan tiba-tiba diruangan persiapan yang semuanya serba hijau pakaiannya tiba-tiba ada suara yang mengatakan “ tenang pak pendeta”,  ia angkat muka dan melihat kearah datangnya suara itu, ternyata dr Anakota adalah dokter anastesi yg kenal temannya dokter yl, ia adalah  warga jemaat gpib eirene dan masih ada hubungan keluarga  dari nelly sang isteri karena nenek dari Nelly sang isteri pdt Theo adalah Anakota juga, pertolongan Tuhan tepat pada waktunya dan tidak ada yang terlambat

Kehadiran dr Anakota ini adalah  pertanda ada yang dikenal di ruangan yang serba hijau ini, hatipun  lega &  reda dari gejolak  perasaan yang tak menentu ini. Dokter yang lain  sambil suntik bertanya : asal dari mana ?…dijawab pdt Theo  ….asal dari timor…..sambung  doker ….hasil    apa    yg    dikenal    ditimor ?…..pdt  Theomenjawab :….sapi….cendana…   !   lalu hilang…hilaaaaang diawan-awan……. pertanda suntikan itu adalah suntikan anastesi – obat bius untuk operasi, dia…Theo..  sudah lunglai tak sadarkan diri    dan tidak tahu lagi.

Menurut  nelly sang isteri  tercinta sempat  menonton di video jalannya operasi atas ajakan kepala ruangan  operasi yang adalah keluarga dari ambon, tetapi      ” maksud  hati memeluk gunung  apa daya tangan tak sampai  ” , untuk menonton tidak tahan, hanya beberapa menit  menonton jalannya operasi, apa lagi yang dioperasi adalah  Theo sang suami tercinta…………. karena  memang  tidak tahan melihatnya, hanya doa, …doa… dan doa… saja, sambil menunggu  dan menunggu karena lamanya operasi lebih dari 12 jam

Semua  anggota keluarga hilir mudik apa lagi anak-anak, perasaannya tak menentu terlebih isteri tak dapat diungkapkan apa yang ia rasakan dan pikirkan, hanya berkata :  Tuhan….Tuhan.. dan Tuhan…. tolonglah suamiku Theo yang masih mau melayani dijemaatMu ini….demikian juga iman anak-anak cukup mendukung dengan semangat mereka bertiga, …….”trio srikandi ini ” berdoa dan menyerahkan kepada Tuhan pemilik hidup ini didalan nama Yesus Kristus

Semuanya lega, karena berita gembira bahwa  selesai operasi dan dorongan kereta pasien operasi  menuju keruang  iccu, doa mereka berubah posisi & arah,  doanya ialah supaya cepat pulih dan sadar tepat pada waktunya, akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba, iapun  s a d a r    dan  siuman dari tahap ketahap sampai sadar sempurna, semuanya senyum dan bisikan  silih berganti dalam doa dan harapan agar pulih secara sempurna

BERTEMU YESUS DALAM IBADAH diGEREJA, KETIKA KOMA DUA HARI DAN  Y E S U S  MENJAMAHNYA

Peristiwa ini mengagetkan semua orang terutama kaum keluarga, karena tiba- tiba ia tidak sadar, ketika menerima infuse tambahan obat dari dr Tani siregar ( seorang dokter wanita dalam rombongan praktek ) pada hal sebelumnya sempat ngobrol dengan perawat dari aceh dan bersenda gurau, tapi apa boleh buat datangnya tiba-tiba,  tak disangka dan tak diduga ia (pendeta Theo) langsung lunglai tak berdaya,  bahkan tak sadarkan diri.

Yesus datang dan menjamah Pdt. Theo saat itu Ia sadar dari komanya selama 2 hari

Yesus datang dan menjamah Pdt. Theo saat itu Ia sadar dari komanya selama 2 hari

Hal ini membuat sibuk para dokter dan para perawat, apa lagi  kaum keluarga, berita ini telah  tersiar  bahwa ia sudah koma dalam status perawatan  di – iccu rumah sakit Harapan kita setelah operasi;    teman,    handai tolan , keluarga dan warga jemaat  semuanya berdatangan tapi tak bisa masuk kerena dibatasi oleh dokter agar  o – 2 /udara disekitarnya tidak boleh dirampas oleh mereka yang sehat, apa lagi ia sementara  diinfus tambahan h 2 o dllnya

Apa yang dialaminya selama  koma ?  atau apa pengalamannya ketika tidak sadarkan dir  selama dua hari lamanya ?    Ya…..memang  apa yg dialami   itu…. tidak sadarkan diri, tetapi juga perjuangan berat……….. Tahukan anda bahwa dirumah sakit harapan kita  hampir setiap hari darah yang tertumpah dari para pasien cukup banyak ? Darah adalah nyawa baik mereka yang berhasil operasinya maupun yang tidak berhasil………….. !  Pernah dengarkah pengalaman  pendeta Theo Natumnea  tentang banyak melepaskan warga jemaat dari kuasa kegelapan,  kuasa dukun, kuasa jimat dlsbnya, dimana  yang dilawan  adalah iblis  ?

Dari dua latar belakang ini, sarat dengan  serangan – serangan ketika lemah dan tak berdaya, kesempatan  serangan balik itu datang dari iblis  untuk menyerang siapapun orangnya, dan memang ketika  itu secara naluri pendeta Theo tak sadarkan diri, disitulah datang serangan dalam berbagai penglihatan yang mengerikan. “ada semacam kepala-kepala manusia yang hinggap dijendela,… disamping horden, …….. dan dilangit-langit kamar,…. ada yang  berkulit  putih, hitam, sawo matang dll, semuanya berkerumun membuat pendeta Theo ini tak berdaya, tapi ia selalu berseru: “ dalam nama Yesus, nyahlah engkau hai iblis” “dalam nama  Yesus sadarkanlah  hambamu ini” dan ” dalam nama Yesus  saya pasti menang”, sambil bergulat luar biasa, bukan dengan kekuatan manusia, tetapi dengan kekuatan dan kuasa lain karena itu  dalam nama Yesus adalah kuasa dan kekuatan Tuhan Yesus  yang melebihi segalanya

Akhirnya bertemu dengan  Tuhan Yesus dalam suatu ibadah disebuah gereja kecil seperti gereja gpib Sabang, Tuhan Yesus sementara berorasi dalam khotbahNya tentang:  Akulah gembala yang baik” Yoh 10:11 dan “Aku datang untuk mencari orang berdosa” dan   “Bukan kamu yg memilih Aku  yg enetapkan kamu tetapi Akulah yg menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap” Yoh  15:16 dstnya, nats alkitab yg terakhir ini adalah nats sidi di gmit timor pada waktu ia  disidi dan didewasakan imannya di gereja kecil yang namanya jemaat gmit haleleyah nubraen.

Setelah Yesus berorasi dalam khotbahNya dengan thema-thema tadi, Ia turun dari mimbar dan berjalan  dengan memakai pakaian  toga putih ….Ia berjalan terus….. menuju ke pendeta Theo Natumnea yang duduk dipinggir samping kanan  tengah gereja itu, setelah Yesus tiba  di bangkunya pendeta Theo Natumnea, maka Ia bersalaman  dan menjamah pendeta Theofilus natumnea,  [ yang sejak penempatan perdana sebagai pendeta di Aceh dan Sabang langkah pertama adalah membersihkan dan melepaskan  warga jemaat yang terbelenggu dalam kuasa kegelapan dan  melepaskan mereka  dari kuasa kegelapan itu berupa: jimat dan dukun,  supaya umat Tuhan membebaskan dan memulihkan mereka  dari kuasa-kuasa tersebut  dalam nama TuhanYesus ].

Ketika Tuhan Yesus menjamah pendeta Theofilus ini, disitulah ia sadar dari komanya yang konon katanya sudah dua hari lamanya  tak sadarkan diri ini. Ia siuman dan mengambil alkitab  dibagian pinggir belakang kepala serta membuka alkitabnya tepat  pada Yesaya  46 : 3-4   yang bunyinya sbb: “  ayat 3 Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan yakub, hai semua orang yang masih tinggal  dari keturunan Israel, hai orang – orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang –orang yang kujunjung  sejak dari rahim. ayat 4 sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu, Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus, Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu”

Itulah nats alkitab yang dibacanya setelah ia siuman, sambil menangis dan menceriterakan hal ini kepada  Nelly sang isteri tercinta serta ketiga puterinya, kesaksian ini terus  mengalir  dan merambat didengar semua orang yang datang untuk mendoakaannya, sementara ia masih terbaring dalam pemulihan tahap demi tahap, ia boleh alami semua itu karena kasih karunia Tuhan, walaupun orang  bertanya   ……..bertanya …dan  bertanya:  mengapa…..mengapa…….dan…mengapa hal ini terjadi ? Tetapi ia meluruskan pertanyaan  itu dan berkata : Apa  rencana Tuhan untuk hambaNya ini, mengalami  koma dan bertemu  Yesus ? Pasti dibalik semuanya itu ada rencana Tuhan yang indah bagi anak-anak Tuhan, terutama dalam dirinya yang tidak sempurna ini,  agar terus dipakai dalam pelayanan  guna hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan untuk melayani….melayani dan melayani Tuhan Yesus yang telah menyerahkan diriNya  melayani umatNya khususnya  ia yang dari desa Nubraen  nun jauh sana , dibentuk dan dipakai olehNya untuk pekerjaan Tuhan

DALAM PEMULIHAN PENDETA THEO MELAYANI  PASIEN DIRUANGAN RS. HARAPAN KITA

Tuhan tunjukan keberanian untuk melayani, walaupun masih jalan tertatih-tatih sambil latihan karena masih berada diruangan intermedit atau saat-saat terakhir mau pindah keruangan biasa atas izin perawat ia bersandar ditembok dan membicarakan nama Tuhan Yesus  yang berkuasa , dan bahwa kuasa dan mujizatNya masih berlaku sampai sekarang ini bagi barang siapa yang percaya dalam namaNya

Pelayanan itupun   dibatasi hanya untuk mereka yang meminta doa dan penguatan dalam rangka pemulihan setelah selesai operasi yang sama. Biasanya ada suatu kekosongan dalam hati, karna itu perlu penguatan dari orang lain terutama hamba Tuhan yang siap melayani karna tuntunan kasih dan karuniaNya berdasarka apa yang telah ia alami dalam hidupnya itu, diterimanya dari Tuhan.

Permitaan pelayananpun berlaku bagi siapa saja yang minta didoakan dan hal itu terjadi diuar umat ada yag meminta didoakan  dalam nama Yesus. Terpujilah tuhan kekal selama-lamanya amin

LATIHAN OLAH RAGA  KHUSUS DAN  BERADA DIPASIR PUTIH ANCOL

Bagian dari  pemulihan setelah  berada diruangan,  menggiring mereka  untuk latihan olah raga khusus dari yang ringan sampai yang  sedang dan berat menurut versi  team pelatih, supaya mengembalikan otot – otot yang selama ini kurang  berfungsi, maka mulai digerakan secara rutin  dan perhalan-lahan dari tangan kaki dstnya.

Tiap minggu 2 atau 3 kali Nelly mendampingi suaminya Pdt Theo latihan jalan di Pasir Putih Pantai Ancol setelah memerkir mobilnya dekat rumah keluarga supit

Tiap minggu 2 atau 3 kali Nelly mendampingi suaminya Pdt Theo latihan jalan di Pasir Putih Pantai Ancol setelah memerkir mobilnya dekat rumah keluarga supit

Setelah keluar rumah sakitpun dianjurkan untuk tetap latihan olah raga, karena itu Pendeta Theo tetap berlatih dibawah bimbingan team pelatih di rumah sakit harapan kita  tiap minggu tiga kali yaitu senen, rabu dan jumat,  dites dan lulus sampai tahap mandiri untuk latihan sendiri.

Dalam tahap latihan sendiri ini setiap minggu dua s/d tiga kali ia berlatih dipantai pasir putih ancol, bersama dengan Nelly  isteri tercinta  berdua  parkir mobil dan mulai  latihan jalan sambil ngobrol tentang pelayanan dan keluarga serta semua yang telah dihadapinya karena campur tangan Tuhan…serta yakin dihari yad Tuhan menyertai hambaNya ini dalam hidup serta pelayanan.

BANTUAN IBU MELLIE PIRIEH EKA TJIPTA WIJAYA

Selain bantuan  yang dikoodinir oleh majelis  sinode gpib, atas permintaan majelis jemaat gpib Eirene,  juga bantuan dari   ibu Mellie Pirieh eka Tipta Wijaya yang memonitor dan  memberikan bantuannya

Selain bantuan GPIB melalui Majelis Sinode juga bantuan Ibu Melly Eka Cipta Wijaya untuk mendukung jalannya Operasi Pdt. Theo

Selain bantuan GPIB melalui Majelis Sinode juga bantuan Ibu Melly Eka Cipta Wijaya untuk mendukung jalannya Operasi Pdt. Theo

Suatu pagi telepon pastory berdering dan ada suara mengatakan  hello ! apakah ini rumah pendeta Theo Natumnea ?  jawab Lenci (ponakan) ya.. sambungnya lagi  mohon alamatnya,  karena ibu Mellie akan berkunjung kesana  saat ini….Benar seperti  percakapan telepon sejam kemudian  bersama pengawal yang melaporkan kepadanya bahwa  rumah pastory Pendeta Theo Natumnea…berada  di jln Bugis raya tanjung periok  Jakarta Utara……dan tidak lama  kemudian ibu Mellie tiba

Tidak segan-segan  ibu mellie masuk bahkan turut mencicipi nasi kuning hut pernikahan yang ke 30…yang ditawarkan kepadanya pada hari bahagia itu sambil berdoa, dan….akhirnya   rombongan ini ditutup dengan doa bersama pendeta Theo natumnea dan Nelly sang isteri serta semua seisi rumah  yang ada,  karena anak-anak  semuanya sementara sekolah dan kerja

Disini mau dianalisis bahwa  ibu mellie adalah seorang yang rendah hati dan penuh kasih dalam memperhatikan  pelayanan lanjutan kepada pendeta Theo  seperti seorang hamba Tuhan yang belajar theologia,  bahwa sangat perlu pelayanan lanjutan setelah mereka yang sakit  operasi, untuk mendapatkan pemulihan dan kekuatan dan semanngat baru dari  pelayanan keluarga,  gereja dan dukungan  positip dari sekitarnya adalah obat mujarab yang tidak ada di apotik dan tiada terbeli.

SD  dan  SMP EIRENE BAGIAN DARI  PELAYANAN.

Walaupun hidup segan mati tak mau, melekat pada dirinya tap sekolah ini telah menetaskan putra-putri bangsa yang berguna bagi masyarakat

Walaupun hidup segan mati tak mau, melekat pada dirinya tap sekolah ini telah menetaskan putra-putri bangsa yang berguna bagi masyarakat

SD/SMP  EIRENE  di tanjung periok ini  seperti ibarat  pohon yang tumbuh dipadang tandus “ mati segan hidup tak mau “, apapun istilahnya itulah keadaan sekolah ini, namun sudah banyak menghasil lulusan yang menjadi orang  dalam masyarakat

Dibawah pimpinan  yapendik cabang  eirene yang mengelola sd/smp eirene yang “hidup segan mati tak mau” ini tetap bertahan bahkan menghasilkan lulusan yang menjadi manusia berguna dalam bangsa  Negara dan masyarakat tetap bertahan ditengan badai dan ombak  pinggir pantai tanjung periok, pindaj gedung sana….pindah gedung sini sesuai masa kontraknya  berlaku dan kepentingan pemilik gedung tsb

Prinsip  saling menolong  melekat pada diri mereka yang sudah tamat, sehingga mereka yang telah tamat dan berhasil,  ada yang masih ingat sekolahnya dan  meneteskan berkat Tuhan untuk membangun pengelolaan sekolah  eirene ini ditambah dengan kemampuan siswa-siswi yang pas-pasan  tentu dbantu dari kas jemaat sesuai dengan  program kerja jemaat eirene bidang pendidikan  dan   sekolah yapendik

PENDETA LEKASAPIA MENINGGAL DAN DIKUBURKAN.

Beritanya sangat singkat, ketika sementara  pdt lekasapia  melayani di gedung  sola fide, tiba-tiba diberitakan bahwa  telah dipanggil Tuhan, hal ini sangat mengejutkan seluruh warga jemaat gpib Eirene tanjung periok.

disemayamkan untuk ibadah pelepasan dalam rangka pemakaman Pdt. Pati Lekasapya di gedung Sola Gratia

disemayamkan untuk ibadah pelepasan dalam rangka pemakaman Pdt. Pati Lekasapya di gedung Sola Gratia

Semuanya diatur sesuai dengan prosedur pemakaman seorang pendeta, dimana majelis sinode yang memimpin ibadah  pemakaman tsb, serta partisipasi seluruh warga jemaat gpib eirene.

Hal yang terjadi diluar prosedur ialah ketika  membawa jenasah menuju ketempat pemakaman di  pondk rangon cibubur, semua motor (kendaraan roda dua) masuk  tol tanpa bayar, namun peristiwa  aneh ini direstui oleh polisi lalu lintas yang berada disamping pintu masuk tol tsb

TIAP HUT DIRAYAKAN OLEH JEMAAT EIRENE DALAM IBADAH KHUSUS.

Program Kerja Eirene memuat HUT para Pdt. dan dirayakan oleh Jemaat

Program Kerja Eirene memuat HUT para Pdt. dan dirayakan oleh Jemaat

Suatu kebiasaan yang telah termuat dalam program kerja jemaat, bahwa setiap hari ulang tahun pendeta/ketua majelis jemaat dan pendeta jemaat dirayakan bersama oleh warga jemaat. Hal ini telah tercantum  dalam program kerja jemaat gpib eirene sejak dulu

Dipahami bahwa mereka telah bekerja   setiap hari tanpa mengnal lelah, serta menghadapi tantangan yang harus dipertanggung jawabkan kepada Tuhan dan jemaat, maka tidak berlebihan untuk menerima daulat warga jemaat   agar dirayakan hutnya, sekaligus memakai kesempatan itu untuk mengadakan koreksi diri, sampai sejauh mana  pereratan yang dialaminya bersama dengan warganya  dalam pelayanan di jemaat ini

Tentu pelayanan firman Tuhan diserahkan kepada pendeta yang kiranya dapat membangun rohani umat dan membangun semangat untuk melayani bersama sebagai gereja missioner yang melibatkan seluruh warga jemaatnya untuk melayani Tuhan

MENGHADIRI  WARGA EIRENE YANG DIWISUDA DI STT JAKARTA

menjadi wali orang tua untuk Nita (pemudi Eirene) pada waktu diwisuda di STT Jakarta, karena ayah ibunya di Amerika

menjadi wali orang tua untuk Nita (pemudi Eirene) pada waktu diwisuda di STT Jakarta, karena ayah ibunya di Amerika

Seorang pemudi yang taat, walaupun orang tuanya di Amerika serikat, sejak pergumulannya  untuk sekolah theologia, ia minta doa di gereja dikantor dan dirumah,  bahkan sepanjang masa kuliah dan  pelajarannya ia tetap bertemu pendeta Theo untuk minta dukungan doa, sampai tamat dari  STT Jakarta,  oleh orang tuanya: keluarga Mentang  telepon dari Amerika untuk  sudi menghadiri wisuda anaknya  Yunita Christin Mentang ( N i t a )  a/n ayah dan ibunya atau sebagai wali/orang tua

Seusai acara wisuda, tibalah waktunya untuk bersalam – salaman  sambil mengucapkan  selamat bagi para lulusan sebagai sarjana theologia baru yang berdiri didepan dan didampingi oleh para dosen sebagai pembimbing/Pembina selama mereka belajar.

Pada saat bersalaman Ucapan  terlontar dari seorang dosen dari timor kepada pendeta Theo katanya : “Hai,… masih hidup” ? Memang kondisi pendeta Theo Natumnea pada waktu itu  belum terlalu kuat, namun  harus paksakan diri atas permintaan  Nita dan orang tuanya yang  telepon jarak jauh minta dengan sangat untuk menggantikan mereka sebagai orang tua/wali

Apa artinya ucapan  “  Hai masih hidup “ ? dan mengapa dia  seorang dosen yang konon asal timor ini mengucapkan kalimat yang mematikan ini ? pasti  kalimat ini terlontar, karena dia suka  pandang ; enteng, rendah, pinggir pada orang lain ! Secara spontan  pendeta Theo berdoa dalam hati : ‘Ya Tuhan ampunilah  Pdt DR Haag….  dosen ini, karena ia tidak tahu  apa yang seharusnya  dia diucapkan … dalam nama Tuhan Yesus amin

Mengapa Pendeta  Theo sangat peka mendengar kalimat :  “hai….masih hidup”…? Kalau  kepekaan, semua orang pasti memilikinya, terlebih pada kondisi pdt Theo yang saat itu baru keluar dari rumah sakit karena operasi, tambahan dalam proses operasi itu ia koma selama dua hari ( baca cerita diatas )

Selama keluar dari rumah sakit ucapan warga jemaat dan teman-teman sepelayanan adalah : “Puji Tuhan,  sehat dan kuat untuk melayani Tuhan”, karena itu jika mendengar ucapan seperti bapak dosen dari timor ini , kaget… karena diucapkan oleh seorang Dr Haag, dosen theologia yang membina mahasiswanya untuk menjadi pelayan di gereja dan jemaat

Jika kita menganalisis kata-kata ini yang terucap pada saat  mereka berdiri dan menerima salaman diantara para sarjana theologia baru, maka ucapan ini tidak perlu keluar dari mulut seorang doctor theologia….pendeta Theo teringat  kata-kata seorang filsuf : “ mulutmu, harimaumu” ..apakah dia latah atau pandang orang lain rendah dan hina ? hanya Tuhan dan dia yang tahu ! sebenarnya kata-kata  simpati dan empati yang diharapkan oleh seorang yang baru selesai menghadapi pergumulan berat, tapi itulah …dia juga seorang manusia, yang mengenakan  baju dosen  pada sekolah theologia yang  terkenal itu , sebab dari kata-katanya  orang mengenal dan membaca hatinya

 

 

MUTASI DARI EIRENE TG.PRIOK KE GLORIA BEKASI

Sudah lama memegang sk mutasi dari Majelis sinode gpib, tetapi kontak dengan Gloria bekasi belum lancar/tidak ada akses yang memuluskan kepindahannya, satu – satunya akses untuk menerima informasi ialah ibu Pirits  adalah ibundanya vik Feby Pirits dimana ia menjadi mentornya, karena itu ia mencari informasi secara langsung dan hadir dalam rapat phmj Gloria secara mendadak tanpa pemberitahuan, yang ditemani sepanjang perjalanan oleh bapak Wungkana.

inilah wajah GPIB Gloria dan harus bersinar terus

inilah wajah GPIB Gloria dan harus bersinar terus

Dalam pertemuan itu memantapkan realisasi mutasinya yang didahului kata pengantar oleh pdt/ketua majelis jemaat gpib Gloria dhi pdt mandik sth sbb “ saya tidak hubungi dan tidak minta kedatangan pdt Theo Natumnea ini, tapi atas inisiatip sendiri “,  semacam apologed atau pembelaan yang dinyatakan dalam sikap diri dan ucapan, memang  kedatangannya ini adalah inisiatip  murni dari pdt Theo Natumnea, karena sk mutasinya sudah jalan tiga bulan tanpa respons dan berita dari gpib jemaat gloria bekasi, bahkan  susah payah untuk mencari informasi jarak jauh, sebab semua telepon yang diperoleh  tidak mungkin, karena itu ia terjun langsung untuk mencari informasi tentang nasib sk majelis sinode ini

Percakapanpun lancar bersama  anggota phmj yl bahkan  semakin memperlancar persiapan kepindahan dimana memproses  uang mutasi dan ia mempersiapkan diri untuk segera pindah ke jemaat Gloria bekasi

BANTUAN TRANSPORTASI DARI KOMANDAN BATALYON TNI ARHANUDE

Pergaulannya luas dengan siapa saja, ketika pamit pada komandan  Batalyon, letkol tni Neno W, ia langsung memberi bantuan kendaraan dinas untuk muat barang pindahannya dari tanjung priok ke bekasi, sebagai tanda terima kasih atas kerja sama, karena setiap acara penting dimana pihak battalion undang ia hadir dan berteman sambil ambil bagian dalam acara-acaranya.

berteman baik dengan komandan Batalyon Arhanud

berteman baik dengan komandan Batalyon Arhanud

Hal ini  memberi motivasi dan semangat padanya untuk terus bergaul dengan siapapun asalkan saling menghormati dan menghargai dalam kehidupan masyarakat yang majemuk ini dalam membangun  masyarakat dan Negara kita dari konteks  kerukunan, ketertiban dan keamanan yang berhasil guna dan berdaya guna serta saling memberi manfaat satu dengan yang lainnya

Hal ini mau menunjukan bahwa walaupun mereka bekerja pada instansi yang berbeda yaitu gereja dhi  gereja protestan di Indonesia bagian barat -gpib dan  batalion tni-ad atau ketentaraan, tetapi bukan menjadi suatu halangan untuk  bekerja sama dan bergaul (apa lagi bertetangga langsung), bahkan suatu dorongan  untuk melebarkan sayap pergaulan yang menambah wawasan  kehidupan sosial bermasyarakat bagi seorang Theofilus Natumnea  yang terbuka dan suka

AMBON  DAN PANTAI NATSEPA DIALAMI PADA CUTI TAHUNAN 2013

Puji Tuhan untuk kedua kalinya ia menginjakkan kaki di Ambon, sebelumnya pernah turun dilapangan terbang Patimura  Ambon, namun hanya 15 menit  turun dari garuda, karena  kesempatan yang diberikan  cukup singkat ketika terbang dari   Jayapura – ………….       .- dan Manokwari  untuk melihat adik  Albinus  Natumnea yang tinggal & menetap disana, sambil menyelam minum air.

Ketika itu sebagai wakil ketua PGI – Wilayah Kalimantan selatan diutus  untuk  menghadiri  sidang PGI di Jayapura, serta membawa aspirasi gereja  dan warga Kristen sekalimantan selatan yang  disebut  atau mendapat julukan  “serambi medina”, karena  martapura adalah bagian dari Kalimantan selatan.

Indahnya pantai Natsepa  memberi warna pada indahnya Ambon, apa lagi rujak & kelapa muda sebagai makan  ringan dari buah-buahan  kota Ambon, selepas  berlayar dari pulau nun jauh sekitar kota Ambon khususnya Saparua

Keindahan ini akan menjadi lengkap dan sempurna, jika masyarakat Ambon dan sekitarnya  akan menjadi rukun  dan  damai  dalam kepelbagaian suku, agama  bahkan apapun atribut  yang melekat  dan hinggap pada  pohon dan  ranting maluku – Ambon manise

Dipublikasi di Uncategorized | 6 Komentar

2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 3.000 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 5 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | Tinggalkan komentar

Seri Khusus II INSTITUT INJIL INDONESIA(I3)

MENGAPA  SERI I-3  INI DITULIS ?

Untuk  melihat, ternyata banyak sekolah Theologia  hidup dan bertumbuh di Indonesia ini, untuk mengkaderkan para pemimpin rohani yang berkualitas menurut sistim pendidikan dan pembentukan yang dijalankannya.

Ia dibentuk dan sekolah serta diutus dari sini

Bahwa  melalui persatuan sekolah theologia Indonesia ( persetia ) dan  persatuan sekolah theologia injili Indonesia  ( pasti ) yang mampu mengkader putra putri Indonesia untuk melayani Tuhan,  dimana I-3 ada  dan merupakan sekolah theologia yang hidup, bertumbuh dan bangkit untuk dikenal di-Indonesia dan dunia ini

Disitulah pada angkatan XII,  Theofilus Natumnea  dididik dan dibentuk menjadi seorang hamba Tuhan yang melayani di gpib,  bersama teman-teman yl, dimana pada saat itu ada kontroversi antara I – 3  dengan majelis sinode gpib, namun ia tetap eksis bersama teman – temannya melayani  sampai membuktikan diri sebagai pelayan Tuhan.

CALON MAHASISWA DARI SEMUA GEREJA

menitik beratkan Protestan sesuai pendirinya Pdt. Dr. Oktovianus

Sering orang membicarakan tentang  Institut Injil Indonesia ( I-3 ) batu – malang, jika ia senang terlalu berlebihan, tetapi jika ia tidak senang atau benci maka ia menambah nambah kekurangannya atau menampakkan sifat sentimentil,  maka berdasarkan apa yang didengar, dilihat dan dialaminya selama kuliah disana yang tercatat sebagai angkatan XII ini, ia ingin menurunkan tulisan sederhana ini dari kaca mata pengalaman pribadinya sebagai seorang pelayan Tuhan, sehingga apa yang ia dengar, lihat dan alami secara langsung suka duka dan liku – liku pengalaman pembentukan Tuhan bagi dirinya disana diutarakan  agar menjadi jendela jawaban bagi kita semuanya

Panitia penerimaan mahasiswa baru, menggumuli setiap  lamaran calon mahasiswa yang berasal dari berbagai gereja dan denominasi di Indonesia bahkan juga dari luar negeri. Berdasarkan surat lamaran yang dilengkapi dengan syarat-syarat lainnya, maka panitia menggumuli dalam doa kelengkapan syarat dan latar belakang ybs untuk melihat kesungguhan panggilan mahasiswa tsb.

Beberapa  calon mahasiswa sudah strata satu atau sarjana  dalam berbagai disiplin ilmu, bahkan beberapa calon mahasiswa utusan dari beberapa instansi atau pernah bekerja diberbagai instansi, demikian juga  dengan Theofilus Natumnea yang sudah bekerja di Polda Metro jaya, bahkan menjadi  majelis jemaat gpib Syalom DKI Jakarta dalam status  diaken.

Inilah keunikan latar belakang  calon mahasiswa, selain dari berbagai gereja, suku-bangsa, instasi dan juga umur, dikota apel dan kota wisata Batu – Malang inilah mereka diterima dan mulai dibentuk dalam kampus  I3 Batu-Malang.

Berapa calon mahasiswa yang ditolak ? Berdasarkan pergumulan panitia penerimaan, hanya mereka yang  tahu, tetapi calon mahasiswa yang diterima  berdasarkan kapasitas  sekolah yaitu satu kelas yang berjumlah 40  mahasiswa

Puji Tuhan, Theofilus Natumnea diterima bersama 39 mahasiswa lainnya, sehingga jumlahnya menjadi 40 mahasiswa, mulai belajar berdasarkan sejumlah peraturan yang harus ditaati sebagai bagian dari pada pembentukan itu

Dari jumlah  40 mahasiswa ini mayoritas dari protestan yang berasal dari berbagai gereja protestan, kecuali Ishak Mulyono dari gereja Pentakosta, nah, walaupun kampus ini bersifat oikoumenes tetapi menekankan aliran protestan sesuai aliran pendirinya  Pdt DR Oktavianus sebagai seorang anggota gpib Malang. Letak kampus ini didesa Songgoriti dipinggir ujung selatan kota Batu yang berbatasan dengan   dua  sekolah  Theologia yang lain, yaitu  Seminary tinggi  Katholik ditengah kota 1 km jaraknya dan 3 km jaraknya lagi sekolah theologia aliran Pentakosta milik gpdi yang terletak didesa Mbeji ujung utara kota Batu

UNIK DALAM MENILAI PERKEMBANGAN MAHASISWA

Jangan kaget bahwa di I3 yang dinilai bukan hanya pelajaran  saja tetapi ada 4 P yaitu :  1. Pelajaran  2.pelayanan   3.  Pergaulan  dan   4. Penyerahan. Disinilah beratnya ujian sehingga bagi yang tidak terpanggil sungguh-sungguh atau yang setengah-setengah hati dan mau coba-coba masuk, walaupun lolos dalam  penilaian team penerima mahasiswa berdasarkan syarat-syarat, tetapi ditingkat satu selama setahun itu adalah masa percobaan yang berat

masa percobaan ini, penilaian mahasiswa dari semua sisi: pelajaran, pelayanan, penyerahan dan pergaulan

Dimasa percobaan setahun itulah banyak  dari antara mahasiswa yang setengah-setengah atau hanya ingin mencoba berguguran berdasarkan  penilaian dari 4 P itu. Mereka yang gugur itu banyakan nilai akademisnya bagus, tetapi  salah satu dari 3 P yang lainnya mereka tidak mampu mengikuti, mengerjakan dan menyesuaikan dirinya yaitu melayani bergaul dan berpenyerahan itu tidak dapat mendedikasikan diri dengan baik

Betapa tidak, dari tingkat satu ketingkat dua sudah mulai berguguran  teman-teman mahasiswa/i, tidak tahan atau dieliminasi dari kampus lalu  dengan senang hati angkat koper untuk pulang rumah atas kemauan sendiri atau kena disiplin  kampus lalu dieliminasi oleh sekolah karena melanggar peraturan yang ketat dan keras itu

MELAPORKAN STATUSNYA YANG JELAS

Jika sudah menikah, (dari antara 40 mahasiswa/i angkatan 12 ini ada dua orang yang sudah berkeluarga ) Paul Linggar dan Yosias Sinlae, harus  melaporkan statusnya sehingga  mendapat kebijaksanaan dari sekolah, kalau ada keperluan keluarga seperti isteri melahirkan, anak sakit dll

Jika masih bujangan tetapi punya calon atau pacar,

di uji ketulusan dan kejujuran dan keterbukaan

juga harus melaporkannya, sehingga setiap surat datang dari pacar disalurkannya dan bahkan diaturnya kalau terlalu banyak surat dalam sebulan  akan diminta untuk mengurangi kiriman  surat menyurat supaya tidak mengganggu perkembangan studynya dalam penilaian 4 P ini.  Bagi yang punya  calon diluar sebelum sekolah tetapi tidak melapor, lalu mendapat surat terus menerus dan ketahuan, akan  dipanggil dan diberikan peringatan dan pembinaan, maka dia sudah punya satu poin kesalahan, lalu dibina untuk mengenal peraturan   dan menghayati serta mengikutinya peraturan dengan baik, tetapi kalau dia menyangkal lalu dihari kemudian ketahuan  bahwa  benar pacarnya  yang bersurat  akan dieliminasi silahkan angkat koper  dan pulang kerumah, supaya tidak ada dusta lagi diantara kita dikampus ini.

Nah… ini yang agak rumit, jika belum menikah dan belum punya calon/pacar, maka selama setahun ditingkat satu itu adalah masa percobaan dilarang untuk  menerima lamaran atau melamar  dkl tidak boleh ada  surat cinta, jadi harus tahan, biar sudah lihat sana lihat sini dan kenal baik  tapi harus tahan,  tahan,  dan tahan. Jika ketahuan ada pacaran diam – diam apakah sesama tingkat satu yang masih dalam masa percobaan ataukah dengan tingkat dua keatas yang sudah lepas masa percobaan, maka akan dipanggil dan langsung divonis sbb. : 1.  mahasiswa/i  yang masih duduk di tingkat satu/percobaan  angkat koper pulang kerumah   2.   Mahasiswa/i tingkat dua keatas akan dihukum satu tahun…ditempatkan untuk melayani dan menjalani masa hukumannya sambil menunggu diluar kampus kalau dinilai baik akan dipanggil, tetapi penilaiannya buruk akan melanjutkan  masa hukuman ..itu penilaian dari sisi pergaulan  dan penyerahan sehingga  mahasiswa/i ada yang  kena vonis hukuman  dan angkat koper/dieliminasi dari jarak jauh tempat ia praktek

SEMUA MAHASISWA MELAKSANAKAN KERJA  PRAKTIS  

Disinilah tempatnya untuk mau diatur, serta melaksanakan tugasnya (kerja praktis) dengan tertib, taat dan penyerahan serta tanggung jawab, apapun tugasnya sesuai jadwal yang dibuat oleh petugas, dan semuanya diatur oleh bunyi besi tua alias lonceng sesuai waktu yang tertera dalam jadwal

sesuai jadwal semua mngerjakan tugas: Halaman, kamar mandi, dapur, ruang kelas, dll

Jadwal untuk kerja praktis dibuat tiap minggu dan  berubah  secara otomatis sesuai tugas yang akan dilaksanakan, dari masak didapur, (membantu pekerja tetap dapur yaitu mbok mi), membersihkan kamar mandi dan toiled, menyapu halaman, menyapu  ruang kuliah, membersihkan gereja dan menyiram dan memelihara bunga  dlsbnya.Untuk ruangan kuliah, gereja, aula belajar dan ruangan yl setiap hari sabtu disikat dan dipel termasuk kamar tidur serta menjemur kasur dlsbnya

Melaksanakan tugas sesuai jadwal ini sebelum mandi dan jika seusai mandi bersiap-siap untuk  makan/sarapan pagi. Dikala sarapan pagi itu tiba-tiba  ada dosen yang minta perhatian/ stop press  berarti  ada sesuatu yang penting  dari penilaian pekerjaan praktis itu ada mahasiswa yang harus  kerjakan lagi, karena pekerjaannya belum selesai atau belum beres, ia harus betulkan pada waktu jam  tidur siang dia tidak tidur, tapi harus mengerjakan dan membereskan pekerjaan praktisnya sebagai bentuk hukuman padanya

Disini yang dinilai adalah penyerahan mahasiawa/i tsb agar dilatih  untuk bertanggung jawab atas tugasnya, maka dari penilaian sisi penyerahan ini  ada seorang teman  harus angkat koper dengan senang hati mau pulang rumah, karena tidak tahan  pada pekerjaan praktis yang diadakan setiap pagi itu, pada hal dia tidak sadar bahwa pelatyihan ini sangat berguna ketika ia melayani kelak !

APAKAH  PELAYANAN DINILAI DARI AWAL?

Bukan hanya pelayanan saja yang dinilai dari awal, tetapi sejak menginjakkan kaki menjadi mahasiswa di I3 batu Malang, semuanya dinilai tentu mengalir saja seperti air, baik: “pelayanan, pelajaran, penyerahan maupun pergaulan” atau disebut empat  “ P “ ini sudah ada penilaian bagi setiap mahasiswa.

Jika ada pekerjaan yang belum beres, maka petugasnya dipanggil untuk menyelesaikan pada waktu jam tidur siang

Sejak tingkat satu minggu pertama ia bersama kakak tingkat sudah melayani  dipenjara Batu, dimana  kakak tingkat yang membimbing siFilus bernama  Didimus  Marianus Bolle (Dimus) berfungsi sebagai mentor untuk pembimbingnya; keduanya tiap hari sabtu berjalan kaki kepenjara dikota Batu  untuk mengunjungi umat kristiani disana,  sesuai kerja sama dengan pihak pemerintah setempat dhi. ( koramil) untuk membina rohani mereka yang beragama Kristen.

Setelah lama melayani dipenjara kota Batu,  sesuai jadwal dipindahkan  pelayanan hari sabtu kedesa yang lain yaitu desa Mbayam  yang sangat jauh jadi  jurusan yang sama satu kendaraan  dengan mahasiswa yl dimana mereka menginap  semalam,  tempat pertama dirumah pak petrus,  orangnya  sangat kurang sehinbgga kita dibekali dengan satu kg beras,   tapi tempat kedua di Mbayam juga orangnnya punya sawah sehingga tidak perlu bawa beras. Pelayanan ini tentu  sesuai  kebutuhan pelayanan kerja sama kampus dengan Gereja Kristen Jawi Wetan ( gkjw ) semuanya dilaksanakan  dengan penyerahan;    dalam waktu yang  reltip singkat  pindah lagi  ke arah utara   yaitu desa Karangpeloso diberi  transport angkot dan dokar karena bersambung dengan dokar dan nanti jalan kaki lagi sampai didesa tujuan pelayanan daerah Karangpeloso

Seringkali uang dokarnya dipakai untuk makan bakso sapi dan  gantinya harus jalan dua s/d tiga km  untuk mencapai pelayanan demikian juga dengan  selesainya pelayanan, harus melawati lokasi yang sama, yaitu jalan kaki,  sambung dokar dan nanti  naik angkutan umum, demikianlah rutinitas pelayanan  hari sabtu atau minggu untuk menjangkau jiwa-jiwa yang baru percaya pada Tuhan Yesus dibawah naungan GKJW

Pihak sekolah tidak mau tahu: apakah hujan, guntur   dankilat , banjir atau panas terik ? semua mahasiswanya dilatih untuk menjalankan tugas pelayanan itu dengan penyerahan  dan rasa tanggung jawab kepada Tuhan dan kampus dimana  tentu ada waktunya evaluasi dengan pihak gereja setempat dengan kampus untuk pelayanan ini

Disini kalau ketahuan dalam evaluasi itu ada mahasiswa/i yang sengaja meninggalkan pelayanannya tanpa pemberitahuan atau ybs bolos, dia akan kena pengurangan poin dibidang pelayanan dan ditegur serta dibina, jika berulang kali, maka maka akan dieliminasi dan silahkan angkat koper pulang kerumah karena dia tidak bisa dibina untuk menjadi calon hamba Tuhan.

ADA KELAS KELILING DI – I3

Apakah  itu kelas keliling ?  Bagi  mahasiswa  yang sudah sarjana  dalam  disiplin ilmu yl dan mau  ikut semua pelajaran  yang ada dipersilahkan, tetapi jika  mau masuk dalam kelompok kelas keliling  bersama mereka yang sudah tua dan berumur maka mereka punya jadwal tersendiri untuk keliling kelas, adakalanya ditingkat I tetapi jam pelajaran berikutnya sudah tidak ada berarti ia sudah belajar dan kuliah bersama  mahasiswa ditngkat yl.

Mahasiswa yang sudah sarjana dalam disiplin ilmu lain dapat mengikuti kelas keliling untuk Fak yang belum diperolehnya

 Demikian juga bahasa Inggris  kelasnya sesuai hasil tes, lalu dibagi kelas sesuai strata bahasa inggrisnya, sedangkan yang lain  berada dalam kelas umum

Berhubung sejak tingkat satu sudah melayani disekitarnya dan perlu bahasa pengantar  maka semuanya diberikan bahasa jawa untuk dapat berkomunikasi dengan baik. Ditanya kepada si Filus oleh guru bahasa jawa: “Hai Theofilus, sampean  sakeng pundi ? dijawab  oleh si Filus : kulo pundi timor”, semuanya yang  tahu bahasa jawa tertawa  terbahak – bahak: ha..ha…ha…ha.., heran apa salahnya ? ternyata jawaban yg betul ialah : ” kulo sakeng timor”……. Dan banyak lagi kejadian yang lucu dan menarik untuk dijadikan humor asrama di kampus I – 3  ini.

MAKAN SEBELUM LAPAR, BERHENTI  SEBELUM KENYANG.

Falsafah ini dipakai dimana mana, merupakan penerjemahan dan penjabaran dari doa bapa kami, “berikanlah kepada kami makanan kami yang secukupnya”.  Semua falsafah hidup ini diterapkan dalam kehidupan sehari hari  dalam kampus, bahwa makanan sehari-hari adalah nasi beserta lauk yang terdiri dari tahu dan tempe, telur ayam  tidak pernah bulat, selalu separoh karena dibagi dua serta sayur, kecuali hari sabtu dan minggu kadang ayam atau telurnya bulat, sesuai dengan  keadaan kas kampus

Hemat: berpadalah dengan apa yang ada

Dalam persekutuan doa, sering menjadi pokok doa ialah keadaan kas yang sudah menipis, selain pergumulan kampus ylnya, hal ini menggambarkan keprihatinan semua mahasiswa/I untuk mendukung dalam doa  bagi para donator dan semua gereja yang telah mengutus mahasiswa tsb termasuk Theofilus Natumnea bersama beberapa teman diutus dari gpib.

Bayangkan uang asrama hanya Rp 5000 tambah uang saku Rp 500, maka tiap bulan majelis jemaat gpib Syalom  mengirim  dana tsb untuk kelanjutan kuliah utusannya, yaitu si Theofilus Natumnea, ditambah beberapa teman yang belum punya sponsor, membuat kas kampus kembang-kempis, dari situlah makanan yang disajikan sesuai dengan keadaan kas, berpadalah dengan apa yang ada padamu.

JIKA KELUAR KAMPUS  MENGISI BUKU BAPAK ASRAMA.

Bapak & ibu Aziz  sudah menaruh buku  pengisian  data untuk  keluar  asrama pada hari   sabtu dan minggu  diatas  meja  dalam ruangan makan  untuk  diisi setiap mahasiswa  yang keluar asrama karena urusan.  Pengisian buku bapak asrama ini penting untuk diketahui berapa mahasiswa yang keluar asrama dan  jam berapa mahasiswa itu pulang, dari data  itu bapak asrama  laporkan ke ibu asrama  untuk mengatur belanjaan dan masakan  pada hari sabtu dan minggu itu.

ketertiban asrama agar menghemat makanan yang ada dengan mengisi daftar ijin keluar berserta jam

Hal ini diterapkan supaya ada ketertiban dan penghematan, bayangkan kalau pada hari sabtu dan minggu sesudah pelayanan 100 mahasiswa keluar kampus sampai malam dan tidak melapor, maka akan terbuang 100 porsi makanan siang, walaupun hanya terdiri dari menu  D, tahu tempe dan telor ayam serta sayur.

Ketertiban ini diatur dan diterapkan seperti pelajaran  Tuhan Yesus bersama  murid – murid supaya setia dari hal-hal kecil agar Allah mempercayakan kepadamu lagi perkara – perkara yang besar, “bagaimana mau mendapat kepercayaan dalam hal-hal yang besar kalau tidak dapat mempertanggung jawabkan hal hal yang kecil ? Hal ini merupakan suatu pembelajaran yang praktis untuk mengelola hidup dimasa depan dalam pelayanan  sehingga jika menghadapi dinamika kehidupan ini paling tidak sudah terlatih untuk menjawabnya

LETKOL ARUAN  BERCERITA SEMANGAT SAMBIL TERTAWA

Katanya:” kalau saya dirumah jika pulang tugas, sudah disiapkan ibu  dimeja makan dan tinggal makan” kenangnya ketika berdinas  sebagai komandan Batalion TNI AD, tetapi sekarang lanjut ceritanya sambil tertawa “ saya bertugas didapur, maka bersama teman petugas dapur lainnya, sambal kamilah yang paling banyak, sehingga yl  kurang sambalnya”

tau menempatkan diri dalam suasana mahasiswa dalam suasana asrama I3

Inilah suasana kampus yang harus dihadapi  dalam kehidupan di kampus I3 batu – Malang, walaupun makanannya hanya tahu dan tempe, tetapi ternyata semuanya tidak ada  yang kekurangan gizi, bahkan siap untuk melayani sambil kuliah

Beberapa mahasiswa seperti Letkol Aruan dengan berbagai latar belakangnya bapak Ely  Fanggidae dllnyadimana adalah kelas keliling, sama-sama harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang tercipta dikampus ini

IA MENJADI TEAM STUDIO SENTOSA

Setelah dites satu persatu ketika praktek bulanan tingkat I, maka ada yang menjadi team pembangunan, untuk bekerja bersama para tukang bangunan dalam rangka membangun dan mengembangkan asrama, jadi hari-hari bekerja keras seperti seorang kuli bangunan, hal ini turut membentuk karakter mereka, sehingga  agak kasar kalau bicara dan bertindak

Tim ini membuat drama siaran radio tentang kabar baik (Injil)

Theofilus Natumnea bukan berada diteam pembangunan, tetapi justru ia berada di “team   studio sentosa batu malang”, dimana disana mereka dilatih untuk membuat perekaman  sandiwara  Pelayanan radio yang akan  disiarkan radio Kristen seperti  radio pelita kasih dll untuk pekabaran Injil didunia ini Kisah 4:12

Inilah tempat praktek tingkat I,  dalam teamnya semua dibentuk dan dilatih sesuai dengan talenta dan karunia yang ada padanya untuk   memberitakan Injil dari seluruh sisi kehidupan manusia.

Jika ada orang mendengar dan percaya kepada Tuhan Yesus akan direspons untuk pelayanan selanjutnya.

Kesaksian seorang aceh yang bernama Tengku Zaunudin, ia terpanggil untuk melayani mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus,  sesuai  firman Tuhan ada yang menanam , ada yang menyiram tetapi Tuhan yang menumbuhkan

MENJADI ”TEAM KALEB” PRAKTEK KE SENDANG – TULUNG AGUNG

Kedua insane ini yaitu Theofilus Natumnea dan Ishak Mulyono adalah pasangan yang cocok, yang satu keras, yang satu lembut jika dibandingkan perangai mereka, karena   yang satu dari timor dan satunya lagi dari jawa – solo

ishak dan filius sudah mulai berdoa untuk tempat praktek di Tulung Agung

Jauh sebelumnya mereka satu team doa dan berdua sudah berdoa khusus untuk tempat praktek yad yaitu Tulung – Agung, agar kiranya Roh kudus bekerja sehingga mereka melayani Tuhan Yesus sesuai firmanNya dalam matius 28:18 – 20 : “ Pergilah………………”

Betul, sesuai dengan janji Tuhan Yesus dan doa serta kerinduan mereka, maka setelah sampai di Tulung – Agung melaporkan diri kepada  majelis jemaat gereja Kristus Tuhan dhi pendeta Shiauw Nugroho memberikan beberapa informasi dan melengkapi mereka dengan obat – obat ringan, kasur, selimut dan lampu strongking untuk melayani selama tiga bulan walaupun disana sudah ada listrik.

Besoknya  tidak membuang – buang waktu lagi langsung diantar ke kecamatan Sendang disana  Ishak Mulyono tinggal dirumah  Lurah Sendang sebagai sponsor utama karena Ibu Lurah dan semua anak-anaknya bersedia dilayani dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya, sedangkan bapak Lurah adalah seorang yang menganut aliran Kebatinan.

Mahasiswa yang lainnya yaitu Theofilus Natumnea, walaupun tidak tahu bahasa jawa tetapi justru ditempatkan  pas  tapal batas dilereng gunung Willis  dusun Sumber- Pandan, dimana kepala desanya adalah adik kandung  Lurah Sendang yang juga beraliran kebatinan.

Disanalah ia tinggal bersama keluarga tua-tua adat sumber-pandan yang suka bermain sulap makan api dll, dimana tokoh ini juga adalah tokoh pramuka yang cukup berpengaruh didusun ini.

Pemuda timor ini tidak tahu bahasa jawa atau kalau ditanya bisa salah jawab  kalau omong jawa, tapi banyak anak-anak, muda-mudi dan orang tua datang untuk bertemu dengan dia untuk mengadakan dialog, tanya jawab; Ternyata sudah lama mereka mendengar di radio mereka: siaran radio republik Indonesia (RRI) tentang timor timur’ (pada tahun 1972 sangat terkenal timor timur), tetapi mereka belum pernah melihat  orang timor, bagaimana bentuknya dlsbnya. Itulah sebabnya mereka datang untuk berdialog dan bertemu langsung serta melampiaskan kerinduan mereka untuk melihat, mendengar dan berteman dengan pemuda  timor ini yang bernama Theofilus Natumnea, keakraban telah terjadi dan kesempatan ini tidak disia-siakan oleh pemuda timor ini yang bersatus sebagai mahasiswa praktek, lalu mengajar mereka yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya.

MUJIZAT TUHAN YESUS LUAR BIASA MENYERTAI MEREKA

 Mereka melayani dan bekerja berdasarkan tuntunan Roh kudus, dan orang yang datang juga disiapkan Rohkudus, sehingga sesuai  bimbinganNya dalam semangat pelayanan dan pembukaan daerah baru di Sumber – pandan dan  Sendang ini

Banyak orang disembuhkan dengan obat seadanya bahkan ketika obat sudah habis, berdoa “dalam nama Yesus” mereka sembuh

Janji Yesus  untuk menyertai mereka  menjadi kenyataan dalam permulaan pelayanan yang baik, sesuai pepatah Yunani mengatakan: “permulaan yang baik adalah separoh keberhasilan”, mereka berdua diurapi Tuhan secara khusus dan melayani tanpa takut, bahwa ada penyertaan kuasa Tuhan  dalam pelayanan pertama dalam praktek tkt II ‘TEAM KALEB “ ini.

Obat-obat ringan yang dimilikinya untuk persiapan pribadi selama tiga bulan tidak pernah diminumnya, sebaliknya wargalah yang datang untuk minta obat tiap hari sampai habis dan vitaminpun diberikan kepada mereka, heran….setiap obat yang mereka minum apapun sakitnya menjadi sembuh, tentu  sebelumnya berdoa bersama pemuda timor ini dulu….. baru menerima obat

Doanya singkat : Ya Tuhan, berkatilah obat ini untuk menjadi kesembuhan  bapak, ibu, pemuda – pemudi dan anak-anak ini. Tunjukanah mujizat  kesembuhanMu, supaya mereka menjadi percaya kepada  Tuhan Yesus.  Dalam nama Yesus Amin

Ketika obat-obatan sudah habis, mereka tetap mengalir datang minta doa kesembuhan kepada pemuda Timor ini : Ia sambil menjamah orang sakit itu dan berdoa: “Ya Tuhan, dalam nama Yesus, sembuhkanlah orang ini, supaya namaMu dimuliakan, ketika mereka percaya kepadaMu. Dalam nama Yesus, kami berdoa amin”

DIPANGGIL TENGAH MALAM, KARENA SEMUA  SUDAH MENANGIS.

Tuhan Yesus tunjukan kuasaNya untuk menyembuhkan dan membangkitkan anak ini ! disini Allah punya rencana,  kesempatan untuk memberitakan Injil Yesus Kristus, karena daerah baru  dan didaerah baru ini. “Lihat  seri I”

Mereka berhenti menangis dan bersama berdoa dalam nama Yesus: anak ini bangun minta minum dan makan

 

Luar biasa kuasa Tuhan Yesus beroperasi dengan rohNya yang kudus dan memperlihatkan kepada kedua mahasiswa ini yaitu Ishak Mulyono dan Theofilus Natumnea, bahwa saat ini adalah masa menuai jiwa-jiwa yang haus akan keselamatan Tuhan Yesus Kristus.

DIPERPANJANG MASA PRAKTEK DUA BULAN  LAGI.

Ladang pelayanan Tuhan sedang menguning dan perlu penuai-penuai yang setia untuk melaksanakan  tugas panggilan pelayanan dan penginjilan disegala bidang.

diperpanjang praktek untuk memelihara rohani umat yang baru percaya di kaki gunung Wilis

Dalam praktek  di Tulung Agung – Sendang & Sumber pandan ini, termasuk menemukan ladang yang sedang menguning dan sementara dituai oleh hamba-hambaNya. Tempa  besi selagi masih panas, karena kalau sudah dingin tak ada lagi kekuatan yang bisa  menempa  dan meluruskan besi itu, apa lagi dalam unit yang besar.

Berdasarkan pertimbangan bahwa kesulitan dan resiko  kedua mahasiswa: Theofilus Natumnea dan  Ishak Mulyono  hadapi ini adalah  resiko yang unik, berat dan tinggi, maka atas usul keduanya dipertimbangkan untuk memperpanjang praktek mereka berdua, sehingga segala urusannya tuntas, karena semakin tinggi resiko dan semakin berat tantangan kalau ditangani dengan baik, bijaksana dan tuntas, maka akan membawa hasil yang besar dan baik pula untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus

Berdasarkan pertimbangan ini mereka diutus kembali dan diperpanjang masa praktek selama dua bulan, sehingga dapat menyelesaikan  segala urusan untuk menuntaskan  pelayanan yang mencakup  baptisan dan segala urusan dengan gereja kristus Tuhan dan pemerintah daerah.

STRATEGI YANG TEPAT : BAPTISAN KUDUS

Mereka tidak kalah dengan tantangan yang sedang bergulir dari segala penjuru, ditengah suasana tantangan yang ingin mengharu birukan  serta melemahkan mereka, maka panggilan dan percakapan dengan muspika yaitu camat, koramil dan polsek  dilanjutkan urusan ini ke kabupaten Tulung Agung bidang sospol, bahkan sampai ketingkat propinsi yaitu kantor gubernur  jawa Timur di Surabaya

Baptis gelombang pertama oleh ketua sinode GKT di Tulung Agung dan gelombang kedua oleh pendeta tentara di Sendang

Maka sesuai konsultasi dengan pihak gereja tempat mereka bernaung untuk praktek yaitu Gereja Kristus Tuhan ( GKT ) baik di Kediri maupun di Tulung Agung, mereka sepakat untuk dipersiapkan warga jemaat baru yang telah terdaftar dan menerima pelajaran agar segera dibaptis dan sidi, sehingga merupakan pos yang resmi dari GKT ini, jadi melayani warga jemaatnya

Bahkan baptisan  terlaksana dua rombongan yaitu rombongan pertama  mereka dibawah ke jemaat GKT di Tulung Agung untuk dibaptiskan dalam kebaktian minggu, sehingga  diadakanlah  sakramen baptisan kudus dan  peneguhan sidi oleh pendeta GKT yang didatangkan dari Majelis sinode GKT dan dua bulan kemudian seiring dengan penambahan waktu praktek itu kedua mahasiswa ini berkonsultase dengan gereja untuk meminta a/n GKT  seorang pendeta tentara dari Korem  di Kediri untuk membaptiskan mereka di pos Sendang – Sumber pandan

Akhirnya dengan penambahan waktu praktek tsb cukup menjawab masalah dan pergumulan serta perjuangan  pelayanan pekabaran Injil, sehingga pos Sendang dan Sumber pandan resmi dibuka dan diresmikan dalam ibadah peresmian  dengan baptisan kudus dan perjamuan kudus oleh GKT Tulung Agung & Kediri

BAGAIMANA CARANYA KAMI BERNATAL ?

Pertanyaan ini wajar dilontarkan oleh warga jemaat gkt sebagai orang Kristen baru disendang – sumber pandan, ketika kedua mahasiswa ini yaitu filus  dan Ishak hendak pamit, setelah habis waktu penambahan dua bulan, kerena mereka harus mengejar ketinggalan pelajaran dikampus I 3 batu malang, sisi lain umat yg ditnggalkan itu  masih bayi rohani, pasti berpikir tentang kelanjutannnya dan natal jemaat yang sudah dekat.

Natal pertama di Sendang: Umat bersama undangan dan Pejabat Tripida kecamatan

Dengan data dari pertanyaan itu maka si filus dan si ishak meminta izin kalau natal nanti  mereka  kembali ke Sendang & Sumber pandan untuk bernatal sebagai natal perdana bersama mereka sebagai jemaat baru dan muda ini, tentu melatih dan  mengajarkan tentang makna natal itu

Kaget, ternyata mereka mungumpulkan dana  setiap kepala keluarga uang Rp.500.– dan beras satu kg (tahun 1972 uang Rp 500,– sangat berarti) untuk bernatal dengan catatan akan mengundang muspika dan semua unsur tokoh masyarakat desa, agar dalam suasana kerukunan, kedamaian keamanan dan ketertiban mau bernatal bersama  warga jemaat ini. Puji Tuhan pikiran positip mereka terbuka untuk  memelihara kerukunan baik intern umat beragama juga antar umat beragama, bahkan bersama masyarakat dan pemerintah.

PERANAN “DUET SCHEUNEMAN” ADIK-KAKAK di I – 3.

Peranan “duet Scheuneman” adik kakak yaitu Deutchmar Scheuneman dan Volkaard Scheuneman, punya peranan  penting dalam membangun I3 dari angkatan pertama  sampai  angkatan XII dan seterusnya punya peranan yang strategis dan menentukan dalam maju mundurnya institut ini

Deutmar dan Voolkald Sheunemann bersaudara membagun I3

Jiwa kebapaan yang luar biasa untuk menampung, membentuk dan melayani semua  aspirasi mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang dan daerah  seluruh Indonesia ini, sambil menuntun dan mengarahkan kearah depan yang lebih maju tetapi tetap berdiri dalam nilai  fisi dan misi  Injil Yesus kristus

Demikian juga  bersama staff dan pimpinan YPPII dimana  bapak Deutchmar scheuneman sebagai rector I3 pada periode itu, semuanya dijalankan dengan iman: beriman, beriman dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus

Memanggil dan memberi nasehat kepada mahasiswa dan mengayomi sebagai ayah yang sangat berwibawa kebapaan bagi semuanya bersama  adiknya bapak Volkaard Scheuneman

Terima kasih atas kebaikan hati bapa, keduanya yang merelakan meninggalkan  kampung halaman dan negaranya Jerman  untuk memdidik, membimbing dan membentuk dan memberi motivasi  kepada mahasiswa I3 sebagai  calon hamba Tuhan

BAPAK  PETRUS OKTAVIANUS DAN PERANNYA.

Jiwa kepemimpinan yang luarbiasa dipakai untuk melayani dan membangun I3

Luar biasa perannya bapak Petrus Oktavianus, dimana dikala itu ia sementara menanjak dan mendunia/go public, sehingga jarang berada bersama  mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari seperti “duet Shceuneman” adik kakak kepada mahasiswa dikampus I3 ini

Tetapi penampilan kepemimpinannya luar biasa dan mengagumkan yang sekaligus membawa nama bagi I3 batu Malang ini, sejak merintis, membuka , mendirikan  sampai berkembang menjadi Institut

Walaupun sekali-sekali baru tampil di kuliah dan persekutuan, namun naluri kebapaan, kenegaraan, kemasyarakatan, kepemimpinan serta keIndonesiaan dalam diplomasinya dan semua yang lain,  yang tak disebutkan disini ia miliki untuk membangun I3, sehingga namanya sangat terkenal sekaligus kontroversi bagi yang tidak senang, itulah sisi lain atau bagian dari pada seorang tokoh nasional, semakin menanjak semakin banyak orang senang dan tidak senang atau kawan dan musuh seperti ikan dalam air tidak dapat dipisahkan.

APAKAH ROH PEMBENTUKAN MAHASISWA MASIH ADA  DAN MENYALA ?

Mahasiswa sekarang inilah yang menjawab apakah masih sama sistim pembentukan dulu dan sekarang?

Pertanyaan ini  menggugah kita untuk menoleh kembali kebelakang, zaman angkatan XII, masih ada dan  menyala roh pembentukan mahasiswa  I-3 ini, bukan berarti bahwa  I-3 tidak boleh mengikuti perkembangan zaman, kita berada dalam dunia ini yang selalu berubah dan kehidupan manusia membutuhkan perubahan, namunkita harus berdiri dalam kebenaran firman Tuhan baru mengikuti perkembangan zaman, supaya tidak tergelincir  oleh arusnya perubahan  itu.

Untuk menjawab pertanyaan diatas, maka  bisa  kita mengunjungi  kampus  I-3 dulu, tetapi tidak cukup kita mengunjunginya hanya beberapa hari lalu mengambil data dan kesimpulan, mungkin kita serahkan  kepada  mahasiswa yang sedang study disana untuk menjawabnya secara jujur dan tulus

Pengalaman sesudah persidangan sinode gpib di kota apel batu, sengaja singgah  dikampus, minta seorang mahasiswa mengantarkannya untuk berdoa diruang doa, seraya malu dan  bertahan, tetapi akhirnya  karena desakan terus menerus, maka ia terpaksa mengantarkan, lalu keduanya berdoa disana sambil berdiri saja

Ada kesan mendalam bahwa ruang doa itu sudah berdebu, berarti sudah  tidak dipergunakan lagi untuk berdoa, apakah  mahasiswa yang tidak mau atau memang dibiarkan saja keadaan itu ?

UJIAN THEOLOGIA PERTAMA

Ciri kuliah dan ujian di I3 Batu – Malang ialah ujian theologia I dan II yang dilasanakan untuk semua mahasiswanya, yaitu Institut yang tidak memberikan title kepada lulusan  InstitutTheologianya

Ujian ini untuk menentukan apakah mahasiswanya dapat melanjutkan atau tidak ke Teoligia ke 2, setelah praktek setahun

Mereka menerima ujian theologia I setalah kuliah 3 tahun, dari sinilah penilaian  mahasiswa dari segi  “P” pertama yaitu pelajaran, sehingga bagi mereka yang nilainya kurang  tidak ikut ke tingkat V setelah praktek selama setahun.

Bagi yang tidak dapat meneruskan , tidak terbuang karena  mereka siap pakai untuk bekerja  dan  melayani di jemaat atau melanjutkan sekolah lagi ditempat lain seperti di sekolah Theologia diTanjung Enim.

PRAKTEK SETAHUN   di SEI AMBAWANG LINGGA KALIMANTAN BARAT.

Luar biasa Perkembangan Injil di Kalimantan khususnya Kalimantan barat, untuk gpib jemaat Pontianak saja memiliki puluhan bahkan ratusan pos PI yang tersebar diseluruh Kalimantan barat.

Salah satu pos adalah Lingga Sei Ambawang yang akhirnya berkembang menjadi beberapa pos, sekuat  tenaga kita melayani Tuhan

Di Lingga  kecamatan Sei Ambawang inilah si Filus, mahasiswa I3 setelah ujian theologia I, ia ditempatkan  menggantikan Daniel yang sudah setahun berada disana  dan akan kembali ke kampus I3 batu – malang

Ternyata pos PI nya semakin bertambah lagi yaitu  tapah, bengkarek dam beberapa tempat  yl mulai bertumbuh Injil Tuhan  yang ditabur disitu, sehingga orang dayak semakin banyak yang percaya kepada Yesus dari agama lama yaitu keharingan  animisme dan dynamisme dlsbnya.

Ia diberikan sebuah motor air ( speed boad ) merk mercury dengan kekuatan tonase satu ton untuk bisa menjelajahi dan melayani daerah –daerah ini melalui sungai yang bercabang-cabang dan berliku – liku seperti ular sambil membawa rombongan warga jemaat dan muatan bahan kayu untuk membangun sekolah Dasar yapendik gpib

TENGGELAM DISUNGAI DENGAN SAMPAN KARENA TIDAK TAHU BERENANG.

Jauh sebelum penempatan praktek ini sudah dlatih berenang di kolam renang,  jika hari olah raga  yaitu sabtu pagi selagi masih dikampus, tetapi mereka belajar  biasa-biasa saja tanpa serius, karena belum ada tantangan

Tetapi setelah melewati beberapa pristiwa baik tenggelam dengan sampan maupun hampir tenggelam dengan speed boad merk mercury yang diawakinya, maka ia nekad untuk belajar berenang sungguh – sungguh disungai Kapuas dan cabang anak sungainya, puji Tuhan akhirnya ia bisa berenang, menyebrang dan menyelam sungai diLingga, sehingga ketika membawa sampan atau speed boad merk mercurynya tidak  segan-segan dan takut  lagi bahkan semakin berani  karena percaya diri dengan kelengkapan tahu berenang

Melayani pos tapak sampai hulu terakhir, dan bengkarek sampai sungai Raso dan tempat – tempat yl lain semakin giat melayaninya melalui perkunjungan dan pembukaan pos PI  tsb

Kita tahu bersama bahwa melalui  konsultase Majelis sinode dan mupel-mupel di Balikpanan  dirubah sebutan  pos PI menjadi pos pelkes, sebagai strategi  kehidupan  persekutuan dan pelayanan serta kesaksian pos- pos di gpib, adalah bagian dari menjawab masalah, sebab jika kita pakai istilah pos pekabaran Injil ( PI ) , maka  akan menimbulkan masalah sebelum melayani, maka  menempatkan pos pelkes yang berwawasan lebih luas agar dapat diterima semua pihak serta melayani lebih intensif dan ekstensif

UJIAN THEOLOGIA II ( KEDUA )

Ditingkat V jumlah mahasiswanya sudah berkurang dari 40 orang menjadi  20 orang, itupun telah dibagi dua jurusan  yaitu jurusan  pendeta jemaat dan pengembalaan  serta  jurusan pendeta pembangunan missioner, sehingga kelasnya menjadi semakin sedikit.

dari jumlah 40 orang tingkat I, ujian teologia ke-2 jurusan penggembalaan 12 orang dan jurusan misionaris 12 orang

Ditingkat V ini ia mendapat judul skripsi “ Gereja mula-mula dan gpib pada masa kini”, suatu studi perbandingan untuk memahami dan mendalami gpib lebih jauh lagi untuk melihat kelebihan dan kekurangannya, sebagai mantan pengurus gerakan pemuda dan diaken  majelis jemaat gpib syalom dki Jakarta.

Dari sisi ini ia mempersiapkan diri untuk melayani serta turut membangun gpib dengan sisa tenaga dan kekuatannya yang ada dalam pimpinan dan kekuatan dari Tuhan

MENJADI KOORDINATOR MAHASISWA UTUSAN GPIB

bertugas melaporkan perkembangan mahasiswa I3 ke majelis sinode GPIB

Sesuai surat arahan dari majelis sinode gpib, agar  setiap kampus mempunyai koordinator untuk memberi laporan  tentang  jumlah dan perkembangan mahasiswa utusan gpib agar ditata  dengan baik ditingkat majelis  sinode gpib

Berdasarkan surat edaran itu, semua mahasiswa  utusan dan asal gpib berkumpul untuk memilih koordinator, maka secara aklamasi terpilihlah Theofilus  Natumnea sebagai koordinator mahasiswa utusan gpib di kampus I3 batu – malang

Ia mengamati, mengumpulkan data dan memberi laporan secara rutin setiap semester perkembangan mahasiswa utusan gpib yang dibantu oleh Titi Rahayu

Dalam  penyampaian laporan secara langsung, bertemu  koordinator  mahasiswa utusan gpib  STTh Jakarta  Jhon Assa di kantor majelis Sinode dan berdialog tentang perkembangan  mahasiswa dikampus masing – masing untuk melaporkannya kepada majelis sinode gpib

KARUNIA MEMINPIN, MENGEMBALAKAN DAN MEMBERITAKAN INJIL

Mengembangkan karunia menggembalakan dan memberitakan injil dalam jemaat dan pos Pelkes

Tertera dalam ijasah Intitut Injil Indonesia jurusan penggambalaan tertulis karunianya yaitu memimpin, menggembalakan dan menginjili, maka ia  diutus kembali gpib seperti yl kegerejanya masing-masing untuk melayani Tuhan

Berdasarkan  ijasah inilah Theofilus  bersama beberapa teman asal gpib  yaitu  Arpeles Lapudooh, Paul Linggar dan Eko Petrus masing masing kembali ke keluarga dan melaporkan diri ke majelis sinode gpib

Dihari pertama berurusan dan melaporkan diri itulah bertemu Samuel Theofilus Khaihatu  yang sudah tamat dari STTh Jakarta  juga sedang melaporkan diri bertemu dengan Pendeta Jarkasi, sambil saling bersalaman dengan ucapan “selamat berjuang, sampai bertemu dilapangan” , itulah ucapan perkenalan pertama dengannya yang akhirnya ia terpilih menjadi ketua sinode gpib setelah melayani dan bergumul beberapa puluh tahun lamanya sebagai senior gpib, sedangkan Theofilus Natumnea   hampir setiap wilayah selain sebagai ketua majelis jemaat, ia terpilih menjadi ketua mupel dan pgi-wilayah.

Keduanya setia melayani Tuhan di gpib sejak bertemu pertama dikantor majelis sinode  dengan ucapan: “selamat berjuang, sampai ketemu dilapangan” dan kiranya perjuangan pelayanannya sampai akhir, sesuai dengan namanya  keduanya Theofilus artinya “ sahabat Allah “, kiranya Tuhan memberkati amin

I-3 KERSAMA  DENGAN GEREJA –GEREJA DAN KHUSUSNYA  GPIB

Pada  periode “manis  kerja sama “ ,

Kerjasama YPPI dengan semua gereja termasuk GPIB dalam memberitakan injil dan membuka Pos PI

yppii merangkul kerja sama  dengan  semua gereja termasuk gpib telah terbukti  bahwa banyak pos PI atau digpib dikenal pos pelkes  telah dibuka  dan dikembangkan  dalam pelayanan untuk nama Tuhan Yesus, karena  orang percaya kepada Tuhan  Yesus dan diselamatkan, menjadi milik jemaat dilingkungan pos itu juga

Termasuk  sebagian besar  pos pi gpib adalah karya Tuhan melalui  mahsiswa praktek I-3 Batu-Malang yang akhirnya menjadi pos pelkes gpib dalam pelayanan  Injil Allah, dimana ladang Tuhan sedang menguning dan perlu penuai-penuai yang setia dan siap berkorban untuk melayani Tuhan Yesus yang telah lebih dahulu berkorban untuk kita umat manusia bedosa, bahwa Ia datang untuk mencari orang berdosa

Melayani Tuhan baik di gereja maupun di yayasan seperti   para Evangelis  ke Indonesia,  maka harus memiliki hati dan wawasan yang luas, sehingga saling menerima  melengkapi dalam kelengkapan Allah satu dengan yl untuk membangun dan melayani pekerjaan Tuhan Eps 4: 6 -11

Dipublikasi di Uncategorized | 30 Komentar

Seri Khusus I: KERAJAAN AMARASI

MENGAPA KERAJAAN AMARASI DALAM THEMA INI ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, maka agak diperluas wawasan pertanyaannya yaitu : mengapa Kerajaan Amarasi ikut memberi warna  dalam tulisan ” Kembara kehidupan seorang Theofilus Natumnea ” ? Apakah untuk membangkitkan kerajaan – kerajaan dulu pada status quanya ? ataukah untuk menghidupkan sistim feodalisme yang sempat menghinggapi suasana  dalam  strata kehidupan raja – raja dulu  yang berbeda dengan rakyatnya  ?   jawabnya  : tidak dan tidak, tetapi…..

Untuk mengenal, menganalisa dan membandingkan bahwa ternyata banyak kerajaan ditimor baik besar maupun   kecil bahkan yang berkuasa secara lokal , demikian juga kerajaan-kerajaan besar dan kecil  di Indonesia serta  kerajaan-kerajaan  yang sudah ada  sebelum masehi dan sesudah masehi didunia ini, yang menguasai sebagian dunia ini, jika dibandingkan dan dianalisis,  maka apalah arti sebuah” nama kerajaan Amarasi “,  tetapi   walaupun  betapa kecilnya kerajaan Amarasi, namun punya peranan penting yaitu raja Koroh duet bersama raja Nisnoni dalam kehadirannya menyatukan raja – raja dan berjuang melawan belanda  secara  fisik dan mental ….  yang lupa dicatat dalam sejarah Indonesia tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia  menjadi  negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini.

Disitulah ….yaitu dikerjaaan Amarasi – lah……. ia lahir sebagai putera kelima  dari ayahnya seorang  petani – peternak  yang bernama Meliackhi Natumnea dan ibundanya yang bernama  Regina Pasu dan bertumbuh – berkembang disebuah kampung yang bernama Nubraen  di  Baun -”ibu kota kerajaan  Amarasi”, kemudian ia bergelut dengan kepolosan dan kesederhanaan mau keluar dari kepompong desa mencari dan mencari jalan untuk sekolah di kota Kupang, karena  disitu hanya terdapat dua buah  sekolah setingkat sekolah rakyat yaitu  SRNegeri Baun dan SR GMIT Erm – Soba( sekarang kedua tempat itu sudah ada SMA Negeri dan SMP Negeri)

Ternyata, perjuangannya tidak sia-sia, bukan hanya di kota Kupang saja ia berjuang  dan berhasil, tetapi juga Tuhan panggil , bentuk dan utus dia lebih jauh lagi , sehingga  dari kilo meter  nol ujung barat Indonesia  yaitu kota Sabang – Aceh sampai keujung timur  Indonesia yaitu Jayapura ia pernah menginjakan kakinya dan bukan hanya menginjakan kaki cuma-cuma, tetapi dengan semangatnya ia  menyampaikan khotbah dan kesaksian  singkatnya tentang nama Tuhan Yesus yang punya rencana  dan  berkuasa itu di Indonesia  dan  dalam hidupnya

SISTIM MANAKAH YG  DIPAKAI KERAJAAN, SEJAK DOELOE ?

Pada umumnya  kerajaanlah yang

kerajaan-kerajaan mencari identitas untuk memakai sistim pemerintahan sesuai dengan tradisi dan agama kerajaan itu

memulai pemerintahan didunia ini, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, ia berada dalam suatu sistim untuk mengatur pemerintahan yang diliputi dengan tradisi yang berlaku bagi masyarakat itu

Kalau masyarakatnya sudah mengenal Tuhan, pastilah kepemimpinan raja atau kaisernya akan bergantung kepada Tuhan, tapi kalau masyarakatnya belum mengenal Tuhan atau kepercayaannya animisme dan dinamisme, maka raja atau kaisernya juga akan memimpin berdasarkan  aliran kepercayaannya.

Ada kerajaan yang  secara turun temurun memperhitungkan anak pertama,  kalau anak  pertama  laki – laki berarti dia yang menjadi  raja dan kalau anak pertama perempuan berarti   dia yang menjadi ratu, tetapi ada yang memperhitungkan anak laki dan jika tidak ada anak laki- laki  maka kekuasaan akan  turun ke keponakan dstnya

Demikianlah warna kepercayaan itu akan turut mempengaruhi kehidupan masyarakat yang hidup dalam kerajaan – kerajaan, baik yang tradisional pada zaman dulu, maupun tardisional zaman modern sekarang ini

PERTAHANAN & PERUBAHAN KERAJAAN – KERAJAAN DIDUNIA

Pada umumnya kerajaan –kerajaan  didunia ini  berubah sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman baik di eropa, asia, afrika dll sebagainya, khususnya  di timur tengah, tetapi ada kerajaan yang masih mempertahankan  hidup dan kekuasaannya  sampai hari ini, merupakan suatu  Negara  berdasarkan konstitusi kerajaan.

Perubahan besar baik melalui pergolakan ataupun secara damai dialami oleh kerajaan – kerajaan tsb menjadi Negara republik, dimana ia akan merubah sistim dan  lebih menekankan  demokrasi sesuai kondisi yang dipengaruhi dalam segala hal dinegara itu

Perubahan – perubahan tsb berlangsung berdasarkan  perkembangan teknologi  & informasi  serta modernisasi, dimana   tekonologi dan informasi menyerap perubahan itu begitu cepat, sehingga banyak kerajaan menjadi republik tetapi ada kerajaan yang walaupun mengikuti perkembangan zaman  namun  nama dan status kerajaan itu tetap menjalankan status  dan  fungsinya dalam melaksanakan pemerintahan di kerajaan itu

KERAJAAN ISRAEL  &  SEJARAH KESELAMATAN ALLAH

Sebelum terbentuknya kerajaan Israel,

Identitas bangsa Israel dari sistim Teokrasi menjadi kerajaan adalah Bait Allah, agar umatNya beribadah dan takut kepada Allah.

maka bangsa ini dipimpin oleh Nabi Musa  untuk membawa mereka keluar dari Mesir tempat perbudakan menuju ketanah Kanaan tanah perjanjian Allah, yang diteruskan oleh Yoshua untuk masuk ke tanah perjanjian itu;   maka sistim ini disebut”Theokrasi” artinya kepemimpinan  Allah,  dimana  semua perintah dalam pemerintahan untuk menjalankannya    berasal dari Tuhan, sang Penguasa bumi dan alam semesta ini

Setelah sampai ditanah kanaan yang makmur dan subur itu,  mereka berontak untuk minta  seorang raja yang memimpin mereka, dimana raja pertama adalah raja Saul orang yang berperawakan  tinggi besar dan berhikmat.

Kasalahan  menjalankan tugasnya ialah bertanya pada roh orang mati   dan bukan kepada Tuhan serta melakukan sendiri  tugas para nabi dan imam & tidak taat pada Tuhan,  ia digantikan oleh raja Daud yang  dipersiapkan dan diurapi Tuhan untuk memimpin bangsa Israel

Kerajaan ini semakin terkenal ketika dipimpin oleh raja Salomo,  salah  seorang anaknya  dari Batsyeba, sehingga ketenarannya sampai diujung bumi ini, tetapi kerajaan ini menjadi redup ketika terpecah karena salomo mempunyai banyak Isteri dan tentu  banyak anak-anaknya, sehingga  antara  mereka: anak-anaknya berperang untuk merampas  dan mencapai status sebagai raja Israel, ditambah  raja-raja berikutnya  yang  tidak taat pada Tuhan  sehingga   menjadi mundur dan  digantikan oleh raja yang lain yang lebih taat , demikianlah  sejarah perkembangan  bangsa Israel dan riwayat raja-raja ketika terjadi perubahan sistim dari  kepemimpinan Allah  (theokrasi) kepada kepemimpinan  seorang raja (monarki)

KERAJAAN   CHINA PADA ZAMAN DOELOE

Di China sebelum berubah menjadi republik, maka dari  dinasti  yang satu ke dinasti yang lain yang  memegang peranan  mulai dari tahun  2070 sm dinasti Xia memerintah  330 tahun, kemudian dinasti  Shang  memerintah 564 tahun dan bersambung ke dinasti Zhou, dinasti Qin,  dinasti Han, dinasti Tang, dinasti Jin  dan dinasti Ping dllnya, semuanya memerintah  dalam monarki itu bergantian dalam waktu yang  lama sampai akhirnya  menjadi republik pada tahun 1912

Kerajaan China sudah ada dan berkuasa sejak ratusan tahun sebelum masehi, dan sekarang menjadi Republik Rakyat China (RRC)

Akhirnya kerajaan  yang dipimpin bergantian para oleh raja dan Kaisar dalam dinasti mereka sampai menjadi republik ini, dimana dari sistim monarki menjadi sistim  republik   &  demokrasi yang berlaku dengan aliran kepercayaan mereka di China.

KERAJAAN   INGGRIS, MONARKI YG KETAT

Didahului oleh HEPTARKI  kemudian  menjadi kerajaan Inggris 927 – 1707  dan dilanjutkan  oleh kerajaan Britania Raya, dimana terbentuk undang-undang  kesatuan raya pada  1 Mei 1707 dan undang-undang kesatuan 1800 pada 1801

Kerajaan Inggris tetap bertahan sampai sekarang dalam dunia modern ini

Buckingham adalah istana atau tempat kediaman resmi  raja/ratu Inggris di London  yang dimulai tahun 1703 oleh Duke of Buckingham yang sebelumnya sebagai  Balai Kota dan dilanjutkan oleh  George III  pada tahun 1761 dimana istana ini dikenal sebagai  “the queen hause”

Kerajaan ini memberlakukan kelahiran anak pertama, apakah pria atau wanita, maka dialah yang memegang tampuk pemerintahan kerajaan, kalau Pria  berarti raja sedangkan kalau wanita berarti ratu, tentu disertai dengan dukungan moril dari tingkah lakunya sebagai pewaris tahta kerajaan.

KERAJAAN   MALAYSIA & MONARKINYA

Kerajaan  Malaysia  adalah pecahan dari kerajaan Sriwijaya yang kemudian dijajah oleh Inggris tetapi  sebagian besar kerajaan  Sriwijaya yaitu Indonesia dijajah oleh Belanda.

para sultan/raja berkumpul untuk memilih seorang pemimpin menjadi raja Malaysia sampai sekarang

Diberikan kemerdekaan kepada para raja untuk menguasai pemerintahan lokal, dan para raja mengadakan  sidang khusus untuk memilih kepala Negara dari antara  raja yang berkuasa secara lokal  diseluruh daratan Malaysia

Berdasarkan undang-undang yang menjalankan pemerintahan adalah  seorang perdana Menteri untuk mendudukung raja yang berkuasa  memimpin rakyatnya

DIMANA RAJA  & KERAJAAN DI INDONESIA ?

Sebagaimana kerajaan lainnya didunia ini, maka kerajaan di Indonesia juga  bertaburan disana –sini artinya cukup banyak kerajaan sebelum merdeka, dari kerajaan yang besar sampai pada kerajaan yang  kecil.

Wilayah Kerajaan Sriwijaya melebur menjadi NKRI

Di Ambon umpamanya,  hampir  setiap desa punya raja , berarti kerajaannya hanya sebatas desa itu, di Timor tiap kerajaan mempunyai wilayah yang luas mencapai beberapa kecamatan dan kalau dijawa ada kerajaan yang meliputi satu propinsi dlnya

Kerajaan yang terbesar diIndonesia ialah sriwijaya  yang meliputi seluruh Indonesia dan sampai di negeri Jiran Malaysia sana…dan  demikian  juga kerajaan mojopahit.

APAKAH ADA RAJA & KERAJAAN DITIMOR YANG  BERPERANG  MELAWAN  BELANDA ?

Meliputi seluruh pulau timor terdapat kerajaan yang kecil maupun yang besar pertanda bahwa pulau timor tidak kosong, dihuni oleh  mayoritas masyarakat Kristen dan katholik didaratan  pulau timor seperti tokoh Sonbai kaisar Oenam dari dinasti sonbai pejuang pisik, di Kupang terdapat monument  pahlawan  “SONBAI”     raja dan kerajaannya yang sengit melawan belanda pada zaman penjajahan., disebut  Sonbai “ Kauniki” penentang utama  kaum penjajah.

TUGU ” SONBAI”,  Pejuang  Timor NTT dalam Zaman kerajaan kekaisaran Sonbai, Timor, yang lupa dicatat dalam sejarah Indonesia

Selama pemerintahan  Sobe Sonbai II, atas hasutan belanda telah terjadi pemberontakan yang dikenal dengan nama “Pemberontakan bijeli” dibawah pimpinan Kono Oematan melawan tua Sonbai, yaitu suatu cabang dinasti Sonbai, yang  berkuasa di Molo ( baca “pahlawan-pahlawan  suku timor” oleh I.H.Doko )

Pada saat yang sama  dengan  peristiwa pemberontakan itu, Belanda menyerang  kaisar  sobe sonbai di Kuaniki dengan suatu pasukan tentara yang kuat, dibawah pimpinan  Residen Hazaert  yang kuat, dimana belanda mengepung  Sonbai dari jurusan laut pada tahun  1828, namun serangan  belanda itu dipukul mundur oleh pasukan Sonbai.  Bahkann kaisar sonbai III  ditangkap dan dikucilkan  sehingga tahun 1886  semua raja  bawahan Sonbai  seperti  Fatuleu, , Mollo, Meomofa dll,  memperoleh kemerdekaan untuk  berdiri sendiri dan berkuasa penuh  dalam kerajaannya. … Itulah kisah singkat salah satu pahlawan timor NTT….yaitu “Sonbai”

KERAJAAN  diTIMOR YANG HILANG

Sesuai sejarah bahwa nenek moyang  Indonesia dan juga timor datang dari Hindia belakang  & Madagaskar ratusan ribu bahkan jutaan tahun  yl dan perahunya bersandar di fatu kopan & di Niki-niki,  pada abad 8/9 mereka mendiami Tunbes tua/Niki-niki dan berpindah pindah al di  kopan dan sekitarnya dan menyebar keseluruh daerah yang subur termasuk  Amarasi dllnya

Dalam penyebaran itu muncul pemimpin  lokal

dalam persaingan ada yang menanjak dan bertahan terus tetapi ada kerajaan yang hilang karena kalah perang

disebut raja seperti raja kopan,  nope, nubatonis, oematan, amtiran, abineno, pasu  ( Tinenti), Funay, nisnony, koroh, Keo, Ataupah dllsbnya

Pada dasarnya siapa yang berilmu, berani, kuat dan bijaksana serta berasal dari fam yang terbanyak untuk mendapat dukungan  rakyat , dia yang berkuasa  sehingga pergantian dinasti memimpin rakyat yang juga masih buta huruf bersama dengan rajanya, atau paling tidak sekolah praktis bersama  raja-raja yang ada dalam bahasa timor sehari-hari.

Kedatangan portugis dan Belanda  mempengaruhi peta kekuasaan para raja-raja tsb, konsekwensi logisnya ialah ada kerajaan kecil yang hilang atau ia hidup dibawah kekuasaan raja yang berkuasa, karena pada saat itu siapa yang dekat  dengan penguasa  dia akan hidup, tetapi bagi kerajaan yang rajanya melawan  strategi belanda  sebagai penguasa / penjajah,  maka dia  akan diadu-domba dan dihancurkan, siapa yang kuat dia yang menang, sebab masih berlaku hukum rimba, tidak ada undang – undang dan tidak ada peraturan yang jelas.

Ketika tiba portugis  didaratan Timor, raja Kupang yang bernama Kopan memberikan sebidang tanah dipinggir laut yang akhirnya diberi nama ” Benteng ” untuk pemondokan  pertama mereka, dalam mengembangkan sayap perniagaan  dan kekuasaan mereka.

Nama Kupang sendiri diambil dari nama  raja Kopan yang kemudian berkembang menjadi koepan dan diberi  tekanan  ” ng  ” menjadi “koepang”   sehingga  perkembangan  bahasa  melayau dan  Indonesia  dalam ejaan baru dipakai  nama kupang sampai sekarang ini

Dinasti raja Kopan yang memerintah kerajaan Kopan ini masih ditelusuri untuk mendapatkan  tempat dalam sejarah  dalam kerajaan-kerajaan di Timor ataukah  sudah  terhempas  bersama arusnya  perkembangan zaman dari penjajahan sampai kemerdekaan ?

KERAJAAN AMARASI DAN RAJA-RAJANYA

Amarasi berasal dari Wehali di Belu Atambua, salah seorang putera  punya kesalahan yang tidak prinsip yaitu kekeliruan menjatuhkan mangkok dan pecah, karena mangkok ini milik keluarga raja dan  punya arti  bersejarah bagi mereka, maka raja yaitu bapaknya sendiri  sangat kesal dan emosi sehingga mengusir  putera yang bersalah ini bersama pengikutnya melarikan diri menuju kearah barat bagian  utara pulau timor dan tinggal di Biboki Insana, karena itu tarian amarasi  selain msok sene, koakiku, raebek dan bokok ada kaitanya dengan  insana dan kemudian meneruskan perjalanan kearah barat  dan mendirikan kerajaan di Amarasi yang berkedudukan di Baun sebagai ibu kota kerajaan Amarasi. Nama-nama raja yang pernah memimpin kerajaan amarasi sbb: 

  1. 1.      Pangeran Ishak  Koroh 16..s/d 1665.( apakah dia yg diusir ayahnya dari Belu Atambua & mengadakan perjalanan ke Timor barat =  Amarasi dari  Wehali dan singgah di  Biboki Insana dan menjadi  raja pertama di Amarasi ataukah Dia menggeser penguasa lama atau raja lama lainnya ? )   dan  ( apakah  pengakuan  kerajaan GOA   bahwa  timor adalah  wilayah kerajaannya merupakan  strategi  ekspansinya ke timor termasuk Amarasi ?) ( ataukah exodusnya pengeran ishak ini karena  Protugis menyerang kerajaan  Wewiku – Wehali  pada tahun 1746 sehingga terjadi eksodus besar-besaran mencari tempat baru
  2. 2.      Dom Antonio 1665  kekuatan antara Portugis dan Belanda  mulai berimbang di daratan timor dan Belanda mulai pindan markasnya dari Solor ke Kupang pada tahun  1657, dimana  ada perdamain antara Portugis dan Belanda  selama lima tahun  1662
  3. 3.      Dom Tomas  1665 (kakak) s/d 1688 
  4. 4.      Dom Antonio II  1688  s/d 1703    Dalam  kekuasaan  raja ini,  maka Portugis  mengirim  dan menugaskan Antonio Coelho Gurreio untuk menjadi gubernur  Solor dan Timor
  5. 5.      Dom Alfonco  1703  
  6. 6.      Dom Augusto Fernandes 1703 s/d 1714
  7. 7.      Nai Soti  1714   
  8. 8.      Dom Luis Hornay 1749 – 1752 Beanda  sangat kejam  menndas rakyat dengan kerja  keras  dan siapa yg lari ditangkap  dan disuruh kerja  dengan nama ” corvee ” , siapakah yg melawan  diambil dan ditruh dalam lobong buaya, sehingga air dalam  lobang bauya itu berubah menjadi merah  yaitu darah manusia, cerita ini dari mulut ke mulut  dalam bahasa timor yg diterjemahkan sbb  : membakar kapur dan membuat bata, tidak lagi kami sanggupi, kapur kase, bata kase- asing  panasnya tak tertahankan lagi” Berhubung dengan kekejaman Belanda diuar batas peri kemanusiaan , maka raja Amarasi dan rakyatnya yg adalah hulubalang  bersennjata lengkap memberotak  pada tahun 1752, tetapi kemudia kalah dan ditangkap dan dikurung dalam penjara Kupang , kemudian di hukum mati dengan kepalanya dipancung Dalam  kepemimpinan putranya  Dom Alfonco Hornay,   ia menyatukan hulubalang Amarasi   bergabung dengan kekuatan  potugis hitam , Amfoang dan Amanuban  menyerang Belanda  pada permulaan  kekuasaannya  tahun 1749  
  9. 9.      Dom Alfonco hornay 1752 – 1774 (putra)
  10. 10.  Dom Rote Ruatefu 1774 – 1802 (putra)  
  11. 11.  Kiri Lote 1803 -1832 ( putra )
  12. 12.  Koroh Kefi 1832 -  1853 Belanda dengan liciknya  mengadu domba raja-raja timor dan sekaligus membalas serangnya  ke Amarasi pada tahun  1752, Namun pada tahun 1836  Amarasi, sonbai, Amanuban dan Amfoang  yang selama  beberapa tahun diadu-domba Belanda,  mereka secara politik  bersatu  dalam politik  kebangsaan ”  Timorsch  Verbond ” dan “Timorsch”  membalas Belanda dengan  serangan  yang serentak   diseluruh pelosok timor
  13. 13.  Obe koroh  1853 – 1871 ( keponakan ) …..: Dari  periode kepemimpinan Obe Koroh inilah peran AM  NATU yang disebut NATUMNEA  PERTAMA PADA  KERAJAAN AMARASI dalam team ekonomi kerajaan bersama  beberapa tokoh TAKOY  dari Nubraen menjadi salah satu team kuat kerajaan karena didukung secara  strata ekonomi  & kehidupan sosial berdasarkan  anugerah Tuhan  dimana mereka hidup dan tinggal didaerah batas   hutan puru, oematmuti, bireo sampai oesain dan disekitarnya, di hutan-hutan ini banyak binatang liar seperti  rusa dll, yang setiap saat diambil dan ditembak oleh penembak jitu, karena setiap anak laki memiliki senjata atau paling tidak setiap rumah memiliki sepucuk senjata  api untuk berburu dan menjaga ternaknya dari gangguan binatang liar lainnya dan…….dihutan- hutan inilah  berkeliaran  ternaknya   Am Natu/ nai’k Natu   berupa kerbau dalam rombongan yang sangat banyak diternakkan (foa)  dalam kandang – kandang sekitar puru, oematmuti yg dekat hutan larangan ” bireo ” sampai ke Buatam dan oesain.Dapat dipahami  ia termasuk team ekonomi kerajaan, maka jika  ada tamu raja Amarasi, memanggil bapak Natu untuk persembahkan  beberapa ekor kerbau, disamping tembak rusa dihutan bireo, yang salah satu penembak jitu bernama Toe Natumnea.Apakah   sejumlah besar kerbau yang sangat banyak itu  hilang bagitu saja ? Tidak  !, tapi dijual  dengan harga golden , hanya karena  orang dolo cara simpan uang  bukan dibank  tapi dalam karung goni dan dimeteraikan, tetapi dicuri  orang beberapa karung goni  yang berisi golden bermetrerai itu namun akhirnya ketahuan.
  14. 14.  Rasi Koroh 1872 – 1887 ( keponakan )
  15. 15.  Taku Obe  1888 – 1891 ( anak dari Obe Koroh )
  16. 16.  Rasi Koroh 1892 – 1914 ( kedua kalinya )
  17. 17.  Ishak Koroh  1914 – 1923  ( kakak )
  18. 18.  Alexander koroh 1923 – 1925 (cucu dari rasi koroh)
  19. 19.  Hendrik Arnold Koroh 1925 – 1951 (kakak)

    H. A. Koroh, raja Amarasi ke-19, terpilih menjadi dewan raja timor dan di tunjuk menjadi bupati timor dan sekitarnya pertama, sejak indonesia merdeka

    Disinilah terjadi  Ravolusi kemerdekaan dan  ia mengambil peranan yang cukup  besar  menjadi ketua dewan raja se timor , menjadi anggota DPR  sunda kecil dengan ibu kota Denpasar – Bali  dan menjadi bupati timor pertama atas pilihan dewan raja, karena  pilihan  raja-raja setimor  sekaligus kerajaan-kerajaan ditimor  melebur/menggabungkan diri  dengan republik Indonesia dalam perjuangan   kemerdekaan Indonesia  secara  de yure tetapi defacto raja-raja  masih berkuasa dalam masa transisi ini.. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .     

  20. 20.  Victor Koroh 1951 – 1962 .   Ia meneruskan masa  masa transisi, setelah memerintah beberapa tahun sebagai raja menggantikan ayahnya,  penyesuaian dari kerajaan Amarasi menjadi  kecamatan Amarasi mulai berjalan sehingga ia menjadi camat Amarasi pertama dari kerajaan menjadi kecamatan….. Namun cinta rakyat Amarasi tidak luntur  dengan kekuatan hulu balangnya  pernah didemontrasikan  ketika  seorang anggota TNI – AU  berkelahi dengan raja Amarasi Victor Koroh,   dan beritanya sampai ke Amarasi, semua lonceng gereja dibunyikan  tanda perang , maka semua hulu balang dari Amarasi dari ketiga kefetorannya   dari Oekabiti, Buraen dan Baun memenuhi kota Kupang, walaupun tanpa membawa senjata , karena dilarang oleh semua temukung, supaya  koordnasi dan pengamanan  lebih baik  karena sudah merdeka dan tidak ada perang lagi

KERAJAAN AMARASI & PERJUANGAN KEMERDEKAAN

Dalam perjuangan melawan belanda seperti beberapa raja dan kerajaan yl, dalam catatan sbb; 1749  Beberapa kerajaan sepakat menyerang belanda al kerajaan : amarasi,  amfoang, amanuban bersama kekuatan portugis hitam  menyerang dan  damalam serang itu menggoncang  kekuatan belanda  dan pada tahun 1752  belanda membalas serangan ke kerajaan amarasi ……..raja Amarasi dan putranya serta beberapa hulubalangnya ditangkap dan dikurung dalam “straf-kwartier” atau penjara di Kupang, dimana dalam kalangan rakyat Amarasi dikenal  peristiwa ini dengan nama “Kartel”.

Menurut kesaksian raja Alfons Nisnoni adalah raja kupang, bahwa raja  Amarasi itu ditangkap dan dihukum mati dengan kepalanya dipancung, sehubungan dengan itu, raja Nisnoni minta kepada kompeni belanda agar jenazah raja Amarasi diserahkan kepadanya untuk dimakamkan dipemekaman sonaf di Kuate didesa Bakunase – Kupang

Inilah Raja Kupang:  Alfonsus Nisnoni, yg bertindak untuk  minta Belanda,  agar  Jenazah raja Amarasi yang di pancung mati oleh Belanda dipenjara    kota Kupang  agar dikuburkan  di pemakaman  kerajaan kupang  dekat pekarangan sonaf    di Bakunase Kupang,  maka  sebagai balas jasa,  rakyat dan raja Amarasi memberikan sebidang tanah  di Oematmuti -    kampung Saha   6 km dari barat /selatan kota Baun  yg lokasinya  berbatasan dengan  kerajaan Kupang


Sebagai balas jasa dan tanda terima kasih oleh rakyat dan raja amarasi menghadiahkan kepada raja Nisnoni sebidang tanah didesa oematmuti  desa  Saha,  6 km dari barat Baun ibu kota kerajaan amarasi.Pada tahun 1785  kekuatan terbesar  sonbai dibuang belanda  kebatavia, sebagai taktik  mengurangi kekuatan musuh yaitu raja-raja local ini, namun kadernya tidak pernah putus, ” kalah hari ini besok pasti menang”  dan “mati satu muncul seribu” dari anak  dan cucunya  bersama / dukungan penuh rakyat Amarasi   tiap  laki-laki adalah tentara /hulubalang kerajaan  yang ditandai dengan setiap rumah ada senjata yang siap melawan belanda  yakni  raja amarasi bersama  hulubalang dan seluruh rakyatnya.

Pada tahun 1836  dikatakan bahwa : sonbai, Amarasi, amanuban dan amfoang diadu domba, namun mereka bersatu dan berbalik melawan belanda, tetapi dalam kelicikan belanda dapat mengatasinya satu persatu, sesudah itu  terjadi perundingan yang bernama “Timor traktat” ditanda tangani bersama yang isinya  pembagian wilayah pulau timor antara  belanda dan portugis dimana potugis menguasai timor timur dan belanda menguasai timor barat

Sesudah putera raja amarasi dibebaskan dan diangkat menjadi raja, ia kembali membangkang lagi dan tetap bermusuhan dengan belanda, maka pada tahun 1843 Belanda menyerang Amarasi dan berhasil menundukannya kemudian belanda menempatkan  seorang camat (posthouder) guna menjaga gerak gerik raja amarasi bersama hulubalang dan rakyatnya ini

RAJA AMARASI MENJADI KETUA DEWAN RAJA dan KEPALA DAERAH TIMOR

transisi dari kerajaan amarasi ke NKRI, maka raja Amarasi memimpin seluruh raja-raja di Timor menjadi ketua seluruh raja-raja di Timor dan menjadi Kepala daerah di Pulau Timor

Dalam perjuangan dari periode ke periode raja Amarasi terdepan untuk melawan belanda, bahkan sampai persatuan raja-raja di timor bernama “dewan raja”,  juga diketuai oleh raja amarasi yang hanya bersekolah di”Europese Lagere  School” sekolah randah belanda, serta  Mulo bagian B di Betawi, terakhir mengenyam sekolah Algemene Middelbare School selama setahun di Jogyakarta, dipanggil pulang untuk menjadi raja amarasi menggantikan kakaknya yang dipecat belanda karena  tidak tunduk pada pemerintah belanda

Tokoh H A Koroh raja Amarasi dari dinasti  Nai nafi Rasi dalam memerintah ia melihat jauh kedepan disegala bidang , terutama  pendidikan  secara maka  cara melihat dan melangkah  dengan   tahap  perspektif sebagai pejuang politik  dan pendidikan, ia  menetapkan wajib sekolah bagi rakyat  amarasi

Ia mengawasi pembangunan  gedung  sekolah dan rumah guru – guru yang adalah  swadaya rakyat dan juga membuat jalan raya keliling amarasi dan  menembus kota kupang  yang  pasti  melewati tanah  kerajaan  kupang  dalam perbatasannya , walaupun dihalang-halangi oleh pemerintah penjajah dan pengadu domba belanda, tapi  pantang mundur, karena gedung sekolah, rumah guru, jalan raya adalah infrastruktur  utama untuk membangun  kerajaan amarasi kemasa depan yang baik.

Dalam bidang kemakmuran  menganjurkan penanaman pohon pates sebagai hutan  tanaman rakyat  yang akan menjadi makanan sapi, sehingga menambah ekonomi  dan  daya juang menuju  kemakmuran rakyat adalah ketahanan utama bagi rakya kerajaan  dan menjadi dapur kota kupang

Dibidang pemerintahan  membagi tiga kefetoran  59 temukung dan ratusan amnasit  diberi kewenangan menjadi hakim rakyat  untuk memutuskan perkara, kecuali masalahnya belum selesai  akan naik banding dilanjutkan di kefetoran dan raja bila perlu ditinjau ulang.

RAJA AMARASI MEMPERSATUKAN  KERAJAAN-KERAJAAN DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN

Ia sebagai ketua dewan raja-raja ditimor punya kebijaksanaan  mempersatukan raja-raja di timor barat dalam hal politik untuk berjuang dan  mendukung sepenuhnya tuntutan kemerdekaan nusa bangsa  Indonesia dalam gerakan kemerdekaan Indonesia

wawasan yang luas dapat mempersatukan raja-raja Timor dan meleburkan diri menjadi NKRI

Bahkan sesudah kemerdekaan dalam sidang pleno dewan raja-raja timor, ia raja Amarasi h a koroh sebagai ketua dewan raja didampingi raja Nisnoni raja kupang sebagai wakil ketua bersama memimpin rapat tgl 10-12 mei 1950 telah mengeluarkan  resolusi bersama  sbb:  1.  Mendesak pemerintah RIS dan NIT, agar segera membubarkan  NIT melalui uu darurat meleburkan diri  kedaLam republik Indonesia   2. Menganjurkan kepada pemerintah  republik Indonesia serikat dan republik Indonesia  agar supaya daerah timor  dan kepulauannya menjadi  bagian dari pada  republik Indonesia

Dalam suasana  perjuangan dan pengisian pemerintahan transisi ini dewan raja-raja  mengambil posisi menjadi  penguasa penentu untuk menetapkan  nasib timor dibawah kepemimpinan dewan raja  dengan  ketuanya yakni  raja Amarasi dan wakil ketuanya  raja kupang yaitu  H>A Koroh dan Nisnoni ini

Sikap dan jiwa nasionalisme  dalam perjuangan inilah yang melandasi kehidupannya bersama rakyat amarasi dalam kehidupan bermasyarakat

 T  O  F  A      ANTARA   KAMPUNG BAITIRI & NUBRAEN

Mengapa  Nubraen dan Baitiri satu temukung, sedangkan Tofa temukung sendiri ? Heran ! Pada hal  antara Nubraen  dan Baitiri ada Tofa ! Mengapa tidak bergabung saja tiga kampung ini dari doeloe?

kekuasaan Vetor Koroh, dibatasi oleh raja Amtiran, karena itu Baitiri dan Nubraen menjadi satu desa

Jika kita kenal jalan pemikiran filofis dan perkembangannya  ketiga kampung   yang unik ini , maka akan terjawab bahwa  fetor sebenarnya adalah dari fam  Amtiran, tetapi diambil alih oleh Koroh karena rajanya adalah koroh.  di Tofa ada sonaf (istana raja),adalah tempat kedudukan raja dan fetor Amtiran…..nah fetor koroh punya tiga isteri dimana  isteri pertama ( in fenai ) fetor koroh  di baitiri, isteri kedua ( infenai ) di baun sedang isteri ketiganya  infenai ) di Nubraen  maka dapat terjawab  sedikit  kisah unik ketiga kampung ini dan lagi  pula yang paling kritis untuk mengkritik juga memperbaiki  raja Koroh dan Fetor Koroh adalah dari fam  Amtiran; Kalau kita ikuti kalimat singkat diatas ini  dan mengerti maknanya ,  maka dapat terjawab sedikit pertanyaan diatas, sehingga tidak dapat digabungkan ketiga  kampung ini begitu saja , selagi fetor koroh masih berkuasa dan nanti kapan ? Menunggu waktu yg tepat sesuai dengan rencana Tuhan, bahwa sekarang ini ketiga kampung itu telah menjadi satu desa bernama Merbaun dimana kepala desanya bergantian   secara pemilihan  warga desa  dari ketiga mantan kampung ini.
 
Salah satu bentuk penghormatan kepada  Fetor ialah  jika  ada raja atau fetor maka pouk  yang biasanya dipakai diatas bahu harus diikatkan di pinggang,  atau ketika  kita berkuda dan melewati sonaf (istana) harus turun dari kuda, demikian juga alam ini miliknya jika  rakyat ramai-ramai mencari ikan didanau dengan memabokannya pakai tuba, maka rombongan pertama  dari ikan-ikan yang menggelepar keluar danau  milik fetor dan pendeta, baru  pencarian ikan  mabuk tuba berikutnya  adalah milik barang siapa yang menemukannya; Si Filus  datang terlambat dengan berkuda , nampak semua ikan yang mabok  ada dihulu danau yang menyempit, lalu  ia  turun dari kuda  dan  dibuang (disapar) keluar ikan-ikan itu kerumput dan menjadi miliknya.
 
 
Jika tembak rusa  dipinggir  atau dalam hutan laranagn itu dilarang, tetapi jika rusanya berada jauh dari hutan larangan: umpamanya dikebunnya  atau disungai dan tempat lainnya dan rusa itu mati, maka satu paha dari daging rusa itu harus diserahkan kepada fetor, sebagai tanda penghormatan kepadanya mewakili raja

Dikampung  Nubraen berdiam sejumlah fam yang bertumbuh dan berkembang  seperti Takoy, Natumnea, Mnaohonin, kemudian datang  Foni dan Bureni dstnya.disitulah lahir seorang anak bernama Theofilus Natumnea dari Maleakhi Natumnea dan Regina Pasu liat seri I tentang  lahirnya Theofilus Natumnea dan sejarah hidupnya.

DARI MANA DAN APA  PERANNYA  NAIK   N A T U/ AM  NATU

Natumnea pertama datang dari matahari terbit,….. bisa dari TTS,…. TTU… atau BELU, sama seperti sejarah datangnya kerajaan Amarasi yang berdudukan diBaun dan sekitarnya datang dari wehali Atambua melalui Insana dstnya.

Natu Natumnea, menjadi salah satu anggota tim ekonomi kerajaan amarasi, karena pemilikan kerbau dan dekat dengan hutan Bireo, Oejiu, oematmuti, puru, Oesain


Disebut namanya nai’k Natu itu  ketika dia  masih seorang pemuda  datang ke Nubraen dan tinggal disana … kawin dengan nona Takoy, tetapi aral melintang hidupnya walaupun dia memiliki segala sesuatunya tetapi Tuhan tidak karuniakan  anak kepadanya anak sehingga,  diambil dan diadatkan seorang anak laki-laki dari anak adik istrinya  yang bernama Hata takoy diadatkan dengan “ b e l i s “  dan diberi nama fam baru menjadi  Hata Natumnea

Peran nai’k natu ini bersama beberapa orang fam Takoy dari Nubraen menjadi pendukung kepada kerajaan Amarasi  atau kepada raja sebagai salah satu pendukung penting  bidang ekonomi atau team ekonomi  kerajaan tidak sedikit ia korbankan kepada raja, jika butuh kerbau atau rusak karena  ada ahli penembak rusa  untuk kepentingan pesta dan tamu raja atau peperangan melawan belanda,  apa saja dapat diambil dengan mudahnya ( dulu belum ada sapi) karena semua binatang liar dihutan larangan Bireo  dan  binatang  milik rakyat  adalah ex offecio milik raja, tinggal bagaimana pendekatan dengan  anggota team ekonomi tsb.

Dalam kerajaan Amarasi ia dikenal karena ia menjadi team ekonomi kerajaan  sumbangannya dari pemilikan kerbaunya yang tidak terhitung  jumlahnya bahkan  cara hitungnya  rombongan yang terkumpul di kandang baik di Buatam, Oematmuti, Puru dan Nubraen.Mereka menjadi team kerja yang kuat, sehingga ketika “Nai’k Natu “  atau Natu Natumnea  meninggal salah satu pelayat adalah raja dan fetor dari kerajaan Amarasi bahkan ketika anak angkatnya Hata Natumnea meninggal dalam usia 100 tahun dari kerajaan mengutus fetor koroh a/n kerajaan melayat kerumah duka,  tergambar juga  ketika raja Vecky Koroh  adalah raja terakhir meninggal Kepala desa  Bernadus Takoy yang berkedudukan di Nubraen mempersembahkan seekor sapi Hoov class untuk menjamu para tamu-tamu raja. Ini pertanda bahwa ada ikatan batin yang kuat antara nai’k Natu  dan Nubraen dengan kerajaan Amarasi,  karena ia menjadi team ekonomi kerajaan Amarasi yang berkedudukan diBaun, dimana Baun dan Nubraen jaraknya hanya 5 km saja menuju pantai Oesain dan puru    

Silsilah Natumnea dalam perannya dikerajaan amarasi oleh Am Natu (Naik Natu)

Silsilah Natumnea dalam perannya dikerajaan amarasi oleh Am Natu (Naik Natu)

Silsilah Natumnea dalam perannya dikerajaan amarasi oleh Am Natu (Naik Natu) Sebagai Penasehat Ekonomi Kerajaan

Dari Turunan Natumnea ini masih menghargai adat dimana anak pertama dapat diserahkan kepada Fam Ibu sebagai kedekatan keluarga

Dari Turunan Natumnea ini masih menghargai adat dimana anak pertama dapat diserahkan kepada Fam Ibu sebagai kedekatan keluarga

DIMANAKAH KERAJAAN AMARASI SEKARANG ?

Apakah kerajaan Amarasi raib dari dunia ini ?  Tentu Tidak ! Hanya status kerajaan amarasi  sudah  dilikwidasi dan melebur  dalam NKRI  berubah  dari kerajaan menjadi kecamatan, bahkan proses perubahannya begitu rupa sehingga  ibu kota kecamatan Amarasi  di Baun bertahan beberapa tahun, kemudian pindah ke Buraen, karena gencarnya pembangunan bergeser kearah selatan , baik membangun jalan raya, maupun perkebunan, sehingga untuk focus pekerjaan, maka ibu kota kecamatan dipindahkan ke Buraen . Ketika rakyat sementara membangun jalan , maka diambilnyalah pemuda yang fisiknya kuat untuk membangun jalan raya, maka mereka harus tinggal dilokasi pembangunan sampai selesai, dengan demikian rajapun tidak boleh meninggalkan mereka atau tinggal bersama merekasampai  selesai dengan  baik dan tuntas semuanya.Untuk itulah maka ibu kota kecamatan Amrasi dipindahnya ke Buraen.

Inilah  sonaf  atau istana kerajaan amarasi, setelah bersatu dengan NKRI  menjadi  kecamatan Amarasi dan dimekarkan  menjadi 4 kecamatan: 1. Amarasi, 2. Amarasi Barat, 3. Amarasi Timur, 4. Amarasi Selatan. yang dipimpin oleh 4 camat


Peta kerajaan yang menjadi kecamatan ini semakin berubah ketika ibu kota kecamatan dipindahan lagi ke Oekabiti yang lebih dekat dengan kota Kupang, sehingga segala urusan yang menyangkut dengan administrasi dengan kator kabupaten  di Kupang dapat ditempuh dengan cepat dan lancar.

Peta kerajaan semakin berubah ketika kecamatan Amarasi dimekarkan  dari satu kecamatan menjadi empat kecamatan yaitu : 1. Kecamatan Amarasi ibu kotanya Oekabiti.   2.   Kecamatan amarasi barat ibu kotanya  di Baun  (bekas ibu kota kerajaan amarasi)  3. Kecamatan amarasi selatan ibu kotanya Buraen dan  4. Kecamatan Amarasi Timur ibu kotanya Tesbatan.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    

Dipublikasi di Uncategorized | 30 Komentar

Seri VI: DARI BATAVIA I – TMII KE BATAVIA II ( TANJUNG – PRIOK ).

MENJADI  PENGURUS YAYASAN GEREJA HALELUYA – TMII.

Kalau dulu kerinduannya ialah kapan bisa melihat Taman mini Indonesia Indah – TMII, maka sekarang  bukan saja melihat atau berulang kali masuk gratis, tetapi juga sudah menjadi pengurus didalamnya yaitu pengurus yayasan gereja haleluya – tmii ini.

KMJ GPIB Pelita adalah Ex Offecio pengurus Yayasan Gereja Haleluya TMI, puji Tuhan Pdt Theo Natumnea mendapat kesempatan ini

Status sebagai ketua majelis jemaat gpib pelita – lubang buaya Jakarta timur adalah  Ex offecio pengurus gereja haleluya, karena gpib  pelita adalah pemakai utama dan penanggung  jawab gereja  haleluya – tmii artinya siapa yang menjadi ketua majelis jemaat gpib pelita secara otomatis menjadi pengurus gereja haleluya,   bersama – sama  dengan pengurus gereja haleluya yl seperti dari Yayasan tmii dan  setneg ri… Sungguh indah gedung gereja ini berdekatan  dengan gereja katholik bahkan berderetan dengan mesjid, vihara, pura hindu bali. …suatu keindahan yang tiada taranya dilihat dan dirasakan dalam hati, jika kita berjalan melewati deretan gedung –gedung ibadah ini penuh dengan kedamaian tanda/simbol kerukunan, ketertiban, kedamaian dan keamanan antara  umat beragama di Indonesia ini.

Dalam status tsb mewajibkan ia harus berkoordinasi dengan pengurus yl  bahkan sering kali rapat bersama  untuk mengetahui perkembangan yang sedang terjadi disekitar  dan didalam tmii ini, sehingga  umat  mendengar penjelasan tentang perkembangan tsb.

DOA PADA HUT TMII BERSAMA PRESIDEN SUHARTO.

Kalau dulu jangankan niat mau bertemu, setiap kehadiran dan perkunjungan beliau sebagai presiden  republik Indonesia ini, ia berada dalam barisan sekolah  siswa-siswa NTT,….barisan karyawan polda mertro jaya dan …barisan masyarakat DKI Jakarta  dengan rasa bangga dan takut, maka kini ia  berada dalam barisan depan para ulama dan rohaniawan yl, untuk ambil bagian dalam doa bersama untuk hut tmii  dan presiden  Suharto ini

Puji Tuhan, bisa bersalaman dengan Presiden Suharto  sebagai  presiden R I. Pada HUT TMII

Dalam status rohaniawan Kristen protestan, ia bersiap-siap untuk menyampaikan doa yang telah dipersiapkan dari rumah dengan  kesiapan dan kesigapan mental dan rohani sebagai seorang pendeta gereja protestan di Indonesia bagian barat (gpib) juga adalah pengurus yayasan gereja haleluya

Ketika tiba gilirannya selain  ulama islam yang duluan berdoa, maka ia berdiri dan menyampaikan doa mewakili golongan Kristen protestan pada deretan yg ada : mari kita berdoa :”Ya Allah yang maha kuasa dan kekal, didalam nama Yesus Kristus Tuhan dan Juru selamat kami, ….kami berdoa dan bersyukur kepadaMu Ya Tuhan atas berkat rakhmat dan anugerahMu pada kami, dimana saat ini merayakan hut tmii bersama – sama,…. kami berdoa kiranya  berkatilah pengelolaan tmii ini agar berjalan dengan baik dan lancar dalam melayani masyarakat dan banyak orang yang berkunjung dan menyaksikan keindahan  Indonesia mini ini.

Berkatilah Negara dan bangsa  Indonesia yang kami cintai ini dalam kerukunan dan keberagaman  yang mendukung pembangunan disegala bidang yang sedang berlangsung ini…..berkatilah presiden  suharto dan kabinet pembangunan serta semua aparat pemerintah dari pusat sampai ke daerah,  agar berjalan dengan lancar untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya dan membawa Negara kami ini mencapai masyarakat yg adil dan makmur. Kami percaya bahwa Tuhan telah membebaskan kami bangsa Indonesia  dari penjajahan , maka kami berdoa bebaskanlah kami dari penjajahan kebodohan dan kemiskinan, sehingga semua rakyat Indonesia mengisi arti kemerdekaan ini dalam pembangunan disegala bidang secara penuh dan bertanggung jawab sebagai warga Negara Indonesia.

Ya Tuhan….kami mohon jauhkanlah kami dari perpecahan, marah bahaya, dan anazir- anazir jahat  terutama  korupsi dan semua musuh Negara yang ingin menghancurkan Negara kesatuan republik indonesia kami ini…..ampunilah segala dosa kami ya Tuhan dan terimalah serta sempurnakanlah doa kami ini,….. dalam nama Tuhan Yesus…juru selamat kami berdoa dan bersyukur  kepada Allah bapa di sorga  amin.

MENJADI KOORDINATOR REGIO JAKARTA TIMUR – MUPEL  DKI

dipercayakan untuk memimpin regio Jakarta Timur, Mupel DKI sebagai KMJ GPIB Pelita

Sebagaimana  kepercayaan yang pernah diterimanya  ketika ia  berada di wilayah selatan, maka  kepercayaan yang sama diberikan kepadanya ketika ia  tiba di jemaat gpib pelita – tmii  yang berlokasi di wilayah Jakarta timur menjadi koordinator  regio jakarta timur  mupel dki Jakarta

Kepercayaan itu juga tidak disia-siakan, tetapi  difungsikan semaksimal mungkin  untuk membantu musyawarah pelayanan (mupel) dki yang  sangat luas dan bervariasi dengan  pergumulan dan kesibukan  ganda baik menghadapi pemerintah, majelis sinode dan  masyarakat sekitarnya itu.

Apakah tidak cukup puas mengadakan natal di jemaat masing-masing seregio  Jakarta timur ? Hal ini  pernah diperdebatkan namun akhirnya  tertuang dalam program kerja regio Jakarta timur untuk mengadakan natal bersama, namun  sayang dibalik sayang, dana yang  dikumpulkan tiap jemaat  500.000  rupiah perjemaat ini terbuang dengan percuma, karena yang datang untuk mengadakan natal regio timur  dapat dihitung dengan jari, artinya  orang yang datang bernatal regio  yang diadakan di jemaat  gpib menara iman ini sangat sedikit, akhirnya setelah selesai natal semua pulang dengan  membawa bungkusan makanan  karena sisa   konsumsi natal ini….sekali lagi… sisanya terlalu banyak, maka semua bertanggung jawab untuk membawa pulang makanan natal agar tidak terbuang percuma.

Berdasarkan pengalaman ini, maka diadakan perubahan dalam program kerja natal regio Jakarta timur, kewajiban  bernatal dengan  dana lima ratus ribu rupiah  itu  tetap …tetapi sistim natalnya yang dirubah

Belajar dari paradigma natal mula-mula, dimana Yesus lahir kedalam dunia ini untuk  menjawab masalah manusia, dan masalah manusia itu yang tidak bisa terjawab ialah d o s a, maka Yesus lahir sebagai  Tuhan dan juru selamat dalam keadaan manusia untuk menjawab masalah dosa, supaya barang siapa yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal Yoh 3:16.

Berdasarkan  paradigma  natal mula-mula untuk menjawab masalah  dosa manusia itu, maka regio merubah sistim natalnya untuk menjawab masalah yang sedang berlangsung dalam kehidupan berjemaat  dan bermasyarakat di regio Jakarta timur ini.

Membantu membuat jalan masuk ke jemaat Dian kasih, membantu membuat dan meninggikan jalan masuk ke jemaat Pelita supaya bebeas  banjir ketika  kiriman banjir dari bogor dan membantu  jemaat yl secara skala prioritas, sehingga tadinya ada masalah dengan masyarakat sekitarnya, maka dengan  dana yang terkumpul itu tidak lagi  bermalam kudus natal dalam gereja dan gedung yang megah, tetapi dengan dana  tsb dari  empat belas jemaat seregio Jakarta timur  berarti  uang tujuh juta yang terkumpul itu menjawab masalah, menolong masalah, parit, jalan dll sehingga membawa sejahtera kepada masyarakat sekitarnya termasuk gereja, disinilah berlaku germasa –gereja dan masyarakat berfungsi dengan baik, karena gereja mau turun tangan menjawab masalah yang selama ini belum selesai atau tidak terjawab.

PERTEMUAN-GERMAS GPIB : “ISU MASYARAKAT MADANI ” DI KALIWURAN  - YOGYAKARTA

Isu masyarakat madani semakin gencar dalam masyarakat Indonesia, sehingga bidang germas gpib tanggap dan mengadakan pertemuan  digereja Paulus dan beberapa tempat dengan penceramah dari semua bidang: hukum, sociology, praktisi bidang yang lainnya juga

GPIB Tanggap dengan isu masyarakat madani, pertemuan Germas di Kaliurang, Yogyakarta untuk mengantisipasinya

Pertemuan – pertemuan ini tidak ketinggalan pendeta Theo Natumnea yang suka bermasyarakat ini,  ikut untuk menyelami dan mengikuti isu yang semakin gencar dimasyarakat Indonesia ini seperti mendung yang tak pernah turun hujan, sehingga semakin panas dan panas suasananya

Suasana ini segera dicari solusinya dan salah satu solusinya ialah  seminar – seminar untuk mempersiapkan dirinya (gereja) dalam menghadapi  keadaan  yang sedang terjadi ini.

Pertemuan seminar di Kaliwuran – Jogyakarta ini ibarat segumpal es yang turun dari gunung Himalayah mendinginkan para peserta, setelah mendengar telinga sendiri beberapa pembicara  profesional seperti : menteri riset & tekonologi zaman Gus dur presiden RI dan Prof DR Khairudin…….. baik orang nasionalis maupun agamawis yang menyampaikan  wawasan tentang masyarakat madani atau sivil society yang sudah dan sementara berlangsung dalam kehidupan masyarakat Negara dan  bangsa Indonesia ini bahwa tidak dipaksanakan satu masyarakat kecuali sesuai dengan UUD’45 dan uu lain yang  berlaku.

Bahkan disampaikan oleh menteri riset itu bahwa  sebenarnya orang Irian tidak perlu  ikut keluarga berencana, karena daerah mereka luas tetapi mansuia iriannya kurang

TIPS MASUK   SECARA  GRATIS ke T M I I

Merupakan kerinduan setiap orang Indonesia, setelah mendengar bahwa di Jakarta – ibu kota Negara kita ini, terdapat sebuah taman yang menggambarkan dan mewakili mininya Indonesia  dari semua aspek hidup orang Indonesia baik budaya, flora dan fauna bahkan tradisi adat yang mewakili semua daerah dan propinsi ditanah air ini

jika anda kebaktian ke gereja Haleluya TMII, Jam 07.00 dan 10.00 WIB, akan masuk gratis ke TMII

Semua orang Indonesia bahkan  seluruh dunia ingin manyaksikan keindahan, keunikan, keberagaman dan kebersamaan taman mini yang mewakili Indonesia ini, mungkin ada orang yang belum bisa melihat dan menyaksikan taman mini Indonesia indah (tmii) ini, marilah  ….pakailah waktu ini pakailah waktu hari ini, karena besok kesempatan dan tantangannya berbeda lagi.

“Datang  pada hari minggu jam  07.00  atau  jam 09.00  untuk kebatian minggu di gereja haleluya, karena disana oleh majelis jemaat gpib pelita mengadakan kebaktian minggu pada jam tsb diatas….tentu dengan membawa alkitabmu dan  ketika  sampai di pintu gerbang tmii..  masuklah dan katakanlah pada petugas jaga: haleluyah….artinya menuju kegereja haleluyah untuk mengikuti kebaktian minggu sebab kebaktian berlangsung pada jam 07.30  dan  09.30 di gereja tsb.

Jika anda selesai ikuti kebaktian, silahkan  atur acara bebas, mau kunjungan ke  stand  obyek yl ada yang membutuhkan bayaran ada yang tidak, silahkan pilih sesuai dengan kocek anda…perhatian!….perhatian!… jika anda  sudah bebas masuk tmii gratis…jangan lupa kebaktian….  di gereja haleluyah…adalah  wajib…. karena  masuk tmii secara gratis untuk kebaktian di gereja haleluya. Bagi yang  naik kendaraan  pribadi  kecuali bus, maka anda harus bayar tiket kendaraannya..tapi bus tak dapat masuk kedalam tmii…atau masuk dengan syarat- syarat tertentu yang harus dipenuhi.

TANAH UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA PELITA

Untuk menjawab pergumulan pembangunan gedung gereja pelita yang berlokasi di lubang buaya, maka panitia pembangunan membeli sebidang tanah dibelakang gedung gereja itu seluas  seribu m2, dimana gedung  serba guna yang dipakai sebagai gereja berada diatas tanah 1000 m2 juga,  dengan  demikian jemaat gpib pelita telah memiliki tanah 2000 m2 untuk membangun gedung gereja termasuk lahan parkir  sebagai fasilitas umum (fasum) yang merupakan persyaratan pemerintah daerah khusus  ibu kota Jakarta (dki Jakarta).

rencana peletakan batu pertama dibatalkan, doakan rencana pendirian gerjanya

Ada dua hambatan yang harus ditempuh oleh panitia untuk mendapatkan izin pembangunan gedung gereja : pertama ialah  sesuai dengan uu harus mendapatkan izin dari lingkungan sebanyak  60 orang, yang membubuhkan tanda  tangan diatas meterai mewakili masyarakat  sekitar yang setuju, kemudian pihak-pihak terkait mewakili agama-agama untuk diteruskan kepada kanwil departemen agama sebagai instansi terakhir, sebelum wali kota  Jakarta timur mengeluarkan izin prinsip berupa surat keputusannya.  Kedua letak tanah  dan gereja itu dipinggir sungai, berarti termasuk daerah  aliran sungai ( d a s ) yang merupakan lokasi untuk dipetakan menjadi daerah yang akan dihijaukan, sehingga merupakan lahan  penampung air hujan dan menjadi tanaman hijau dalam rangka  mengantisipasi banjir dari Bogor. Kita berdoa agar  kedua  hambatan ini dapat dtempuh dan dipenuhi baik penghijauan sekitar nya maupun pendekatan masyarakat guna memenuhi persyaratan  guna pembangunan gedung gereja segera dimulai dengan  memperhatikan dan menjawab  kedua tantangan ini secara logika dan iman, ..memang bagi manusia  mustahil tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil untuk menolong anak – anakNya  dalam rangka pembangunan gereja  Tuhan .

Didaerah  lubang buaya lokasi gereja  gpib pelita terdapat beberapa gereja lain yaitu  gereja katholik yang berada didepan dan gbkp, gkps yang  berada dibelakang, bersama-sama menghadapi  dan harus menjawab  serta mencari jalan keluar atas  tantangan – tantangan tsb terutama  pendekatan pada masyarakat  bahwa kita sebagai warga Negara Indonesia juga …kita butuh gedung gereja  untuk beribadah secara permanen seperti agama yl guna membangun hidup iman dan rohani umat

Tanah sudah ada…infrastruktur jalan pinggir sungai sudah ditinggikan dan diperbaiki untuk kepentingan masyarakat, pendekatan selalu diadakan, dimana salah satu pendekatan melalui Ory Regina  Natumnea …bagian kredit Bank dki, kepada  ibu ketua Rt Lubang Buaya yang  datang  urus  pinjaman kredit, dilayani..dibantu sebagai warga Negara Indonesia dalam hak dan kewajibannya, bahkan diberi kemudahan sesuai permintaanya…namun …menjadi pertanyaan: kapan izin lingkungan selesai dan lengkap ? Serahkan saja pada Tuhan, biarlah Ia yang berkarya dengan kuasaNya.

KEBAKTIAN DOA SUBUH DIPELITA.

Sesuai dengan program kerja diberikan keluasan bagi mereka yang ingin melayani Tuhan melalui doa dan belajar berdoa, tentu waktu yang tepat dimana orang tidak mengganggumu ialah dipagi subuh, datanglah pada jam 05.00 kegedung serbaguna pelita, sebab disana telah terbuka pintu gereja untuk mengadakan kebaktian subuh.

pada saat matahari terbit, mereka sudah selesai adakan kebaktian doa pagi di Pelita

Dalam kebaktian tsb anda akan memuji  nama Tuhan dalam penyembahan dan puji-pujian serta mendengar firman Tuhan dalam renungan dan belajar berdoa serta melayani Tuhan dalam doa untuk mendoakan pelayanan, orang lain, masyarakat Negara dan bangsa serta pergumulan pribadi anda.

Waktu yang disiapkan antara jam 05.00 s/d 06.00 atau paling lambat 07.00, maka secara fleksibel semua peserta ambil bagian dalam kelompok doa, tiap kelompok antara tiga sampai empat orang dengan batasan waktu  20 – 30 menit setiap kelompok, perlu ditekankan bahwa ada disiplin  waktu sehingga dalam doa ada roh disiplin untuk menyelesaikan doanya pada waktu yang ditentukan dan setelah semuanya  berkumpul kembali untuk ditutup ibadah subuh itu oleh pemimpin ibadah.

SEORANG PEMUDI KERASUKAN PADA KEBAKTIAN PASKAH SUBUH.

Dipagi subuh itu kebaktian paskah subuh jemaat gpib pelita berjalan dengan  baik sesuai jadwal panitia paskah, semua peserta hiruk – pikuk dan berjalan sana – sini, serta ngobrol sambil makan dan minum dari konsumsi yang telah disediakan oleh panitia sambil keluar ucapan: “puji Tuhan” bahwa jalannya kebaktian paskah subuh ini berlangsung dengan baik dan lancar

dalam nama Yesus Iblis dikalahkan dan sadarlah pemudi anggota Pelita itu

Tiba-tiba  orang berkerumun  disebelah barat ruangan gedung ibadah, sebab disanalah terjadi sesuatu yang tidak biasanya. Apa yang sedang terjadi ? kata pendeta Theo sambil bertanya pada warga jemaat yang terdekat…..ternyata seorang pemudi sedang kerasukan setan,…ia membanting – bantingkan tubuhnya, sementara temannya pemuda yang lain sedang berusaha keras untuk menangkapnya dan membatasi geraknya, tapi apa mau dikata empat orang pemuda tak bisa  mengalahkan dan meringkus pemudi ini, bahkan keganasannya semakin menjadi – jadi.

Pendeta Theo berdoa dalam hati pada Tuhan bahwa ini tantangan iman bagi jemaat pelita, bahwa dalam suasana kebaktian subuh yang baru selesai ini terjadilah kejadian yang tidak biasa agar Tuhan tunjukan kuasaNya agar umat semakin percaya padaNya, selesai ia berdoa dalam hati ia katakan kepada  warga jemaat agar semua membantu dalam doa….sambil menyampaikan agar semua berkelompok untuk berdoa, ada kelompok : panitia, pemuda, pemudi, pw, pkb, majelis, anak-anak dan semuanya yang ingin ambil bagian dalam kelompok doa ini silahkan membuat kelompok sendiri secara spontanitas,  tiap kelompok terdiri dari lima sampai tujuh orang dan berdoa kepada Tuhan untuk tantangan iman bagi kita jemaat pelita ini kata  pendeta Theo.

Selain itu team pemuda yang  berusaha keras untuk menenangkan  pemudi ini  hampir kwalahan, sembari semuanya sudah berkeringat sebesar biji padi dipagi subuh itu.

Sementara mereka berdoa, maka kelompok inti dibawah bimbingan pendeta Theo Natumnea  maju, mendekat dan bertanya  kepada pemudi itu : “Dalam nama Yesus saya bertanya : siapa namamu sebenarnya”?…terdengar suara dari mulutnya lantang menjawab “ black”, lalu pendeta Theo melanjutkan tengkingan; dalam nama Yesus saya perintahkan engkau  keluar dari anak ini…sekali lagi dalam nama Yesus saya  perintahkan engkau keluar.. dan keluar, sampai tiga kali tengkingan ini, maka ia berontak yang terakhir paling kuat  tanda mau keluar dari pemudi ini, dan sipemudi ini menjadi lemas tak berdaya, suasana seperti syuuuur ada kemenangan Yesus, bahwa Yesus berkuasa, tidak mempermalukan kita jemaat pelita yang sementara santai karena selesai kebaktian paskah  subuh ini.

Semuanya angkat hati dan bersyukur kepada Tuhan dalam doa serta menaikan pujian ,…hormat dan kemuliaan hanya bagi nama Tuhan Yesus saja yang telah memberi kemenangan dalam tantangan iman ini amin.

Rupanya anak pemudi ini adalah  peserta pelatihan salah satu  kelompok bela diri di Jakarta, yang sembari mengisi tubuh dan jiwa  serta roh mereka dengan sesuatu kuasa lain untuk mendapatkan kekuatan dan kuasa dari roh halus itu demi kelompok sanggar mereka, ….namun kita percaya bahwa dalam nama Yesus ada kuasa Roh kudus untuk mengalahkan  segala kuasa dan kekuatan lain yang ingin  mempermalukan iman kita

Perhatian bagi remaja…pemuda pemudi agar  boleh mengikuti perkembangan dunia ini dalam pergaulan dengan teman dan orang, tapi harus memfilter pengaruh – pengaruh luar  itu agar tidak terindikasi dan tidak kemasukan kuasa roh yl dari dunia ini selain  roh kita  harus diisi dengan kekuatan Roh kudus yang pasti mengalahkan roh – roh dunia ini I Yoh 4:4 katakan: “ kamu berasal dari Allah anak – anakku…. dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu,  sebab Roh yang ada dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada dalam dunia”.

PERHITUNGAN ULANG SURAT SUARA SEKTOR   I  -  PELITA.

Berdasarkan laporan disertai saksi yang dipercaya, bahwa  secara perhitungan   rasio keluarganya dan  kerabatnya pasti pak Sutarjo masuk nominasi dalam pemilihan kedua, sebab jika dibandingkan suaranya pada perhitungan suara tahap satu, maka suaranya menurun tajam, sesuai laporan itu.

Akhirnya suara hilang dikembalikan di Sektor I, GPIB Pelita

Berdasarkan laporan itu yang diserta bukti – bukti yang kuat dan saksi yang dapat dipercaya,  maka diadakan rapat kilat  pengurun inti panitia pemilihan penatua & diaken , sehingga diputuskan  untuk  kotak suara sektor I itu  dibuka, dituang dan dihitung ulang oleh panitia inti ini.

Ternyata hasilnya  benar beda, bahwa bapak Sutarjo terpilih dalam  pemiihan tahap II, bahkan suaranya mayoritas terbanyak melewati calon ylnya. Hasil perhitungan  ulang suara  ini dibuatkan dalam berita acara perhitungan ulang kotak sekktor satu dan disahkan menjadi alat bukti serta hasil sah perhitungan uang suara sektor ini.

Puji Tuhan, semuanya dapat menerima, sehingga tidak terjadi gejolak yang tidak diinginkan, bahkan  personil penghitung suara dan saksinya menjadi malu atas kelalaian atau kesengajaan yang telah terjadi ini.

Peristiwa ini menjadi pelajaran agar panitia  penghitung suara agar teliti bersama sakksinya, bahkan dijauhkan unsur campur tangan keluarga yang calon ybs, sehingga  hasil perhitungan suara itu murni dan bersih secara obyektif diterima seua pihak.

65 SURAT KEBERATAN/DAKWAAN DALAM PEMILIHAN  PENATUA & DIAKEN di PELITA

Luar biasa tantangan dan masalah yang sudah menumpuk dibatin mereka, maka antar  mereka saling menuduh dan membantah satu sama lain, sehingga  dalam map pendeta Theo sebagai ketua panitia pemilihan penatua dan diaken terdapat 65 surat dakwaan/keberatan yang diterima dan diproses satu persatu sesuai dengan alamat surat itu.

Keadaan ini seperti  gunung es ,

di panggil; dialog dan doa satu persatu akhirnya selesai 65 surat keberatan ini di Jemaat GPIB Pelita

kelihatan diluar aman dan tidak ada masalah, tetapi didalam gunung es itu ada bara api yang sedang menyala-nyala, tinggal menunggu waktu untuk  encairkan gunung e situ dan membakar sekitarnya, atau sama dengan bom waktu, menunngu untuk ditekan knopnya dan meledak untuk mebakar dan merusak sekitarnya.

Puji Tuhan, surat dakwaan/tuduhan dan keberatan sebanyak 65 surat itu, satu persatu ditangani dan diselesaikan dengan baik, ibarat benang kusut dalam tepung, diusahakan supaya benang kusutnya terurai dengan baik tanpa putus dan tepung persekutuanpun tidak  terhambur – hambur.

Akhirnya, semuanya dapat diselesaikan dan  meredakan  situasi daam suatu kerja sama yang baik dalam persiapan dan peneguhan mereka sebagai penatua dan diaken untuk melayani Tuhan dalam jemaat gpib Pelita ini.

MENJADI MENTOR UNTUK VIKHARIS: MARLIES HINA dan FREDY MAMANGKEY

Selama satu tahun membina vikaris Marlies Hina pada tahun pertama kevikariatannya.

Dalam rangka membina generasi penerus untuk  melanjutkan kepemimpinan di GPIB, maka  para vikharis dipersiapkan, dibina dan dilatih , ditempa dalam pelayanan melalui bimbingan para mentor yang sebelumnya dipersiapkan untuk  menerima para vikharis tsb.

Vikharis Marlies Hina menjalankan masa vikhariat  tahun pertamanya di jemaat gpib  Pelita dengan mentornya ialah Pdt. Theofilus Natumnea

Selain pelatihan, pembimbingan dalam semua aspek pelayanan, maka ia dilepaskan untuk juga dapat melayani sendiri tetapi harus mempertanggung-jawabkan pelayanannya kepada mentor melalui majelis jemaat  dan  pelaksana harian majelis  jemaat pelita.

Vikharis Marlies Hina ini dapat menyelesaikan tugas masa vikhariat tahun pertamanya dengan baik pasti dengan suka dukanya selama setahun, sehingga ia melanjutkan masa vikhariat tahun keduanya di Surabaya .

Sedangkan vikharis  Fredy Mamangkey ditempat dijemaat gpib pelita untuk masa vikhariat tahun yang kedua dengan mentor pendeta  Theofilus Natumnea juga sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita.  Pembinaan/pelatihan tahun kedua sudah lebih banyak dilepaskan untuk bertanggung – jawab  dalam pelayanan kecuali untuk hal-hal tertentu ia masih memerlukan pendampingan dalam pelatihan dan pembinaan tsb

Pada saat Pendeta Theofilus Natumnea  dimutasikan  sebagai pendeta /ketua majelis jemaat gpib Eirene tanjung-priok, ia masih ditetapkan sebagai mentor tahun kedua bagi  vikharis Fredy mamangkay ini….namun pertanggung jawaban pelayanannya  melalui majelis jemaat gpib pelita

Adalah hal yang tidak lazim, ketika ketua majelis jemaat  gpib pelita yang baru pdt Yunus Beeh, menahan agar vikharis Fredy Mamangkey ditunda masa Vikhariatnya selama  3 – 6 bulan, karena ia baru mempelajari keadaan dan kepribadian  vikharis  Fredy Mamangkey ini. Namun dengan berkat argumentasi  dalam penilaian kepada sang vikharis serta keuletan dalam membimbing dan memperjuangkannya, maka ia segera membuat pelaporan agar dapat dipersiapkan  untuk  diteguhkan /ditahbiskan sebagai pendeta gpib pada tahun kedua itu setelah ia menyelesaikan laporan akhirnya.Peneguhan  dan penahbisan kependetaan gpibnya juga dilayani oleh pendta Theo natumnea  atas surat keputusan dari majelis sinode gpib.

PENDEWASAAN JEMAAT GPIB  BAHTERA KASIH – CIBUBUR.

Cibubur adalah daerah terbuka, dimana sekarang ini terdapat tiga jemaat gpib  mandiri yang dewasa al jemaat gpib Agape yang lebih dahulu dewasa dan berbatasan dengan tmii, jemaat gpib Bahtera kasih yang kini dibahas dalam thema ini dan jemaat gpib Trinitas yang tidak jauh dari  jemaat gpib “bahtera kasih” dan berlokasi  perumahan kota wisata yang indah itu. Mereka  lahirnya berbeda proses serta waktu dan keunikan pergumulannya  juga, baik tantangan dari dalam jemaat, maupun tantangan dari luar jemaat yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendewasaan itu.

Jemaat gpib bahtera kasih yang  akan  diuraikan disini, karena  proses pendewasaannya turut berperan  pendeta Theofilus Natumnea,  dikala itu ia sebagai Pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita, dimana jemaat bahtera kasih ini didewasakan  dari induknya jemaat gpib pelita ini.

Kalau dibandingkan dengan proses dan persiapan jemaat gpib “ Dian kasih “ yang sudah lebih dahulu dibidani oleh  pendeta yang bertangan dingin dan sudah mendewasakan beberapa jemaat gpib ini, maka  proses dan persiapan dalam rangka pendewasaan  jemaat “ Bahtera kasih “ ini,  berjalan lebih mulus dan  lancar,  nyaris  hampir tanpa kendala yang berarti untuk menuju kependewasaannya.

Dengan rahmat Allah, Pdt Dr. Wuwungan selaku ketua MS GPIB mendewasakan GPIB Jemaat Bahtera di Bekasi. Yang didampingi oleh Ibu Wuwungan

Namun demikian suatu proses dan persiapan  menuju kependewasaan jemaat ini, ada saja tantangan dan pergumulannya yang ketika itu didewasakan oleh  Pendeta  Wuwungan D.Th selaku ketua umum majelis  Sinode gpib

Tantangan dan pergumulan yang sangat  nampak dimulai dari  ketidak terbukaan  laporan  keuangan  atas kepercayaan yang diberikan kepada  mereka sebagai bagian jemaat untuk mengelola sendiri keuangan  bagian jemaatnya itu, dengan alasan  tidak tahu pembukuan dan tidak tahu menyimpan di bank dlsbnya.

Puji Tuhan bahwa semua itu dapat diselesaikan dengan baik oleh  pengurus majelis bagian jemaat   serta tuntunan majelis jemaat gpib Pelita yang secara organisatoris bertanggung jawab baik kepada warga jemaat maupun kepada majelis sinode gpib

Akhirnya, didewasakanlah bagian jemaat ini sebagai jemaat dewasa dengan nama : “jemaat gpib bahtera kasih”, yang  berlokasi di Ruko Granggan – Cibubur, sekaligus berderetan dengan beberapa gereja lain seperti gki, Katholik dll. disepanjang ruko yang berada diatas ketinggian  aman banjir itu.

”SIAPA YANG  DIAM, DIA YANG  WARAS.”

Kalimat ini hampir sama atau serupa,

Mengalah bukan berarti kalah, tetapi mengalah untuk kemenangan dan keselamatan keluarga

tapi tidak sama dengan kalimat “ diam itu adalah emas”; Siapakah yang mengatakan: “ siapa yang diam, dia yang waras “ ?, dia adalah seorang dokter, ketika pdt Theo dan ny.Nelly berdoa bersama dengan  Dr Krismanto dan istrinya yang juga seorang dokter, maka secara spontan  sang jenderal ini mengeluarkan kata-kata emas ini.

Rupanya sang dokter yang juga jenderal berbintang dua ini sangat jeli menghadapi isterinya juga seorang dokter, dalam pemecahan masalah /perbedaan pendapat ia selalu diam dan mengalah untuk kebaikan rumah tangganya, maklum suami berasal dari jawa dan isteri berasal dari tapanuli, yang beda tempramen ini jalan yang terbaik, ketika sang isteri kata-katanya api  yang keluar, dia membawa air untuk mematikan api itu, demikianlah “filosofis keluarga zaman dulu”,  sehingga  matilah api itu sebelum membesar, karena kalau api sudah besar susah untuk dimatikan, seperti pepatah: kecil jadi kawan, besar jadi lawan, maka sang jenderal ini paham benar pepatah ini sebelum jadi lawan, masih dalam status kawan api itu dimatikan sehingga tidak membakar/menghanguskan  dan merusak lebih banyak lagi

Amanlah keluarganya dalam damai sejahtera Tuhan, karena dalam aman dan damai ada itu kuasa Tuhan, sehingga dapat membangun lebih banyak lagi, dari pada jika dibandingkan tidak aman, maka yang sudah dibangun pun dirusak dan dibakarnya, tetapi dalam damai  ada kekuatan baru untuk mempertahankan/memelihara dan membangun terus –menerus; bandingkan Negara kita nkri dalam keadaan kacau dan dalam keadaan aman, lihat juga pilipi 4:6-9

KERJA BAKTI MEMBERSIHKAN SUNGAI & MENINGGIKAN JALAN

Jika ada surat edaran dari RT/RW untuk diadakan kerja bakti dalam lingkungan, maka ia selalu memotori untuk kerja bakti dalam membersihkan sungai,  sehingga dipihak rt/rw ia dikenal sebagai seorang pendeta yang turun tangan  ikut kerja bakti dalam masyarakat.

Rupanya para pendeta sebelumnya selalu terdengar kekacauan  ketika meninggalkan  jemaat pelita ini termasuk ketika ia mau masuk dan adakan serah terima juga mengalami hal yang sama bahkan tidak dikenal rt/rw karena  tidak turun tangan bersama masyarakatnya dalam hal kerja bakti

Dalam pembuatan  dan peninggian jalan sepanjang sungai  disekitar pagar  gereja katholik serta gang kecil  disepanjang pagar  gedung pelita, ia berinisiatip  dan mempunyai semangat bekerja bersama  dengan  kapten tni Pangaribuan yang didukung pula  material  yang murah atau gratis  yaitu puing – puing  kebakaran gedung  yang segera dibersihkan dan telah tertimbun hanya modal angkut dengan mobil tni au dengan tenaga inti adalah Artaban Takoy,  karena  sehabis kebakaran  dimall pondok gede  setelah  peristiwa kekacauan jakarta,  didukung pula  oleh warga jemaat dan kerjasama  dengan regio IV mupel jakarta timur dimana ia adalah ketua regio IV mupel jakarta.  Pengambilan puing ini untuk meninggikan jalan agar jika terjadi banjir  baik masyarakat maupun warga jemaat yang melintasi jalan  pinggir sungai itu terhindar dari banjir dan genangan air ketka ada kirian banjir dari bogor sana.

Hidup ini  adalah bagian dari masyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat, karena itu dimana  saja seorang pendeta ditempatkan dalam jemaat, maka ia harus  menunjukan  proforma kehiidupan dan aktifitas  kemasyarakatannya untuk membangun jemaat dan bekerja sama dengan  semua unsur  dalam masyarakat

LURAH HADIR DAN MEMBERI SAMBUTAN DALAM PERPISAHAN PDT  T H E O  DENGAN  JEMAAT PELITA

Puji Tuhan, kinerja dalam jemaat dan masyarakat ia dikenal sebagai pejuang untuk mengambil inisiatip dalam segala hal termasuk dalam kerja bakti untuk  membangun  dan meninggikan jalan sehingga berkenalan baik dengan lurah Lubang buaya

Jauh berjalan banyak dilihat, itulah  pengalamannya dan tak disangka ia  berkenalan dengan bapak Lurah , sehingga  RT/RW menyampaikan tentang kepindahannya ia datang serta minta untuk menyampaikan sambutannya sebagai lurah Lubang Buaya

Dalam sambutan lurah Lubang buaya ia mengatakan : “Jarang bertemu dengan seorang ulama/rohaniawan yang mau turun tangan dalam kehidupan bermasyarakat terutama  dalam hal kerja bakti dan membantu membuat jalan dan gang atas inisiatip murni, semoga  contoh yang baik  ini diteruskan oleh ulama /rohaniawan yl, dimana kerja sama seperti ini mahal harganya, karena sudah  terjadi secara otomatis kerukunan intern dan antar umat beragama sekaligus dengan pemerintah untuk membangun Indonesia dalam kepelbagaian ini

Hal ini ditimpali lagi dalam sambutan Pdt  C. Wairata sebagai mewakili majelis sionode gpib, yang mengingat ketika   pdt Theo berada  di jemaat gpib Banjarmasin dan membuka pos pelkes suku terasing Batu kembar, ada pembukaan kebun gpib dan yang menanam  bibit kelapa yang pertama adalah  saya, kata pdt Kor Wairata, seraya memberi semangat supaya nilai  kemasyarakatan ini seperti ini harus dimiliki oleh semua pendeta dan dikembangkan dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat untuk membangun  masyarakat Indonesia yang tercinta ini

BERSIAP – SIAP PINDAH ke TANJUNG PERIOK

Suasana  taman mini, lubang buaya, taman buah – mekar sari dan sekitarnya, itulah daerah pelayanannya selama di jemaat gpib pelita, sebelum berdirinya jemaat – jemaat baru didaerah ini, semua  ini menggambarkan  wilayah yang luas dan  hijau dalam perkembangan  kompleks perumahan baru yang sekaligus  merubah sikap dan kehidupan manusia serta masyarakatnya.

Kalau di Pelita banyak pohon, maka di Tanjung Priok banyak kapal; kalu di TMII banyak bunga di rawat tangan-tangan halus, maka di Tj. Priok banyak tali-tali kapal di tarik tangan-tangan kasar

Kini ia  bersiap –siap untuk pindah kesuatu  daerah yang bertolak belakang dengan daerah yang penuh dengan kompleks perumahan yang teratur yang dikelilingi dan diwarnai dengan suasana kehijauan; sebab disana – daerah tanjung periok dan sekitarnya terdapat parit yang berlumpur hitam, kontener yang menghiasi jalan raya dan nyamuk yang tiada habisnya bersarang diparit yang airnya hitam kelam itu, walaupun disemprot obat nyamuk semakin banyak dan  bertambah, namun daerah baru ini yaitu pelabuhan tangjung periok penuh  dengan kekurangan dan kelebihannya….kalau mau diceritakan kelebihannya cukup banyak al , kalau mau naik kapal laut selangkah saja sudah sampai, sehingga sering  rumah pastory tempat menampung keluarga yang mau  naik kapal laut dll.

Dipelabuhan ada 1001 macam ilmu kebaikan, tetapi juga ada 1001 macam ilmu kejahatan, disanalah  hidup semua orang yang bekerja dan saling mempengaruhi termasuk  anggota gereja – anak-anak Tuhan artinya dengan wewenang dan kekuasaan mereka dapat membantu /berbuat baik kepada orang lain yang tidak bisa dikerjakan  orang dan instansi lain, tetapi juga iblis dan kejahatan selalu menawarkan  semua bentuk kejahatan yang bisa mengganggu dan mau mengajak  orang pelabuhan untuk melakukannya, yang juga tak dapat dikerjakan oleh orang/instansi lainnya.

Disitu hadir anak – anak Tuhan sebagai warga gereja untuk saling pengaruh mempengaruhi dan ujian iman untuk dapat mempertahankan iman  yang sekaligus mempraktekannya dalam kehidupan bermasyarakat dan  bernegara. Disitulah hadir seorang pendeta gpib bernama  Theofilus Natumnea untuk melayani mereka yang berlayar dan berhari-hari diombang ambingkan oleh gelombang laut yang ganas, disitu juga tangan-tangan yang kasar dan kuat harus menarik tali-tali kapal dan jalan penuh dengan truk tronton & konteiner  atau dkl hari-hari mereka menghadapi suatu kehidupan yang keras, karena itu mereka sangat butuh pelayanan rohani  dari pelayan  firman Tuhan untuk menguatkan, menghibur dan menjawab mereka dalam konteks kehidupan pelabuhan, maka hamba Tuhan harus jeli melihat mendengar serta menampung, dengan mata dan telinga serta hati Yesus untuk menjawab dengan firman Tuhan secara  tepat dan  kontekstual

SERAH TERIMA JABATAN (SERTIJAB) PDT/KMJ EIRENE TG.PRIOK

Waktu terus berlalu, umur semakin bertambah, kini ia tiba diTg.priok dalam jabatan pendeta/ketua majelis jemaat gpib Eirene  untuk menggantikan adik kelasnya pendeta  Sian Lumentut yang lebih dahulu menjabat disana selama satu periode. Segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan administrasi serah terima telah dipersiapkannya, sehingga pelaksanaan serah terima berlangsung dengan baik dan lancar, tidak seperti ketika di Pelita -  Tmii yang mengalami penundaan.

Lokasi gereja berada  dpinggir belakang Batalion Arhanude, yang bersebelahan dengan pos penjagaan  bagian  belakang, sehingga  setiap  masuk kekantor  atau  kegereja  melewati pos penjagaan  batalion ini, bahkan sering terjadi  atas kerja sama gereja dengannya, maka ketika acara yang memerlukan tempat parkir yang luas, dapat dipergunakan bagian belakang batalion sebagai tempat parkir, tentu dengan persetujuan dan atas ijin pihak batalion tni  arhanude.

Disamping kiri gereja adalah pasar pagi yang semakin semarak dengan  keributan pasar sering terjadi bersamaan dengan ibadah yang sementara berlangsung di gereja.

Jemaat gpib Eirene memiliki dua gedung gereja, yaitu sola gratia yang berada dipinggir belekang batalion  atau dikenal dengan alamat  kebon  Bawang  dan Sola Fide  berlokasi 3 km arah kebarat dari kantor gereja yang masing – masing memeliki kapasitas yang berbeda  untuk menampung  umat dalam kebaktian mingggu, sola gratia lebih besar yang bisa muat 600 warga jemaat  sedangkan sola fida lebih kecil  yang menampung 350 warga jemaat

Jemaat Eirene ini memiliki nama sektor  yang tidak memakai angka romawi  tetapi memakai nama   sektor- sektor ialah : viktory, sion, silo,  Epifania, Maranatha , eklesia  dan  Btlehem.

Konsolidasi  diadakan dengan perkunjngan dari rumah ke rumah tanpa warta,  sehingga  memfokuskan diri dalam   pelayanan pertama  ini untuk mengenal warga jemaat dalam perkunjngan ini

Suasana  ibadah  dibarengi dengan  stom kapal -kapal yang akan berlayar  ketujuan masing-masing, sehingga hiruk pikuk bunyi stom dan semaraknya aktivitas  kapal-kapal dipelabuhan internasinal ini mewarnai dan menandai  suasana  iabadah   yang  disekitarnya ada gereja gpib bernaung dan beribadah

ROMBONGAN  PENDETA GMIT DIPASTORY-EIRENE TANGJUNG – PERIOK

apa yang ditemukan di lapangan sering kali berbeda dengan apa yang diatur di kantor karena itu perlu kebijaksanaan: Pdt. Theo menolong rombongan GMIT di pastori Irene

Dikala itu ada pertemuan  pendeta se GPI tentang “gereja dan masyarakat” di jemaat Menara Iman sebagai tuam rumah mewakli Majelis Sinode  GPIB, dimana Pendeta Theo Natumnea juga mengikutinya sebagai utusan  mupel  Jakarta utara.

Sehabis pertemuan  rombongan pendeta-pendeta GMIT yang berjumlah tujuh  orang pendeta ini bingung, karena sehabis pertemuan mereka segera keluar dari rumah-rumah yang menerima mereka untuk tinggal/menginap selama pertemuan Gereja  dan masyarakat yang dilakukan oleh GPI dang bib menjadi tuan rumah ini.

Sebenarnya ada perwakilan gmit di Jakarta, bahkan ketua GPI Pdt DR. Haag adalah seorang pendeta GMIT dan dosen STTh jakarta tetapi ketua GPI asal GMIT dan  perwakilan gmit pdt JhonTakain dijakarta ini tidak menampung malah membiarkan mereka, apalagi  ketua perwakilannya adalah pendeta  emeritus Jhon Takain dari GKI kwitang yang tidak pernah bekerja di GMIT tambah lagi  gerejanya tidak ada hubungan dengan GPI, maka teman-teman ini mau diterlantari kemana  ?

Pendeta Theo Natumnea mengambil inisiatip dan langkah penyelamatan untuk menampung mereka sebanyak tujuh orang pendeta, mereka  dibawa ke Pastory gpib Eirene  di Tangjung –periok, dimana pendeta Theo Natumnea ini tinggal karena ia adalah ketua majelis jemaat gpib Eirene dan jarak pastori ini yang hanya selangkah saja kepelabuhan Internasional ini.

Partory Eirene tidak dapat menampung  semua pendeta GMIT ini, karena itu dibagikan kepada keluarga – keluarga jemaat gpib Eirene yang berasal dari timor al keluarga Pasumain dan sisanya dua pendeta berada dan tinggal dipastory gpib Eirene bersama pendeta Theo Natumnea dan keluarga selama seminggu sambil menunggu kapal Dobonsolo  yang dalam pelayaran menuju Tanjung -periok untuk berlabuh, yang kalau kapal ini stoom , bunyikan  panggilan mau berangkat kedengaran sampai di pastori gpib Eirene ini.

MENJADI KOORDINATOR REGIO UTARA MUPEL DKI

didampini oleh nyora Nelly istri tercinta hampir semua regio Mupel DKI menjadi koordinator demikian juga di regio jakarta utara

Setelah meninggalkan regio timur sebagai ketua, tugas itu tidak lari dari padanya, ia dipilih sebagai ketua regio Utara mupel dki, untuk membantu aktifitas  mupel dki yang begitu sibuk dan padat itu.

Dalam status tsb. ia mulai berkonsolidasi dan mengenal jemaat-jemaat  di wilayah walikotamadya utara ini satu persatu sambil mempersatukannya dalam  program kerja seregio utara agar dapat dilaksanakan dalam kebersamaan sebagai jemaat – jemaat gpib sekotamadya utara ini

Permulaan yang baik adalah separoh keberhasilan kata pepatah yunani dan menempa besi selagi masih panas, ini adalah symbol kehidupannya, sehinngga selalu mulai dengan baik untuk mencapai keberhasilan pelayanannya, serta cepat- cepat mengambil tindakan dalam suasana yang masih hangat untuk meraih hasil sesuai tujuannya.

MEMBUKA KEBAKTIAN DOA SUBUH.

Untuk menjawab tantangan pelayanan dalam masyarakat pelabuhan yang sangat  keras dengan kehidupan lingkungannya, apa lagi  kota  pelabuhan : Tanjung Priok ini tempat pemuda/i mencari kerja pertama dengan susah payahnya dan kalau sudah berhasil apa lagi punya kedudukan dan punya uang banyak,  maka mereka memilih untuk tinggal diluar tangjung periok, maka  dapat dipahami bahwa kota pelabuhan ini tempat orang cari kerja. Disini  mereka membutuhkan  pengayoman terutama   waktu doa  untuk menggumuli hidup mereka dalam Tuhan

Dari segi pelayanan gereja , maka para hamba Tuhan harus mampu membaca tanda-tanda zaman dan  mengapresiasi  serta mencari jawaban dan  menginovasi dalam bentuk-bentuk baru  dalam pelayanan, sehingga tergali  kebutuhan mereka dan terjawab dalam  kebaktian doa subuh ini

Mereka sungguh-sungguh butuh dan  ternyata latar belakang kebutuhan   umat yang datang umtuk berdoa  meluas, bukan hanya para pencari kerja saja   tetapi juga pergumulan karena urusan rumah tangga, urusan perkerjaan, pergaulan muda-mudi , masalah  politik  dllnya

Gereja yang melayani masyarakat  harus mampu membaca tanda-tanda ini, jangan hanya rutinitas dan formalitas dalam pelayanan yang telah diatur saja tetapi  seperti Yesus datang kedalam dunia ini untuk menjawab masalah manusia yang tidak terjawab ialah dosa, maka Yesus  rela mati untuk menjadi penebus dosa  kita umat manusia ini

MENGEMBANGKAN  PELAYANAN POS  BOJONG

Ternyata penghuni  pos  Bojong  ini  adalah   warga jemaat lama,  yang berasal dari asrama tni  batalion Arhanude, mereka  termasuk  pejuang untuk berdirimya gedung gereja ” sola gracia”  Eirene, karena sudah pensiun maka diberikan  tempat supaya  meningggalkan asrama dengan baik tanpa insiden   seperti asrama  tni yl

Justru  dengan adanya pos pelayanan di Bojong   ini, maka semakin terbuka kesempatan bagi warga kristen lain  disekitarnya yang juga merantau dan  ingin bergabung untuk beribadah kepada Tuhan  dirumah Ny.  Dra  Saia , seorang ibu/janda yang punya keberanian khusus, sehingga  rumahnya menjadi tempat ibadah, sebab belum tentu  orang lain berani memberikan rumahnya untuk  beribadah !, keberanian ini berdasarkan  kebebasan beragama di Indonesia

Melihat keberanian ibu Saia ini  yang  juga  menceritakan tentang fasilitas umum untuk gedung gereja   sebenarnya  disediakan, tetapi terlambat menanganinya dari majelis jemaat Eirene dan kini menjadi kandang ayam, serta mencoba dan mencoba beberapa kali untuk  diambil  dan mau mempergunakannya, namun fasum untuk gereja itu  sudah beralih fungsi menjadi kandang ayam  tidak dapat diperoleh lagi.

Demi kerukunan dan ketentraman warga  sekitarnya  maka  hal  ini didiamkan saja,  dan melalui dukungan program jemaat  warga  pos  setempat membentuk panitia  dan  membeli sebidang tanah  dan  mendirikan  sebuah rumah ibadah yang dinamakan   ” Griya Gusti”   atau rumah Tuhan  itupun belum dapat digunakan, walaupun sudah pendekatan melalui kapolsek yang adalah anak Tuhan

Ibadah  tiap minggu dan  dua kali sebulan yang semula mendapat pelayanan dari  sektor viktori yang akhirnya dialihkan menjadi pelayanan  jemaat gpib  Eirene tangjung- priok. Memang  visi & misi gereja ialah  melayani dari yang tidak ada menjadi ada dan melayani dari yang sedikit  bertambah menjadi banyak, karena itu jangan berdoa kepada Tuhan untuk memberikan 1000 jiwa, tetapi berdoalah kepada Tuhan untuk memberikan satu jiwa sedikit demi sedikit  dan harus sabar dan tabah,  akhirnya menjadi banyak, jika Tuhan menghendakinya.

MENGAPA POS BOJONG DITUTUP ?

Gereja yang hidup adalah gereja yang siap memberitakan Injil,  dari tidak ada menjadi ada dan   dari sedikit menjadi lebih banyak anggota,  karena itu setelah melihat bahwa pos  Bojong potensial untuk masa depan, maka dikembangkan dari  bagian  sektor  viktory menjadi pos tersendiri dinamakan ” pos bojong ” . Menuju ke pos bojong ini melewati   salah satu pos petra, disitu mau menggambarkan bahwa  semua jemaat gpib berlomba  untuk  mempersiapkan pos  demi menjawab tantangan zaman, dimana  jika  perumahan  semakin padat dan warga  kristen semakin banyak, maka sudah ada pos  kebaktian,    jarak antara pos milik petra dan pos milik Eirene kira-kira    5  km   yang diprediksi akan menjadi calon  jemaat dewasa  dihari yad.

Apa mau dikata: setelah kepindahan Pdt Theo Natumnea ke jemaat  Gloria di Bekasi, warga jemaat menyampaikan bahwa  ; kasihan pos bojong yang bakal  menjadi jemaat dewasa  10 tahun yad telah ditutup oleh pdt Ria Antameng ketua majelis jemaat gpib eirene

Apa kesalahan mereka ?   Apa benar pos bojong sudah ditutup ? Kalau toh mereka salah itulah tugas dan fungsi seorang gembala untuk mengayomi, memperbaiki, mengunjungi dan memberi semangat  dan  tempat dihati seorang gembala untuk menampung aspirasi warga jemaat dan menyalurkan   melalui  visi dan misi yang pasti dan jelas untuk memperluas pelayanan jemaat, dan maju kedepan serta  ikut  bersaing secara positip dengan jemaat dan gereja yang lain

Tanah dan gedungn pos bojong kemana ? Masalah ini merupakan masalah panggilan hati nurani  dan  penginjilan gereja dan jemaat Tuhan untuk  melayani dan mengembangkan, bukan menghilangkan dan  menutup sebuah pos  ” namanya Bojong” yang sudah dirintis dan dikembangkan dengan susah payah dengan prediksi kedepan akan menjadi sebuah jemaat dewasa

Berita penutupan pos bojong ini terdengar ketelinganya, tapi ia tidak langsung percaya  kata orang dari jemaat Eirene bahwa pendeta Ria Antameng  sampai hati menutup pos Bojong, mungkin kerena jauhnya jarak tempuh sekitar 15 km, di tambah lagi  jalan berlumpur  yg berkelok-kelok dan turun naik  sekitar 10 km itu?  atau alasan apa lagi  ? Namun jika kita berpikir  sehat dan jernih , maka tangggung jawab politis dan organisatoris jemaat dibawah pimpinan ketua majelis jemaatnya;  apapun alasannya  penutupan pos bojong adalah tanggungjawab seorang  ketua majelis jemaat/pendeta jemaat dhi  pendeta Ria Antameng harus mempertanggung jawabkannya kepada Tuhan dan warga sidi jemaat, kalau dulu masih ada sidang warga jemaat

Apapun nama posnya dan betapapun berat tantangannya  adalah bagian yang integral dan tak dapat dipisahkan dari jemaat Eirene,  yang sesungguhnya harus dipertanggung jawabkan  secara horisontal dan vertikal, sebab  jika menutup  sebuah pos  bukan mengembangkan dan melanjutkannya,  maka akan mengurangi dan menghilangkan  integritas  sebagai hamba Tuhan   yang tugas pokoknya untuk mencari  dan melayani jiwa-jiwa yang hilang dan jauh  bukan  mengeluarkan dan adakan   pemutusan hubungan pelayanan,  sebaliknya yang jauh,  hilang, sakit, belum sadar, dicari dan dicari,  untuk dibawa kepada Tuhan Yesus gembala yang baik   yang  telah mati untuk dosa-dosa kita dan yang datang untuk mencari orang berdosa, supaya  barang siapa yang percaya  kepadaNya  akan diselamatkan .

Karena itu Pendeta Theo berdoa dan  mohon dengan setulus-tulusnya untuk pos bojong yang telah ditutup itu dibuka kembali, agar terus ikut bersaing dengan  pelayanan gereja dan jemaat yl, kita percaya    suatu ketika analisis kita  10-15 tahun  yad  atau pada waktu Tuhan  lambat atau cepat  akan menjadi perumahan yang padat dan  disitulah  terkonsentrasi  warga jemaat sehingga menjadi  jemaat  yang dewasa !Doa : Ya  Tuhan bukalah kembali pos bojong dan ampunilah mereka yang telah menutup pos bojong ini  terpujilah Tuhan Yesus  amin

MENJADI WAKIL KETUA MUPEL JAKARTA UTARA.

Mupel pertama di Jakarta utara adalah Pdt. Mandik dan Pdt Theo sebagai ketua dan wakil ketua untuk memimpin jemaat-jemaat Jakarta Utara

Ternyata semua regio yang terbagi diseluruh jadetabek ini adalah embrio untuk terciptanya mupel – mupel baru, tidak terkecuali yang terjadi di Jakarta utara ini,  turut dipersiapkan menjadi musyawarah pelayanan  (mupel) Jakarta utara…yang merupakan jawaban pergumulan mupel dki, sejak ia menjadi ketua regio selatan

Dalam pemilihan pengurus mupel Jakarta utara, ia terpilih menjadi wakil ketua mupel Jakarta utara mendampingi pdt Mandik sebagai ketua mupel.

Kiprahnya bersama anggota pengurus yl untuk memberi warna bagi kehadiran sebuah mupel baru dan terkecil, sehingga mendapat jelukan dari pendeta Sompotan sebagai sekretaris umum majelis sinode gpib,  ketika meresmikan mupel Jakarta utara dan melantik pengurus mupel Jakarta utara ini ia mengatakan : “ mupel Jakarta utara ini kecil-kecil tapi cabe-rawit”, mupel ini cukup menggigit dan membuat pedas gigitannya itu dalam penampilannya

Mereka diawaki seorang sekretaris yang militan, lihai dan fleksibel ialah pdt  Manuel Raintung  yang  mempunyai banyak ide yang inovatif  bersama pengurus mupel ylnya membuat pembinaan karyawan jemaat semupel Jakarta utara untuk menambah wawasan bagi para pegawai gereja dalam bekerja dan bertemu dengan banyak orang dengan baik dan manis dlsbnya.

MERAYAKAN HARI BAHARI DALAM IBADAH SYUKUR.

Para pelaut dan mantan pelaut bersama keluarganya sangat beryukur adanya ibadah hari bahari ini, mengingat teman-temannya, suaminya, ayahnya yang sementara berjuang melawan ombak yang ganas untuk dilewatinya, kenang seorang mantan pelaut seusai ibadah hari bahari ini.

Keluarga pelaut senang sekali mengikuti ibadah hari bahari dan mendoakan para suami yang sedang berlayar di GPIB Jemaat Irene DKI

Memang panggilan mereka untuk bekerja ialah dilaut sebagai pelaut yang handal untuk berjuang mencari nafkah bagi keluarganya, yang tak jarang terjadi kecelakaan, kematian , kehilangan yang menimpa mereka yang sementara  melayari lautan lepas dengan resiko yang tinggi.

Disisi lain juga  mereka membawa  nama republik Indonesia dan bendera merah putih menjadi kesaksian hidup kepada negara, bangsa, dan warga Negara lain, bahwa warga Negara Indonesia dapat bekerja dan melayani bangsanya serta bangsa yang lain  didunia bahari yang adalah suatu berkat Tuhan tersendiri, dimana nkri ini juga terdiri dari 2/3  wilayahnya adalah lautan.

Untuk itu, tepatlah kalau gereja  mengenal pergumulan umatnya dan menjawab dengan  mengadakan kebaktian  syukur hari bahari, sehingga hari itu adalah hari yang khusus bagi pelaut dan keluarganya, minimal sang isteri dan anak menelepon dan menginformasikan berita ibadah hari bahari ini kepada  mereka yang berada dilepas pantai dan lautan  lepas  samudera raya akan dikuatkan imannya dalam menjalani tugas  baharinya itu.

PASTORY EIRENE DIAPIT OLEH EMPAT BUAH  KAFE.

Sejak pukul 17.00 hiruk pikuk, mundar mandir petugas kafe yang sering kali melewati pastory dimana ia tinggal, dan tak jarang terdengar lagu rohani, sambil berjalan bernyanyi tanda bahwa ia adalah orang Kristen.

sering terusik dengan bunyi musik yang menggetarkan sendok dan garpu di Pastori Irene

Bahkan ada kafe yang bernama “ tou mou tou” berada pada deretan pastory arah timur kira-kira 75 meter dari pastory, sehingga dimalam hari suasana sekitar pastory seperti pasar malam, para premanlah yang menguasai sekitar halaman dari radius 75 meter lingkaran kafe-kafe itu.

Kebaktian dalam kafe pernah diadakan karena salah satu pengurus kafe kehilangan anggota keluarganya untuk selama – lamanya atau meninggal dunia, dimana pengurus itu adalah warga jemaat eirene tanjung periok

Pelayanan rohani juga diadakan, gereja dan para pelayannya memperhatikan mereka, sesuai dengan kebutuhan rohani dan pelayanan kepada mereka sebagai umat Tuhan

Pada suatu malam terjadi keributan didepan pastori yang dapat ditonton dan didengar dari lantai dua pastory, dari dua pemuda  yang setengah berteriak mau saling menikam dengan pecahan botol bier, siwanitanya  datang  melerai dan memeluk mereka dan mengatakan “ingat Tuhan Yesus” …berarti  mereka adalah orang Kristen.

Inilah kenyataan dan situasi jemaat pelabuhan yang keras dan kaku, karena pelaut-pelaut itu haus akan hiburan, dimana rohaninya kering, mereka diombang ambingkan gelombang laut siang dan malam, sehingga  ketika mereka turun kedarat wajar mencari hiburan kata seorang pelaut, tuturnya sembari membela rekannya  yang pesta  dikafe – kafe ini

Dari suasana itulah maka majelis jemaat gpib eirene menjawab  kebutuhan rohani ini dengan   membuka ibadah hari minggu malam jam 19.00 wib, untuk menjawab masalah  dan pergumulan mereka ini dan ibadah  jam 19.00 ini  gedung  gereja penuh karena banyak pelaut yang turun dari kapal ketika bersandar dipelabuhan internasional tanjung periok, bahkan tak jarang ada koor dan vocal group dari pelaut yang melapor untuk memuji nama Tuhan dalam ibadah minggu sebagai kesaksian dan pujian kepada Tuhan.

Dipublikasi di Uncategorized | 7 Komentar

Seri V: DARI BANTEN KE BATAVIA I ( T M I I & LUBANG BUAYA )

MENJADI KOORDINATOR REGIO I – SELATAN – MUPEL DKI.

Dalam posisinya sebagai ketua majelis jemaat gpib filadelfia – bintaro jaya,  ia dipilih menjadi  koordinator regio I – selatan  – mupel DKI – Jakarta.

Tidak menyia-nyiakan kepercayaan Mupel untuk menangani regio I (Jakarta Selatan) Mupel DKI dalam membantu pengurus mupel DKI yang begitu sibuk

Kedudukan ini  diberlakukan untuk membantu badan pelaksana (bp) mupel DKI yang wilayahnya  luas dan aktivitasnya yang padat, sehingga sering tak dapat dijangkau oleh BP MUPEL DKI  Jakarta ini

Ditengah tengah kesibukannya sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib  filadelfia, ia menyempatkan waktu untuk mengkoordinir jemaat – jemaat gpib se-regio I selatan ini.

Bersama ibu-ibu pendeta seregio selatan untuk  megunjungi pendeta-pendeta yang mengalami pergumulan berat dan untuk sementara non aktif dari kedinasannya, dimana  mereka berdomisili didaerah selatan  ini,  yang otomatis ia hanya menerima gaji pokok saja karena tidak berdinas.

Menghadiri pertemuan mupel untuk mengembangkan mupel dki menjadi beberapa mupel, tapi masih berat tantangannya, karena sudah enak  menjadi satu mupel   se dki-Jakarta bahkan termasuk tangerang,  bekasi  .

Membuka dan mendoakan  pertandingan bola basket gp seregio selatan, untuk mempererat hubungan tali  silaturahmi antar anggota gp seregio selatan ini.

MENGIKUTI  P 4  TINGKAT   N A S I O N A L

Dalam menjalankan tugas sebagai pendeta GPIB  yang siap ditempatkan  dimana saja, dimana wilayah gpib ini hampir 2/3  dari Indonesia, maka perlu wawasan nasional.

Salah satu wawasan  nasional  yang  memberi pemahaman kepada setiap warga Negara Indonesia ialah pancasila dan uud’45. Untuk mengenal lebih jauh tentang  pancasila, maka setiap warga Negara Indonesia diharuskan untuk mengikuti p4.

bertemu dengan para utusan daerah al: Dandim, Kapolres, Danlanal, Sekwilda, dll. untuk menyamakan persepsi nasional dlm melayani masyarakat

Selama ia bertugas di Kalimantan selatan, tepatnya di jemaat gpib  maranatha  Banjarmasin, ia sudah mengikuti p4 tingkat propinsi …40 jam, dimana disana  belajar mengenal orang lain utusan dari kabupaten kota dan bersama –sama  berdiskusi tentang kepelbagaian suku, agama dll di Indonesia  tercinta ini…yang adalah bersama punya kepentingan untuk memelihara persatuan dan kesatuan Negara  Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta ini

Kini untuk meningkatkan pemahaman lebih  berdaya guna dan berhasil guna serta lebih luas lagi, maka gpib mengutusnya bersama-sama  dengan beberapa pendeta yl untuk mengikuti p4 tingkat nasional selama 144 jam….18 hari

Disana bertemu teman-teman utusan berbagai instansi dari propinsi seluruh Indonesia, ada yang berstatus Dandim, kapolres, Danlanud, Danlanal, asisten gubernur bahkan sekwilda, juga isteri menteri dllsbnya.

PENDETA THEO BERADA DI KELAS  NUSA – III- P4 TINGKAT  NASIONAL.

Dikelas ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari utusan semua daerah dan instansi, baik pemerintah maupun swasta, untuk menyamakan pandangan/persepsi nasional sebagai pemimpin dan calon pemimpin yang dipercayakan instansinya.

Menambah wawasan nasional bersama teman-teman utusan daerah untuk memberi warna pancasila dan UUD 1945 di instasinya masing-masing

Tentu ada suara yang sumbang tentang pancasila, tentang persatuan nasional dan  sebagainya, tetapi justru dengan adanya suara itu ada waktunya untuk  analisis, refleksi dan penyamaan  pandangan, sehingga mereka yang keluar dari p4 tingkat nasional ini sudah memiliki kemapanan dan kemantapan  cara berpikir, berinterkasi dan memandang untuk berkorelasi dengan  memberi inspirasi positip pada  relasinya, siapapun orangnya  akan saling mempengaruhi dan membangun  dengan wawasan nasional  dalam konteks Negara kesatuan Republik Indonesia ini yang berazaskan pancasila dan UUD’45.

Pendataan daftar hadir baik mulai masuk jam 08.00 maupun keluar jam 16.00 sangat ketat untuk mendapat kondite, selain dalam pelajaran dan berinteraksi dalam diskusi serta penyampaian materi makalah,  jika ada yang sakit atau halangan satu hari saja, maka dipandang gugur dan ia harus ulang dari pertama, jika mau mengambil sertifikatnya.

Tiba-tiba ada nota  yang bunyinya sangat mengagetkan tetapi membanggakan : pa  pdt Theo yth “nanti presentasi  materi saya, jangan terlalu banyak dikomentari, nanti jika tanggapan kurang pas nanti nilai plusnya kurang untuk calon manggala, saya  dipersiapkan untuk itu “ terima kasih pa…pendeta Theo.”.! nota ini datangnya dari teman baik. Letkol TNI AU Joko Petrus, Komandan Lanud El Tari – Kupang – NTT.

Dengan adanya nota ini pendeta Theo menahan diri dalam komentar-komentarnya, ketika ia mempresentasikan materinya dan….betul selain dia adalah  peserta yang cukup menonjol dikelas nusa, hasil presentasi makalahnya ini, ia terpilih menjadi calon manggala…sedangkan Pdt Theo kurang  satu poin untuk calon manggala tetapi ditetapkan menjadi  pembina  P 4 tingkat propinsi

Tetap berkawan baik dengan pak Joko Petrus ini  setelah usai  mengikuti P4 tingkat Nasional. Saling berkomunikasi ketika  ia selesai manggala  di Bogor dan kembali ke Kupang NTT…pindah ke Pekanbaru sebagai Komandan lanud  dalam pangkat Kolonel .dan sampai pindah ke Madiun dan Jakarta dalam  pangkat  Brigjen TNI AU   atau Laksma TNI AU

BERSAMA YAYASAN DIASPORA, MEMBANTU MEREKA YANG  PUTUS SEKOLAH

Cara pandang berdasarkan visi dan misi Yayasan Diaspora

Salah satu pelayanan yg mulia  :  memperhatikan anak-anakputus sekolah  untuk melanjutkan studinya sampai tamat

ini hanya sederhana saja,  yaitu melayani dan melayani mereka yang perlu dilayani dalam kebutuhan yang mendasak, urgen dan perlu diselamatkan dari  keterpurukan & ketidak mampuan untuk mencapai tujuan akhir perjuangannya

Pasti menggembirakan dan memuaskan, mereka yang tidak bersekolah  selama ini, karena berbagai hal terutama masalah bayaran sekolah dapat diselesaikan dan dituntaskan, sehingga ia kembali sekolah lagi.

Melayani dan membantu beberapa anak  putus sekolah, sehingga mereka  dapat melanjutkan sekolahnya dengan baik, memang harus hati-hati, karena ada yang dapat saja salah gunakan niat baik Yayasan  Diaspora ini dengan cara menguntungkan diri sendiri. Tapi Puji Tuhan Yesus, banyak anak diselamatkan dari  kehilangan masa depan mereka, menjadi  ceria dan bersemangat lagi

PENDETA NITTI DARI GMIT DIBANTU OLEH  “DIASPORA”  SELESAIKAN  DESERTASINYA.

Selamat pagi pa Pdt Theo. Apa khabar ! selamat pagi juga pa pdt  Nitti, khabarnya baik saja………..

Menolong/-melayani mereka dengan tulus untuk menolong dan melayani  banyak orang

Saya ada perlu  sedikit  pak   pendeta :  kalau ada jalan… ada yang mau bantu saya untuk   menyelesaikan  kuliah S3 di STT jakarta…tinggal desertasinya yang sementara digumuli saat ini untuk diselesaikan….ada hambatan soal keuangan yang belum cukup untuk menyelesaikannya

Pagi itu sangat cerah, sehingga pdt Theo mengambil telepon dan berbicara dengan ketua yayasan  Diaspora  bapak pen. Nico Semen, ia dengan gembira menerima dan merespons berita pa Pdt Nitti dari GMIT – Kupang NTT ini dan siap serta sanggup untuk membantunya melalui yayasan diaspora.

Seperti  gayung bersambut, prosesnya  begitu lancar dan singkat, sehingga dalam waktu hanya dua minggu realisasinya mulai berjalan namun penyaluran bantuan dananya  perbulan, sehingga  menambah semangat bagi sang pendeta gmit ini untuk menyelesaikan desertasinya dalam rangkaian studi S3 nya di STTh jakarta ini.

Puji Tuhan  tidak sampai setahun, pendeta Nitti dalam semangat yang luar biasa  dapatkan penyaluran dana dan menyelesaikan studi S3 nya tepat pada waktunya, untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan dimana ia kembali mengabdikan diri di gmit Kupang – NTT.

Terima kasih pa pdt Theo, terima kasih  pa Pen Nico Semen dengan yayasan Diaspora-nya  yang sangat menolong saya dan boleh selesaikan tepat pada waktunya studi S3 saya, dan… selamat tinggal, karena saya akan segera kembali ke  gmit Kupang – NTT  untuk melaporkan diri  dan mengabdi disana.

KULIAH DI U.T. FISIPOL – ADMINISTRASI.

Untuk menambah wawasan, maka ditengah – tengah kesibukan pelayanannya,  ia menyempatkan  diri  untuk mendaftar sebagai mahasiswa universitas Terbuka, fakultas Sosial – politik  jurusan administrasi.

Ia

memahami dan mendalami disiplin ilmu lain: Fisip UT untuk menambah wawasan pelayanan dalam menghadapi warga jemaat …yg berbeda-beda latar belakangnya…….. tertarik untuk menambah wawasan kuliahnya di  Universitas terbuka ini, karena sistim belajarnya mandiri, memang ada tutor yang siap membimbing  sejumlah mahasiswa yang tergabung menjadi satu kelas, tetapi ia memilih tidak bergabung dalam kelas tutor itu karena terlalu sibuk dalam pelayanan di jemaat gpib filadelfia ini; Untuk itu ia memilih hanya membeli buku paket sesuai petunjuk dalam  kurikulum semester itu di koperasi  UT dan  ia belajar sendiri secara mandiri.

Hal ini didukung oleh majelis jemaat gpib filadelfia cq pimpinan harian majelis jemaat (phmj) filadelfia, baik secara keuangan, maupun pengertian kesempatan karena waktu pelayananya tidak terganggu, tinggal bagaimana mengatur waktu  tersendiri untuk melayani sambil belajar secara mandiri itu.

Kuliah sistim jarak jauh yang ditempuh pdt Theo ini dilaksanakan dengan kesempatan seadanya, namun ia bisa mencapai  100 sks sebelum pindah dari jemaat gpib  filadelfia bintaro jaya.

KELAS KATEKASASI JARAK JAUH

Berdasarkan pengalaman kuliah jarak jauh yang ditempuhnya di universitas terbuka dan mendengar keluhan-keluhan mereka yang belum sidi walaupun punya kerinduan untuk belajar,

sibuk seperti seorang pilotpun dapat diselamatkan melalui kelas katekisasi jarak jauh untuk diteguhkan menjadi warga sidi jemaat

tetapi karena kerja maka sukar untuk mengambil waktu belajar bersama di kelas, maka ia membuka kelas jarak jauh untuk menjawab masalah mereka ini

Kepada mereka itu sudah disiapkan map paket pelajarannya dikantor, dan  semua yang mendaftarkan diri diwajibkan untuk membeli paket tsb, kemudian bertemu dengan pdt Theo untuk menerima pengarahan

Beberapa dari antara mereka kerja dilaut sebagai pelaut dengan frekwensi turun kapalnya itu tidak menentu, namun jika mereka turun, maka ia melaporkan diri untuk diadakan konsultasi, pembinaan dan evaluasi

Seorang penerbang Merpati  yang bernama Nikolas Daud juga lulus dan disidi dengan cara ini,  sehingga jadwal tugas penerbangannya tidak terganggu, tetapi ia dapat selesaikan pelajaran kelas katekasasi jarak jauh  ini dengan baik…dan diteguhkan  menjadi anggota sidi jemaat gpib filadelfia Bintaro – jaya.

KALAU HARI INI SAYA TIDAK SIDI………!

Kata seorang bapak pensiunan pertamina, ia mengekspresikan kegembiraanya pada waktu bersalaman  sesudah ia disidi dan berkata “ kalau hari ini saya tidak sidi, maka saya  orang yang paling ketinggalan dalam keluarga, karena hari ini juga anak saya yang bungsu di sidi di jemaat gpib Paulus” , berarti dia….. sidi baru  yang  pensiunan ini tidak menghadiri peneguhan sidi anak bungsunya, demi  menerima peneguhan sidi bagi dirinya, sehingga mendapatkan status  warga sidi jemaat, walaupun sistim belajarnya secara jarak jauh.

Kalo hari ini saya tidak sidi, saya adalah orang yang paling terbelakang secara rohani, karena hari ini juga anak saya yang bungsu diteguhkan  sidinya di GPIB Paulus

Puji Tuhan bahwa sistim belajar jarak jauh yang diterapkan oleh  pdt Theo Natumnea ini, dapat menolong dan menyelamatkan banyak orang baik  yang usia  lanjut, sangat sibuk, kerja di laut dan udara serta  kerja  diluar negeri  seperti Arab Saudi dlsbnya, sehingga mereka  bisa menerima pendewasaan iman dan sidi sebagai anggota penuh  dalam gereja / jemaat sebagai orang percaya sesudah melalui saringan ujian tulis dan lisan  sebagai  evaluasi  paket pelajarannya sebelum menerima peneguhan sidi

JALAN PAGI DENGAN PAK TONY WAWORUNTU

Salah satu hoby yang  tidak pernah dilupakan, termasuk jenis olah raga yang murah dan meriah ialah berjalan kaki pada pagi hari apakah seminggu sekali atau dua kali atau seminggu tiga kali ? tergantung  keadaan capek dalam pelayanan atau tidak pada heri kemarinya.

Sudah Janjian: “kalo beta bangun duluan, gedor pintu rumah pak Toni, kalo beta masih tertidur pak toni gedor pintu pastori bangunkan pdt Theo: Ayo bangun jalan Pagi, sudah jam 05.00

Di bintaro jaya ia berteman  jalan  yang sama semangatnya yaitu  bapak Tony Waworuntu yang adalah ketua II phmj, dimana rumahnya berdekatan dengan pastory jemaat gpib filadelfia  pdt Theo berdomisili itu

Dikatakan sama semangatnya karena  bergantian memanggil, ada kalanya ia yang memanggil Pdt Theo,  adakalanya pdt Theo yang menggedor rumahnya, bergantian, siapa yang bangun duluan di pagi subuh jam 05.00 itu

Sambil berjalan bercerita tentang apa saja, terutama tentang perkembangan pelayanan gereja Tuhan yang sedang dilanda  kehidupan berjemaat yaitu gereja kharismatik, jika dibandingkan dengan gereja-gereja kita yang  bersifat  orthodox. Bahwa semua perkembangan ini menjadi pelajaran dan cemeti  bagi kita untuk mencermatinya dan mengevaluasi ulang jemaat kita yang tumbuh bersama  dikota Jakarta  khususnya bintaro jaya ini

MELAYANI  PDT PROF. DR. J.L.CH ABINENO

dalam usia tuanya menjadi warga jemaat philadelfia, dimana pendeta-KMJ nya adalah anak kampung dari Baun juga. tempat kelahiran Prof. DrJ>L>Ch. Abineno

Dalam usia  tua, mereka  mendaftarkan diri sebagai warga jemaat gpib Filadelfia Bintaro – jaya, salah satu tokoh nasional  di bidang gereja, theologia dan masyarakat Indonesia ini

Siapa yang tidak kenal dengan nama besar  Prof.DR J.L.Ch. Abineno, dalam  buku-buku theologianya yang semakin banyak dan mendunia, karena itu setiap kali kunjungan kerumahnya untuk berdoa, ketika mau pulang , dihadiahkan dua …tiga buku… katanya “ ini baru terbit di BPK  gunung mulia.”

Ia sangat senang, …karena diberinya pelayanan untuk membina anggota majelis jemaat gpib  filadelfia dengan tema-tema yang  ada kaitannya dengan buku-bukunya  dan  pelayanan  di jemaat filadelfia Bintaro- jaya ini.

Melayani perjamuan kudus  kerumahnya, sehabis perjamuan kudus di gereja, untuk memberi semangat   dan memang  haknya untuk mendapat pelayanan saat ia sedang sakit dan tak dapat berjalan jauh untuk mengikuti perjamuan kudus di gereja…bahwa ada waktunya untuk melayani, tetapi juga ada waktunya pula untuk dilayani.

Setiap bertemu dalam pelayanan selalu ada nasehat seperti seorang bapa dengan anaknya, maka bapak yang ahli  theologia dan penggembalaan ini sederhana dan berwibawa dalam penampilannya yang didampingi tante  Beth Abineno isteri tercinta yang  selalu senyum tawa, kalau cerita mengenai timor … Amarasi….. khususnya …Baun..kampung halaman  kedua pendeta ini  tempat  mereka dilahirkan dan dibesarkan dalam suasana  damainya  desa yang alamaiah itu

KETIKA PDT PROF.DR.J.L.CH ABINENO DIMULIAKAN TUHAN.

Walaupun ia adalah tokoh nasional,

Ia mengajarkan pelayanan pastoral yang kemudian dipakai untuk melayaninya dihari tua sampai dimuliakan Tuhan

tapi status keanggotaan gerejanya adalah warga jemaat gpib filadelfia bintaro-jaya, ketika ia  dimuliakan Tuhan maka  segala sesuatu diatur dan dikoodinir oleh majelis jemaat gpib filadelfia, dimana ketua majelis jemaatnya adalah Pdt Theo Natumnea anak dari kampungnya sendiri

Memberi kesempatan untuk memimpin kebaktian penghiburan baik siang maupun malam kepada beberapa instansi al:  PGI, STTh Jakarta, LAI,… GMIT…. dllnya  untuk mengambil bagian dalam pelayanan dan penghormatan terakhir kepada kekasih kita ini, yang sangat disayangi  oleh semua  instansi tsb diatas  karena ia  pernah ambil bagian dan memimpin, melayani  serta  punya  figur kebapaan  ini.

Ketua Ikatan keluarga  Amarasi (Ikarasi) jakarta  bp Hengki Kote dalam sambutannya  menguraikan sepak terjang  ikarasi, karena adanya tokoh-tokoh  orang Amarasi di Jakarta ini  dan puji Tuhan  dimuliakannya  Pendeta Prof DR  J>L>Ch Abineno dijemaat Filadelfia Bintaro- jaya ini  juga pendeta/ketua majelis jemaatnya pdt Theofilus Natumnea  adalah  anak amarasi & anggota Ikarasi atau semuanya berasal dari kecamatan Amarasi di Jakarta ini.

Demikian juga sambutan dari Pen Toni Waworuntu a/n majelis jemaat gpib filadelfia menyampaikan semangat kebapaan beliau selama membina  jemaat ini, supaya ada roh persatuan dan kesatuan dalam persekutuan, pelayanan dan kesaksian  jemaat gpib filadelfia ini.

Ibadah pemakaman di tanah kusir dilayani oleh ketua majelis sinode gmit pdt DR Toby Fobia, … menutup terakhir liang lahat dengan selembar kain tenun timor yang lebar dan berwarna-warni mau mengatakan: “selamat jalan putera timor-amarasi , pejuang gmit dan gereja Indonesia, Tuhan memberkati dan bersamamu amin “

DUA ORANG TERPILIH DI MAJELIS SINODE GPIB DARI FILADELFIA

Mungkin pertama kali dalam sejarah gpib, atau  jarang terjadi,  bahwa dua anggota majelis jemaatnya  terpilih sekaligus menjadi anggota majelis sinode gpib yaitu Pen. Tony Waworuntu  dan pen Nico Semen

jarang terjadi, tapi itulah kenyataanya dua presbiter philadelfia terpilih menjadi majelis sinode GPIB

Memang orang kenal pergumulan jemaat gpib filadelfia, sehingga terangkat kepermukaan dan figur kedua  anggota majelis jemaat gpib filadelfia ini juga punya nama yang sudah dikenal di kalangan gpib.

Dalam pemilihan anggota majelis sinode gpib, pen Toni waworuntu terpilih menjadi  ketua II serta pen Niko Semen terpilih menjadi Bendahara, suatu hal yang luar biasa terjadi dalam satu persidangan sinode gpib, tetapi itulah kenyataannya yang terjadi dan menggembirakan di jemaat filadelfia ini

Dalam ibadah syukur bersama pendeta Theo  sudah  mereflesikan dan memberikan suara nubuatan, bahwa Tuhan punya rencana yang baik bagi kedua kekasih kita ini, bahkan akan terjadi lebih heran lagi diwaktu yad untuk dipakai Tuhan pada instansi lain yang lebih  besar dan luas lagi agar menjadi berkat bagi banyak orang untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan

Hal ini membuat komunikasi jemaat gpib filadelfia dengan majelis sinode  gpib menjadi  semakin akrab untuk menyelesaikan segala  bentuk pelayanan dan pergumulan  untuk menjawabnya semakin jelas dan ringan…seperti pepatah “ ringan sama dijinjing, berat sama dipikul “, sehingga jemaat gpib  filadelfia  mengangkat mata dan membuka telinga untuk melihat dan mendengar keluhan pelayanan dari jemaat kecil seperti jemaat Koba dan jeamaat Taboali di pulau Bangka serta mengadopsi dan membantu tanggung jawab keuangan dalam pelayanan kedua jemaat ini

RAPAT DENGAN Ir CIPUTRA UNTUK  GEDUNG GEREJA  FIADELFIA.

Diundang rapat beberapa kali untuk urusan gedung gereja  milik yayasan pembangunan jaya yang dipergunakan oleh jemaat gpib filadelfia, jemaat advend hari ketujuh dan jemaat gpdi-pentakosta.

kata Ir. Ciputra, “kalo jual gedung gereja berdosa!, tetapi berikan cuma-cuma kepada jemaat GPIB Philadepia juga berdosa, …karena itu kami berikan dengan catatan ada kewajiban ikut membangun gereja baru di sektor IX

Yang diundang rapat hanya majelis jemaat gpib filadelfia adalah penanggung jawab dan pemakai utama gedung ini, yang   mengurusi gedung ini sejak diserahkan  oleh ciputra kepada gpib untuk dipergunakan, karena satu-satunya gedung gereja di  perummahan Bintaro jaya ini.

Tentu  melalui perjuangan yang panjang dan  dengan kearifan yang baik dan berhikmat dari Tuhan baik memakai pihak pembangunan jaya dan Ir Ciputra sendiri serta pihak gpib ysng diwakii team  tiga serangkai ini yaitu Pdt Theo Natumnea, pen Ny suwarno dan Dkn ny Sisca wagey sebagai alat Tuhan, semua harus sadar bahwa semua ini datangnya dari Tuhan…untuk hormat dan kemuliaan bagi namaNya.

Bersama dengan pen ibu suwarno dan dkn  ibu Sisca wagey mereka bertiga sebagai team  a/n majelis jemaat gpib filadelfia dipanggil oleh pihak ciputra dan pembangunan jaya untuk mengadakan rapat secara marathon tentang status gedung gereja bintaro ini

Ir ciputra menyampaikan bahwa gedung gereja ini milik yayasan pembangunan jaya, dan kini yayasan pembanguna jaya berniat untuk membangun sebuah gedung gereja lagi di wilayah bintaro jaya sektor VII, untuk itu mau dikemanakan gedung gereja yang berlokasi di sektor III ini

Kata Ir ciputra : “kalau mau dijual kepada gpib rasa berdosa, karena gedung gereja tidak boleh diperjual –belikan….tetapi kalau diberikan secara cuma-cuma  kepada gpib juga rasa berdosa, karena nanti warga jemaat ini dinina bobokan, tanpa berjuang, tanpa berusaha  sudah memiliki gedung gereja, karena itu dikala  kami membangun gedung gereja baru di sektor VII, maka  jemaat gpib filadelfia diberikan beban / kewajiban  menanggung biaya untuk turut membangun gedung gereja baru itu sebesar Rp 600.000.000 dengan catatan  gedung gereja  bintaro lama  yang  berlokasi di sektor III bintaro- jaya ini diserahkan kepada  gpib menjadi miliknya”

Hal ini  tentu diterima dengan sukacita oleh tiga serangkai utusan/ team majelis jemaat gpib Filadlfia ini yaitu Pdt Theo Natumnea, pen ny, Suwarno dan dkn Ny Sisca Wagey dan dilaporkan kepada phmj  filadelfia serta pleno untuk segera mencari dana tsb…dalam rangka melunasi kewajibannya

Rapat bersama dengan ciputra dan  beberapa direktur pembangunan jaya  secara terpisah  ini bukan hanya sekali, tetapi berlangsung beberapa kali, kadang-kadang diadakan rapat dikantornya  diBintaro jaya bahkan beberapa kali rapat  dengan ciputra di kantor pembangunan jaya  sudirman, sehingga akhirnya rapat marathon ini berlangsung kurang lebih setahun sambil mereka mengukur kemampuan dan keseriusan pihak gpib untuk melunasi kewajibannya yaitu  tekad untuk turut membangun gedung gereja  baru di sektor VII  bintaro jaya ini

Puji Tuhan, akhirnya pelunasan  dari waktu ke waktu berjalan terus sampai mencapai pelunasan lebih dari sebagian yaitu Rp 400.000.000  karena Tuhan membuka  jalan bagi warga jemaat filadelfia sebelum  kepindahan pdt Theo Natumnea.

PEMISAHAN DENGAN GEREJA ADVEN & PENTAKOSTA…BINTARO –J A Y A.

Berita  ini tersebar begitu cepat tentu disertai surat

gedung gereja itu menjadi milik GPIB Filadelfia, maka gereja Advent dan GPDI pindah kelokasi yang lain

pemberitahuan tentang pemilikan gedung gereja ini, sehingga gereja advend hari ke tujuh memisahkan diri dalam pemakaian gedung ini kerena mereka sudah memiliki gedung sendiri atas upaya dari pada  warga jemaat advend.

Demikian juga jemaat gpdi-pentakosta yang masih bertahan beberapa lama, walaupun sempat berkeras dalam hal pemakaian gedung gereja bahkan menempelkan  rambu – rambu gereja pentakosta didepan jalan besar,  namun mereka menyadari bahwa gedung ini bukan lagi milik yayasan pembangunan jaya, tetapi sudah menjadi milik gpib, maka merekapun mencari jalan untuk memiliki gedung gereja tersendiri, sehingga akhirnya  puji Tuhan, jemaat gpib filadelfia sebagai pemakai utama gedung gereja bintaro ini menjadi pemilik gedung ini…melalui suatu proses yang sulit dan panjang untuk menyadarkan jemaat gpib filadelfia, bahwa bergumul, berjuang dan memiliki  sebuah gedung gereja itu tidak gampang…harus berjuang  keras dan disertai pengorbanan..yaitu ikut membangun gedung gereja di sektor VII bintaro jaya…dengan kewajiban menyumbangkan  dana  Rp 600.000.000 itu

Hal ini membuat proses pemilikan gedung maupun pemisahan gereja adven dan gereja pentakosta yang turut memakai gedung ini berjalan dengan baik dan lancar, sehingga tidak terasa  gedung  gereja  milik yayasan pembangunan Jaya ini sah menjadi milik gpib yang dipergunakan oleh jemaat gpib filadelfia bintaro jaya tanpa menimbulkan efek dan gejolak sosial lainnya.

FILADELFIA MENERIMA PDT H ONGIRWALU DALAM  RANGKA  PEMULIHAN.

Sesuai pendekatan majelis sinode gpib dan diteruskan dengan surat tentang pemulihan, sesuai percakapan  dengan pdt Ongirwalu bahwa ia setuju untuk diadakan peninjauan ulang terhadap dirinya untuk pemulihan dari sk pemecatannya karena tidak melaksanakan mutasi ke Surabaya.

MS menegaskan GPIB Filadelfia menjadi tempat pemulihan Pdt. Ongirwalu dari status Quo

Majelis jemaat mempersiapkan  rumah, karena pastori milik gereja hanya satu  yang ditempati oleh pendeta/ketua majelis jemaat Filadelfia pdt Theo Natumnea, maka untuk pastory II dikontrakan rumah disektor V bintaro jaya,  yang  telah diisi dengan kursi tamu, sofa, kulkas dlsbnya sebagaimana keperluan keluarga tsb.

Bersama Pdt.Ongirwalu dalam kunjungan orientasinya, melihat pastori II tsb dan menyerahkan kunci untuk siap ditempati  dan mengisi barang-barangnya dalam  status pemulihan tsb, tentunya sebelumnya “berdoa bersama dengan team majelis jemaat” yang bertugas untuk mempersiapkan segala sesuatu tentang pastori II ini. Adapun  anggota team tsb al.  pen ibu Tuapatinaya, pen Laduu muda dan  bapak Kace Lilipaly mewakili  bppj jemaat  gpib filadelfia bintaro – j a y a.

Menunggu dan menunggu… sang pendeta tidak kunjung datang….pastori II pun berdebu dari hari ke hari bahkan berminggu, maka pdt Theo beranikan diri meneleponnya tentang kedatangannya mengisi mobiler dan alat dapur pastori II sesuai kesepakatan antara majelis jemaat filadelfia dengan pdt Ongirwalu….; Ia mengatakan  : “sebenarnya saya sudah mau  datang dan siap untuk melaksanakan pemulihan ini, dan segera mengisi pastori II jemaat filadelfia yang telah dikontrakan oleh jemaat  itu sesuai pertemuan kita, tetapi ketika  siap-siap mau berangkat datanglah sekelompok orang yang menahan saya untuk tidak keluar  meninggalkan pastori effatha ini…atau tidak boleh meninggalkan mereka “

Sia-sialah kontrakan yang telah dibayar itu… dan sirnalah usaha majelis sinode gpib untuk menyelesaikan masalah effatha dengan  pemulihan bagi pdt Ongirwalu yang sudah berada beberapa tahun di Effatha tanpa sk majelis sinode  gpib itu

MENGAPA SUDAH YA & BERDOA, TAPI TIDAK  MASUK RUMAH YG DIKONTRAKAN ?

Itulah pertanyaan dari banyakan orang yang ditujukan kepada Pdt Theo Natumnea sebagai ketua majelis jemaat gpib filadelfia, “ada  apa yang sedang terjadi “ ?

telah tersedia rumah lengkap dengan fasilitas; tempat tidur, kursi tamu, alat dapur, dll. tetapi mengapa tidak jadi masuk?

ada yang dengan setengah marah karena sudah buang uang untuk kontrakan rumah bagi pdt Ongirwalu,  ia datang dan berdoa diirumah itu dan sudah siap masuk  tetapi tiba-tiba tidak jadi, karena itu  ada yang sinis karena  yang bersangkutan … tidak punya pendirian dlsbnya….itulah refleksi dan curahan hati, kemarahan  yang dituangkan dalam bentuk tanda tanya  kepada pendeta Theo yang menerima semuanya ini…tentang pdt H. ongirwalu.

Seolah-olah dia pura-pura bertemu majelis jemaat gpib filadelfia, bertemu dengan pdt Theo sebagai ketua majelis jemaat…bersama team meninjau rumah yang telah dikontrak majelis jemaat dengan bayaran kontan itu, ia meninjau, bersama berdoa  dan ya….apakah dia punya perasaan atau tidak bahwa  datangnya… dan sedianya… maka uang gereja sudah keluar begitu banyak ?…demikianlah pertanyaan  warga jemaat yang tahu masalah ini di telinga majelis jemaat & pdt Theo sebagai ketua majelis jemaat gpib filadelfia !

Sanggupkah pendeta Theo Natumnea  menanggung semua  ini ? ya kita punya Tuhan…dan…sebagai ketua majelis jemaat harus menerima, menampung dan menanggungnya, namun….kita punya pimpinan yaitu majelis sinode gpib yang mencari jalan keluar bersama jemaat gpib effatha dengan 32 majelis jemaatnya yang masih berada  dipihak sinode ini akan mencari jalannya yang terbaik, supaya  ibarat “ benang kusut dalam tepung, diambil dengan hati-hati, agar benangnya jangan terputus, tetapi tepungnya jangan terhambur- hambur ”

Berdoalah kepada Tuhan supaya, Ia yang punya gereja memberi jalan keluar yang terbaik ( I kor 10:13) untuk dapat menyelesaikan masalah ini  dan seperti ibarat tadi maka “ benang  persekutuan jangan terputus baik antara majelis  sinode gpib dengan jemaat – jemaatnya, khususnya warga jemaat effatha dengan warga  jemaat effatha sendiri yang 32 anggota majelis jemaatnya dipihak sinode dan lainnya dipihak  pdt H.ongirwalu,  dan…tepung persekutuannya jangan terhambur dan terpecah jemaatnya, karena masalah yang satu ini. Ingatlah Tuhan selalu berdoa supaya  gerejaNya menjadi satu sama seperti Bapa dan Yesus dan Roh kudus menjadi satu ketika menjalankan misi keselamatanNya dalam dunia yang penuh dosa, kejahatan  dan  pergumulan , untuk mencapai kita umat manusia yang berdosa dan menjadi  kita anak-anak tebusanNya.

PDT ONGIRWALU PUNYA ALASAN DI EFFATHA

Bahwa pada saat itu  sesuai keputusan persidangan sinode gpib untuk meningkatkan kesejahteraan gpib, salah satu jalan adalah pendaya gunaan harta milik gpib yang tidak berfungsi dan yang tidak terurus diwilayah  Indonesia ini.

Salah satu  obyek yang dilansir untuk didayagunakan adalah tanah dan gedung gereja Effatha yang sangat strategis di wilayah  blok M kebayoran baru jakarta selatan

ingin mempertahankan tanah dan gereja effatha sebagai aset GPIB, menurut versi mereka

Dalam  kerangka  semua itu ada gerakan  dan negosiasi yang mencirigakan  dan  sementara berjalan dengan pihak – pihak investor, maka ia bersama kelompok majelis jemaat ingin mempertahankan tanah dan gereja supaya tetap berada dalam eksistensinya sebagai gedung gereja  di blok M  ini

Dalam kaitan dengan semuanya ini,  maka  semua surat keputusan majelis sinode gpib  tidak berlaku bagi dirinya termasuk mutasi yang harus diterimanya kejemaat lain.

Hal ini menimbulkan  kontroversi dalam tubuh gpib terutama antara majelis sionode dengan jemaat effatha, sehingga  muncullah fenomena perlawanan  secara frontal horisontal ini

Apapun alasannya, bertahan lama dalam satu jemaat itu tidak mendidik kepada generasi muda, para pendeta muda yang melihat contoh yang tidak baik dari seniornya, maka hal ini bisa berulang kembali  dalam perjalanan pelayanan gpib dimasa yang akan datang.

Harapan dan doa kita  agar semua pelayan firman, semua hamba Tuhan  jangan meniru yang tidak baik, supaya memelihara gpib dan membawa citra gereja yang positip ditengah masyarakat  dan bangsa Indonesia yang sementara mengalami krisis identitas ini

USUL PDT THEO UNTUK PAKAI CARA MENANGKAP KUDA LIAR…DI TIMOR

Yang dimaksud kuda liar ditimor ialah kuda milik orang, semua orang timor selain pelihara sapi juga mereka pelihara  kuda, dimana sapi dan kuda itu dilepas begitu saja alias liar dihutan-hutan rimba dan semak – semak yang berduri.

Kalau sapi…. Harus dihalau/ divoa masuk ramai-ramai kekandang, paling tidak setiap bulan sekali , kalau bisa setiap dua tiga minggu, supaya jangan menjadi liar, apa lagi anaknya yang baru lahir harus diurus, supaya  menjadi jinak terbiasa dengan  gembala ternaknya.

ketika tali itu kena ditangan kuda, maka kuda itu diam saja untuk diapakan oleh tuannya

Tetapi kalau cara menangkap kuda  dihutan tidak bisa divoa/dihalau ramai-ramai, karena kuda larinya kencang satu persatu kejurusan yang tak menentu, tapi ada caranya supaya dia takluk pada tuannya….gembala ternak itu.

Apa caranya ? tuannya harus tahu makanan kesukaan kudanya itu, kalau musim jagung ya…pakai jagung, batangnya yang masih muda / bulir jagung itu atau  dedak padi yang baru ditumbuk untuk ambil berasnya, dedak padinya untuk kuda dlsbnya.

Makanan kesukaanya itu diletakkan  ditempat tertentu seperti dekat  kuda itu tidur disombar pohon,  tidak jauh dari lingkaran kuda itu berkelana dan mencari rumput…..satu meter dibelakang makanan enak ini sudah  siap  tali yang diletakan sebagai jerat,  jika ditarik pas masuk dikaki kuda itu….itulah cara menangkap kuda liar alias kuda miliknya sendiri yang sudah lama terlepas dan menjadi liar. Pemiliknya atau orangnya  yang sudah kenal kuda itu siap memegang tali…menunggu…melihat, kapan kudanya datang makan umpannya itu…meneliti benar bahwa salah satu kaki bagian depan atau disebut tangannya itu sudah masuk ketali itu, maka segera difeut/ditarik, sehingga talinya kena pada kaki depannya, maka kuda itu menjadi bodoh…. karena umpan tadi dimakan dan sudah  kena tali feutnya /penangkapnya itu.

Kuda itu akan diam saja, mau diapakan  oleh tuannya terserah. Biasanya kesempatan untuk dikenakan tali dilehernya yang disebut kabresu, nah…kalau sudah kena kabresu dengan gagangnya, maka kuda itu siap ditunggangi oleh tuanya ditengah hutan itu untuk mencari jalan keluar sampai bertemu jalan besar dan dapat dipergunakan oleh tuannya,…kapan saja dan kemana saja..kuda itu menjadi jinak dapat dipergunakan oleh anggota keluarga lainnya

Demikianlah  cerita asli timor  cara menangkap kuda liar  ini untuk dipakai dalam cara pendekatan dalam masalah ini, karena semua cara sudah ditempuh, baik cara pemecatan dengan sk,   cara pemulihan kerja sama dengan jemaat filadelfia bintaro -jaya dan berbagai cara pendekatan lainnya, namun tidak mampan, satu-satunya cara terakhir yang diusulkan pdt Theo ini kalau mampan  ya …syukur… kalau tidak jemaat effata akan menjadi miliknya secara  congregasional yang pernah diperkenalkannya  waktu itu.

Puji Tuhan…waktu demi waktu habis begitu saja, dan orang demi orang bergantian serah terima secara sah termasuk pdt E kaligis….pdt Rufy Waney.. pdt Theo Natumnea yang kala itu serah terima dari pdt  Rufi waney di kantor majelis Sinode gpib dan beberapa orang lagi tapi tidak jalan dan tidak tergoyahkan  di jemaat effatha ini.

Kini…. dibangunkan kepadanya sebuah rumah yang layak dihuni oleh seorang hamba Tuhan yang sudah berjuang selama ini di jemaat gpib effatha. Semua kelompok dapat menerima cara ini…dan ia juga dapat menerima ini, setelah rumah siap…. maka keluarlah ia dengan segala  persyaratan yang dbuatnya bersama untuk ketenangan jemaat ini dan kemaslahatannya dan  semuanya

Akhirnya, walaupun membutuhkan waktu yang lama ….dan harus panjang sabar…..sabar….dan sabar….cara terakhir yang diusulkan oleh pdt Theo ini yang mampan sebagai jalan keluar ( umpannya mulai dimakan ), sehingga tepung persekutuan tidak terhambur-hambur…jemaat tidak terpecah – belah dan tali persekutuan dan persaudaraan juga tidak terputus, antara pimpinan dengan jemaatnya (effatha), puji Tuhan bagi Dia yang berkuasa  itu tidak ada yang mustahil bagiNya untuk menolong gereja dan jemaat effatha yang pimpinannya masih ……..majelis sinode gpib .!

Puji Tuhan …berhasil…berhasil….   dan berhasil…dan semua  puas serta semua dapat menerima dan  menikmati kebesaran kuasaNya, bahwa Ia  berkuasa untuk gerejaNya dan mengelola gerejaNya dibawah pimpinan majelis sinode gpib dalam sistim presbiterial sinodal yang dianutnya

PENDETA/KETUA MAJELIS JEMAAT GPIB EFFATHA – JAKARTA.

diterima oleh majelis jemaat yang pro kepada Majelis Sinode GPIB dengan SK Majelis Sinode

Tentu  berdasarkan analisis, penilaian dan pertimbangan berbagai faktor, maka majelis sinode gpib menetapkan  pendeta Theofilus Natumnea selaku  pendeta/ketua majelis jemaat gpib effatha Jakarta berdasarkan surat keputusan  majelis sinode gpib no.1275/96/MS.XVI/kpts

Selama ini tidak pernah  terbetik dihati dan terpikirkan dipikiran bahwa ia akan ditempatkan sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib effatha – jakarta ini

Sejak mendapat surat keputusan majelis sinode ini, membuatnya bergumul karena sudah terang benderang pergumulan effatha yang diketahui melalui persidangan sinode, persidangan mupel dki, pertemuan regio I selatan mupel dki dan juga surat kabar yang meyampaikan berita tentang effatha ini

Menyerahkan kepada Tuhan dalam doa, jika Tuhan menghendakinya dan Tuhan campur tangan  maka tidak ada yang mustahil bagimu untuk memberkati dan menolong hambaMu ini dalam status dan jabatan gerejawi dijemaat gpib effatha yang penuh dengan tantangan dan pergumulan ini.

Mengambil keputusan iman dan memastikan diri untuk menerima setelah bergumul bersama dengan keluarga dalam  jaringan doa dilapisan/ring utama keluarga inti ini

SERAH TERIMA  KETUA MAJELIS JEMAAT GPIB EFFATHA  DI KANTOR MAJELIS SINODE.

berdasarkan SK Majelis Sinode, Pdt Rufy Waney dan Pdt Theo Natumnea mengadakan serah terima di kantor MS untuk ketua/pendeta jemaat Efatha

Disana sudah siap pdt Rufi waney sebagai ketua majelis jemaat gpib effatha   sk lama  untuk menyerahkan kepada pdt Theo Natumnea sebagai ketua baru, majelis jemaat gpib effatha Jakarta ini. Hal ini tidak berlaku seperti lasimnya serah terima jabatan (sertib) pendeta/ketua majelis jemaat ylnya , dimana diadakan dijemaat yang dituju itu, tetapi justru diadakan dikantor majelis sinode gpib…berarti  jemaat effatha  dipandang dalam keadaan darurat

Arahan majelis sinode gpib agar diadakan konsolidasi dengan jemaat dan  anggota majelis jemaat yang pro pada pimpinan yaitu majelis sinode gpib, untuk melaksanakan tugas sesuai surat keputusan  majelis sinode dalam melayani jemaat.

Karena diterima oleh sebagian jemaat dan majelis jemaat ini, merupakan modal untuk  melayani dimana ia sendiri  tinggal di flamboyan wilayah jemaat gpib filadelfia  -bintaro- jaya.

Setelah enam bulan melaksanakan tugas ini, ia melaporkan ke majelis sinode gpib, bahwa  kelompok Pdt. H. Ongirwalu yang menguasai gereja, kantor dan sebagian jemaat itu tidak dapat dilebur bersama kelompok ini

Perintah majelis sinode gpib agar  melaporkan  hal ini ke kodim atau polres yang berwenang untuk mengamankan dan menyelesaikan  masalah ini, hal ini bertentangan dengan hati nurani pdt Theo, sebab kalau dilaporkan ke pihak berwajib, pasti akan ramai, jika diketahui oleh pihak wartawan, maka akan menjadi  bulan-bulanan gpib dipertentangkan untuk mencari berita dstnya.

Hal ini membutuhkan hikmat khusus untuk menangani masalah yang sangat ruet ini, agar tepung  persekutuan jemaat tidak terhambur dan benang kepemimpinan majelis sinode tidak terputus …hal ini sebagai masukan kepada majelis sinode gpib.

MENGIKUTI P. S.ISTIMEWA GPIB a/n JEMAAT EFFATHA di  SEKASALAM  BANDUNG.

Bersama dua orang anggota majelis jemaat Effata yang diakui majelis sinode  gpib, mereka mengikuti persidangan istimewa  Sinode GPIB yang berlangsung di Sekasalam Bandung –jawa barat

dari jalan yang baru diresmikan ini menuju gedung GPIB Sekesalam, Bandung, Pdt. Theo dan dua teman majelis mewakili jemaat GPB efatha sebagai utusan resmi dalam PPS Istimewa GPIB

Undangan ini mereka terima dan laksanakan sebagai majelis jemaat gpib effatha untuk mengikuti persidangan istimewa tsb, karena  selain diakui oleh majelis sinode gpib juga tentu diakui dan diterima oleh panitia persidangan sinode yang sangat ketat persyaratannya itu.

Suasana PSI di Sekasalam Bandung, cukup menegangkan tapu dilalui dengan baik untuk ambil bagian dalam perubahan (perelevansian) tata gereja GPIB

Suasana persidangan begitu berjalan dengan baik, walaupun disana – sini ada isu tentang preman –preman  akan datang untuk mengacaukan jalannya persidangan sinode gpib istimewa yang dilakukan digedungnya sendiri ini… yang dijaga ketat oleh keamanan dari panitia maupun keamanan ekstra ketat dari  polda  jawa barat dan kodam  Siliwangi juga.

Materi-materi yang disajikan tentang perelevansian tata gereja gpib dikelola dengan baik untuk membawa perubahan dalam dinamika pertumbuhan dan perkembangan gpib yang menyesuaikan  diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan  alirannya kalvinis &  tentu kebenaran Firman Tuhan atau berdiri atas kebenaran firmanNya sambil menyesuaikan  tata gerejanya dengan  perubahan dan perkembangan tsb.

Pdt. Theo Natumnea melaporkan keadaan jemaat Effatha di PS Istimewa GPIB Sekesalam, Bandung

Ia melaporkan kondisi effatha dalam kedudukannya sebagai ketua majelis jemaat effatha sesuai s.k. majelis sinode gpib, bahwa pelayanan berlangsung dengan baik  kepada keluarga-keluarga  yang menerimanya bersama anggota majelis jemaatnya.

De jure ia menerima jabatan tsb sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib effatha, tetapi de facto ia tidak dapat menjalankan roda kepemimpinan secara penuh karena kendala – kendala tsb diatas, apa lagi sampai hari ini: kata pdt Theo dalam laporannya pada persidangan sinode gpib  istimewa itu, bahwa” belum terjadi serah terima administratif di kantor majelis jemaat gpib  effatha.”, karena tidak dapat masuk, melalui barisan yang berlapis-lapis itu .

Laporan tsb juga disampaikan dalam pembahasan warna sari dan  seksi yang membahas khusus tentang perkembangan gpib dengan masalah – masalah yang sedang melanda  gpib dan harus dihadapi  dan diselesaikannya itu.

Sayang….ia harus pulang ditengah malam dalam suasana gelap gulita dan sidang sementara ramai-ramainya saat terakhir  membahas materi  yang  ada pada saat laporan  materi pada pleno , karena  besoknya akan memberkati pasangan nikah di jemaat filadelfia yang adalah keponakannya sendiri dari keluarga Lilipaly yaitu Gerald Lilipaly. Itulah panggilan nurani seorang pendeta jemaat, sejak ia ditahbiskannya menjadi pendeta gpib  itu.

LAPORAN AKHIR ke MAJELIS SINODE GPIB SESUDAH   P.S.  ISTIMEWA GPIB.

Pendeta Theofilus Natumnea merancang sebuah laporan akhir kepada majelis sinode  gpib sebagai pimpinannya, bahwa ia sudah melaksanakan tugas setelah serah terima sebagai ketua majelis jemaat gpib effatha bersama warga jemaat yang ada dipihak majelis sinode dan anggota majelisnya dalam ibadah –ibadah keluarga…bahkan dalam mengikuti persidangan Istimewa gpib di Sekasalam Bandung.

Sudah berjuang melayani, mengikuti PS istimewa atas nama Effatha tapi sayang tidak bisa masuk/melayani penuh di Efatha.

Dalam rangka persidangan sinode istimewa ia juga bersama dua orang anggota majelis jemaat effatha telah memenuhi undangan majelis sinode  cq panitia persidangan  istimewa sinode gpib dan menghadiri  serta aktip dalam persidangan tsb

Berusaha dan berusaha untuk masuk secara penuh , tapi jalannya tertutup rapat, dimana tidak mungkin masuk  dan melakanakan tugasnya  sebagai ketua majelis jemaat effatha sesuai dengan  surat keputusan majelis sinode gpib.

Usul – usul untuk melaporkan masalah ini kepada pihak kodim dan polres serta intansi keamanan lainnya,  setelah bergumul, berdoa bersa keluarga dan  mengambil keputusan iman,  maka menolak semua usul itu untuk kebaikan dari  gpib sendiri, agar nama gpib  jangan lagi menjadi bulan-bulanan para wartawan untuk berita  masmedia  mereka.

Dengan demikian ia mengusulkan untuk mutasi ketempat yang  dipertimbangkan oleh majelis sinode gpib untuk  melayani Tuhan sesuai sk majelis sinode gpib pula

DIMUTASIKAN ke JEMAAT GPIB PELITA-TMII

Hanya waktulah yang memisahkan kita dan diatur oleh Tuhan, yang selama ini mendengar tentang Taman Mini Indonesia  Indah (T M I I ), kini ia tiba disana  sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib Pelita –lubang buaya Jakarta timur.

sesuai SK MS GPIB, Ia pindah ke GPIB Pelita Lubang Buaya-TMII

Selesai membenahi  jemaat gpib  filadelfia  bintaro Jaya- banten  dan masuk  untuk membenahi jemaat gpib Effatha Jakarta selatan…tapi tidak ada jalan kedalamnya, kini  ada  jalan untuk masuk  membenahi jemaat gpib pelita Jakarta timur dengan  1001 macam persoalannya yang siap menunggu untuk ditangani pendeta yang bertangan dingin ini…dimana ia tanam apa sja dapat hidup, aka dipakainya sebagai symbol untuk melayani jemaat Tuhan.

Masalah apa yang sedang terjadi disana ? Masalahnya adalah pendeta   Hidelilo sudah genap usia 65 tahun adalah umur untuk pensiun setelah pensiun , tetapi masih dipertahankan oleh sekelompok warga jemaat yang punya suara keras dan  vocal dijemaat pelita ini

Penanganan pertama  oleh pendeta M Pingak, melalui penempatan/mutasi berdasarkan  sk majelis sinode gpib ini, malah menimbulkan masalah besar dijemaat pelita ini sampai ada campur tangan polisi dan tentara disekitar Jakarta timur ini

Kehadiran pendeta Pingak  tidak terlalu lama …dan ditempatkanlah pendeta Theo Natumnea berdasarkan sk majelis sinode gpib pula, agar dapat menangani masalah yang sedang ramai –ramainya ini.

TERTUNDA : SERAH TERIMA JABATAN  PENDETA/KETUA MAJELIS JEMAAT GPIB PELITA

Ketika serah terima jabatan (sertijab) dari pendeta M.Pingak kepada pendeta Theo Natumnea suasana panas itu masih membakar dihati mereka, sehingga  ada kelanjutan perkelahian antara  kelompok yang pro pdt Hedililo dan kelompok yang pro pdt M Pingak, sehingga terjadi pemukulan dan kejar-kejaran didalam dan dihalaman gereja pelita.

Serah terima tertunda, karena perkelahian kubu Pdt. Hedililo dengan kubu Pdt. Pingak di gedung serba guna pelita lubang buaya

Pendeta Theo Natumnea yang didukung  doa   oleh keluarga yaitu isteri Ny Nelly dan anak – anak yaitu Jenny, Orry dan Nani menjadi heran dan tanda tanya : Mengapa terjadi perkelahian ini ? Rupanya luka lama dari kedua kelompok ini belum sembuh, sehingga tergores sedikit saja menjadi berdarah  dan  masalah besar.

Menurut analisis pdt Theo Natumnea, sebenarnya  Pdt Hedelilo yang sudah berusia 65 tahun tidak  perlu bertahan dijemaat pelita ini, sehingga mendatangkan masalah besar, ini menjadi pelajaran  bagi semua pendeta gpib yang akan pensiun, supaya menerima masa pensiunnya dengan  baik dan lapang dada, jangan bertahan dijemaat sebagai pendeta/ketua majelis jemaat lagi, faktor umurlah yang menentukan sesuai tata gereja gpib.

Berdasarkan  peristiwa tsb. maka serah terima jabatan ( sertijab ) pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita ditunda  dua minggu, dan semua pihak dapat menerima hal ini, termasuk utusan  majelis sinode gpib pen  Abas sebagai pimpinan harus  pulang dengan mengelus-elus dada karena peristiwa tsb

SERAH TERIMA JABATAN PENDETA/KETUA MAJELIS JEMAAT GPIB PELITA

Ternyata tidak seindah yang dibayangkan seperti keindahan taman mini Indonesia indah ( tmii ),  karena jemaat pelita ini juga punya  persoalan 1001 macam yang harus diterima, ditanggung dan dihadapi  oleh pdt Theo Natumnea sebagai pendeta/ketua majelis jemaat pelita yang baru.

dengan kesabaran yang baik akhirnya serah terima Pdt/KMJ Pelita antara Pdt. M Pingak kepda Pdt. Theo Natumnea

Puji Tuhan, pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita kali ini berlangsung aman dan lancar antara pendeta Markus Pingak kepada Pendeta Theofilus Natumnea, walaupun dalam suasana yang  was-was, karena peristiwa yang lalu.

Pdt M Pingak menyerahkan segala tanggung jawab kepemimpinan kepada pdt Theo Natumnea dalam menerima tugas dan tanggung jawab sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita

Dalam sambutan pendeta Theo, ia menghimbau agar semua warga jemaat kembali  bersatu untuk  bersekutu, melayani dan bersaksi, sebab jika umat bersatu  dan rukun, maka berkat Allah akan turun keatasnya  akan menjadi berkat bagi orang lain dalam pelayanan Mz 133 :1 – 3

Demikian juga barisan majelis jemaat dan  pelaksana harian majelis jemaat (phmj ) pelita harus merupakan team kerja yang solid dan kuat untuk membangun kembali  kerja sama dan saling mempercayai, melengkapi dan melayani agar mampu keluar dari kesulitan yang besar ini

Hal yang sama disampaikan oleh majelis sinode gpib yang diwakili oleh sekretaris II penatua Abas, ia menghibau agar sebagai mana nama pelita, harus bersinar terus dalam dunia, jangan sampai padam pelitanya, karena itu semua pihak harus saling mengampuni dan berlapang dada untuk menerima satu dengan yl, sehingga  dengan kehadiran figur pendeta Theofilus Natumnea ini merupakan roh semangat baru dari Tuhan  untuk memulai kembali kerja samanya dijemaat pelita ini.

PENDEWASAAN JEMAAT  DIAN KASIH

dengan rahmat Allah, Pdt Siwalete mendewasakan jemaat Dian Kasih dai Jemaat induk Pelita

Dalam suasana baru mengenal jemaat gpib pelita Jakarta timur dan dalam suasana air keruh karena pertentangan antara kedua kelompok diatas, maka muncul permintaan dari kelompok persekutuan getsemani dan dua sektor ingin  mandiri sebagai jemaat dewasa dengan batas dipinggir sungai atau samping pagar jemaat gpib pelita.

Hal ini diarahkan agar  dimasukan dalam program kerja dan  mengatur serta meneliti semua persyaratan sesuai dengan tata gereja gpib tentang pendewasaan jemaat.

Ada pihak-pihak yang ingin cepat, sehingga memanfaatkan pdt Killis ( rohaniawan auri )untuk meresmikan kepanitiaannya ketika  ia memimpin kebaktian minggu, suatu hal yang non prosedural dengan majelis jemaat  gpib pelita sebagai pimpinan dan yang  berhak untuk melaksanakan  hal tsb.

Bahkan sering kali  terdapat telepon gelap dengan paksaan – paksaan  kearah mempercepat pendewasaan  itu….namun dijawab bahwa semuanya itu ada prosedur  dan waktunya, setelah diteliti persyaratan sesuai dengan tata gereja  gpib  yang dituangakan dalam program kerja.

Akhirnya, setelah penelitian dan persiapan yang matang   maka  majelis jemaat gpib pelita  menjampaikan permohonan kepada majelis sinode gpib  dan dipersiapkan secara tehnis   semua persayaratan  dan perlengkapannya ….  waktunya tiba   bagian jemaat ini didewasakan oleh majelis sinode gpib yang diwakili oleh  pendeta…Siwalette….  dengan nama “ DIAN KASIH”

PASTORY JEMAAT PELITA DIBIBIR LUBANG BUAYA.

Siapa yang tidak kenal peristiwa  “lubang buaya” suatu tragedy nasional bagi bangsa Indonesia, dimana para jenderal menjadi korban pembunuhan G 30 S PKI disebuah  sumur  lubang buaya ini.

Inilah tempat pendeta Theo jalan kaki keliling Lubang Buaya

Disitulah letaknya pastory jemaat gpib pelita tidak jauh dari sumur tua di lubang buaya atau dikenal dengan sebutan  “dibibir lubang buaya terdapat pastory”  itu, dimana pendeta Theo Natumnea tinggal bersama keluarga.Bahkan dikelilingi  sungai setenga lingkaran,  sehingga kalau banjir meluap, maka  aliran air sungai itu langsung memotong pagar dan halaman  mengalis pintas  lewat gereja dan pastori  jemaat gpib  pelita tanpa permisi.

MENGALAMI BANJIR DUA KALI, KIRIMAN DARI BOGOR.

Biasanya kiriman itu yang  enak-enak kata  Pastor Subagio tapi jangan terima yang enak saja, terima juga yang tidak enak kata teman  main tenis lapangan yang baik hati pastor Subagio ini, seperti kiriman kali ini  lain dari pada yang lain, tanpa permisi tiba- tiba rumah sudah penuh air keruh, maklum air banjir bukan air jernih, bahkan membawa  segala macam kotoran, bangkai, ikan hidup dlsbnya….bercampur menjadi satu.

bukan hanya kiriman kado natal saja yang diterima, tetapi kiriman banjirpun diterima dengan senang hati lalu mengungsi bersama keluarga ke rumah warga jemaat

Banjir pertama sebagai perkenalan hanya sampai dibetis dan lutut, tapi setelah kering baru membersihkannya…lumayan , harus ada tenaga ekstra, karena lumpurnya lumayan..keras dan berbau tidak menentu antara bau busuk dan  amis

Untuk keamanan dan kenyamanan, maka pdt Theo dan keluarga diungsikan  ke rumah keluarga Gerungan warga jemaat / anggota majelis jemaat sektor VIII pelita..selama beberapa hari .

Banjir kedua tidak main-main,  air banjir yang keruh  dan berbau itu langsung menyosor sampai dipinggang orang dewasa, bayangkan !…kalau anak-anak harus digendong kalau tidak tenggelam dengan arusnya banjir yang deras, karena air  banjir itu langsung memotong halaman gereja/pastory bukan hanya tanpa permisi, tapi mau mencari korban dengan derasnya air itu,  jika  manusianya tidak hati-hati dan waspada.

Banjir kali ini tidak hanya mengungsi, tetapi seperti mengusir  semua penduduk sekitarnya tidak ketinggalan pdt Theo Natumnea dan keluarga harus mengungsi dengan tergopoh – gopoh sampai menaiki pagar pak pastor Subagio / gereja katholik dengan  sepotong jembatan darurat yang terbuat dari kayu itu.

Mereka mengungsi ke keluarga P i o h perumahan depdagri selama beberapa hari  juga,  untuk menghindari  korban jiwa, kalau barang –barang tiada terhitung jumlahnya yang sudah menjadi korban termasuk buku-buku terlebih buku-buku kuliah universitas terbuka/ fisip atau dikenal  fakultas sospol jurusan administrasi itu

Apa boleh buat sksnya sudah  mencapai 120an , tetapi seperti patah arang, tidak ada lagi semangat  buku tiada berbekas, bahkan karena sudah lama terendam air banjir  yang berlumpur, maka mau mengeluarkan  daur ulangnya saja harus pakai linggis untuk menghancurkannya.

Puji Tuhan, ada saja keluarga yng terpanggil untuk menampung  hamba Tuhan dalam dua kali banjir itu, terima kasih  kepada keluarga Gerungan dan keluarga Pioh, Tuhanlah yang membalas kebaikan hatimu beserta anak cucu dikemudian hari;  Memang tidak enak, kiriman banjir dari bogor ini,  tapi itulah kenyataan pahit yang harus diterimanya bersama warga Jakarta yl,  karena alam dan kerakusan manusia yang sudah menebang habis pohon penyerap air hujan  dipuncak sana…tambahan lagi manusia Jakarta sudah penuh, sehingga  sungai menjadi tempat buang sampah rumah tangga dan pembangunan rumah-rumah menghabiskan  tempat penyerap  air hujan  untuk bergenang itu.

BERJALAN KAKI KELILING LUBANG BUAYA

Kebiasaan mengukur jalan dengan berjalan kaki sambil berolah raga masih merupakan  tradisi positip pdt  Theo, yang ketika masih  kecil  dan bersekolah  di SR negeri baun – amarasi harus berjalan kaki  5 km, kalau pergi – pulang 10 km dan kalau dihukum karena terlambat tambah lagi 10 km ini…menjadi 20 km yang kedengarannya aneh tapi nyata itu.

Tiap melewati tempat ini ia meheningkan cipta sejenak, mengenang korban pahlawan G 30 S PKI

Tak jarang ia singgah melihat dan berdiskusi dengan penjaga sumur lubang buaya tempat korban para pahlawan nasional,  yang sekarang sudah menjadi salah satu taman wisata ini, mengenang foto  dan patung para jenderal dan prajurit yang menjadi korban keganasan gestapu/g 30 s pki itu.

Melewati semak – semak belakang taman wisata lubang buaya itu tak terhitung jumlahnya, itulah kebiasaan positip …pemanasan pagi s/d  08.00 untuk mandi pagi sebelum masuk kantor gereja ini, tentu  berjalan kaki “dalam nama Allah bapa & Anak & Roh kudus, seperti dilaksanakan di tanah rencong Aceh Darusalam kota Banda  Aceh itu.

BERMAIN TENIS DENGAN PASTOR SUBAGIO DARI AUSTRALIA

Sambil bermain, berdialog tentang pelayanan dan menyinggung juga suku aborigin di Australia

Bukan melawan  juara petenis Australia, tetapi bermain sambil menambah pengalaman dan memperdalam keahlian  tenis lapangan dengan pastor Subagio asal Australia dan juga pemerhati & penyayang suku Aborigin ini

Kalau pastor Subagio adalah pemerhati/penyayang  suku Aborigin, maka pendeta Theofilus Natumnea adalah salah satu pemerhati suku Aborigin juga karena antara orang Aborigin dan orang Timor punya kemiripan dan kesamaan yang memang wilayahnya berbatasan antara pulau timor dan benua Australia

Sampai ada jurus kritik pedas dari Pdt  asal timor ini kepada Australia, bahwa tidak cukup  perdana menteri Australia minta maaf saja,  karena derita yang berkepanjangan yang dialami suku Aborijin bahkan jumlahnyapun berkurang karena mereka pernah dianggap sama dengan hewan, maka kritik pendeta Theo sekali lagi tidak cukup hanya minta maaf darinpemerintah Australia saja , tapi harus bayar ongkos penderitaan fisik, mental dan moral mereka  atau  ganti rugi kepada suku Aborigin dengan beaya pendidikan, populasi, kesehatan dlsbnya sehingga  mereka  maju  setaraf dengan orang Australia yang berkulit putih

Obrolan lain soal pelayanan bersama  di DKI jakarta dengan   berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama sebagai gereja Tuhan didunia ini.

Bermain sambil mengobrol memang enak, untuk membuang  kebosanan dan kepenatan kota Jakarta ini, maka perlu ada frekwensi lain yang berbeda dengan rutinitas pelayanan rohani di gereja, maka kedua insan  katholik dan protestan ini tidak sadar  mereka tenggelam  dalam pertemanan   dilapangan olah raga dan pelayanan bersama secara oikoumenes gereja Tuhan  yang berbeda denominasi ini .

KENDARAAN DINAS ADALAH SEBUAH MOBIL SUZUKI CARRY

Walaupun mobil dinas jemaat pelita adalah sebuah mobil Daihatsu yang sudah tua, namun tidak mengurangi semangat pelayanan yang wilayah pelayanan jemaat pelita tersebar  dari taman mini Indonesia indah (tmii) s/d  kranggan dan sebelum taman buah daerah perumahan ciputera.

Dengan Suzuki Carry ini, Pdt Theo melayani dari TMII sampai Taman Buah

Sehubungan dengan itu dalam program kerja dicanangkan untuk mendewasakan dua bagian jemaat yang sudah lama  mengurus dan mengatur pelayanan serta lalu lintas  keuangan secara mandiri yaitu bagian jemaat  ujung aspal dan  kranggan.

Jika pulang kebaktian keluarga ditengah malam dari kranggan  harus melewati jalan yang ada pohon durian dan rambutan  tanpa lampu dijalan raya itu…namun mobil Daihatsu ini menderu melewati kebun di kiri dan kanan jalan itu.

MOBIL SUZUKY CARRY INI TERBALIK DIGUNUNG SALAK

Hari itu  cukup cerah, perjalanan menuju  kekaki gunung salak bogor itu   konvoi beberapa mobil dari jemaat pelita untuk mengikuti dan memimpin kebaktian syukur dirumah/villa  keluarga dr. Watupongoh

Kako tidak ditabrakan mobil ini kebukit tanah pagar orang, maka sangat berbahaya karena jurangnya sangat dalam.

Mobil zusuky cary tua  ini dikemudikan oleh pendeta Theo Natumnea yang  sarat dengan muatan ibu-ibu pw jemaat pelita selain keluarga yaitu nyora Nelly dan anak Nani Natumnea

Semua mobil mendengung  naik gunung, belok kiri dan kanan sesuai  alurnya jalan, pas sampai diatas hendak menurun pendeta Theo katakan semua menyanyi….dan semuanya menyanyi nyanyian rohani dengan suara nyaring….tiba-tiba ia katakan   ram tidak makan…awas  rem blong…dicoba…..dan dicoba lagi…..tapi rem tidak makan sama sekali….terlihat disebelah kanan ada  bukit kecil  gundukan tanah setinggi  satu meter  dipinggir kebun orang, maka terinspirasilah pdt Theo untuk menabrakan mobil pada bukit itu, karena  kalau terus turun sangat berbahaya  jalan menukik turunnya terlalu tajam kira-kira 300 m, maka  tertabraklah  bukit itu….dan tergeletaklah mobil zusuky cary  ini …..dan terbalik rodanya kesamping…semua  masing-masing beriniasatif untuk keluar mobil sambil menyelamatkan diri dari bahaya yl.

MALAIKAT  MENGELUARKAN  MEREKA  DARI VENTILASI KACA  YG SEMPIT KETIKA  MOBIL TERBALIK

Menurut kata masyarakat, kami melihat malaikat Tuhan datang mengeluarkan ibu-ibu dari ventelasi mobil yang terbalik ini: Puji Tuhan semanya selamat

Masyarakatpun berdatangan  secara spontanitas mau menolong rombongan yang terbalik dengan mobil Zusuky  cary ini, sambil menyampaikan bahwa  sebelum mereka tiba  “ ada seorang yang berpakaian putih datang duluan  dan mengeluarkan  rombongan ibu – ibu ini satu  persatu dari dalam mobil ini” Mz 34:8 & 91 : 11 Bahwa Tuhan memerintahkan malaikat-malaikatnya berkemah disekitar anak-anakNya dan  menjaga  semua jalannya Puji Tuhan.

Kesaksian ini bukan datangnya dari rombongan, tetapi justru dari  omongan  masyarakat yang datang untuk menolong rombongan yang mengalami kecelakaan ini, bahwa : “ betul ada orang yang berjubah putih datang menolong dan mengeluarkan  semua penumpang yang semuanya ibu-ibu ini satu persatu dari dalam mobil tua ini”

Terpujilah Tuhan  Yesus yang menyelamatkan  semua  anggota  rombongan ini, sehingga tidak ada yang cidera  berat…terpujilah Tuhan Yesus. Amin

Semua berkemas-kemas kembali  dan  meneruskan perjalanan dengan  meninggalkan  mobil yg terbalik ini,  diambil oleh  mobil yl menuju ke rumah/villa  dr Watupongoh dikaki gunung salak ini,  untuk mengikuti jalannya kebaktian syukur yang dipimpin oleh Pdt Theofilus Natumnea ini.

Dipublikasi di Uncategorized | 14 Komentar