Seri IV: DARI CENTRAL JAVA KE BANTEN

MASMEDIA BERITAKAN:  GEREJA BLENDUK MIRING.

Gereja Blenduk sangat terkenal di Jawa tengah, bahkan Indonesia

Wartawan, akedemisi & Masyarakat:  ramai-ramai datang untuk mencari tau berita miringnya gereja Blenduk

dan dunia,  khususnya  negeri Belanda, hal ini terbukti dengan wisatawan domestik dan  mancanegara sering mengunjungi gereja tua ini,     khususnya  kunjungan wisatawan dari negeri  Belanda, karena itu public sangat terkejut dengan  berita miringnya gereja blenduk  disurat khabar.

Berita ini menjadi  thema utama  Koran:  kompas dan suara pembaruan, bahwa:” gereja Blenduk miring”, membuat heboh masyarakat ,  petugas gereja  dan  pdt Theo, karena  itu  hampir tiap hari wartawan, akademisi, praktisi dan  warga masyarakat datang  untuk melihat  dan mencari  berita  tentang   miringnya  gereja tua ini.

Rupanya Pemda kota-madya Semarang merenovasi dengan cara membobol dan mau mengganti  dasar tembok  tanpa izin Majelis jemaat; pembobolan tembok baru berjalan 15 meter, dihentikan oleh Pdt Theo, karena  tidak rasional pekerjaan pemborong, dan kalau dibiarkan  gereja Blenduk akan roboh.

Hal ini dilaporkan kepada Majelis Jemaat GPIB Imanuel Semarang dalam rapat khusus dan selanjutnya   ke  Pemda kota madya untuk ditindak lanjuti pemberhentian pekerjaan pemborong yang tidak bertanggung jawab ini, serta tembusannya  ke DPR D jawa tengah.

Miringnya Gereja Blenduk ini juga dilaporkan kepada Majelis Sinode GPIB, untuk mendapat gambaran dan arahan , bagaimana  mengatasinya, karena berita ini bukan hanya  seIndonesia saja tetapi sudah mendunia.

MENGHADIRI RAPAT  DPRD JAWA TENGAH…KARENA  BERITA MIRINGNYA  BLENDUK

Pdt. Theo bersama anggota DPR Komisi Purbakala, membahas miringnya gereja Blenduk di gedung DPR>D Jatang..Semarang

Dalam  rapat bersama  anggota DPRD yang mewakili  bangunan purbakala, tentang gereja blenduk  yang mempunyai nilai sejarah tsb , pdt Theo melaporkan  secara rinci kronologis peristiwa  miringnya gedung gereja blenduk;   Bahwa tanpa sepengetahuan Majelis Jemaat,  mereka  tiba-tiba sudah mengadakan  renovasi tanpa penelitian  yang teliti  tentang arsitek gereja blenduk ini

Melihat gelagat tukang-tukang   yang tidak mau ditegur karena  mengganti fondasi gedung gereja  yang teknologi pembuatannya saja sudah beda, pekerjaan pembobolan   begitu singkat  membuat keresahan, maka pdt Theo menghentikan  dengan keras    dengan berkata : “harap berhenti kerja, nanti akan diberitahukan  selanjutnya.”

Pdt Theo menyampaikan dalam sidang DPRD bahwa  bisa saja  kehilafan manusia, tetapi  bisa juga unsur kesengajaan, sebagai bukti pemborong menyuruh tukang  kerja tanpa sepengetahuan majelis jemaat GPIB Imanuel semarang,  yang memiliki dan mengelola gereja Blenduk ini.

Semua sepakat bahwa ada keteledoran, karena itu harus dihentikan renovasi gereja Blenduk ini oleh pihak pemda,  untuk menyelamatkan bangunan  bersejarah  yang  dilindungi   u u purbakala  menjadi monumen negara ini.

Semua yang telah di bobol agar segera di cor ulang   serta dirapikan , sehingga tidak kelihatan  fondasi dibagian  utara  sisi  timur ini, setelah dirapikan kembali seperti semula , untuk menjaga kelestarian ,keamanan, kenyamanan  dan keindahan   dari pada gereja blenduk ini,   yang melayani para wisatawan domestik dan mancanegara

MENJADI MENTOR UNTUK VIKARIS TAHUN KE TIGA…ANDAR MAITIMU.

Butuh Hikmat khusus untuk membentuk vikaris tahun ke 3 ini, mempersiapkannya menjadi hamba Tuhan

Surat Majelis sinode untuk menerima  Vikharis tahun ketiga  dari  Makasar yaitu Andar Maitimu S.Th, setelah disetujui  dalam rapat PHMJ, dilaporkan  kepada  Jemaat melalui   pengetahuan seluruh majelis Jemaat, maka diterima dan ditempat  di bagian jemaat Effatha untuk mempersiapkan  bagian jemaat ini menuju pendewasaan.

Ditugaskan kepada Vikharis Andar Maitimu untuk menuntun dan mempersiapkan buku-buku sesuai tata gereja, serta mempersiapkan  program kerja tersendiri , sehingga melihat kemampuan  ekonomi, organisasi, kekuatan warga, jumlah warga jemaat , batas-batas wilayah dllnya.

Suatu ketika   vikharis  menghilang  selama tiga  minggu…. dan ketika ia pulang  dipanggil mentor dan  ditanya kemana selama tiga minggu ini ?  kaget,… karena  ia menjawab  di GKI Magelang… Tanya ,  siapa yang suruh  ?,   jawab : atas kemauan sendiri Tanya:  kerja apa selama diMagelang ? jawab :  adakan penelitian tentang cara pembinaan vikharis di GKI….. mentor  menjawab : karena  anda  tidak  menghargai integritas Pendeta Theo sebagai  mentormu dan mengadakan penelitian tanpa izin, maka sekarang  angkat barang-barangmu dan  kembali ke Majelis Sinode, mentor tidak membimbingmu lagi…….. sejenak   ia berdiam…..15 menit,  lalu ia menjawab : minta maaf   pak  atas kekeliruan dan kekurangan saya, mohon dapat  diterima kembali…….. mentor  menjawab……ok   … saya terima kamu kembali dengan perjanjian  agar berubah sifat maunya sendiri  dan egois anda….,sebab jika ini terjadi dalam jemaat yang anda pimpin, maka akan membawa bencana bagi anda….ia mengangguk dan mereka  berdua   bersekutu dalam doa bersama, agar kiranya pembaharuan dari Roh Allah  dapat memperbaiki hidupnya ini.

PEMBINAAN HUKUM UNTUK CATATAN SIPIL SELAMA TIGA MINGGU DI SALATIGA.

para kader pelaksana B.S. dibina di Salatiga oleh Bidang Hukum Pemda Tingkat I Jawa Tengah

Bagi para calon  pelaksana catatan sipil  Burgelijk Stand ( B>S) diundang oleh pemda Tkt I  jawa tengah , untuk mengikuti pembinaan hukum selama tiga minggu di Salatiga, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Pdt Theo salah satu penerima undangan tsb.

Mengenal  dan menerima  pelatihan tentang uu perkawinan , untuk dapat melaksanakan   pernikahan secara  hukum Negara bagi umatnya di gereja Blenduk, dikala itu ia sebagai ketua majelis jemaat GPIB Imanuel Semarang dan ketua BP mupel jateng-Jogyakarta serta ketua I PGI wilayah jateng

Cerita hukum  yang diperoleh dari pembinaan ini :  seseorang di kota semarang, karena susah dibantu teman baiknya, boleh tinggal gratis  di salah satu rumahnya yang  kosong,  selama tinggal  pertemanan berjalan baik, tapi pemilik rumah ini meninggal dunia, ketika anak-anaknya sudah besar, mereka nikah dan  butuh rumah tinggal, ingin ambil kembali rumah  itu, ternyata dia mengatakan bahwa rumah ini miliknya, surat sertifikat tanah sudah diubah menjadi miliknya . Dalam cerita ini mau  memberikan gambaran bahwa boleh menolong orang  apa lagi teman, tapi harus disertai dengan bukti yang kuat, supaya  orang yang ditolong itu tidak salah gunakan  kebaikan hati  orang yang menolong.

Pembinaan  hukum  catatan sipil ini bukan hanya menambah tenaga B.S. saja, tetapi Pemda melihat bahwa inilah tenaga-tenaga yang  berhasil guna dan berdaya guna, karena merekalah yang mengenal umatnya lebih dekat untuk memberikan pembinaan pernikahan secara hukum Negara, selain hukum agam yaitu gerejanya.

Digambarkan bahwa semua warga Negara  Indonesia termasuk warga Negara asing  yang tinggal diwilayah hukum Indonesia, harus melaksanakan  pernikahan secara hukum Negara, selain hukum agamanya.

Kepada para peserta yang telah tamat dalam pembinaan ini akan mendapat surat keputusan  dari Gubernur jawa tengah dan dilantik oleh bupati/walikota nya  masing-masing.

Diinstruksikan untuk meneliti syarat-syarat untuk membimbing  calon  mempelai pernikahan, agar memenuhi semua persyaratan  yang berlaku sesuai uu pernikawinan. Hal ini tentu tidak akan disia-siakan  oleh pendeta Theo, tetapi ia selalu tampil didepan untuk mencari jalannya, guna kepentingan umum yaitu masyarakat Kristen

Setelah selesai pembinaan, semua diutus kembali kekotanya untuk  menunggu SK pengangkatan Gubernur jawa tengah, agar dilantik oleh wali kota atau bupati di kota  asal, untuk membantu pemerintah, karena dipandang lebih mengenal umat digerejanya

DILANTIK MENJADI PELAKSANA:  BURGELIJK  STAND (B.S. ) /CATATAN SIPIL OLEH WALI KOTA SEMARANG

Siap melayani masyarakat, setelah dilantik menjadi pejabat B S

Puji Tuhan, tidak sia-sia perjuangan dan jerih lelah pendeta Theo mengikuti pembinaan/pelatihan hukum untuk menjadi pelaksana catatan sipil, setelah diusulkan oleh Majelis jemaat GPIB Imanuel ( Blenduk ) semarang ke Kantor Gubernur jawa tengah, tidak lama kemudian keluar SK gubernur jawa tengah yang intinya mengangkat Pendeta Theofilus Natumnea untuk menjadi Pegawai Luar biasa pelaksana catatan sipil / Burgelijk  Stand  ( B.S. ) di kota madya Semarang  tanpa batas waktu (seumur hidup) dengan petunjuk agar dilantik oleh walikota Semarang.

Pendeta Theo melaporkan diri  ke Walikota dan  respons dari walikota semarang secara langsung menyediakan waktu untuk melaksanakan pelantikannya  sebagai pelaksana catatan sipil./Burgelijk Stand  ( B.S. )

Dalam pelantikan yang berlangsung dikantor kota madya semarang ini dihadiri oleh  staf  walikota dan anggota pelaksana harian majelis jemaat GPIB Imanuel (blenduk) semarang, yang sudah akrab dengan pak walikota karena urusan – urusan  gereja Blenduk ini

Sejak dilantiknya  menjadi pelaksana catatan sipil untuk warga jemaat GPIB Imanuel  semarang dan warga gereja lainnya yang datang minta bantuan untuk dilayani urusan nikahnya secara ganda , baik hukum gereja maupun hukum negara, setelah memenuhi sejumlah persyaratan tertentu.

TANTANGAN    DARI    LUAR,      SUARA     MENGATAKAN:  S I A P A   L U ? “

Ada yang kaget melihat dan menyaksikan pdt Theo yang murah hati ini  sanggup  menolong dan menyelamatkan banyak orang dalam urusan pernikahannya yang  terbengkalai,  sehingga mereka dari status kumpul kebo  menjadi resmi nikah  secara hukum gereja dan hukum Negara atau bagi  mereka yang sudah lama hanya nikah gereja saja di laksanakan  Nikah catatan sipil menurut hukum Negara republik Indonesia.

Menolong orang harus rendah hati dan sabar

Bagaimana expresi  mereka yang kaget ini ?  Suatu ketika  keluarga dari sepasang pengantin  yang sementara ditolong melayani  pernikahan  saudaranya ini,  pelaksanaan pemberkatan nikah selesai dan menunggu untuk  catatan sipil diruang konsistori  yang mana pelaksana  Burgelijk Stand  B>S> nya adalah Pdt Theo juga,  seorang ibu  adalah keluarganya,   menyelonong dan masuk ditengah tengah rombongan mempelai dan  mendekat serta berkata kepadanya : “ S I A P A   L U  ? ”, bukan hanya kaget, tetapi juga marah karena sementara  bertugas  a/n gereja dan Negara menolong dan menyelamatkan  saudaranya ini, tapi kemudian  pdt Theo diam sejenak minta bimbingan Roh kudus, supaya suasana pernikahan ini tidak kacau, bubar dan batal tetapi  supaya berjalan baik dan aman.

Seandai pdt Theo mengikuti emosi, maka ia dalam keadaan dinas baik atas nama jemaat –gereja , maupun atas nama Negara untuk menolong dan menikahkan  saudara dan keluarganya ini, bisa buyar acara pernikahan, tapi  ia  tenang dan menguasai diri  serta  berdoa dalam hati: “Tuhan  ampunilah  ibu ini, karena dia tidak tahu apa yang diperbuatnya , dalam nama Yesus hamba berdoa amin”

MENOLAK PERMINTAAN  SEORANG ANGGOTA  GBKP YANG HANYA BAWA SURAT NIKAH ADAT.

Ia datang kerumah meminta dengan sangat untuk dilayani nikah  B.S.nya, karena kelengkapan yang dituntut dari kantor kejaksaan  Negeri  Semarang, rupanya dia seorang  jaksa terkenal , tapi masih ada kekurangannya ialah belum nikah secara hukum negara sebagai persyaratan  untuk mengurusi masa pension, supaya masuk daftar  anggota keluarganya yaitu isteri dan anakanak.

dalam kasih ada ktegasan, dalam ketegasan ada kasih

Pdt Theo sebagai pelaksana catatan sipil, minta supaya ia menyempurnakan syarat-syaratnya yl, yang masih kurang untuk melengkapi persyaratannya, tapi ia bersikukuh  dengan alasan  bahwa nikah adat ini sudah sah, karena itu tidak perlu urus surat yl.

Pelaksana Burgelijk Stand   B>S yang suka menolong  orang dan murah hati  ini ( jika ada pasangan  yang  kurang bayaran  ditambahkan dari koceknya ,   untuk disetor ke kas negara)  tetap juga meminta syarat-syarat yang sama , dilengkapi baru dapat dilaksanakan, sebagai pertanggung jawaban  hukum kepada  Negara dan pemerintah melalui kantor Catatan sipil Semarang.

Klayen ini rupanya  seorang jaksa yang  biasa melayani  dan menuntut orang  secara hukum, tetapi dia  tidak sadar akan  kekurangannya, bahkan  setengah memaksa dengan meletakan dompet hitamnya yang penuh uang diatas meja  tamu, bahkan dengan setengah membanting dompetnya, maka  dengan  rendah hati pendeta Theo   mengatakan “ silahkan angkat dompetmu, dan jika syarat pernikahannya lengkap  baru kembali bertemu   untuk diproses.

Pendeta Theo mengajak berdoa :  ya Tuhan ampunilah bapak kekasih kami ini, jika ia tidak sadar akan kekurangannya, sadarkanlah dia, supaya ia dapat memenuhi syarat yang  dibutuhkan secara  hukum gereja dan hukum Negara dalam urusan pernikahannya ini. Kami percaya Tuhan menolong dan  menyadarkannya sebagai pelaksana hukum juga. Dalam nama Tuhan Yesus  kami berdoa Amin

DOA KHUSUS DENGAN BAPAK MARTEN SAPULETE.

Karakternya keras, omongnya tajam, suka naik pitam kalau emosinya lagi melonjak naik, sehingga sering tak dapat menguasai dari dalam rapat, dan selalu dilampiaskan dengan pukul meja sambil marah setengah berteriak, kadang kala kedengaran keluar ruangan rapat majelis jemaat.

Instrospeksi,  mohon Tuhan Yesus tolong supaya ada perubahan , pembaharuan dan kemenangan amin

Hal ini sudah berulang kali, bahkan terlalu sering didengar oleh pdt. Theo, hanya mencari waktu yang tepat untuk dapat menyampaikan peneguran untuk menolongnya,  sehingga ibarat : “benang  kusut dalam tepung, benang  ditarik kembali  dan diperbaiki kusutnya, tetapi tepung tidak terkoyak-koyak”, demikianlah dengan doa menunggu waktu yang tepat untuk menolong beliau, sehingga benang  kelemahannya diluruskan dan diperbaiki, tetapi tepung  persekutuan majelis jemaat dan jemaat tidak terkoyak-koyak, karena ribut para pemimpinnya.

Tibalah waktunya  pemilihan penatua dan diaken adalah waktu yang tepat untuk hal itu. Surat sanggahan dari warga jemaat sudah masuk,… beberapa surat tentang kelakuan beliau yang sering meresahkan warga jemaat ini, dikumpulkan cukup banyak surat sanggahan tentang  calon yang satu ini.

Pdt Theo memanggilnya dan mengklarifikasi kebenaran surat-surat ini, bahkan sang pendeta menyampaikan bahwa bukan hanya surat- surat  sanggahan ini saja,  tetapi pdt Theo sendiri melihat dan mendengar beberapa kali  insiden seperti yang dimaksud dalam surat ini, yaitu ketika pitam karena marah selalu pukul meja dan setengah berteriak dalam  rapat-rapat yang dilakukan didalam gedung gereja blenduk ini

Ia secara terus terang mengakui kelemahan itu dan sadar bahwa iapun kadang kala tidak dapat menguasai diri ketika lagi marah dan naik pitam, itulah salah satu kelemahan pribadinya yang sudah lama digumulinya dalam dirinya  melalui doa tapi tidak pernah hilang, tapi selalu muncul ketika marah dalam rapat..

DOA PERTOBATAN BAPAK MARTEN SAPULETE.

Ia mengakui kelemahannya ini  dan  mau  dibaharui oleh  kuasa dan darah Yesus  serta bimbingan Roh kudus  serta bertobat, dan berjanji untuk tidak   mengulanginya lagi,…. untuk itu ia minta pembaharuan dari  TuhanYesus terus mmenerus  agar ia   mendapatkan kemenangan dalam dirinya ini.

Orang yang datang kepad-Ku. akan Ku Jamah dan Ku berkati, serta Ku rubah untuk di pakai Tuhan

D O A : YA TUHAN ,HAMBA MENGAKU BAHWA SERING KALI HAMBA MARAH-MARAH DAN PUKUL MEJA  KETIKA NAIK PITAM, KARENA HAMBA TIDAK DAPAT MENGUASAI DIRI HAMBA INI… TUHAN…. HAMBAMU INI MOHON AMPUN DAN MAU BERTOBAT… DARI PERBUATAN INI ….YANG SERING KALI MEMALUKAN TEAM MAJELIS JEMAAT. HAMBA MOHON DIBHARUI…. DAN BERJANJI UNTUK TIDAK MENGULANGI LAGI PERBUATAN HAMBA MU INI DALAM RAPAT-RAPAT MAJELIS JEMAAT. BAHARUILAH HAMBA OLEH PIMPINAN ROH KUDUSMU, TUNTUNLAH HAMBA DALAM KETENANGANMU, UNTUK SELANJUTNYA HAMBA BELAJAR MENGUASAI DIRI DALAM KUASA  TUHAN. DALAM NAMA YESUS HAMBA BERDOA. AMIN

Doa ini kemudian ditutup oleh Pdt Theo dalam doa bimbingan dan penguatan, agar ia menyerahkan seluruh  kelemahannya ini dalam Tuhan Yesus yang sudah mati untuk dosa kita umat manusia Galatia 2:19-20

LANGKAH YANG DITEMPUH PENDETA THEO UNTUK BAPAK MARTEN SAPULETE.

Setelah pengakuan yang tulus dari bapak Marten Sapulete, maka  Pdt Theo menawarkan kepadanya :1.  apakah anda  berdiam diri satu periode ?, atau   2.  Apakah mau berubah dan bertobat :   berhenti berteriak , pukul meja , ketika marah dan naik pitam ? Pdt Theo beri waktu kepadanya dua minggu untuk berdoa bersama keluarga dan memberi  jawaban  yang mana  harus dipilih dari kedua alternatif ini.

mau berubah 180 derajat, siap di pakai Tuhan, sambil pembentukan-Nya

Ketika selesai waktu bergumul, ia datang dengan jawaban pasti bahwa setelah bergumul bersama keluarga ia memilih berubah total , tidak mau berteriak & pukul meja lagi kalau lagi marah dan naik pitam, berusaha untuk menguasai diri sesuai dengan buah-buah Roh Kudus Gal 5:22-23, lalu mereka berdua  berdoa lagi  memastikan bahwa  pilihan  yang kedua inilah yang diambil dan membuat perjanjian  dalam doa kepada Tuhan.

Hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi pdt Theo sebagai pengawas dalam rapat-rapat, supaya tidak mengulangi lagi perbuatan yang meresahkan  anggota majelis jemaat yl. Kadang-kadang  terjadi dalam rapat: ketika ia marah keras dan naik  pitam,  Bapak ini memandang Pdt Theo yang sudah memandang dia dengan kasih, lalu reda dengan sendirinya. Hal seperti ini berkali-kali, merupakan latihan bagi dirinya, sehingga ia semakin  mantap  dalam hal penguasaan dirinya.

Penanganan  khusus kepada bapak ini, membuat  kesan bahwa  selama kepemimpinan Pdt Theo sebagai ketua majelis jemaat GPIB Imanuel Semarang, suara-suara  keras yang muncul sebelumnya mulai mereda dan  berkurang, karena mereka  menahan  diri dan menjaga dirinya untuk kepentingan umum bagi jemaat ini.

WISATA KE CANDI BOROBUDUR  BERSAMA KELUARGA

mereka mengelilingi dan mendaki Borobudur dalam nama Tuhan Yesus amin

Hidup ini  terasa bosan,  jika  tidak ada variasi, untuk itu  perlu keluar dari rutinitas pelayanan, maka ia bersama keluarga mengadakan wisata ke candi Borobudur untuk menikmati alam dan memberI pelajaran bagi anak-anak, untuk menambah pengalaman  hidup mereka ditempat yang bersejarah ini…pikirnya…selagi di jawa tengah

Walaupun mobilnya tua,

Kenangkan ingat.. Lupakan jangan.. Nani berpose mewakili kel. Pdt Theo, di Borobudur

tapi bisa dikendalikan untuk berjalan jauh, sambil belajar  merawat mobil itu sepenjang perjalanan mereka.

Tidak lengkap kalau hanyamelihat saja  tetapi belajar ulang, betapa hebatnya  generasi mereka  untuk meriset,  mengarsitek dan merancang serta tentu membuatnya  dalam jangka waktu yang lama; hal ini untuk  menggenapi pelajaran  sekolah rakyat dulu, nah sekarang  sudah melihatnya langsung bersama keluarga.

Alangkah indahnya kedua candi yang menjadi peninggalan  bersejarah dan tempat wisata dunia ini, tanpa dicatat, sudah dihafal  nilai-nilai kepurbakalaannya , monumen yang   besar, luas  dan  menjulang tinggi kelangit, apa lagi Jeni dan Ory yang sempat belajar  bahasa jawa kuno /wono coroko, sehingga mereka mengerti tulisan-tulisan kuno  didinding  atau dibatu, bahkan dapat menerjemahkannya.

BERSAMA KELUARGA  MENERUSKAN WISATA KE CANDI PRAMBANAN

Jauh berjalan, banyak dilihat, kata :anak –  anak  yaitu  Jeni, Orry dan Nani, suatu perjalanan wisata yang sangat  menggembirakan mereka,  karena memberi pelajaran secara langsung dan  praktis tentang  ” apa yang mereka peroleh dalam pelajaran di kelas dan sekolahnya.

mengaggumi keindahan candi prambanan, tetapi lebih indah batu permata candi Tuhandi Sorga

Tidak menyia-nyiakan  waktu, sekali dayung, dua tiga pulau terlampawi, demikianlah pepatah yang menggambarkan bahwa    :     “kalo  su sampe di candi Borobudur….terus   sa… ke  candi  satu itu prambanan, karena ” c  a  n  d  i    prambanan   yang exotis  dan elok itu ”  …su dekat…. sonde   jauh….jauh lai.

Sejauh mata memandang, tak puas-puasnya  keindahan yang diperolehnya, bukan hanya  candinya  yang menjulang  tinggi dan indah itu  saja ,  tetapi juga  keindahan   ekosistim  sekitarnya yang sangat mendukung  candi prambanan ini

Keindahan Candi Prambanan di Malam hari dinikmati oleh keluarga Pdt Theo

Puas….puas….. dan   …puas…. kata Jeni, …Orry   dan   Nani…. mendampingi kedua  orang tuanya, yang sambil  loncat sana …loncat sini ….menunjukkkan tanda kegembiraan mereka, bahwa lahir di Banda Aceh dan  Bnajarmasin, tapi akhirnya liat juga  kedua candi dalam pelajaran ini. artinya  Jeni dan Orry llahirnya di banda aceh serta nani  yang lahirnya di Banjarmasin, sama -sama melihat wisata  kedua candi yang  bersejarah ini.

WISATA BERSAMA  KELUARGA KE BANDUNGAN-AMBARAWA.

Bandungan-Ambarawa adalah suatu tempat diatas gunung dan berudara sejuk… dingin, sama seperti puncak kalau kita tinggal di Jakarta,  maka Bandungan adalah puncaknya Semarang, disana kita bisa mendengar   berkokonya ayam hutan dlsbnya.

Bapak Selly bersama  keluarganya  yang mengajak Pdt Theo dan keluarga, sehingga bersama-sama kami menikmati  tempat wisata yang dingin dan sejuk itu…selama beberapa hari pada musim liburan sekolah.

Melepas lelah dari kepenatan kesibukan pelayanan di Bandungan Ambarawa, tempat yang sejuk,…dingin.. dan indah ini

Tanpa diminta… pak Selly sudah menelepon, bahwa semua fasilitas sudah disediakan untuk Pdt Theo dan keluarga berlibur  wisata sendiri ke Bandungan – Ambarawa, adalah suatu panggilan  nuraninya, karena melihat kesibukan pelayanan Pdt Theo begitu padat dan penat  di kota Semarang ,  sangat perlu penyegaran untuk keluar dari kepenatan padatnya pelayanan itu, maka ia terpanggil untuk  melayaninya melalui memberi fasilitas  liburan wisata ini.

MELAYANI BAPAK LAROSA SH, KAKANWIL KEHAKIMAN -JAWA TENGAH.

Salah satu tokoh GPIB Imanue l( Blenduk ) Semarang ialah  bapak Larosa SH, kakanwil  Depertemen kehakiman zaman itu, sebelumnya beliau adalah kakanwil  departemen kehakiman Sumatera Utara (Sumut), lalu  pindah  ke jawa tengah dalam jabatan yang sama.

Orang yang datang pada-Ku. AKU  baharui, Ku siapkan  hidup kekal yang tidak dirampas  dunia ini

Dalam keberadaannya sebagai pejabat yang punya  kuasa  untuk menolong pelayanan  di Penjara tetapi juga punya pergumulan dan tantangan yang hebat,  ia bergumul secara pribadi selaku  seorang Kristen,   dimana pergumulan itu  sangat berat sehingga ia harus masuk keluar rumah sakit, baik ketika di Medan maupun di Semarang.

Ia memanggil Pdt Theo masuk ruangan dan hanya empat mata : mereka bicara dalam pelayanan ini, baik soal  dinas maupun  soal pribadi dan akhirnya diadakan doa pertobatan serta mengundang Yesus untuk membaharui hati dan hidupnya ,   untuk mampu menghadapi semua tantangan   bersama dengan  Yesus kristus, karena Yesus berjanji untuk menyertai setiap anak-anaknya yang datang dan mohon pembaharuan  dalam namaNya

Dan akhirnya  beliau minta doa penyerahan kepada Tuhan Yesus Kristus yang empunya hidup dan  keselamatan itu,  doa ini diikuti dengan baik dan penuh penyerahan; Setelah Pdt Theo selesai berdoa dan keluar ruangan kira-kira 15 menit, keluarganya yang gantian masuk ke rungannya  memanggil untuk masuk kembali bersama anggota majelis jemaat  yang ada, ternyata waktunya untuk Tuhan memuliakan  dan  memanggilnya kambali kesisiNya yang kudus.

Puji Tuhan,  semuanya indah pada waktuNya, ia pergi untuk selama-lamanya dengan suatu kepastian, bahwa Yesuslah Tuhan dan Juru selamatnya, amin.

MENGIKUTI PEMBINAAN DASAR KEPEMIMPINAN PENDETA GPIB.

Menjawab undangan  Majelis Sinode GPIB, maka Pdt Theo   dari utusan jemaat GPIB Imanuel Semarang bersama  dengan Pdt Paul Linggar utusan dari  jemaat GPIB Torsina – Cipinang Jakarta, mulai mengikuti pembinaan  dan pelatihan dasar kepemimpinan pendeta GPIB di Jogyakarta.

Selama dalam pembinaan dan pelatihan  tsb. Pdt. Theo aktif  untuk memberikan tanggapan secara kritis  terhadap yang diperolehnya   dengan  menyaringnya berdasarkan pengalaman kerja dan memimpin selama dalam kepemimpinannya di jemaat-jemaat GPIB.

Salah seorang penceramah adalah Laksamana Sudomo, Pangkopkamtib. membandingkan sistim  pengkaderan AB R I  dan sistim pengkaderan Pendeta GPIB yg perlu ditata ulang

Salah satu penceramah adalah  Laksamana  Sudomo,  sebagai  Pangkopkamtip yang memberikan gambaran  tentang  kaderisasi di TNI  yang begitu ketat dan  selektif, bagi semua prajurit  TNI

Ia mengakui bahwa sistim berbeda,  karena  sistim yang dipakai dalam kepemimpinan TNI adalah sistim komando, sedangkan GPIB bukan sistim komando, melainkan sistim presbiterial sinodal; Dari latar belakang sistim presbiterial inilah berangkat dan beranjaknya kepemimpianan GPIB untuk membangun kepemimpinan para pendetanya yang memimpin jemaat masing didaerahnya

PENDETA THEO MENANGGAPI CERAMAH JENDERAL SUDOMO

Salah satu peserta yang secara kritis  menanggapi ceramah laksamana Sudomo ialah Pdt Theo Natumnea, ia menyampaikan pendepatnya tentang  kekayaan Indonesia yang berlimpah ruah, khususnya dibidang minyak, apalagi kalau harga minya dunia naik, pengelolanya yang berpesta, rakyat tetap  menderita dan miskin.

Ia ibaratkan seperti serombngan tentara yang sementara latihan melawati sungai disebuah  kampung, disungai itu  sementara  mandi seorang gadis yang buah dadanya  antara permukaan air, sebentar tenggelam… sebentar kelihatan, ….. sebentar hilang,….sebentar nampak….. (yang di soraki  dengan tepuk tangan oleh para peserta sampai semuanya berdiri )…yang menjadi sorotan para anggota

Jangan menonton saja kenaikan harga minyak, sementara rakyat menderita

tentara, ada yang sibuk foto, ada yang hanya nonton, ada yang melihat pakai alat jarak jauh dlsbnya( tambah bersorak para peserta pembinaan)….. sampai truk-truk komando melewati sungai yang  sementara gadis desa yang  lugu ini mandi.

Demikianlah  rakyat ini nasibnya sama, hanya nonton, melihat, atau melotot sekalipun  kanaikan harga minyak bumi ini naik turun, tapi rakyat tidak pernah mendapat kenikmatan harga yang sering kali berlipat ganda ini, yang hanya dinikmati oleh pengelola dan penguasa republik ini.

Komentar pak Sudomo : “Ada pula pendeta  yang bisa menilai dunia ekonomi, yang mampu menjabarkannya dengan cerita menarik yaitu ceritera eksotis” gadis desa yang mandi disungai  sementara lewat  prajurit  yang sementara latihan….yang bisa membuat mata  para tentara terbelalak, tapi senyum indah.”

Kita sama-sama nonton saja  naik turunya harga minyak bumi dunia ini  pak pendeta  !  bahkan kita sering ketimpa kenaikan harganya, yang membuat penderitaan rakyat  tidak habis-habisnya pak pendeta…terima kasih pak pendeta ujar sudomo  jenderal berbintang empat ini.

MENEMBAK MATI BURUNG HANTU DALAM GEREJA BLENDUK.

terjatuh ditembak dengan senapan cis, oleh pdt Theo, sekali membidik, terkulai ke lantai gereja tua…Blenduk

Ternyata dalam gereja blenduk menginap seekor burung hantu berwarna putih, untuk mencari kelelawar kecil yang  juga    tinggal & bersarang  cukup banyak  diatas bubungan gereja tua itu, kemungkinan  kesiangan atau memang  mau menetap di gereja, karena  lebih rasa aman dan gampang,   mencari makan kelelawar kecil pengganti tikus.

Burung hantu itu bukan penjaga gereja dan bukan burung hantu jadi-jadian, tetapi seekor burung  hantu yang  senang tinggal  dalam gereja karena dingin dan gampang mendapat makanan, karena banyaknya kelelawar kecil yang  tinggal dibubungan gereja dan sering terbang kesana kemari melewatinya untuk ditangkap.

Ketika koster melaporkan bahwa ada seekor  burung hantu dalam gereja, ia menyuruh koster itu pergi berlari-lari mengambil senapan angin di pastori, yang dibelinya ketika masih berada di Banjarmasin, dan sudah berlatih cara menembak yang tepat.

Setiba koster itu diberikan senapan angin itu, dipompanya sampai kencang dan diarahkan moncongnya keatas…  kearah burung hantu itu sambil membidik: cis…….terjatuhlah burung  hantu itu  kebawah dan terkulai dilantai gereja tua ini

Setelah diperiksa, ternyata peluru senapan angin itu  mengenai mata sebelah dan tembus  lewat atas kepala, sesuai dengan bidikan  pdt Theo, ketika menembak burung hantu itu. Ternyata  tidak percuma latihan menembak waktu masih ia berada dihutan Kalimantan  selatan, dengan sekali bidik, maka terjatuhlah burung hantu ini

Koster mengambilnya dan berkata : akan  menghadiahkan kepada  temannya yang akan membuatnya menjadi   hiasan dengan air keras untuk dipajang, karena  bulu burung hantu yang putih ini sangat indah untuk dipajang, jika dikemas dengan baik.

PENDEWASAAN ” JEMAAT  EFFATHA ”   S E M A R A N G

Efatha: “terbukalah”, lebarkan sayapmu,…. untuk melayani sesamamu, dalam nama Yesus, ia berjanji : Aku menyertai kamu

Jemaat GPIB Imanuel (  Blenduk )  Semarang semakin bertumbuh dan berkembang,   jumlah kepala keluarganya sampai ribuan  anggota majelis  jemaatnya  hampir duaratusan  dan wilayahnya amat luas dengan  gedung ibadah dalam kota semarang  ada 4 gedung:  yaitu Blenduk, Peterongan, Effatha dan Banyumanik ,  volume kebaktian tiap minggu sebanyak  6 kali kebaktian  dan luar kota adalah bagian jemaat Kendal serta pelkes  kenongo dan pelkes Dempelrejo.

Data demikian  pasti  mereka analisa  bahwa jemaat tidak puas, dengan pelayanan majelis serta pendeta untuk menjangkau dan melayani warganya yang banyak dan luas itu, apa lagi pendetanya (Pdt. Theo) yang seorang diri melayani jemaat  sekaliber  semarang ini, ia menyatakan ” sangat tidak puas”, jika mempertahankan jemaat ini hanya satu jemaat saja.

Dirancang dalam Program kerja untuk pendewasan  jemaat yang dipandangnya sudah memenuhi syarat,    sehingga          semakin bertambah  tenaga pendeta  bisa menjawab tantangan pelayanan ini dan dapat bersaing positip dengan  GKI, GKJ GIA,HKBP dan gereja lainnya di semarang.

Proses pendewasaan jemaat  Effatha ini, cukup menyita tenaga, karena status sebelumnya adalah bagian jemaat dari Imanuel (Blenduk) yang memberikan keluasan untuk mengelola sendiri pelayanan dan keuangan, sedangkan administtrasi dan sebagian pelayanan masih diatur dari jemaat induk.

Dari sisi inilah maka bagian jemaat ini ingin mau cepat-cepat dewasa, pada hal persiapan dibidang yang lain membutuhkan waktu untuk melatih, membina dan  membimbing   kearah persiapan pendewasaannya.

Kehadiran  Vikharis Andar Maitimu sangat berperan  dan  menolong mempersiapkan buku-buku menurut tata gereja serta mengisi buku-buku itu sebagai bagian dari pada persiapan pendewasaan itu.. al. buku : daftar anggota, kelahiran, pendaftaran, kematian, mutasi,  baptis, sidi, nikah , majelis dan BPK serta komisi dlsbnya.

Setelah membuat program  dan anggaran tersendiri yang turut memperhitungkan  anggaran seorang pendeta, maka ditimbang dari segi pengeluaran dan pemasukan, sehingga dari segi ekonomi dipandang  siap dan matang  untuk didewasakan.

Selain itu bagian jemaat ini punya wilayah perbatasan yang jelas, majelis jemaat yang terbagi dalam sektor-sektor, merupakan penataan yang matang untuk menerima pendewasaan.

Pendeta  Simau  sebagai ketua umum Majelis  GPIB telah membawa sk majelis sinode GPIB tentang pendewasaan dan beliau yang langsung mendewasakannya menjadi jemaat GPIB Effatha Semarang…Effatha  …terbukalah .

AKHIRNYA,MEREKA  MAU MENERIMA RUMAH SESUAI UNDIAN.

Peristiwa menghilang  semua orang yang pada waktu doa syafaat itu , ialah orang- orang  yang menempati “rumah tua  peterongan”, mereka sadar satu persatu  bahwa tempat mereka tinggal itu bukan  hak milik mereka tetapi adalah milik  gereja,  sehingga  mereka mau menerima rumah undian di perumnas Banyumanik.

Terimalah nomor undian ini untuk rumahmu, sesuai pimpinan Tuhan

Rumah yang diundi untuk mereka ini bukan juga uang  atau rumah ganti rugi, tetapi sekedar uang/rumah pengusiran dan pengosongan, karena tempat yang mereka tinggal itu harus segera dikosongkan untuk membangun gedung gereja, pastory dan kantor gereja serta sisanya  sebagai pendayagunaan tanah tsb antara investor  dengan Majelis    Sinode GPIB.

Tanda tangan  mereka bubuhkan  dalam tanda terima rumah, sehingga bersiap-siap untuk masuk rumah, yang  tentunya masing-masing harus memperbaiki seperlunya, Karena  rumah yang dibeli oleh majelis Sinode GPIB melalui team penyelesaian ini adalah rumah yang sudah lama kosong.

Puji Tuhan, urusan    pengosongan  rumah tua peterongan dalam rangka program sinodal yaitu  pendaya gunaan harta milik GPIB ini dapat diselesaikan, sehingga rumah orang tua/jompo peterongan sudah mulai kosong untuk  dibangun gereja dan tanah sebagian oleh Majelis sinode GPIB berikan kepada investor, sebagai pendayagunaan harta milik GPIB  sesuai harga yang telah di tetapkan kedua belah pihak.

TANAH & GEDUNG GEREJA  GPIB DIPAKAI  AGRARIA & GERGAJI KAYU DIKUDUS

Harta milik GPIB dijawa tengah ada dimana –mana, kalau mau ditelusuri al  ada di Kudus, rombongan majelis jemaat Imanuel (Blenduk) sudah melihatnya ketika berkunjung ke Dr Philemon….pindahan dari Palangkaraya, mereka  melihat dari dekat dan menyaksikan  tanah sebagian besar dibangun kantor Agraria (BPN) , sedangkan sisanya  berupa gedung lama gereja  Indische kerk, dipakai tukang gergaji kayu karena tidak diurus .

Kasihan  tanah & gereja tua ini terbengkalai :Tanah gereja ini segera ditangani oleh MS GPIB, kalau tidak akan hilang seterusnya, tanpa bekas…jangan dan jangan terlambat

Hal ini Pdt Theo sebagai ketua majelis jemaat  GPIB  Imanuel semarang (BLENDUK) telah melaporkannya ke Majelis sinode, serta ia pendekatan dengan  Mayor  jenderal purnawirawan TNI Pen Kris  Masengi yang adalah anggota majelis Sinode bagian harta milik dan dalam perkembangannya ia mengatakan: “sudah melihat dan akan dibawa dalam rapat  majelis sinode” dan di perhatikan secara serius harta milik GPIB  di Kudus ini.

Bagaimana nasibnya tanah itu, kita pasti mendapat keterangan   dari anggota Majelis sinode bidang harta milik, supaya  dapat diselesaikan dengan baik.

Usul Pdt Theo: tempatkanlah seorang tenaga, apakah seorang motivator ? atau Vikharis yang  punya keberanian? Atau siapapun  orangnya dengan  predikat  &  jelukan  apapun namanya ? dibawah pengawasan Majelis jemaat GPIB Imanuel semarang dan Majelis Sinode GPIB untuk mulai mengembangkannya  berkoordinasi dengan  warga GPIB disana yang sementara kebaktian digereja lain untuk mulai  berdoa dan minta Tuhan hidupkan kembali jemaat dikota Kudus dengan modal  keluarga Dr Philemon yang  berasal  dari GPIB  Ebenhaezer Palang Raya, , seperti pengalaman Pdt Theo bekerja sama  Dr Philemon dan  membangun  Jemaat  GPIB Ebenhaezer Palangkara yang lalu.

Sayang, jikalau dibiarkan terus, dan tidak diurus, bisa saja  tanah dan gedung gereja tsb  menjadi sirna diambil orang semuanya, pada hal GPIB ditempat lain seperti pengalaman gereja lain juga, bahwa dalam nama Tuhan Yesus  bisa membuat yang tidak ada menjadi ada dan  yang sudah ada  menjadi  lebih baik

GEREJA INDISCHE KERK  DISERAHKAN OLEH GKJ KEPADA GPIB  DIREMBANG.

MS GPIB segera mengurus statusnya ke Pemda Rembang, kalau tidak akan berubah fungsi

Surat Majelis gereja jawa Rembang menyampaikan ke Majelis Sinode GPIB dengan tembusan Majelis jemaat GPIB Imanuel Semarang (Blenduk) dalam hal mengembalikan /menyerahkan tanah dan gedung gereja itu kepada GPIB, karena mereka  yang pinjam pakai sudah  selesai dan sudah memiliki gedung gereja sendiri.

Pada saat itu dikomunikasikan kepada majelis Sinode GPIB, saat-saat mana Pdt Theo pindah dari jemaat Imanuel ( Blenduk ) Semarang ke  jemaat Filadelfia Banten.

Menurut salah satu warga jemaat yang tahu Rembang  bapak Sutrasman  adalah  anggota  majelis jemaat  GPIB Gloria mengatakan bahwa letak gereja ini sangat strategis karena berada dipantai dan disinyalir mau dijadikan  monumen bersejarah, milik Pemda Rembang, kalau tidak segera diambil ,  diurus  dan dipergunakan.

Usul supaya diurus dan ditempatkan seorang Vikharis yang mandiri yang dikontrol mentor dari Jemaat GPIB Imanuel ( Blenduk ) Semarang dan Majelis Sinode  GPIB untuk merintis  warga jemaat di Rembang dari tidak ada menjadi ada , atau dari yang sedikit menjadi  jemaat dewasa. Dengan iman  pasti tahap demi tahap dapat dicapai oleh pertolongan Tuhan Yesus kepala Gereja dalam pimpinan Roh kudus.

TANAH  P A L D A M :  G.P.I.B.   menang  dari Pengadilan Negeri s/d  Mahkamah Agung

negosiasi antara Kodam Diponegoro, Investor dan GPIB:  menyelesaikan tanah Paldam Semarang

Boleh dikatakan bahwa salah satu gudang harta milik GPIB peninggalan Belanda  berada di Semarang pada khususnya dan jawa tengah pada umumnya, selain di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia tercinta ini.

Tanah Paldam yang dibawah Kodam Diponegoro jawa tengah melalui suatu proses yang panjang dari Persidangan sinode  yang satu ke persidangan sinode yang lain yang menghabiskan tenaga dan pergumulan .

Hal ini terjadi  karena sesudah Kodam pindahkan kantor paldam baru ke Ungaran , suatu kompleks yang luas dan indah sebagai pengganti kantor paldam lama  dan merealisasikan perjanjian  antara GPIB dengan  Kodam Diponegoro. pihak kodam sudah aman menerima bagiannya,  sedangkan Majelis sinode GPIB belum menerima semua bagiannya, muncul suatu yayasan  yang mengklaim  bahwa tanah itu milik yayasan tsb, bukan hanya mengklaim tetapi memperkarakan status tanah itu ke Pengadilan Negeri semarang.

Majelis Sinode menyiapkan pengacara GPIB yang handal dari Jakarta untuk menghadapinya dan puji Tuhan, data pemilikan  yang dimiliki GPIB lengkap sehingga  yayasan itu  kalah…atau kemenangan dipihak gpib.

Yayasan ini tidak patah arang, mereka   naik banding ke pengadilan Tinggi semarang, puji Tuhan pula , kemenangan masih di pihak GPIB

Mereka  banding ke mahkamah Agung Jakarta, tapi dewi fortuna  tidak berpihak  kepada mereka, tapi justru terus menghampiri GPIB yang menang..puji Tuhan.

Yayasan  yang sebagian besar anggotanya adalah warga jemaat GPIB Imanuel  semarang  ini terus berusaha dan berkutat untuk menjadi keadilan  dengan mohon peninjauan ulang ke mahkamah  agung , tetapi justru semakin mereka berusaha, semakin dipermalukan, karena hasilnya nihil,  dewi fortuna  kemenangan tetap dipihak GPIB.

YAYASAN  BARU    MENGKLAIM    TANAH       PALDAM , SESUDAH  KEKALAHANNYA di MAHKAMAH  AGUNG RI.

Nasib mengurus harta milik  inventaris Blenduk ini, dibuatnya GPIB menjadi  bulan-bulanan oleh orang –orang yang merupakan preman berkerah  putih, permainan mereka tinggi, orang orang yang tidak

Instansi Hukum tertinggi : MA, telah memutuskan kemenangan kepada GPIB

bertanggung jawab , mereka masih  sama hanya mengganti baju saja dan   mencari tambah orang lain yang adalah keturunan belanda membuat yayasan baru, lalu mengklaim tanah paldam yang pernah di pakai Kodam Diponegoro ini menjadi masalah besar dan berlarut –larut.

Yayasan baru  yang mengklaim tanah paldam Kodam  Diponegoro ini memperkarakan kepengadilan. Pengadilan Negeri semarang, tetapi pihak pengadilan  menjawab mereka ,bahwa  GPIB sudah menang dalam perkara ini, tapi mereka mengatakan kami tidak mengenal yayasan yang kalah itu, kami adalah pemilik yang sebenarnya

Itulah dunia harta milik yang sering membutakan mata rohani manusia termasuk orang percaya,  sehingga kalau sudah buta, maka dia tabrak  kesana kemari untuk mencari harta dunia biarpun secara haram.

Mari kita periksa diri untuk bekerja, berusaha dan mencari apa saja termasuk harta dunia ini, tetapi bagaimana cari mencarinya dan bagaimana cara mempergunakannya untuk membangun hidup dan iman kita serta mencarinya secara halal.

PDT THEO MENOLAK UNTUK MEMBAWA PENGURUS YAYASAN INI k e  MAJELIS SINODE GPIB

Pada saat pdt Theo mau pindah  dari jemaat GPIB  Imanuel semarang ke jemaat GPIB Fildelfia Banten, mereka telepon ke pastori, supaya berteman menjadi team  untuk menghadap ke majelis sinode GPIB  agar menjari jalan damai.

Pdt Theo menolak tawaran itu dan berkata :” kita   beda pendapat,  karena harta milik  GPIB  yang ingin dikuasai oleh yayasan ini sudah kalah dan tidak perlu lagi cari jalan damai,  bahkan   anda adalah warga jemaat  GPIB Imanuel harus mengamankan keputusan Mahkamah Agung tentang   peninjauan ulang itu, oleh karena  mahkamah agung   sebagai lembaga hukum tertinggi dinegara kita ini…sudah memberi kemenangan kepada GPIB.

Saya dipihak GPIB, silahkan bertemu sendiri dengan MS GPIB

Kata pdt Theo : “Silahkah menghadap sendiri  ini alamat dan nomor teleponnya, agar mencari jalan damai atau bagaimana,  saya berada dipihak  GPIB dan inilah pandangan saya”, penegasan ini  untuk demi hukum dan nilai edukatif,  mengajarkan kepada warga jemaat, agar kerja dan usaha apa saja,  agar menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran,  pasti diberkati Tuhan.

Hal ini diinformasikan ke Majelis sinode GPIB, tetapi ia sendiri berada dipihak GPIB, memang mereka adalah orang –orang kaya , karena  yayasan mereka  sudah mendaya-gunakan beberapa tanah yang ditinggalkan oleh Belanda begitu saja sesudah revolusi, lalu mereka mengklaimnya sebagai milik yayasan tsb.

Semua informasi ini ia bukakan kepada majelis sinode untuk bersiap, jika memang mereka betul-betul datang untuk bertemu mencari jalan damai itu, maka pihak kita yaitu GPIB mendapat data yang akurat untuk menjamu mereka, namun jelas bahwa mereka sebagian besar adalah anggota yayasan lama yang sudah kalah dari GPIB, hanya ganti baju yang  warnanya lain, ini yang perlu diwaspadai, bukan sebagai status warga jemaat, tetapi dalam status  lawannya gpib di pengadilan.

INVESTOR SUDAH MULAI MEMBANGUN DAN MENJUAL TANAH YANG BELUM SELESAI MASALAHNYA.

Pada saat itu bersama salah seorang anggota team Majelis sinode GPIB yaitu bapak  Tetelepta SH  , ia adalah  asisten Intel jaksa tinggi jawa tengah, dari mana ia mendapat informasi, sehingga ia mengajak pdt Theo melihat lokasi tanah paldam yang sangat strategis itu.

Masalah belum selesai investor sudah membangun karena dia merasa rugi: MS GPIB harus tuntaskan hak-hak GPIB

Heran, ketika sampai dilokasi ia sendiri bertanya kepada pdt Theo; Mengapa mereka sudah membangun, pada hal urusan pembayaran kepada  Majelis Sinode GPIB belum selesai ?  Wah kata pendeta Theo: “ saya  juga  mau bertanya  : mengapa, dan mengapa  hal ini terjadi “ ?

Memang bila direnungkan, investor punya dana sudah banyak keluar untuk membangun kompleks baru paldam kodam dipinegoro diungaran, tetapi semuanya ini harus melalui prosedur yang baik , benar dan tertib , supaya tidak ada pihak yang dirugikan , dalam hal ini adalah pihak Majelis  sinode GPIB kita.

PERSIDANGAN SINODE DI DENPASAR DAN DI JAKARTA TELAH MENETAPKAN UNTUK  SEMENTARA TIDAK MENGURUS HARTA MILIK GPIB.

Awasmasalah yang berjalan tetap diurus sampai tuntas, karena nilai rupiah tetap berkembanginvestor mau mengembalikan modalnya juga

Pertanyaannya : berapa lama    tenggang waktu untuk  tidak mengurus harta milik G P I B   ?  dan  Bagaimana   urusan harta milik yang nasib urusannya   masih  terbengkalai  ? bagaimana nasib  urusan tanah milik GPIB di Paldam Kodam Diponegoro yang  yang pembayarannya belum selesai ? Jawabannya harus datang dari Majelis sinode, untuk mengamankan  semua transaksi, negosiasi yang sudah berjalan, karena jika ditinggalkan lama dan bertahun-tahun , nilai rupiah  uang republik Indonesia tercinta ini semakin menyusut, jika  tahun delapan puluhan majelis sinode harus terima 12 miliar rupiah umpamanya, maka sekarang harga itu sudah menjadi 12 triliun rupiah dan banyak pertimbangan faktor keamanan dan  kejujuran investor yang harus segera melunasi utang tsb.

Berdasarkan data-data  dan pertanyaan diatas, maka pihak gpib yaitu majelis sinode harus mengambil langkah kebijakan yang tepat guna mengamankan dan menyelesaikan semuanya itu, syukur puji Tuhan , kalau sudah selesai, tapi dalam laporan dan realissasi pendaya gunaannya   yang masih merupakan tanda Tanya!  Tapi kalau belum selesai  pendeta Theo mengusulkan untuk langkah-langkah strategis  itu harus segera ditempuh untuk kepentingan gpib  dan pelayanannya.

Hal ini diuruaikan dengan tulus , sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman mendampingi baik team majelis sinode dan anggota majelis sinode, karena selama ia bertugas sebagai pendeta /ketua majelis jemaat gpib imanuel ( blenduk) semarang,   sering datang anggota majelis sinode gpib untuk urusan tsb

Sebenarnya, masih banyak lagi dibenak pendeta Theo, tapi cukup  mengutarakan data-data diatas, kiranya dapat dimanfaatkan  dan menguntungkan pihak gpib, untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus dalam mengembangkan pelayanan ladangNya amin.

PENDEWASAAN JEMAAT FILADELFIA SEMARANG.

Selamat bersekutu, melayani dan bersaksi, “Filadelfia : Kasih Persaudaraan”

Penyelesaian gedung gereja  baru lengkap dengan kantor  gereja dan pastori,  merupakan  salah satu persiapan untuk melengkapi  syarat pendewasan  sebuah jemaat baru, dimana majelis  bagian jemaat peterongan  berkonsultasi  terus menerus dengan jemaat induk , dibawah koordinasi ibu Pattikawa sebagai koordinator  untuk mempersiapkan pendewasan tsb.

Kepadanya diarahkan oleh Pdt Theo, agar mempersiapkan buku-buku sesuai tata gereja dan menilai kemampuan calon jemaat tsb  menuju kemandiriannya.

Buku-buku sesuai tata gereja sudah disiapkan al. buku: keadaan jemaat, pendaftaran, kelahiran,  kematian, baptis, sidi, nikah, atestasi, majelis, bpk, komisi dlsbnya ,  sudah siap untuk di periksa oleh majelis jemaat GPIB Imanuel (Blenduk)

Laporan disampaikan kepada  Majelis Sinode GPIB untuk ditilik  dan dinilai kelayakannya, lalu ditetapkan  hari pendewasaan serta diutus  Pdt  wuwungan Dth  sebagai ketua umum majelis sinode untuk mendewasakan jemaat baru ini dengan nama “ FILADELFIA’ artinya persaudaraan

PENDETA THEO DAN KELUARGA  BERDOA’ DI BUKIT DOA’ GETSEMANI, UNGARAN

Semua anggota keluarga yaituTheo, Nelly, Jeni, Orry  Nani  dan  Debora (keponakan)  memilih satu tempat saja,diruang gua itu besar dan bisa muat semuanya.

Mereka berdoa seharian instrospeksi diri : Pdt Theo, Ibu Nelly, Yenni, Ori, Nani dan Debora (Ponakan)

Memuji-muji nama Tuhan atas kebaikanNya yang telah memimpin mereka  melayani di Semarang selamat empat tahun, suka….dan duka  …silih berganti, itulah dinamika hidup  dan pelayanan diladang Tuhan ini

Masing -masing mengadakan refleksi, mengangkat hati dan menaikan doa  puji syukur serta ucapan syukur pada  Tuhan atas  pertolonganNya dalam rumah tangga, sekolah anak-anak dan terutama pelayanan yang volumenya cukup tinggi…tetapi dapat menjalaninya serta melewatinya  dengan baik karena pimpinan Tuhan.

Kini waktunya untuk mereka akan pindah, mempercayakan kepindahan mereka ini pada Tuhan, sebagaimana  Tuhan memimpin di jemaat Imanuel (blenduk) semarang, kiranya berkat , anugerah Tuhan yang sama akan menyertai mereka di tempat baru …Filadelfia Bintaro-jaya-banten..terpujilah Tuhan Yesus Kristus.

Sesudah berdoa seharian bersama keluarga, waktunya untuk makan dan melihat sana -sini untukterakhir kalinya sebelum berangkat ke  Banten-Bintaro-jaya.

SIAP-SIAP MAU PINDAH KE FILADELFIA  BINTARO – BANTEN

Selamat Tinggal gereja Blenduk, selamat tinggal Jemaat Immanuel Semarang, terus berjuang dalam pelayanan, Tuhan Berkati

Tidak terasa, empat tahun  kepemimpinan Pdt Theo di Jemaat Imanuel Semarang, dalam waktu yang singkat itu Tuhan berkati sehingga mendewasakan dua jemaat baru yaitu   jemaat Effatha    semarang selatan dan jemaat Filadelfia Semarang timur serta mengembangkan pelayanan jemaat GPIB Imanuel (Blenduk), serta proyek sinode  yang memakan tenaga dan waktu tersendiri .

Majelis sinode telah menilik dan menetapkan untuk Pdt Theo menggantikan  Pdt.Brury Lewakabesy yang sudah keluar dari GPIB ke gereja pouk dan meninggalkan jemaat Filadelfia dalam keadaan kacau.

Isunya sudah didengar ketika ia  mengikuti konsultasi  mupel-mupel  dan Majelis Sinode di Medan, kini sk majelis sinode telah tiba  dan digumuli bersama majelis Jemaat untuk mempersiapkan  keberangkatan  dan kepindahan Pdt Theo dan menerima Pendeta yang baru.

Segala sesuatu telah dipersiapkan untuk diadakan perpisahan, tapi sementara persiapan tsb Majelis jemaat GPIB  Filadelfia  meminta agar segera mengisi kekosongan, untuk  itu Pdt Theo segera berangkat untuk diadakan serah terima di tempat baru yaitu Jemaat GPIB Filadelfia Banten.

Diadakan serah terima jabatan   ketua majelis jemaat GPIB Filadelfia dari Pen  Ny. Willy Tuapatinay  kepada Pdt. Theofilus Natumnea sebagai ketua majelis jemaat GPIB filadelfia Banten

Dengan demikian Pdt Theo mendapat kepercayaan untuk memegang dua jemaat yaitu Imanuel semarang dan Filadelfia banten selama empat bulan.

Untuk urusan pergi dan pulang tanggung jawab dari jemaat GPIB filadelfia tiap dua minggu mendapat tiket garuda selama empat bulan , karena belum ada serah terima di jemaat GPIB Imanuel Semarang.

Ketika tiba waktunya kenaikan kelas anak-anak, maka diadakan serah terima dengan ketua I majelis Jemaat GPIB  Immanuel Semarang Pen Tetelepta SH dan  selanjutnya ……selamat tinggal jemaat Imanuel semarang,…. selamat tinggal Gereja Blenduk,….dalam segala suka duka yang telah dijalaninya bersama dalam kasih dan kemenangan Yesus Kristus Tuhan kita amin.

BERSAMA  KELUARGA TIBA  DIJEMAAT  GPIB FILADELFIA  BINTARO – JAYA  – BANTEN.

Selamat datang.. dan selamat berjuang di Jemaat GPIB Filadelfia Bintaro-jaya- Banten.

Dalam biaya pindah  mereka  diperhitungkan tiket garuda, tetapi dalam mutasi pendeta tidak ada biaya pendaftaran anak sekolah, sehingga  mereka berdoa  kepada Tuhan untuk pendaftaran  anak sekolah .

Pada hari itu mereka sekeluarga  pergi  berdoa seharian di” bukit doa “ Ungaran, mau mencari waktu teduh dan evaluasi diri serta  menyampaikan  terima kasih pada Tuhan, bahwa selama empat tahun melayani Tuhan diJemaat GPIB  Imanuel (gereja blenduk) Semarang Tuhan  telah memelihara dan menjaga  mereka dengan baik, walaupun melaui suka dukanya, itulah dinamika kehidupan  seorang hamba Tuhan.

Ibu Ary bendahara mupel & anggota majelis jemaat  Filadelfia   semarang  yang telah didewasakan itu ,  menyampaikan bahwa  ia menanggung travel semarang – jakarta untuk keluarga Pendeta  Theo Natumnea.

Besok paginya ,bersama warga jemaat yang berkumpul untuk melepas keberangkatan  keluarga Pdt Theo Natumnea berdoa bersama, selamat tinggal…. teman-teman,selamat tinggal…tetap memelihara persekutuan dan tetap melayani, sampai jumpa…Tuhan memberkati (ucapan  ini  dengan suara sendu dan berlinang air mata)…..selamat jalan pak pendeta bersama ibu dan anak-anak semuanya…Tuhan memberkati  juga…selamat-selamat dijalan sampai di banten..Bintaro jaya Jakarta.(juga  ucapan dengan berlinang air mata dan suara sendu melepas pendetanya  bersama keluarga berangkat)   ngeng….ngeng…ngeng… berangkatlah mereka…makin lama ..semakin jauh mata memandang.….

Pendeta yang berhati kasih dan Injili ini masih sempat singgah berdoa diKendal   dalam “gedung gereja” bagian jemaat  yang  belum selesai ini,  ia berdoa  agar Tuhan memberkati bagian jemaat ini untuk berkembang , dimana gedung gerejanya belum selesai.

Meneruskan perjalanan darat, sambil istirahat dan makan , dengan sukacita mereka melaju dengan  kendaran travel ini sampai tiba di Bintaro –banten dengan selamat.

PERKENALAN KELUARGA PENDETA THEO  DENGAN WARGA JEMAAT  FILADELFIA.

Khotbah perkenalan pada ibadah minggu merupakan permulaan yang baik, pepatah yunani mengatakan :”permulaan yang baik adalah separoh keberhasilan”. Apa respon dan  komentar , warga jemaat ? Mereka mengatakan puas, ternyata  tidak beda atau sama dengan pendeta Brury Lewakabesi, demikianlah kata-kata ini ditiru ulang oleh beberapa  warga jemaat  yang mendengar warga jemaat dan diperdengarkan kepada pdt Theo…..lalu ia katakan; puji Tuhan, kiranya ada kerja sama yang baik dengan sambutan positip ini.

Perkenalan dalam kebaktian  syukur sebagai  penerimaan resmi warga jemaat, ketika pdt Theo dan seluruh anggota keluarga  hadir  seluruhnya, karena sebelumnya Ia masih bulak – balik selama empat bulan menunggu kenaikan kelas anak-anak.

Mereka  sangat mengharapkan kehadiran  seorang pendeta, itu tercermin dalam  percakapan dan kerinduan mereka, apalagi masalah yang ditnggalkan pendeta lama  yaitu pendeta Brury Lewakabesy itu sangat berat.

Apa masalahnya sampai jemaat   Filadelfia  bergumul berat ? Sebenarnya Pdt Brury Lewakabesi sudah serah terima dengan majelis jemaat GPIB  Filadelfia dan bahkan sudah diadakan perpisahan,  juga ditempat baru yaitu Bandung juga sudah serah terima dan acara penyambutan dan perkenalan… tetapi  entah… Mengapa  beliau tergoda untuk mau kembali ke jemaat Filadelfia ?

Bukan hanya kembali, tetapi mempengaruhi warga jemaat GPIB Filadelfia, sehingga hampir separoh  umat dibawa  ke GKO dimana  ia bernaung, sehingga jemaat GPIB Filadelfia terpecah menjadi tiga bagian yaitu yang pro beliau  ikut ke GKO,  yang lain netral tidak pro siapa  siapa ke GKI dan sisanya separoh  warga jemaat tetap menjadi warga jemaat GPIB Filadelfia

Itulah masalahnya, sehingga  dikatakan bahwa  : “jemaat GPIB Filadelfia  sedang  bergumul berat”,namun  ketika pdt Theo menerima  jabatan sebagai Pendeta/ketua majelis jemaat GPIB Filadelfia ini,ia mengucapkan bahwa  semuanya  menjadi tanggung jawabnya sebagai pendeta/ketua majelis jemaat GPIB Filadelfia.

MENGUNJUNGI PDT BRURY LEWAKABESY .

Adalah kawan akrab, ketika mereka  berdua bertugas dan melayani di Kalimantan , pdt Theo  melayani di Jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin, sedangkan Pdt Brury melayani dijemaat GPIB Tenggarong, dimana  kedua jemaat ini masih  bernaung  pada satu musyawarah pelayanan atau mupel yaitu  musyawarah pelayanan Kalimantan timur dan Kalimantan selatan  atau disingkat mupel kaltim – sel.

memanggil, mengunjungi dan menjembatani untuk kembali ke GPIB, tapi sayang ia tidak mau kembali

Dengan demikian bagi Pdt Brury dan  sepak terjangnya bagi pdt Theo bukanlah  asing baginya, bahkan merupakan kawan akrab sejak keduanya melayani di Kalimantan dan bernaung dalam  mupel kaltim-sel.

Hal ini meringankan langkah pdt Theo untuk mau bertemu langsung dengan teman lamanya ini, tapi kunjungan pertama ditolaknya dengan alasan sibuk.

Penolakan ini tidak mengurungkan niat baik Pdt Theo untuk berkunjung lagi, setelah konsolidasi perkunjungan warga jemaat semakin mantap dan hampir 90 % warga jemaat yang ikut arus  dan pindah  ke  GKO telah  kembali kepangkuan  jemaat Filadelfia, maka dilanjutkan kunjungan keduanya dirumah  teman baiknya ini  yaitu Pendeta Brury Lewakabesy diperumahan Flamboyan  Rempoa.

Dalam kunjungan ini Pdt Theo sudah lebih dahulu berkonsultasi dengan majelis Sinode GPIB sebagai pimpinan dan menawarkan kepada beliau untuk kembali ke GPIB, tetapi tawaran ini ditolak olehnya, bahkan beliau  menambahkan bahwa ia sudah mempunyai kedudukan di tingkat majelis sinode GKO, dimana sebentar lagi akan  berangkat ke Australia dalam urusan  GKO, gereja barunya ini.

SETIAP WARGA BARU YANG DIKUNJUNGI BERKATA: ADA UNDANGAN GKO ?

Pendeta Theo menasihatkan supaya warga jemaat tidak mengikuti undangn tersebut

Berhubung  dengan warga jemaat  GKO sedikit, bahkan yang pindah kesana telah kembali 90 %, maka mereka mengambil strategi baru, karena perumahan bintaro adalah perumahan baru, maka setiap warga  yang baru menempati rumahnya  di bintaro ini,  ada surat undangan  GKO untuk membuat acara  yang menarik dengan mereka dijemaat GKO Bintaro

Hal ini terungkap ketika  warga baru yang belum terdaftar ini dikunjungi oleh Pdt Theo, ( warga baru) yang belum mendaftar sistim kunjungannya “sistim jemput bola”  , dikunjungi sebelum mendaftar) mereka ungkapkan bahkan menunjukan  surat undangan itu: Pdt Theo  berkata : bapak dan ibu  jangan mengikuti mereka, karena  pdt Brury tadinya adalah Pendeta jemaat GPIB Filadelfia, tapi sekarang ia telah keluar dari GPIB  bahkan Majelis Sinode  GPIB telah mengeksikusi pemecatannya dengan surat keputusan dan ia sudah menjadi Pendetadi jemaat GKO, dengan meninggalkan  1001 macam persoalan dan pergumulan,  yang sementara kami selesaikan  satu persatu terutama  warga  jemaat yang ke GKO  baru dimenangkan kembali satu persatu tetapi baru sekitar 90 %….belum 100 %

IBARAT PERANG  : PDT BRURY ADALAH MUSUH, TETAPI  IBARAT DAMAI : PDT BRURY  ADALAH  KAWAN.

Mengapa dikatakan  pdt Brury adalah musuh jemaat GPIB Filadelfia ?

apapun yang terjadi tetap teman dan membawa misi damai dalam pelayanan

Bukankah sama-sama gereja adalah sama dihadapan Allah ? Mengapa tidak saling  mengasihi  dan membantu sebagai gereja ? dan pasti banyak lagi pertanyaan yang akan timbul,  apa lagi warga jemaat yang mengalami  langsung pergumulan ini, dengan rayuannya  yang luar biasa   itu , untuk kalau bisa semua warga jemaat  GPIB  Filadelfia  pindah saja kejemaat  GKO Bintaro yang baru saja didirikannya alias semua warga jemaatnya adalah  mantan  warga jemaat GPIB Filadelfia.

Dari kaca mata  inilah kita dapat mengerti isi hati warga jemaat yang tetap bertahan sebagai warga jemaat GPIB Filadelfia,  yang kata-kata mereka “ibarat perang pdt Brury adalah musuh / lawan jemaat GPIB Filadelfia, karena selain ia menharubirukan warga jemaat, terus saja menggorogoti warga jemaat baru supaya  mau memperkecil jemaat GPIB Filadelfia dan mau memperbesar  jemaat GKO yang baru didirikannya itu .. sama dengan cari domba dari kandang GPIB Filadelfia.

Hari itu dalam perang  urat syaraf,  kalau tidak  jeli untuk berkunjung  habis-habisan, boleh jadi yang  ikut ke jemaat GKO tidak kembali bahkan  warga yang ada di gerogoti terus menerus, karena beliau adalah  mantan pendeta lama, dimana ia mengenal liku-liku kehidupan warga jemaat ini.

Kalau kita pakai ibarat perang organisasi gereja beliau  adalah musuh, pada saat itu, atau pada kondisi tertentu bukan untuk selamanya, sebab ketika dia bertobat dari perbuatannya untuk tidak mengacaukan  warga jemaat GPIB Filadelfia lagi, maka dia bukan musuh , tetapi kawan karena perang sudah selesai dan  bergandengan tangan untuk melayani dan bersekutu bersama.

APAKAH PDT BRURY DITERIMA LAGI DI GPIB ?

Adalah urusan majelis sinode GPIB,

terserah ybs; dan keputusan MS GPIB

sebab kalau dia mau kembali lagi, sejak pendeta Theo mengunjunginya, memanggilnya sebagai teman supaya sadarlah dan kembalilah, bagi Tuhan tidak ada kata terlambat, tetapi dia tidak mau dan tidak mau.

Bagaimana kalau saat ini mau kembali ?  jawabannya juga sama adalah urusan majelis sinode GPIB, tetapi saran pdt Theo supaya tidak usah  terima dia lagi karena umurnya sudah tua, Dn rasa hati ini bagaimana ya ?

Kalau datang , mengikuti dan  mendaftarkan diri sebagai warga jemaat yang baik untuk duduk manis saja, sebab  dedikasinya sebagai mantan pendeta GPIB semuanya  sudah tahu dan hafal, maka demi menjaga kerukunan dan persekutuan jemaat GPIB Filadelfia, maka jemaat ini melayani dia sebagai warga jemaat biasa saja.

KALAU MASIH ADA  MEREKA : MUSTAHIL KAMI KEMBALI.

akar pahit harus dibasmi habis dalam nama Tuhan Yesus

Dalam perkunjungan tanpa pemberitahuan yang didampingi oleh  isteri : Nelly tercinta, pagi, siang ,  sore dan  malam  ada suka dukanya, ada yang menolak, ada yang menerima, ada yang langsung mau kembali, ada yang saling menunggu, tetapi ada juga yang berkata:” kalau masih ada si A, B, dan C mustahil kami kembali menjadi  warga jemaat GPIB Filadelfia”,  situasi hati seperti ini ia dan nyora hanya mendoakan saja minta pimpinan Tuhan yang terbaik, sebab jika  Tuhan kehendaki untuk kembali nanti ada waktunya, karena tidak yang mustahil bagi Tuhan jika  Ia kehendakinya supaya semuanya bersatu.

Itulah isi hati mereka yang dicurahkannya kepada pdt Theo, dapat dimaklumi kendala ini, masih butuh pergumulan, butuh waktu dan doa khusus untuk mereka ini, karena ada ganjalan dan batu antukan kalau mereka kembali; hal ini tak dapat dipaksakan karena mereka juga punya perasaan  dan adalah manusiawi, Pdt Theo hanya katakan bahwa bagi manusia mustahil, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, jikalau Tuhan sudah kehendaki untuk kembali kepangkuan jemaat Filadelfia,  untuk menjadi saksiNya lebih luar biasa dan hebat lagi.

Hal ini  menjadi pembelajaran juga bagi umat, agar dalam memelihara persekutuan janganlah menjadi batu ganjaran bagi orang lain, masing masing introspeksi dengan pertanyaan-pertanyaan ini: apakah saya sudah menjadi berkat bagi  keluarga saya ? apakah saya sudah menjadi berkat bagi persekutuan saya  ?  apakah saya sudah menjadi berkat bagi  orang lain ? dan apakah saya sudah memuliakan nama Tuhan ?

Dengan pertanyaan-pertanyaan ini mau menantang kita supaya dalam memelihara suatu persekutuan yang besar seperti jemaat Filadelfia ini  jangan aku kita yang ditonjolkan, janganlah  kelompok kita yang  dinampakkan, tetapi saling menerima dan saling melengkapi satu dengan yang lain, mungkin ada orang Kristen baru yang baru bisa berlari  lima km perjam, jangan dipaksakan sesuai kekuatanmu yang bisa berlari dua puluh lima km per jam, tapi terima keberadaannya untuk saling menerima, saling melengkapi dan membangun menuju kepada kesempurnaan Kristus. (Epesus 4 :11-16)

KAMI NETRAL, KARENA ITU KAMI KEBAKTIAN  DI  GKI  SAJA.

tadinya bernaung sementara di GKI, tapi ada yang kerasan mau menetap disana dengan syarat harus ada surat pindah dari GPIB Filadelfia

Kelompok ini cukup banyak yaitu 1/5 dari jumlah warga jemaat, mereka mengatakan kami tidak pro siapa-siapa ! kami tidak pro pak Brury tetapi juga tidak pro  pada   warga jemaat tetap di Filadelfia  yang bertentangan dengan  pdt Brury, untuk itu kami tetap  netral…  kelompok poros tengah  ini  mau menunjukan kemurnian  kenetralan   mereka  dan  berkata : “ kami mau cari  tenang kalau beribadah , kami tidak mau ikut ribut  ( keadaan jemaat waktu  itu seperti  bara api ditungku yang panas) semua bicara tentang   seseorang dan segala sesuatu yang telah terjadi dalam jemaat yang membawa perpecahan luar biasa, tetapi kelompok ini tidak ikut-ikutan ribut hanya mau  cari ibadah  dengan tenang ,  jadi  mereka kebaktian ke  jemaat GKI Depsos Bintaro.

Mereka sudah tenang  mengikuti ibadah-ibadah di  jemaat GKI Depsos, hanya peraturan GKI cukup ketat, jika mau menjadi warga jemaat, harus membawa surat pindah (atestasi  dari jemaat atau gereja lama), maka merekapun tidak terdaftar di jemaat GKI  depsos  sana.

Puji Tuhan, karena kasih dan kemurahan Tuhan menyertai Pdt Theo, sehingga dengan gigih mengunjungi  mereka ini  dari keluarga yang satu ke keluarga yang lain, dan  menyadarkan serta memastikan mereka bahwa keadaan jemaat GPIB Filadelfia  sudah aman terkendali dengan  kehadiran pendeta jemaat yang baru ini. Merekapun satu persatu  membaca tanda-tanda itu  dan mau kembali berjemaat di Filadelfia  yang  artinya kasih persaudaraan itu .

Walaupun berusaha begitu rupa, tapi  ada juga warga  yang tetap tidak senang dengan keadaan yang sudah terjadi ini, tetap mau minta atestasi untuk pindah ke jemaat GKI depsos Bintaro, terjadilah dialog yang panjang, bahkan Pdt Theo minta berpikir ulang  selama seminggu, mereka tetap berkeras untuk pindah ke jemaat GKI depsos bintaro yang dianggapnya lebih tenang untuk beribadah, rupanya situasi hatinya sudah menetap dan mantap disana.

Keadaan seperti ini  menuntut pdt Theo dan para majelis  yl harus  kerja extra keras, tempa besi selagi panas, sebab jika besi sudah dingin dengan apapun tak dapat ditempa untuk ditarik kembali lagi, hanya kuasa Tuhan Yesus saja yang bisa memanaskannya ulang, maka berlakulah bagi Tuhan tidak mustahil itu.

MENANAM DAN MEMETIK  PEPAYA , DIHALAMAN BELAKANG PASTORY…FILADELFIA BINTARO- JAYA

Kesibukannya untuk  berkunjung dan melayani jemaat, tidak  mengurungkan niatnya untuk pendeta petani ini menanam  pisang meja dan pohon pepaya.

Fiilosofis memimpin jemaat sering  diibaratkan dengan menanam tanaman yang disdayanginya, merawatnya, menumbuhkannya dan  membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan perhatian yang sungguh-sungguh.

Bercocok tanam ini juga untuk   tidak jemu dan tidak tenggelam dalam rutinitas

Dimana menginjak bumi,   disitu bercocok tanam,    tidak melupakan Habitat & ekosistim sebagai petani, (MELAMBANGKAN BAHWA  LADANG PELAYANAN SUDAH MENGUNING DAN PERLU  PENUAI-PENUAI YANG  SIAP UNTUK DIUTUS DAN SETIA MELAYANI  TUHAN

pelayanan, tetapi ada penyegaran tersendiri dalam hidup pribadi yang  lahir sebagai anak petani ini.

Bahkan  sering kali tanaman ini disejajarkan dengan  memelihara jemaat, merawat, menumbuhkan  yang penuh dengan kasih sayang, “jika tanaman ini berhasil, demikian juga penanganan  masalah apa saja dalam jemaat akan berhasil, kata pendeta yang bertangan dingin ini”  sabil memberi semangat kepada keluarganya.

Suatu ketika  ia memetik buah pepaya yang sudah matang  itu, yang ditanamnya sejak ia tiba  diBintaro jaya, seraya sambil melayani tidak melupakan  habitat aslinya yaitu tanam menanam ini.

SITUASI  JEMAAT FILADELFIA   &  JEMAAT GKO   di  BINTARO

Sebagian besar warga jemaat tanggelam dalam pembicaraan antara bertahan dan  pindah,  dalam  pengaruh dua kelompok besar ini, menciptakan  hiruk pikuk pembicaraan tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dan dilewati itu ibarat “ makan buah simalakama”     “dimakan ibu mati, tak dimakan ibu mati” , mau tidak mau dimakan, kecuali mereka yang netral dan ke GKI.

Bola panas ini terus bergulir melintasi  wilayah jemaat  bintaro, siapa yang tidak tahu dan siapa  yang tidak ikut bicara, semuanya mau tidak mau  terjerumus dalam membicarakan  orang lain,  berarti diluar kasih dan pembicaraan panas yang melintasi jemaat Filadelfia  Bintaro.

Syukurlah sebagian besar jemaat yang bertahan, tetap tenang dalam kasih persaudaraan sesuai nama Filadelfia, ini kekuatan yang dipakai Pdt Theo untuk menalarkan kasih persaudaraan yang semakin bertumbuh  untuk mengadakan konsolidasi ulang jemaat GPIB Filadelfia

RAHASIA KEMENANGAN DALAM MEMPERSATUKAN KEMBALI JEMAAT FILADELFIA.

Semua hamba Tuhan pasti tahu rahasia yang satu ini ialah doa dan perkunjungan warga jemaat,itulah basis pelayanan terutama dalam memulai jemaat yang sedang pecah,  timggal bagaimana mengelolanya, mau atau tidak, kalau  mulai harus sungguh-sungguh dengan berkorban untuk menjalankan dan  menghadapinya, berani

Doa dengan Tekun sangat besar Khasiatnya, berkunjung dengan rajin menemukan warga jemaat mau kembali

berkomitmen untuk memenangkan pertandingan ini .  Ia tidak menyia-nyiakan waktu sejak  pindah  dari Semarang, ia tekun berdoa dan mulai perkunjungan dari rumah ke rumah terutama warga jemaat yang sudah meninggalkan jemaat  GPIB Filadelfia dan berpindah baik ke GKO   maupun ke GKI

Ada suara-suara yang mengatakan bahwa kita sadar untuk kembali, dengan sentuhan khotbah perdananya yang menceriterakan  tentang orang Kristen baru di Nepal yang masuk penjara karena dibaptis. Ketika pendeta  misionaris datang berkunjung ke penjara, mereka   sampaikan  pokok doa : “Pak Pendeta: jangan doakan kami supaya kami cepat keluar dari penjara, tetapi doakanlah kami supaya kami tetap  setia kepada Yesus sampai akhir”, maka warga jemaat yang ikut ke GKO dan  GKI berkata :  berarti  kita tidak setia, sekarang kita harus kembali kejemaat GPIB Filadelfia.

Kata pepatah “Tempa besi selagi masih panas”, sebab jikalau besi sudah dingin, biar pakai hamar gajahpun tidak dapat dibentuk lagi, karena itu mendengar respons  mereka  waktu khotbah pertama:  bahwa  ada  yang mau kembali adalah  permulaan yang baik   karena  kata mereka:  “kita sudah keliru”, dimana ada sambutan positip dari mereka, sebab yang masuk gereja waktu itu tidak hanya  warga Filadelfia  yang bertahan , tetapi juga warga jemaat yang sudah pindah ke GKO dan GKI.

Doa pendeta Theo: ya Tuhan, keadaan jemaat filadelfia  terbagi kelompok-kelompok, ada kelompok GPIB, ada kelompok GKO dan ada kelompok Netral GKI.  Tuhan …jangan biarkan jemaatmu ini dipecahkan dan dicerai-beraikan  oleh iblis, jamahlah hati semua  umatmu,  kembalikanlah pada posisi kasihmu , untuk saling mengampuni dan saling menerima, kembalikanlah mereka yang pindah tak  menentu   itu kembali ….ke Jemaat Filadelfia. Dan ya Tuhan  hamba mohon ,  siapkanlah hati anak-anakMu di jemaat Filadelfia untuk menerima mereka yang kembali, ampunilah dosa mereka dan baharuilah hidup mereka, ikatlah kasih mereka supaya kembali dan kembali bersatu, supaya namaMu dipuji dan dimuliakan’  dalam kuasa pengampunan dan pembaharuan Yesus Kristus Tuhan dan juru selamat kami, .. kami mohon ampun dan jawablah doa kami  , terpujilah Tuhan Yesus  kekal selama-lamanya..Haleluyah amin

Dalam doa yang sungguh-sungguh dan kerinduan untuk mengembalikan   warga jemaat yang pindah itu.. semuanya mulai terjawab, ketika Tuhan mempertemukan  dengan para tokoh-tokohnya sehingga memudahkan  mobilisasi  rangkaian  gerbong pengembaliannya ke  jemaat GPIB Filadelfia.

Para tokohnya sudah dicapai dan mau ikut kembali ke GPIB, maka  warga yang lain akan  ikutnya saja yang  dikatakan  oleh pimpinan sehingga kembalinya  mereka dalam rombongan besar

Pendeta Theo mengikuti mereka dalam  berjalan bersama dan dalam pelayanan   sementara  berdiaspora, mengenal isi hati mereka dan membelokkan mereka untuk kembali pada momentum yang tepat, dan tidak terasa sudah berada dalam persekutuan jemaat GPIB Filadelfia Bintaro jaya

PEMULIHAN JEMAAT GPIB FILADELFIA BINTARO

Sehabis gelap terbit terang, pemulihan, demi pemulihan  terus  berlangsung  karena pimpinan Roh Kudus, yang membuat secara  alamiah keadaan jemaat ini menjadi  kembali bersatu,  baik    warga jemaat yang  tetap bertahan, juga  warga jemaat yang kembali dari  GKO, demikian pula  warga  jemaat yang kembali dari GKI, semua bertekat untuk melupakan yang dibelakang dan memandang kedepan, saling berpegangan tangan,  kembali bersekutu, melayani dan bersaksi tentang nama Yesus  untuk membangun kembali jemaat GPIB Filadelfia Bintaro jaya.

Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan denga Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Mereka sadar bahwa musuh mereka bukanlah manusia, tetapi iblis yang masuk memakai emosi mereka pada saat beda pendapat yang sangat panas itu oleh pengaruh kepentingan, kekuasaan dan kelompok, kini mereka sadar dan sadar bahwa mereka bersaudara dan sedang memasuki pemulihan Tuhan dalam pimpinan roh kudus.

Proses ini berlangsung begitu cepat, kecuali beberapa keluarga yang bertahan, tapi akhirnya  Roh kudus menolong umatNya untuk kembali saling mengampuni dan saling menerima satu dengan yang lain untuk memulai babak baru dalam perjuangan jemaat yang sedang berada dalam dunia perumahan bintaro jaya yang semakin pesat perkembangan  pembangunannya ini.

MENGEMBANGKAN JEMAAT FILADELFIA MENJADI  SEKTOR-SERTOR.

Melihat perkembangan ini semakin membaik, pelayanan terus berjalan, persekutuan semakin mantap dan dieratkan, bahkan kesaksian  menggetarkan  dunia bintaro, banyak orang sudah memenuhi gedung gereja kembali, maka yang segera ditangani adalah pembagian sektor-sektor, supaya kebaktian keluarga tidak terdapat kefakuman dan kejenuhan yang bisa menyebabkan celah-celah terbuka untuk jemaat   GKO beraksi lagi.

Sudah waktunya pembagian sektor agar pelayaan dapat berdaya dan berhasil guna, dilakukan oleh Majelis Jemaat

Sesuai dengan nama sektor-sektor perumahan bintaro jaya, maka tidak sulit untuk merancang sektor pelayanan jemaat Filadelfia ,  kecuali wilayah perumahan  pertamina dan rempoa,  terbentuklah sektor I  s/d IV sesuai dengan sektor perumahan bintaro jaya dan sektor V Perumahan pertamina serta sektor VI rempoa.

Pelayanan  yang berdaya guna dan  berhasil guna ini dalam memberdayakan seluruh anggota majelis jemaat dan warga jemaat untuk turut memelihara persekutuan, melayani serta menyaksikan dan memberi informasi tentang  kehadiran warga baru agar segera dikunjungi walaupun keluarga ini  belum mendaftarkan diri sistim jempaut bola untuk  menjemput mereka ke gereja.

Dalam kebaktian keluarga dalam bentuk renungan atau persekutuan doa diberi kesempatan kepada tuan rumah untuk menyampaikan sambutan serta memberi kesaksian tentang  pengalaman hidup bersama dengan Tuhan, terutama hal-hal yang telah dibuat Tuhan dalam kehidupannya, maka dapat disaksikan menjadi berkat rohani bagi warga jemaat, asalkan dalam kesaksian dia membatasi diri, jangan   menyaksikan akunya, tetapi menyaksikan kuasa Tuhan  Yesus yang sedang berkarya dalam hidupnya untuk hormat dan kemuliaan baginama Tuhan

MEMBUKA DAN  MENGADAKAN KEBAKTIAN SUBUH BAGI WARGA  JEMAAT.

Melihat dan merasakan tantangan pelayanan beragam walaupun konsolodasi sudah berjalan baik, serta menganalisa  bahwa yang dilawan ini bukan manusia,tetapi musuh utama adalah kuasa iblis yang masuk melalui berbagai cara dan kesempatan  untuk  mengacaukan gereja.

Pulihkanlah keadaan kami ya Allah. Maz 126: 4a

Memang konsolidasi dapat dikatakan   berhasil, semua  warga jemaat yang ada dipertahankan , sedangkan warga jemaat yang  keluar dikembalikan karena kuasa  Tuhan, tapi satu hal yang penting untuk membentengi kemenangan jemaat yang sudah diperoleh  ini ialah mengadakan persekutuan doa.

Dalam wadah persekutuan doa diberi kesempatan bagi warga jemaat untuk ikut melayani dalam doa yang dapat menjangkau hal-hal yang belum terjangkau dalam pelayanan pendeta dan majelis jemaat, sekaligus menjawab kerinduan warga jemaat, sehingga tidak pergi mencari persekutuan doa ditempat yang lain.

Pelayanan kebaktian dan persekutuan doa ini diadakan tiap hari sabtu subuh jam 05.00 , kiranya dipagi hari sebelum berbicara dengan siapa-siapa , diberi kesempatan untuk menyembah Tuhan dan berbicara dengan Tuhan serta sebelum  menghadapi kesibukan lainnya,  ada waktu teduh bersama dengan Tuhan.

Pelayanan doa ini hanya merupakan sarana, tetapi diharapkan seluruh warga jemaat baik yang ikut persekutuan doa atau yang tidak ikut persektuan doa digereja, dapat mengadakan doa secara pribadi  bersama keluarga di rumah masing-masing.

Penggalangan dan mobilisasi warga jemaat untuk ambil bagian di seluruh lini pelayanan ini adalah amanat jemaat dan gereja missioner, ketika gpib memproklamirkan  diri sebagai geraja dan jemaat missioner di Bandungan Ambarawa – jawa tengah pada persidangan sinode gpib yang dipimpin oleh Pdt D.R.Maitimu, supaya melibatkan seluruh warga jemaat untuk ikut melayani Tuhan

IA MENGAKU:  BAHWA  LEBAH ITU IALAH DIRINYA

Dalam usianya ayahnya Meliakhi Natumnea sudah mencapai 95 tahun, orang bertanya kepada ayahnya : apa rahasia umur panjang sampai mencapai usia 95 tahun ?  Meliakhi  sembari  menjawab: karena kasih karunia Tuhan dan  kalau orang berbuat salah padaku, sebelum ia meminta maaf, saya sudah maafkan, serta  kalau kerja  sesuai kekuatanku, ada waktunya kerja, ada waktunya istirahat; salah satu makanan  vaforit ialah madu hutan.

Melihat usia ayah yang sudah mencapai 95 tahun ini, maka mereka berencana untuk mengadakan kebaktian syukur di Timor – Kupang – Amarasi – Baun – Nubraen. Secara serentak  mengambil cuti membawa isteri, anak – anak untuk  mengadakan kebaktian syukur bagi ayahanda Meliakhi Natumnea

Sehabis kebaktian syukur  diadakan adat : dari ketujuh anak Meliakhi Natumnea ini ,  tiap anak berdiri didampingi oleh isteri/suami – anak-anak serta cucu -cucu untuk menyampaikan terima kasih bahwa sudah dipelihara dan dibesarkan serta meminta maaf atas kesalahannya dan memberikan kain  tenun timor,  serta mencium  ayah  Meliakhi Natumnea…. tanda  hormat pada ayah selama ia masih hidup

Gilirannya  pendeta Theo Natumnea yang adalah anak kelima , juga  bersama isteri Nelly dan anak-anak: Yenny, Orry dan  Nani,  mereka berdiri didepan ayah dalam skap hormat, ucapan terima kasih disampaikannya   dan permintaan  maaf  diucapkannya  serta memberikan kain timor sesuai adat … mencium ayahanda sambil menangis diikuti  Nelly, yenny, Orry dan Nani si bungsu

Thema  permohonan maaf itu  ialah pengakuan bahwa : dulu  ayah kecewa  berat atas tuaknya yang diminum lebah hutan  sampai habis itu, bukan lebah hutan tapi si Filuslah lebahnya, …( lihat seri I……” tentang  lebah itu luar biasa”….karena  sehabis bermain fiti burung, cari sapi dihutan dan dalam keadaan haus berat,  maka lebah siFilus inilah yang menghabiskan  tuak ayah sampai tiga haik, tanpa seekor lebahpun yang mati karena  lebahnya adalah anak kandung ayah….., karena itu dari hati yang terdalam  mohon maaf atas kenakalan remajanya menghabiskan tuak ayah untuk  menggantikan larunya yang tertunda itu

Suasana  hadirin  dalam ucapan syukur  itu menjadi  berubah, separoh hadirin tertawa dan separoh hadirin  menangis atas pengakuan tulus –  ikhlas seorang pendeta Theofilus Natumnea kepada ayahandanya yang berusia 95 tahun ini

Hal ini disimpannya dalam hatinya sampai 25 tahun,  baru dibukakan kepada ayahnya yang kecewa berat waktu itu, membuat hadirin separoh tertawa dan separoh menangis  genbira, karena seorang pendeta  mengaku dosa kepada ayahnya didepan umum yang disaksikan oleh warga dan undangan serta ..hadirin sekalian di Nubraen ini

PEKAN  DOA  KELUARGA JEMAAT FILADELFIA.

Keadaan semakin membaik, sehingga  semua ikut ambil bagian secara bertanggung jawab, karena itu diharapkan  bahwa acara pekan doa setiap ulang tahun BPK (sekarang pelkat) selama  seminggu, semua dapat ambil bagian dari bapak, ibu, anak I, anak II anak ke III dstnya, sehingga semuanya dilatih untuk bisa memimpin dan berdoa  bersama dalam pokok doa yang telah disiapkan dalam liturgi dan jadwalnya.

Tuhan melakukan perkara besar kepada kita. Maz 126:3

Mendoakan pengalaman yang telah dilewati dan ambil hikmahnya, serta belajar dari hal-hal yang positip dan negatip. Apa artinya ini ? belajar dari hal yang positip artinya yang positip dan baik agar dipertahan dan ditingkatkan sampai menjadi teladan yang baik dalam berjemaat dan bermasyarakat. Demikian  juga  belajar dari hal-hal yang negatip artinya tau bahwa itu negatip, segera mengantisipasi agar kekurangan dan kelemahan yang telah terjadi jangan terulang kembali tetapi mentransfer serta mengalihkannya  menjadi  yang  positip, agar berguna  untuk membangun kehidupan masa depan yang lebih baik dalamTuhan

Setiap anak Tuhan  punya  penglihatan kenabian untuk melihat kebelakang  dan kedepan, karena  kita  menjadi imamat-imamat perjajian baru band  I Pet 2: 9 apa artinya semua ini ?  Melihat kebelakang  25 tahun yang lalu artinya kalau 25 tahun yang lalu kami tidak hidup dalam Tuhan, dan Tuhan tidak menyertai kami, maka apa yang  telah terjadi dengan hidup kami sekarang ini, juga melihat kedepan artinya kalau hari  ini kita tidak sungguh dengan Tuhan , maka apa yang akan terjadi dalam hidup kita 25 tahun yang akan datang  nanti…daam dunia yang semakin modern dan maju ini

Kiranya  anak Tuhan bisa menilai tanda-tanda zaman,  untuk melihat kebelakang dan kedepan, dan dapat menerjemahkan  apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi dalam hidup kita,   untuk belajar pada pimpinan  dan kehendakNya serta menceritakan keajaiban Tuhan yang luar biasa menyertai hidup kita, menjadi pembelajaran bagi anak cucu kita, dengan demikian semakin jernih kita melihat dalam teropong firman Tuhan dan tuntunanNya kemasa depan yang lebih jelas dan pasti bersama Tuhan.

MENERIMA  JEMAAT KOBA  &  TABOALI MENJADI  JEMAAT ADOPSI

Berkat Tuhan yang diterima dan dimiliki oleh jemaat GPIB Filadelfia, janganlah  menjadi berkat suatu keindahan  untuk dinikmati sendiri, tetapi harus dibagikan kepada jemaat lain yang dalam kekurangan

Lebarkanlah sayapmu, patoklah injil kuat-kuat didaerah pulau bangka, naa Yesus dimulyakan

untuk saling melengkapi menopang dan membangun sebagai jemaat GPIB  missioner untuk menjawab tantangan pelayanan ini.

Dalam kerangka  semua itu,  jemaat  Filadelfia menyambut dengan senang hati penawaran dari Majelis Sinode untuk menerima dua jemaat dewasa di pulau Bangka yang secara ekonomi jemaat berkurang  drastis, akibat menurunnya warga jemaat sebagai efek dari  menurunnya produksi timah didaerah itu.

Ke dua jemaat dewasa itu ialah jemaat GPIB K o b a   dan jemaat GPIB Taboali, yang semuanya  berkedudukan di pulau Bangka dan yang memposisikan diri sebagai  jemaat-jemaat yang ingin diadopsi, sehingga mendapat bantuan secara langsung dari  jemaat Filadelfia.

Sebagai mana firman Tuhan mengatakan  : “yang mendapat banyak tidak kelebihan dan yang mendapat sedikit tidak kekurangan”, maka  wajarlah jemaat GPIB Filadelfia terpanggil untuk  melayani  dan membantu kedua jemaat  dewasa ini

BERKUNJUNG KE BANGKA: JEMAAT KOBA DAN JEMAAT TABOALI

Bersama  dengan team majelis jemaat GPIB Filadelfia, mereka bersiap-siap  untuk berangkat ke pulau Bangka  dengan  penerbangan  merpati air line dari Bandar udara Sukarno-Hatta, dan tiba dengan  selamat di pangkal pinang  ibu kota Bangka itu.

Mereka diterima oleh majelis jemaat Pangkal Pinang dan menjelaskan tentang  wilayah dan kondisi kedua jemaat itu dan selanjutnya rombongan Jemaat GPIB  Filadelfia meneruskan

orang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya. Maz 126:6

perjalanan darat yang  ditempuh selama dua jam karena jalannya sangat bagus dan tertata rapi, sana sini… kiri dan kanan… kelihatannya indah baik laut  maupun hutan pohon kelapa…nyiur melambai, tetapi tak disangka semakin jauh  perjalanan disana sini pula kelihatan habitat hutan yang rusak  akibat  proyek-proyek timah itu.

Dalam pimpinan Tuhan tibalah rombongan di Koba dan Taboali untuk siap menerima  tanggung jawabnya sebagai jemaat adopsi, melihat, mendengar dan mengalami secara langsung untuk mempelajari keadaan jemaat dari dekat

Hal yang sangat mendesak adalah menanggung gaji penginjil dan biaya perbaikan  gedung gereja serta pastori jemaat, selanjutnya  jemaat GPIB Filadelfia memprogramkan bantuan secara rutin dalam program kerja jemaat.

PENEGUHAN SIDI JEMAAT GPIB KOBA.

Siapa yang tahu ada kebijaksanaan luar biasa dari jemaat gpib koba dan Taboali  yang membaca dan menetapkan  serta mempersiapkan anak mereka yang akan sekolah keluar daerah ?

kader baru untuk generasi penerus gereja

Pada hari sabtu  malam anak – anak berkumpul denga memakai baju smp karena baru pulang sekolah…langsung ikut persiapan  sidi.Pdt Theo bertanya >:mana anak-anak calon sidi baru ?  dijawab oleh penginjil : ini dia mereka ini pak ! sambil disela  oleh ketua  I majelis jemaat : bahwa anak-anak  ini kami bijaki  supaya  sidi pada kelas III smp, karena setelah  tamat smp,  mereka sudah ke jawa, khususnya Yogyakarta untuk melanjutkan sekolah yang  lebih berkualitas, mereka ini sudah  sidi, maka kami orang tua lega melepas mereka dengan predikat sudah sidi

Filosofis pemikiran majelis jemaat Koba dan Taboali ini dapat dipahami dan diberikan  pertimbangan khusus untuk persiapan dan peneguhan sidi baru bagi  anak –anak muda ini.

Biarlah dalam pelayanan ini nama Tuhan Yesus dipuji dan dimuliakan  dan perlu menerjemahkan  injil Allah dalam pelayanan sesuai situasi dan kondisi yang berlangsung yang dapat dipertanggung jawabkan kepada Tuhan dan gerejaNya.amin

Tentang theonatumnea

saya pendeta dan petani. sudah menikah dan punya tiga anak serta serta seorang cucu . nama blog saya : "Kembara kehidupan seorang Theofilus natumnea". Ada 8 seri yaitu 6 seri umum serta 2 seri khusus dapat dibuka dengan kunci theonatumnea.wordpress.com Menceriterakan tentang kelahiran sekolah dari desa ke kota serta sekolah theologia, pengalaman hidup dan pelayanan, serta kuasa Tuhan yang saya alami dalam hidup dalam sepanjang pengalaman &; pelayanan tsb untuk hormat bagi nama Tuhan....... gbu amin
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

14 Balasan ke Seri IV: DARI CENTRAL JAVA KE BANTEN

  1. Aku ” seri IV ” sudah terbit, silahkan membaca dan mengomentariku, sehabis-habisnya, untuk
    membangun dan bersekutu, melayani & bersaksi tentang Yesus amin

  2. TERIMA KASIH & PENGHARGAAN SETINGGI -TINGGINYA KEPADA PEMBACA YG MENINGGALKAN KMENTARNYA BAGI SERI INI, CARA BERKOMUNIKASI ELEKTRONIK UNTUK MENGKRITIK, MEMBANGUN, DALAM PELAYANAN BERSAMA AMIN

  3. Daniel Zacharias berkata:

    Daniel Zacharias
    Terima kasih pak Pdt. atas refleksi sejarahnya yang lugas, terbuka, dan apa adanya. Sebagai Pdt. jemaat di GKO Bintaro Jaya 2002-2012, saya berterima kasih boleh melihat refleksi persoalan tersebut dari kacamata Pdt. GPIB yg langsung mengha
    dapi sejarah kelam itu. Sejarah kelam yg terjadi di GPIB Filadelfia akhirnya menghantam balik ke GKO jauh lebih besar lagi. Kerusakan yg ditimbulkan karena hal itu mengoyak GKO Bintaro ke beberapa robekan. Namun, lepas dari tahun 2002, kami di GKO BJ melakukan refleksi ulang dan berbenah ulang sehingga kami tak lagi terpuruk dan sejarah kelam itu memberi pelajaran bagaimana kami hidup bergereja jauh lebih dewasa. Terima kasih! Salut!

    • theonatumnea berkata:

      terima kasih pak pendeta…..bahwa apa yang digumuli gko sekarang seperti pergumulan gpib dulu, karena sepak terjangnya sudah diketahui bersama…mari kita berdoa supaya dia bertobat sunggug-sungguh, dan jadi warga jemaat yang baik. selamat melayani, mudah-mudahan kita bertemu atau lanjutkan surat eletronik ini untuk saling beri informasi dan melengkapi, selamat melayani gbu amin

      • Gereja terus menerus belajar dari pengalaman hidup dan pelayanannya baik yang manis dan baik maupun yang pahit dan tidak baik, supaya semakin berbenah diri agar hari ini lebih baik dari kemarin dan esok lebih baik dari hari ini…. Kita harus sadar bahwa iblis tidak tinggal diam untuk mengganggu dan merusak gereja Tuhan, karena itu waspadalah …dan Puji Tuhan semua pembenahan yang dibuat oleh gpib maupun gko adalah langkah mawas diri untuk lebih maju lagi dalam menghadapi tantangan yang akan datang.. Kita yakin baik gpib maupun gko akan bergandengan tangan untuk kerja sama dalam forum oikoumene di PGI dalam piagam psmsm ( piagam saling mengakui dan saling menerima) untuk saling menghormati dan membangun dunia baru, khususnya Bintaro jaya yang semakin maju dan modern ini. . salam dalam Yesus Kristus gbu amin

  4. juwilzon berkata:

    dear pdt theo natumnea, terima kasih untuk berbagi pengalaman iman dalam bentuk tulisan yang luar biasa dan menjadi berkat bagi para pembacanya, Tuhan Yesus memberkati

    • theonatumnea.wordpress.com berkata:

      Terima kasih pa Juwilzon: tuhan lah yg memberi kekuatan shg dapat melewati dan menjadikan momentum berkat rohani semua itu. saya percaya bahwa semua yg membaca blog ini menerima berkat rohani spt komennya diatas, tetaplah setia melayani Tuhan …maka Ia akan bukan bayak lagi rahasia danberkat rohani dalam kekauatanNya GBU amin

  5. theonatumnea.wordpress.com berkata:

    Tuhan tidak membiarkan gerejaNya terbawa dalam pergumulan yg tak menentu, Ia memberi jalan keluar tepat pada waktunya, supaya keluar dari pergumulan itu dan menang bersamaNya, sehingga semakin dewasa menghadapi tantangan yad …gbu pak pendeta Daniel Zachaharias dalam pelayanan Tuhan, mari kita bergandengan tangan menghadapai semua musuh…..musuh itu bukan orang tapi iblis yg pakai perangai buruk manusia utk membenturkan kita gerejanya…waspadalah dan lawan dengan iman yg teguh….Tuhan menyertai kita. I Kor 10:13 I pet 5: 7-10 Tuhan berkati amin.

  6. Ferry Steven Eyack berkata:

    Pak Pdt Natum HaleluYah, luar biasa Pelayanan Pak Pdt benar-benar penuh dgn hikmat dari TUHAN YANG MELEBIHI SEGALANYA, tanpa hiknat kita tidak dapat berbuat banyak dalam pelayanan, firman TUHAN katakan dalam Amsal 3:13-14, ” Berbahagialah orang yang mendapat hikmat,orang yang memperoleh kepandaian,karena keuntungan-nya melebihi keuntungan perak,dan hasilnya melebihi emas.” HaleluYah teruslah melayani TUHAN, yang utama adalah pak Pdt terus mengandalkan hikmat dari TUHAN,kemudian barulah di tunjang dengan skill kita. Wish all the best n GOD bless u n Fam. Amin

    • theonatumnea berkata:

      Terima kasih pak Ferry Steven Eyack, menjelang hari tua mau pensiun ini puji Tuhan , oleh rakhmat, hikmat dan kuasaNya yg meminpin hambaNya ini untuk menulis seadanya, sesuai :apa, mengapa, dimana dan bagaimana mengalami semua itu karena kekuatan dari kuasa Tuhan yang bekerja disepanjang pelayanan yang ditunjang oleh keluarga, untuk itu terima kasih kepada Nyora Nelly, , Yenni, Orry dan Nani yang dikaruniakan Tuhan untuk mendampingi serta mendukung pelayanan sosok seorang pendeta /petani ini….Tuhan tahu kekuatan dan kelemahan hambaNya ini, maka Ia memberikan hikmat untuk mengelola pelayanan dalam kembara hidup yg disertai fokus utama untuk pelayanan kepada Tuhan Yesus digereja Tuhan gpib ini….terpujilah Tuhan Yesus gbu amin

  7. Betty Marisi berkata:

    * Ternyata Bpk Pendeta sdh dilantik menjadi B.S sejak menjadi KMJ GPIB Blenduk semarang… * Mengenai para Majelis…memang ada bbrp yg bertemperamen tinggi, ttp bnyk pula yg rendah hati… ada yg sblm terpilih menjadi majelis slalu mengatakan saya tidak layak…ttp stlh terpilih bnyk yg menjd arogan se-akan2 menjadi majelis adalah Jabatan… * Mengenai prnh terjdny perpecahan di GPIB Filadelfia menjadi catatan/pembelajaran untuk para Pendeta agar hal ini tidak terulang kembali….. Untuk Bpk.Pendeta Natum teruslah melayani dimanapun bapak di utus…Tuhan memberkati

    • theonatumnea berkata:

      Terima kasih ibu Bety, semuanya adalah jalan Tuhan dan…kita jalankan dengan rendah hati, supaya mengalir berkat Tuhan itu melalui kerendahan hati salah satu buah Roh Kudus dan dapat diteruskan untuk menjadi berkat kepada banyak orang terima kasih komentarnya jangan lupa komentar di seri yl juga gbu amin

  8. Dennis Joy Gaspersz berkata:

    Dennis Gaspersz :
    Pak Pendeta terima kasih telah berbagi cerita yang sidikit banyak menjadi bagian sejarah dari GPIB, tetap semangat melayani Pak Pendeta. semoga kami yang muda bisa mengikuti semangat kerja Pak Theo.
    Tuhan Memberkati Pelayanan Bapak.

    • theonatumnea berkata:

      Terima kasih pak Dennis Joy Gaspersz sudah membaca dan komen pada seri IV, memang pelayanan dalam gpib punya tantangan sendiri dan kita harus menjawabnya, semoga gpib tetap tegak dalam visi misinya untuk membangun demi hormat bagi nama Tuhan amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s