Seri II: DARI SERAMBI MEKAH KE SERAMBI MEDINA

IA TIBA DI SERAMBI MEKAH DENGAN KEPASTIAN  DARI TUHAN YESUS.

Hal ini  telah diperlihatkannya  bersama sang isteri Nelly pada renungan pagi di Balikpapan, dalam  Matius 10:30 & 31a :dan kamu rambut kepalamupun  terhitung semuanya, karena itu jangan takut ;artinya :Tuhan tahu berapa jumlah rambut  kita, walaupun kita tidak  tahu, dan kalau demikian, sehelai rambutpun tidak akan gugur ditangan orang jahat,  kalau Tuhan tidak menghendakinya.  Amin.

Janji  Allah ini diyakini  dengan harga mati, sebagai jaminan  Tuhan pada mereka  lalu merekapun berangkat keserambi mekah.

Sebelumnya  kedua insan ini berlibur ke Kupang  untuk melihat ayahanda Meliachi Natumnea , berserta  adik-/kakak yl,  karena ibu Regina Pasu telah dipanggil Tuhan waktu dia kelas V SR , jadi masih kecil, .lalu mereka hanya ambil cuti  singkat dua minggu untuk berliburbersama orang tua dan kemudian berangkat kembali karena surat keputusan ( SK) penugasan dan penempatan  dari Majelis Sinode GPIB  sudah berada ditangan sang pendeta muda ini, dan dalam semangatnya yang berapi-api  ia siap berangkat  ketempat yang paling  jauh dan sulit pada km nol bagian barat Indonesia , sesuai permintaan doanya   kepada  Tuhan  , maka keluarga tak dapat menahannya lama-lama lagi, . ini dijalaninya  sampai tiba  dengan selamat di Banda Aceh(Serambi Mekah) serta Sabang km nol  bagian barat Indonesia ini.

KEAIAIBAN TUHAN MENYERTAI MEREKA SELAMA DALAM PERJALANAN.

Nelly isteri tercinta heran atas keajaiban Tuhan yang menyertai mereka  sepanjang perjalanan, sebagai pembelajaran penting bagi seorang   isteri  pendeta, pendamping  hamba Tuhan ini,  bahwa Tuhan yang memanggil dan mengutus hambaNya , Ia juga menyertai anak – anakNya dengan kuasaNya juga sepanjang perjalanan dan pelayanan mereka.

Mengapa  hal ini  dinyatakan Tuhan ? Ia tadinya terima  apa  saja yang  ia minta dari ayah dan ibunya dimana  Peter Lilipaly sang ayah  adalah seorang pejabat pemerintah, walikota Balikpapan yang selalu perhatikan kebutuhan anak – anaknya, apa lagi Tuhan  ….Ia tahu kebutuhan   anak -anakNya dan pasti Ia perhatikan  sebagai  jawaban kepada mereka , sesuai kebutuhan yang diperlukan untuk meneguhkan iman mereka dalam pelayanan guna melayani dan meneguhkan orang lain juga.

KEAJAIBAN PERTAMA : NAIK KAPAL TERBANG  GRATIS  BALIKPAPAN – JAKARTA .

Kepala Penerbangan Sipil Balikpapan menawarkan untuk pdt.Theo dan Nelly naik Pelita, melalui   Orang tua Nelly, Bapak Pieter Lilipaly dan Ibu  Paulina Lilipaly. Tiketnya hanya sehelai kertas buram bertuliskan : Pdt. Theofilus Natumnea dan Ny. Nelly Natumnea , lalu mereka pakai itu sebagai tiket pelita Balikpapan ke Jakarta,  bahkan  barang yang cukup banyak termuat semuanya ,  karena berangkat sekaligus dalam rangka pindah ke Aceh Serambi Mekah.

KEAJAIBAN KEDUA:  NAIK KAPAL TERBANG GRATIS JAKARTA  – KUPANG.

Naik Hercules Gratis, mendapat nota dari kepala lapangan Pelud. Halim Perdana Kusuma, Mayor TNI AU Pandango

Setelah bergumul dan mengambil  keputusan  untuk  melihat orang tua di Kupang, maka Bu Nei (bapak Cornelis Saneh) mempertemukan mereka dengan mayor TNI AU Pandango adalah kepala lapangan terbang AU di  Halim perdana Kusuma,  beliau katakan besok  datang pagi-pagi, karena  Herkules TNI AU  akan  mengantar rombongan Sekneg Kepresidenan ke Dili Timtim.

Kedua insan ini hanya membawa sepucuk surat pengantar dari  Mayor TNI AU  Pandango dan naik bersama rombongan sekneg  kepresidenan menuju Dili Timtim . Setelah mendarat ada acara penyambutan  rombongan sekneg  kepresidenan  dengan tari-tarian  Timor leste  sekitar 10 menit di  lapangan terbang…presidente  nicolau labato……  Dili dan seusai  menyaksikan tari-tarian itu  semua  naik kembali  ke Hercules   dan  penerbangan dilanjutkan ke Kupang….  Sekitar   satu jam mnerka tiba di Kupang ,  kota yang dihuni selama sekolah di SMEP dan SMEA itu.

Puji Tuhan sejak merantau dan kuliah sampai selesai masa Vikahariat,  Pdt Theo baru kali ini pulang ke Kupang   berarti   sekitar  12 tahun dan ia pulang dengan membawa isteri tercinta yang baru saja dinikahinya 3 april  1977,…… bayangkan begitu senang berjalan berdua di kota Kupang  bahkan sampai di Nubraen tempat pdt Theo. Natumnea  dilahirkan dengan  suasana yang menggembirakan kedua penganten  baru  dalam  ber bulan madu ini.

KEAJAIBAN KETIGA: NAIK KAPAL TERBANG GRATIS   KUPANG – JAKARTA

Naik Garuda gratis, Pelayanan kepada hamba Tuhan Pdt, Theo dan Nelly dari kel. Marten Amtiran, pengusaha yang di berkati Tuhan, di Kupang

Dalam suasana kunjungan di rumah kel .Marten  Amtiran  sebelum berangkat  ke Nubraen kampung halaman Pdt Theo, mereka  mau berdoa bersama keluarga ini, karena Bu Marten anak kampung yang diberkati Tuhan, yang tadinya sama-sama  jalan kaki 30 km dari Kupang ke kampung  kalau mau berlibur sekolah , itulah suasana  & semangat semua anak sekolah dari kampung yang berjuang di Kupang untuk sekolah….dengan tekad mau maju ini.

Bu Marten Amtiran bertanya : kapan kembali ke Jakarta dan pakai penerbangan yang mana ?

Pdt Theo menjawab: seminggu dua minggu ini kami di Nubraen dan nanti akan  pakai Herkules kembali ke jakarta.

Bu Marten  menjawab:  minggu ini kami( Bu dan susi )  akan berlibur ke Singapore, jadi  kalau  datang sudah tersedia tiket garuda Kupang-Jakarta dirumah ini, sebagai berkat Tuhan  untuk kedua adik (Pdt Theo Natumnea dan Ny. Nelly Natumnea)  sebagai support kami untuk melayani Tuhan  di Aceh serambi Mekah, karena  menurut kami tempatnya paling sulit…….. Dan selesai berdoa berangkatlah  mereka ke Nubraen  yang diantar   Bu Marten Amtiran ini        bersama   rombongan kecil , sambil mengenang ketika masih bersekolah  melewati jalan-jalan ini dengan berjalan kaki 30 Km, sebagai napak tilas  pdt Theo , ditempat-tempat tertentu mereka berhenti  dan bercerita, tertawa ria  mengenang  perjuangan sekolah dulu.  Dengan bersemangat  luar biasa ia dan Istri tercinta tiba di Nubraen, dan…sehabis berdoa  rombongan Bu Marten pulang, ke Kupang  sedangkan mereka berdua memulai mengenal keluarga satu persatu…dalam lingkungan desa  Nubraen  tempat lahir pendeta Theofilus Natumnea (Rasi Ninu ini)

Jika kita renungkan kata-kata dan seperti  diucapkn  kel Marthen Amtiran ini, maka seperti telah dipersiapkan Roh Kudus, dimana mereka juga mau melayani Tuhan  dalam panggilan  Tuhan dan doa mereka selama ini.

Tak disangka 12 tahun  yl meninggalkan Nubraen   sebagai seorang remaja  yang sedang bertumbuh dan kini datang dengan istri  Nelly tercinta : seorang anak walikota Balikpapan, tentu keluarga sangat bahagia,  maka   syukuranlah mereka  : dengan  mengorbankan dan dipotong seekor sapi untuk  kebaktian syukur dan adat secara singkat ,karena waktu cuti  sudah mau habis  ia segera mempersiapkan  diri  untuk   berangkat  kembali ke Jakarta   dan  seterusnya Ke Banda  Aceh (Serambi Mekah.)

Sesampai di Kupang dari  Nubraen …… Nelly terheran-heran  janji Tuhan menjadi kenyataan : bahwa  janji Bu Marten  hamba Tuhan ini dipenuhi, walaupun mereka sudah  ke Singapore untuk berlibur, benar  tiket garuda untuk Kupang –Jakarta dua orang  telah tersedia, puji Tuhan :  Besar kuasaMu menyertai perjalanan  kami  Kata Pdt Theo dalam doanya amin.

Semua keajaiban ini  dibuat  untuk memberi  pelajaran kepada   mereka khususnya Ny. Nelly Natumnea-Lilipaly yang  baru terjun dalam pembentukan hamba Tuhan  dimana tidak ada Mission hause untuk belajar praktis beberapa  lama, tetapi  menjadi tempat pembelajaran  dan pemuridan bersama dengan Yesus…disepanjang  perjalanan  selama cuti ini.

KENDARAAN DINAS ADALAH  “SEBUAH SEPEDA TUA”…DI BANDA ACEH.

Sepeda ontel, kendaraan dinas Pdt. Theo di Banda Aceh, untuk melayani 120 KK warga Jemaat

Setiba di Banda Aceh mereka berdua diterima dengan  penuh antusias kata seorang anggota Majelis BP Drs. Meslek Sebayang : inilah pendeta yang kita doakan dan harapakan  selama ini: , Majelis Jemaat GPIB BANDA ACEH  mengatakan lagi ini kendaraan dinas kita yaitu sebuah sepeda tua , yang akan mengantarkan bapak pendeta  dan ibu kemana-mana.

Benar-benar bersahaja  Nelly  yang tadi  sering turun naik mobil dinas atau mobil pribadi bapaknya sebagai Walikota, kini  kedua insan ini  memulai  pelayanan pertama  dengan menggunakan  dan mendayung sepeda tua ini, merawatnya dan belajar menerima apa adanya yang telah disiapkan  oleh  Tuhan melalui jemaat yang sudah lama  rindu  & menunggu kehadiran seorang pendeta ini.

Kesempatan ini  tidak disia-siakan : Kepasarpun sang pendeta membawa isterinya untuk belanja dan membawa pulang belanjaan dengan memuat  istrinya serta belanjaan tsb…dengan  sepeda tua ini…. Bahkan kemana saja  mereka berdua   seperti seorang tuan dan nyonya  yang sangat bahagia mengelilingi kota Banda Aceh.

WARUNG KOPI TEMPAT MENARUH//MENITIP SEPEDA TUA INI.

DiBanda Aceh terdapat banyak warung kopi, itulah kesukaan orang Aceh, mereka berdua gampang bergaul dipasar , termasuk diwarung kopi,  sehingga tempat penitipan sepedapun gratis.

Sering pendeta Theo menuggu istrinya belanja, sambil ia meneguk segelas kopi  sementara  ngobrol sana sini tentang masalah kehidupan ini….dengan pemilik warung kopi,  bahkan dengan  tamu lain yang sedang  minum kopi Aceh yang terkenal ini.

TERJATUH BERSAMA ISTERI DAN BELANJAAN DARI PASAR…SEPEDA TUA KEMPES

Karena terlalu berat : banyak belanjaan, maka sekali peristiwa mereka dua terjatuh ke aspal ,  sehubungan  muatan  belanjaan banyak tambah isterinya lagi hamil besar,  jadi pendeta Theo tidak kuat dayung  untuk mendaki  bukit  lagi pula  ban sepeda bagian depan  kempes , akhirnya terjatuh, tapi puji Tuhan semuanya baik-baik saja karena dipelihara oleh Tuhan Yesus….itulah dinamika hidup keluarga baru ini. Seandainya  zaman itu  ia miliki  HP, pasti  direkam  menjadi sejarah  hidupnya….yang  akan  menjadi tontonan  gratis bagi anak-cucu dikemudian hari.

Dan sampailah mereka di rumah pastori dengan terengah-engah sambil beristirahat & merenung,: beginilah perjalanan  hidup dan pelayanan yang diminta dari Tuhan yaitu tempat yang paling sulit, semua pembelajaran ini semakin menambah komitmen mereka  untuk melayani Tuhan Yesus  sampai akhir.

SAMBAL DARI RANTANGAN MAKANAN SELALU HABIS.

Pada suasana  penyesuaian, mereka rantangan  untuk makanan sehari-hari…Aneh, sambal  yang diberikan pada rantangan itu  selalu habis;karena terlalu enak sambalnya…untuk dilahap….

makanan ini selalu habis termasuk sambalnya, ternyata ada campuran daun ganja

Warga  jemaat bertanya  :  apa benar bapak dan ibu rantangan di  Mrs X ? ya benar… bagaimana dengan makanan yang disuguhkan ? wah enak sekali, bahkan sambalnya selalu habis dilahap.

Mereka itu(pemilik rantangan) selalu membuat enak makanan dan sambalnya juga , karena ada campuran daun ganja !…..ha….. daun ganja ?  kata Pdt Theo   dengan nada menyesal  !!

Sejak itu Pdt Theo dan Nelly berhenti rantangan karena sadar, bahwa ternyata makanan yang enak tu ada campuran daun ganja yang membahayakan.

Puji Tuhan  ada saja jalan  dari Tuhan,  Ia  memakai warga jemaat untuk mengingatkan Pdt Theo dan Nelly agar berhenti rantangan pada Mrs. X itu.

TSUNAMI LOKAL DAN GEMPA BUMI

Pdt. Theo, bersama Bupati Aceh Barat meninjau tsunami di pantai

Didaerah Istimewa Aceh sering terjadi gempa bumi dan Tsunami, walaupun kekuatannya terasa hanya local didaerah Aceh, karena berkekuatan hanya sekitar 5-6 skala richter saja. Tsunami di Aceh Barat, memindahkan Tangki minyak pertamina ± 500 meter,  diadakan kunjungan  dan melihat lokasinya oleh Pdt. Theo waktu mengantar bantuan via  gubernur  Aceh dan  Bupati Aceh Barat.

Selama  Pdt Theo dan Keluarga berada di Aceh beberapa kali terjadi gempa, dan jika  gempa yang gonjangannya besar semua takut,   sehingga semuanya harus lari keluar meninggalkan rumah, untuk menyelamatkan diri…Setelah kembali kerumah, ternyata semua  makanan tumpah , karena lemari makan  terjatuh dan bersandar pada meja makan. Yang adalah sebuah lemari tua.

Peristiwa  itu terjadi pada hari paskah kedua, jika Tsunami besar yang lalu pada natal II, maka sebelumnya   gempa bumi pernah terjadi pada paskah kedua , mau memperingatkan  warga Kristen bahwa pada hari raya agar  masuk gereja dan ikut kebaktian. Untuk menyembah  dan memuji memuliakan nama Tuhan.

MENABRAK KEPALA DESA  (PAK KECIK) , KETIKA   BELAJAR MOBIL.

13 Januari 1978, terjadi musibah tabrakan, ketika Pdt. Theo belajar setir mobil

Bukan sudah memiliki mobil, tetapi  sebuah mobil truk kecil (pick up),mobil  sejenis  Daihatsu mini………….diberi bak seperti  truk  kecil  untuk memuat  cengkeh  milik perusahaan cengkeh   dibawa oleh  pak  Daniel Theofilus S.Th. (bendahara  Majelis Jemaat),  maka  sebagai teman baik,  mereka  bersepakat   agar  Pdt Theo  belajar kendaraan tsb.

Setelah  belajar beberapa    hari di tempat  yang luas , maka ………Pada saat itu hari jumat,  mereka    melalui suatu tempat yang sempit  dimana   orang ramai dijalan   tsb.  karena   umat  muslim  baru keluar  sembahyang  dari Mesjid dengan berjalan kaki,.. tiba-tiba pelatih  mengatakan rem..pak   rem ……….pak.. banyak orang ini… Pdt Theo dalam  keadaan panik  yang diinjak  bukan rem tetapi gas, sambil  serong kiri disitulah mobil ini menyeruduk  dua orang yang  naik  sepeda, yang satu agak ringan dan pak  kecik (kepala desa } masuk kolong mobil  dengan sepedanya, sehingga  keserempet sampai di pahanya.

TUHAN  PAKAI   NAMA TIMOR  UNTUK  MENYELAMATKAN  PDT.THEO DARI AMUKAN MASA

  • Pelatih  yang  mengajar untuk belajar mobil itu  adalah    seorang  pemuda sopir Drs. H.D. Tundang…………kepala Inspeksi  Bea cukai,  sudah menyelamatkan diri dan  naik kendaraan lain (alias menghilang),tiba-tiba  polisi intel pakain preman  datang langsung bertindak  membuat garis lingkaran dengan kapur tulis tanda massa tidak boleh  melewati garis tsb.

Pendeta Theo  berada dengan intel poiisi tsb dalam lingkaran garis putih  itu, dia bertanya mana SIMnya?  Pdt Theo. Menjawab baru belajar pak.. jadi belum ada SIM, Pak Intel .. bertanya  : siapa yang mengajar  anda ? Pdt Theo menjawab:  yang mengajar sudah naik mobil lain untuk pulang…. Intel bertanya : mana identitas yl, maka dikeluarkanlah KTP…. Intel ini membaca  nama Theofilus Natumnea, perkejaan Pendeta, lahir Kupang Timor…..lalu ia  berkata kepada banyak orang “ INI TAMU KITA DARI TIMOR TIMUR ADALAH   PASTOR , JADI  HARAP SEMUA TERTIB  MENGHORMATI TAMU KITA INI, DAN SEMUA URUSAN  LALU LINTAS DISERAHKAN KEPADA POLISI UNTUK DISELESAIKAN SECARA HUKUM  LALU LINTAS” demikianlah kata-kata dari intel polisi …kepada masyarakat yang berkerumun ini.

Pada tahun 1977 nama Timor timur top dan dikenal dimana-mana  melalui siaran RRI, sedang TVRI  belum   memasyarakat)  sehingga Intel ini berinisiatif untuk memakai nama  Timor timur  sebagai pengamanan   dalam suasana  panas ini  bagi Pdt Theo

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 13 januari 1978, saat dimana sementara menunggu kelahiran anak pertama  dari  Pdt Theo Natumnea dan Ny. Nelly Natunnea-Lilipaly.

ADA SUARA DARI BELAKANG MENGATAKAN : ADA APA PAK  PENDETA !

Drs. Joto Sebiring, menjadi malaikat penyelamat: Mengatakan “Ada apa Pak Pdt.”

Itulah suara Drs  Joto Sembiring anggota Majelis jemaat GPIB Banda Aceh, Puji Tuhan  Pdt Theo mendengar suara itu seperti suara malaikat: rasanya seperti  air  yang menyiram  dia dari kepala sampai dikaki : bahwa masih ada yang mengenal dia, memanggil dia dan berbicara halus dan  ..tenang dengan dia, dikala suasana rasa panik … ketakutan  & tidak aman  menyelimuti tubuhnya , jiwa dan rohnya.

Suasana cair karena sudah tiga orang yang berdiri dalam garis lingkaran tsb yaitu Intel polisi, Pdt Theo dan drs Joto Sembiring, sambil ngobrol segi tiga,  Tambahan  dimana cara penanganan intel polisi ini sangat  profesianal dan penuh bijaksana terhadap pdt. Theo Natumnea yang baru  menetap di kota Banda Aceh ini

Semua ini mau menunjukan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anakNya bergumul sendirian, Ia (Tuhan  Yesus)  mengutus orang yang tepat untuk menangani masalah tabrakan ini, yaitu  intel polisi serta Drs joto  Sembiring untuk menemaninya, Pdt Theo anggap sebagai penolong yang tepat dan luar biasa seperti malaikat  pelindung dari Tuhan Yesus….. Yesus  berkata pergilah…..Aku akan menyertai kamu sampai kesudahan alam  band. Mat 28 : 18-20

POLISI INTEL KATAKAN: SEKARANG KITA NAIK  MOBIL  INI UNTUK MENUJU KE KANTOR POLISI.

Intel polisi  dan  Pdt. Theo pergi ke kantor polisi.  i a  membawa mobil dengan tenang.

Diatas mobil  polisi persilahkan  untuk menghidupkan mobil truk mini ini dan bawa kekantor polisi, dengan tenang pdt. Theo membawa mobil ini sampai di kantor polisi, sedang kedua orang  tertabrak tsb telah diurus masuk rumah sakit umum; sesampai dikantor polisi diserahkan kepada piket polisi lalulintas di kantor tsb. ; maka KTPnya  ditahan  dan Pdt Theopun  boleh pulang ke rumah  berpisah dengan intel polisi yang baik hati ini; sampai sekarang Pdt Theo tidak tahu nama Intel polisi tsb, itulah sebuah tugas intelejen yang manis menyelamatkan Pdt Theo; Terma kasih  pak Intel, terima kasih  pak polisi yang baik hati, semoga Tuhan  yang memberkati keluargamu dan membalas kebaikan  hati dan  pelayananmu yang sangat profesional dan penuh kasih itu.

ISTERI & MAMA MERTUA  WAS-WAS MENUNGGU DIRUMAH  PASTORY.

Pastori GPIB Banda Aceh, waktu Pdt Theo bertugas (1977-1983)

Pada saat itu, Ny, Nelly  ditemani mama mertua Ny. Pauline Lilipaly  yang mempersiapkan dan menunggu  hari  untuk melahirkan anak pertama , suasana tambah bergumul tak menentu… karena  berita insiden tabrakan ini disampaikan kepada keluarga, tidak membawa ketenangan, tetapi menambah pergumulan,…..dia (pdt. Theo) katakan  serahkan pada Tuhan hidup kita, maka Yesus pasti dapat mengatur semuanya dalam pimpinan  Tuhan Yesus.Semua berkumpul dan berdoa kepada Tuhan , mohon  ampun dan minta pimpinanNya yang terbaik untuk semua jalan hidup kedepan.

TELAH TERBENTUK TEAM PENYELESAIAN MASALAH TABRAKAN INI.

Ketua team  Mayor pol.Karim sembiring didampingi Drs Mester  Sebayang, Drh. R. Barus, Drs Term Ginting, drs Telaumbanua bersama Kapten TNI AD Siby kapten TNI AD Akap sebayang  dan beberapa nama yang tak dapat disebutkan disini mereka kerja, baik mencari dana,  menghubungi  pasien yang ditabrak bahkan membawa Pdt Theo ke rumah sakit menjenguk pasiennya, ternyata seorang rawat jalan dan pak kepala desa (pak kecik) sudah mau keluar dengan bayaran  nya gratis karena punya kartu asuransi pengobatan sebagai seorang  Veteran..

Tradisi di Aceh kalau datang menjenguk dan membawa gula , kopi  berarti selain ada perhatian, juga dianggap saudara, maka terjadilah keakraban  kekeluargaan  diantara  mereka begitu luar biasa  kuasa Tuhan nyatakan  dalam proses ini….dan memakai  warga GPIB  yang  tau tradisi tsb.

DIADAKAN  SYUKURAN  BERSAMA  ( B A S E J U K )  DIKAMPONG PAK KECIK

Di ruang serba guna mesjid ini, rombongan Pdt Theo di terima untuk “Basejuk” (Syukuran bersama)

Semua sudah berjalan aman dan lancar, maka diadakanlah basejuk(syukuran bersama) dikampung  pak kecik kira-kira 10 km dari kota Banda Aceh… rombongan  bersiap-siap berangkat ke sana dengan membawa persiapan, termasuk uang pembangunan pak kecik    Rp  50.000 ,  hilang pada waktu  terjadi insiden  tabrakan tsb. Menurut kisahnya, apakah ini adalah tipu Aceh, hanya dia dan Tuhan yang tahu.

Semua diterima dengan baik  dan penuh kekeluargaan, dimana diadakan di gedung  serbaguna  Mesjid kampung itu.Dalam acara tersebut diadakan evaluasi , maka ada   pesan-pesan  yang diumumkan untuk semua pihak

  1. Kepada pendeta Theo Natumnea: agar   berhati-hati membawa kendaraan
  2. kepada pak kecik dan temannya: agar kalau hari jumat beribadah ke mesjid
  3. kepada semua : terimalah peristiwa ini untuk mempererat persaudaraan, sebangsa dan setanah air, walaupun pertemuannya  dengan jalan  ini
  4.  Kepada semua :tingkatkan toleransi kerukunan antara agama  satu sama lainnya.

Setelah semuanya selesai dalam acara basejuk ini, bersalamanlah mereka satu sama lain dan pulanglah team  bersama pdt Theo natumnea dengan puas, karena  team kerja begitu manis dan cepat membawa hikmah persaudaraan  baik intern jemaat GPIB Banda  Aceh, maupun dalam hidup bermasyarakat.

SEPEDA TUA  DIGANTI DENGAN HONDA  BEBEK.

Sepeda motor bebek Hijau, mengantikan sepeda ontel. sebagai kendaraan dinas Pdt Theo di Aceh

Puji Tuhan,  pemberian bapak Drs H.D. Tundang kepada Pdt.Theo, namun pdt Theo serahkan ke gereja untuk menambah Inventaris , jadi kendaraan milik gereja   sudah dua yaitu sepeda tua dan motor Honda bebek.

Kalau di Aceh saudara  jangan   salah sebut , karena motor artinya mobil dan   kereta artinya motor, karena  hiruk pikuk   hari-hari becak bermotor yang melayani masyarakt di Banda Aceh

Motor Honda bebek ini di pakai sampai pindah, tetap berjasa untuk pelayanan yang menambah semangat pdt Theo  dalam  menjangkau yang lebih jauh lagi. Dapat ditempuh dalam waktu yang singkat.

LAHIRLAH  ANAK PERTAMA  DAN DIBERI NAMA  JEANNE  PAULINNE MANECHAN NATUMNEA

Puji Tuhan, lahirnya anak pertama: Jeanne Paulinna Manechan Natumnea

Puji Tuhan, bahwa kasih Tuhan menyertai keluarga muda ini, dengan didampingi oleh  Ny.Paulinne Lilipaly,   isteri walikota Balikpapan, maka ny. Nelly Natumnea mendapat kekuatan tersendiri, karena  ada Tuhan Yesus  dan disamping nya ada mama kandung,   bersama umat GPIB khususnya kaum hawa ke RS TENTARA KODAM I ISKANDAR MUDA  tempat kerja  ibu Mester Sebayang,   Ibu Term Ginting dan bapak  kapten TNI AD  Akap Sebayang…… untuk menunggu kelahiran anak pertama,

Semua umat  khusus ibu-ibu, karena beberapa ibu yang disebutkan  namanya diatas  bekerja dia RS tsb. sudah berkumpul dan keluarga besar Maluku : ikatan  sosial keluarga Maluku (IKASOMA) BANDA ACEH, untuk sumbang darah dalam  rangka operasi saesar sesuai keputusan dokter dimana  pdt Theo adalah penasehat IKASOMA.

Pdt Theo sedang menggendong Jeanne

Pada saat  ia  pulang ke rumah  dan sementara  mandi dikamar mandi  yang berpagarkan seng dan terbuka   dinggir sumur tua itu :     ada suara  panggilan pak pendeta…pak pendeta…segera ke Rumah sakit, mereka menunggu …., ibu memnggil terus  disana…..Secepat kilat semua diselesaikan dan segera   ia berangkat dengan sepeda  tua, puji Tuhan ibu siap melahirkan tanpa operasi.

Oe…oe…oe…. Syukur pada Tuhan Yesus yang ditunggu sudah datang   sebagai anegerah pertama  bagi keluarga muda ini dan diberi nama JEANNE PAULINNE MANECHAN NATUMNEA adalah  anak pertama  pemberi semangat dan pembawa kebahagiaan tsb…Inilah penjelasan nama anak : …………JEANNE; KARENA BULAN JANUARI  …..PAULINNE  : NAMA OMA Ambon …..       MANECHAN   artinya   ::ANUGERAH  (BAHASA TIMOR)              DAN               NATUMNEA ADALAH  FAM…ATAU.        NAMA KELUARGA      TIMOR AMARASSI.

SERING   MEMBELI CEKER DAN KEPALA  AYAM

Lauk tambahan keluarga, ketika Pdt. Theo kekurangan uang, karena gajinya      hanya Rp. 50.000

Sejak  Nelly melahirkan, otomatis yang ke pasar adalah Pdt Theo…. pengeluaranpun makin bertambah membuat pendeta Theo harus putar otak untuk mencukupi  uang belanjaannya.

Banyak akal, dimana yang paling murah adalah ceker dan kepala ayam , maka tak heran ia pulang dari pasar dengan membawa belanjaan yang cukup banyak yaitu kepala ayam dan ceker.

Mama mertua  Ny.Paulinne Lilipaly membuka belanjaan  ….heran, dan menangis, serta bertanya : Theo kenapa kepala ayam  dan ceker  begitu banyak dibelinya ? Ia diam dan tidak menjawab.

Kadang kala  mencari daging sapi pada sore hari, akan mendapatkan  harga murah, apalagi menjelang hari raya, pada sore hari harga daging  sapi pasti sangat murah , karena pedagang akan segera pulang rumahnya  untuk  mempersiapkn diri merayakan hari rayanya.

GAJI PENDETA THEOFILUS NATUMNEA SEBESAR RP 50.000

Tak heran  belanjaan seperti kepala ayam dan ceger, gaji pendeta hanya  Rp 50.000 sesuai SK Majelis Sinode, itupun sering  terlambat dibayarkan kepadanya.

tiap bulan mendapat gaji, Rp. 30.000 dari GPIB Jemaat Banda Aceh dan Rp. 20.000 dari GPIB Jemaat Sabang. yang kadang terlambat diterima.

Menjadi ketua  Majelis  jemaat GPIB  Banda Aceh dan Ketua Majelis jemaat GPIB Sabang,  serta bertanggung jawab sebagai pendeta jemaat untuk ke dua jemaat ini,  dengan konsekwensi logis  ialah  gaji Rp50.000  diperinci  sbb.Jemaat GPIB Banda Aceh menanggung Rp.30.000 dan jemaat GPIB Sabang menanggung 20.000 dan membagi tenaga yang adil  : dua bulan di Banda Aceh dan sebulan di Sabang atau kadang  kala tiga minggu di Banda Aceh dan dua minggu di Sabang jika bulan itu ada lima minggu dan… sewaktu-waktu  jika ada urgensi pelayanan dalam Jemaat.

JEMAAT GPIB  SABANG :  DARI  KM  NOL  UJUNG  BARAT  INDONESIA

Pelayanan pertama dari Km 0, Indonesia bagian Barat, Kota Sabang Pulau We

Pelayanan pertama dari Km 0, Indonesia bagian Barat, Kota Sabang Pulau We

Ia melayani dari kilometer nol (km – 0) Indonesia yaitu  jemaat GPIB Sabang. Jemaat kecil ini punya potensi luar biasa,  warga jemaatnya  yang terdiri dari suku batak, tionghoa, timor, toraja, jawa, manado, ambon dlsbnya ini, tersebar dalam pelbagai tugas dan kedinasan baik di pemerintah,ABRI dan juga swasta.

Rata-rata mereka memiliki kebun cengkah, sehingga  ketika harga cengkeh melonjak tinggi, masyarakat dan warga jemaat ini makmur, karena punya penghasilan tambahan yang besar dari menjual cengkeh ini.

Dalam keadaan demikian bila ditimbang  dan dikembangkan secara ekonomi, maka jemaat kecil ini punya kemampuan untuk mandiri menanggung seorang pendeta /ketua mejelis jemaat tersendiri.

Dari inspirasi inilah mulai ada pemikiran yang dikembangkan  dalam diskusi dan berlanjut dalam program kerja, bahwa sudah waktunya untuk menerima dan menanggung secara tanggung jawab penuh seorang  pendeta/ketua  majelis jemaat secara penuh.

IBADAH KELUARGA DALAM BAHASA TIONGHOA.KM NOL BARAT INDONESIA

Pdt. Theo, mengadakan inovasi untuk memjawab pelayanan bagi orang Thionghoa bersama denga Pak Kecik, tua-tua orang Thionghoa

Pdt. Theo, mengadakan inovasi untuk memjawab pelayanan bagi orang Thionghoa bersama denga Pak Kecik, tua-tua orang Thionghoa

Untuk merangkul warga jemaat  yang berasal dari suku bangsa Tionghoa, maka majelis jemaat setuju untuk sebulan sekali warga jemaat   ini  mengadakan kebaktian keluarga dalam bahasa tionghoa

Pasti yang mendapat jadwal /giliran  menerima kebaktian adalah orang tionnghoa, ini memberi  dampak positip dan  semangat tersendiri bagi mereka, sehingga jumlah mereka semakin bertambah, karena diakomodir kebutuhan bahasa mereka yang meminta untuk mmengadakan kebaktian selama ini

Dalam ibadah ini sering terjadi diskusi-diskusi menarik antara  mereka yang dipimpin pendeta, tentang  makanan  dan sajian yang telah dipersembahakan kepada roh-roh nenek moyang, : apakah dimakan atau tidak dimakan ?

Jelas bahwa tidak boleh dimakan bagi orang Kristen, dan kalau mereka yang makan adalah yang beragama kongfucu:  mereka makan sesuai dengan persembahan dan anjuran agama mereka..kepada  roh-roh nenek moyangnya.

Mengapa diskusi ini menarik ? Jelas diskusi ini hangat,karena   keluarga tionghoa di sabang, anggota keluarganya tidak semuanya Kristen, ada yang kristen, katholik, kongfucu bahkan ada yang islam, disinilah mereka belajar toleransi dalam hal pergaulan tetapi dalam  iman tidak dapat  ditolerir  dalam hal apa saja, kecuali saling menghormati satu sama lain dalam kehiidupan praktis ini.

UTUSAN KHUSUS WARGA TINGHOA MENJADI MAJELIS JEMAAT GPIB SABANG.

Hal ini dibijaki oleh majelis jemaat melalui dorong pendeta Theo,  atas usul dari mereka yang berasal dari  orang tionghoa warga jemaat GPIB sabang,

Memnempatkan Pak Kecik menjadi majelis Jemaat GPIB Sabang tanpa Pemilihan sebagai jawaban untuk memcapai orang Thionghoa

Memnempatkan Pak Kecik menjadi majelis Jemaat GPIB Sabang tanpa Pemilihan sebagai jawaban untuk memcapai orang Thionghoa

Mengapa usul ini disetujui, yang seolah-olah berbau eksklusip dan berbau  r a s   dan sukuisme ?

Potensi mereka cukup besar sumbangannya secara ekonomi, tetapi dari periode ke periode  untuk mendapat suara  sebagai calon majelis jemaat GPIB Sabang tidak pernah terjadi, karena itu usul ini diakomodir, dan dikembangkan serta dijawab serta posiitip pergumulan mereka ini, akhirnya pak Kecik orang tertua  mereka  ditahbiskan menjadi anggota majelis jemaat bersama anggota majelis jemaat  yl sehabis pemilihan penatua dan diaken berdasarkan surat kepatusan majelis sinode GPIB

Maka msemakin lengkaplah  inovasi yang dilakukan oleh Pdt Theo, untuk menjawab masalah pelayanan untuk membangun jemaat dan untuk hormat dan kmuliaannama Tuhan amin

LAHIR ANAK  KEDUA  DIBERI NAMA  ORRY  REGINA  NATUMNEA

Setahun  sepuluh bulan setelah lahir anak pertama, maka lahirlah anak kedua  , diberi nama Orry Regina Natumnea. .. diklinik  bersalin  REBECA  Banda Aceh. Kalau anak pertama   lahir  di rumah sakit Tentara dan membuat semua  cukup sibuk,  maka  anak kedua lahir tak  seorangpun yang tahu… hanya Tuhan, Bidan Rebeca dan Ny. Nelly yang tahu proses persalinannya. .

Pdt Theo, bersama Jeanne dan Orry, berada di Rumah adat Aceh

Dikala itu  Ia (Pdt Theo)  pulang cuci  pakaian  dipagi subuh setelah mengantar Nelly Isteri tercinta di klinik tsb, dan selesai cuci ia kembali ke klinik bertemu dengan  Bidan Rebeca, ia berseru Pak Pendeta : Trio pak Pendeta, Trio maksudnya duet, artinya sama-sama nona dengan kakanya Jenny.  ibu sudah melahirkan tadi ditangan saya, puji Tuhan : lahir dengan sehat dan selamat, Ia (pendeta Theo) bertemu isteri dan menciumnya serta berdoa mengangkat hati dan syukur pada Allah dalam Yesus Kkristus, bahwa peroes lahirnya  anak kedua ini   secra diam-diam dengan  anugerah Tuhan.

Ia (Pdt Theo) tidak menyiapkan nama  seperti  kakaknya,  bahkan yang    sudah  disiapkan  adalah nama laki-laki, karena gerakannya seperti laki-laki, …. ternyata  puiji Tuhan  perempuan , maka dirancang   dan diberi nama  Orry Regina  Natumnea…Orry artinya adik(bahasa Timor) regina  nama oma Timor: ibunda  pdt Theo Natumnea  dan….. Natumnea adalah  Fam  atau nama keluarga Timor  …Amarassi.

KELELAWAR MENYUSUP DALAM JACKED DAN MAU BERTENGGER DI DAERAH KATEAK.

“awas.. awas kelelawar..!!” ..eeh tiba-tiba dia  masuk  dalam jacked yg terbuka   dan mau hinggap di ketiak Pdt Theo

Dalam suatu pelayanan, ke batalion  TNI Arhanude Ketapang , yang berada diatas motor ini  empat orang: yaitu Pdt.Theo, Nelly ( isteri ) , Yenny (anak I) dan Orry( anak kedua) ..motor berjalan pelan…pelan   pada sore hampir gelap,  tiba-tiba menyusup masuk seekor kelelawar hitam besar dalam jacked dan mau bertengger di kateak, terpaksa motor  dihentikan i dan menyelesaikan masalah serius ini, karena  mereka hampir terjatuh.

Kecepatan  Penanganan  dan penyelesaian masalah ini, mau menggambarkan bahwa   walaupun  dengan  sebaik-sebaiknya  kita melayani, selalu ada tantanngan, , tetapi dalam   kesabaran dan penyerahan   kepada Yesus pasti ada  jalan keluar dan  penyelesaian yang terbaik dari Dia  yang empunya ladang  ini. Ialah Yesus.

Mereka meneruskan perjalanan pelayanan ke Asrama TNI  Batalion Arhanude  diKetapang   yang   kira-kira 15  km dari  pinggir kota Banda Aceh.

BELAJAR KEADAAN JEMAAT DALAM BERKUNJUNG:MENDENGAR, MELIHAT & MEMAHAMI.

Sesuai pesan para senior agar jangan gegabah bertindak sesampai di jemaat baru, apa lagi jemaat yang bertahun-tahun  tidak pernah ada pendeta, sebab bisa menimbulkan persoalan, karena itu pendeta   Theo  memahami benar  bahwa kedua jemaat ini,    selama Indonesia  merdeka belum pernah  mendapat  seorang  pendeta untuk menjadi ketua Majelis jemaat dan Pendeta Jemaat.

melihat dengan mata Yesus, mendengar dengan telinga Yesus dan memahami dengan hati Yesus. untuk menampung pergumulaan warga Jemaat dalam doa dan pelayanan

Banyak mendapat ceritera yang didengar…banyak  pemandangan yang  dilihat dan dipandang   serta banyak  pengalaman  yang dipahami , ia menjalankan semua ini  dan memahaminya   berbulan-bulan lamanya, menunggu momentum yang tepat untuk mengambil langkah dan bertindak secara organisatoris, kecuali pelayanan  rutin dan mendesak dari segi pelayan firman dan sakramen yang adalah tugas khusus seorang Pendeta.

Cara masuk yang  manis dan indah ini , merupakan  suatu pelajaran sendiri baginya… supaya    sabar dan sabar,  tabah dan tabah  dan dengan rendah hati  serta buah Roh kudus lainnya,  bnd Galatia 5 : 22-23;  jangan gegabah bertindak, untuk itu menghormati dan menghargai  seluruh anggota majelis jemaat yang telah menanamkan fondasi pelayanan dan pemeliharaan jemaat selama ini.

APA RESEP  YANG DITABUR PAK PENDETA  T H E O   PADA KEDUA JEMAAT INI.

Inilah pertanyaan  Ketua Majelis Sinode GPIB,  Pendeta Sahetapy Engel M.Th , ketika ia berkunjung ke Banda  Aceh dan Sabang; Beliau terheran-heran, karena beberapa tempat yang baru ditempatkan Pendeta…..sesudah beberapa lamanya tidak ada pendeta  jemaat,  selalu ada  persoalan  yang harus diselesaikan oleh Majelis Sinode GPIB.; Karena itu selain berkunjung sebagai pimpinan GPIB, ia mencari tahu rahasia pelayanan  yang ditaburkan secara tepat guna  dan berhasil guna  untuk kedua jemaat ini, sehingga  tidak ada   gejolak & gelombang  masalah, tetapi  rukun  dan  saling pengertian satu sama  lain.

Gedung GPIB Sabang di atas Bukit ini ,  berbatasan dengan Mess COBOY asrama Ankatan Laut

Pelayanan di jemaat : kita tidak boleh berteori lagi,  bahkan kadang kala dalam teori tidak ada, kita diwajibkan untuk menciptakan  teori baru, guna  menjawab masalah yang dihadapi,  tidak perlu menunggu  petunjuk dari pimpinan, karena jawaban sesuai dengan situasi dan kondisi harus segera diciptakan  untuk menolong  menjawab  masalah secepatnya dalam pimpinan Tuhan.

Jawabannya seperti  uraian diatas bahwa: mendengar, melihat dan memahami  beberapa waktu lamanya, sambil menghormati kebijakan yang telah ditanamkan  oleh para penatua/diaken dalam kesendirian mereka memimpin jemaat ini, adalah hal yang mutlak  bagi seorang  pendeta  baru.

Menunggu waktu dan momentum yang tepat dan dengan hati-hati membuat perubahan, sehingga tidak terjadi gejolak dan persoalan baru yang akan menimbulakn pro dan kontra dalam jemaat.

Salah satu  momentum yang  paling  tepat ialah ketika terjadi pemlihan penatua dan diaken, adalah kesempatan besar untuk mengadakan perubahan tanpa gejolak, walaupun  sering terjadi gelombang kecil, tetapi dengan pendekatan yang tepat dapat meredam  dan meratakan gelombang tsb.

Roh Kudus penolong kita, yang memimpin dan memberkati  pendeta muda ini, sehingga dari  kilometer nol… ia mampu menerapkan strategi dari  Tuhan yang tepat untuk kedua jemaat ini..Puji Tuhan…biarlah nama Tuhan dipuji dan dimuliakan untuk  kelebaran kerajaanNya.

MEMBANGUN GEDUNG SERBAGUNA GPIB

Dalam semangat pembangunan material, terbentuklah panitia pembangunan  gedung serbaguna, walaupun  ijin  belum keluar, karena sudah setahun lebih mereka menunggu, maka mulailah pembangunan gedung  serba guna GPIB  tsb dibangun.

Ruang Serba guna ini menjadi tempat ibadah ketika gereja tua rusak karena gempa bumi.

Pada saat wali kota  inspeksi  dan mengadakan  pemeriksaan kota dalam rangka MTQ Nasional ke XIII di Banda  Aceh,  dilihatlah gedung baru  yang sementara dibangun dihalaman gereja GPIB.

Pagi-pagi  benar petugas  keamanan kota madya datang  dan memanggil pendeta Theo untuk bertemu dengan wali kota; hal ini ditunda  oleh Pdt Theo selama  seminggu, untuk mengatur strategi bersama paniitia Pembangunan  dalam menghadapi beliau.

Rombongan panitia Pembangnan  bertemu walikota madya untuk menyampaikan aspirasinya : bahwa gereja  tua sudah rusak, umat sudah menyumbang semen dan kayu, jika tertahan lama , maka semen menjadi batu, dan kayu menjadi lapuk, sedang gereja tua tidak dapat dipertahankan lagi.

Perembukan terjadi dalam suasana panas, akhir tertunda tiga bulan, dan selanjutnya  mereka membangun sampai selesai, sehingga ketika terjadi gempa bumi dan gereja lama  tidak dapat dipergunakan lagi maka   gedung serba guna inilah tumpuan harapan jemaat untuk beribadah dan segala aktifitas lainnya berlangsung di gedung  serba guna ini, karena telah diresmikan oleh Bimas Kristen Protestan Provinsi D.I. Aceh, atas nama pemerintah.

PW YUNIOR ADAKAN IBADAH & DISKUSI DIBANDA ACEH.

Sejak dulu Pdt. Theo sudah berinovasi untuk mengumpulkan anggota PW Yunior dalam komunitas tersendiri dimana ketua PW adalah Ny. Nelly Natumnea

Sejak dulu Pdt. Theo sudah berinovasi untuk mengumpulkan anggota PW Yunior dalam komunitas tersendiri dimana ketua PW adalah Ny. Nelly Natumnea

Ibu-ibu muda bersama Ny Nelly Natumnea, mengadakan ibadah dan diskusi tentang kehidupan rumah tangga mereka yang baru mulai, agar mencari solusi dalam pergumulan keluarga dan rumah tangganya dalam kuasa Yesus Kristus.

Mereka merasa terlalu muda untuk mengikuti acara  dan ibadah  PW yang rata-rata diikuti oleh ibu-ibu  yang sudah  tua yang dipanggilnya tante atau ibundanya, karena itu  kelompok ini merupakan jawaban atas pertanyaan  dalam pergumulan mereka yang tepat yaitu kelompok pw yunior.

Dalam hal ini Ny. Nelly Natumnea merangkul mereka dan mengusulkan  serta mulai menggerakan ibu-ibu muda ini untuk beraktifitas dan mencari jawaban atas pergumulan mereka ini, namun tiap bulan hanya sekali adakan pertemuan, dan tidak meninggalkan ibadah PW jemaat, tetapi menjadi pendorong untuk aktifitas PW jemaat semakin giat melayani Tuhan  di serambi mekah ini.

Pengurus PW jemaat juga memberi restu dan  motivasi  untuk ibadah dan diskusi ibu-ibu muda ini tetap berjalan  dalam melengkapi  program PW jemaat sebagai bagian  dari aktifitasnya.

NY.NELLY NATUMNEA  MENJADI  KETUA PW JEMAAT  GPIB  BANDA ACEH

gabung copye

Walupun masih muda, tapi sudah ditunjuk sebagai ketua PW GPIB Banda Aceh, mendamping Pdt. Theo, di serambi Mekhah

Hal ini dilatar belakangi oleh pengalaman ibu-ibu yang berasal dari GBKP,  bahwa isteri pendeta( Nyora)  adalah ketua kaum ibu, maka mayoritas anggota pw yang berasal dari GBKP ini ingin agar pengurus pw jemaat Banda Aceh ini dipimpin oleh  Nyora, Ny Nelly Natumnea

Walaupun berulang kali ia menolak dengan  konsultase dengan suaminya  yang adalah Pendeta /Ketua Majelis Jemaat gereja ini,  dan diberi penjelasan bahwa peraturan GPIB tidak memungkinkan  untuk  seorang isteri pendeta  menajdi ketua pw, tetapi mereka tetap minta dengan sangat untuk  periode  ini saja  ny Nelly di daulat menjadi ketua pw jemaat

Setelah berkonsultase dengan pihak Majelis sinode GPIB ,maka membolehkan karena daerah khusus Istimewa  Aceh dan atas  dorongan serta kemauan dari anggota pw  untuk membangun dan melayani jemaat Banda Aceh.

Maka dilantiklah badan pengurus bpk  oleh pendeta jemaat, pendeta Theofilus natumnea, dalam pelantikan ini semua nama pengurus  dibacakan termasuk nama ketua pw Ny. Neeltje Petronella Natumnea-Lilipaly, sang isteri yang kekasih ini, selamat melayani nyora, beta pasti dukung jua dengan sepenuh hati

Gebrakan pertama  sesudah pelantikan selain rapat,  mengaktifkan semua pengurusnya dan bekerja sama dengan ibu Baatje Pardede- yang sama- sama Lilippaly nya ini  membuat semangat  membangun pw jemaat Banda Aceh.

Ketrampilan tangan ibu Baatje Pardede- Lilipaly diidukung ibu Mester  Sebayang, ibu Tresya Ginting, ibu Akap Sebayang ini membuat ketrampilan  latihan masak macam-macam resep untuk ibu-ibu, supaya makanan enak disediakan  ibu-ibu dirumah, agar bapak bapaknya  tidak mencari makanan  enak diluar rumah, restoran dan  kafe-kafe dllnya…terpujilah Tuhan Yesus.

MENDUKUNG  PAK SIMANJUNTAK UNTUK PIMPIN KOOR  AKBAR  DI MTQ   KE XIII.DIBANDA ACEH.

Paduan Suara pada saat MTQ

Beliau adalah teman baik, maka pak Simanjuntak  minta nasehat dan dukungan untuk melatih dan memimpin paduan  suara akbar  dalam pembukaan MTQ XIII di Banda Aceh dilapangan Blang padang yang luas dan megah,  salah satu cahaya orang Kristen dalam kurukunan  antar umat beragama di serambi Mekah ini..

Penuh antusias  Pendeta Theo menasehatkan dan mendukung, bahwa inilah kesempatan untuk manjadi saksi Tuhan dalam pelayanan ditengah masyarakat daerah Istimewa Aceh ( nanggro aceh darusalam) sekalipun dalam suasana MTQ ke XIII ini.

SEMUA BUKU SESUAI ORDINANSI GPIB DITULIS OLEH NY. NELLY (ISTRI) DI JEMAAT GPIB SABANG.

Jemaat GPIB Sabang belum memiliki pegawai gereja, karena itu atas tuntunan Pdt. Theo, maka nyora , Ny. Nelly dengan sukarela  mau menulis semua buku sesuai ordinasi GPIB seperti buku-buku sebagai berikut: Buku Anggota Jemaat, Buku Anggota Majelis Jemaat, Warga Jemaat Baru, Kelahiran, dll. Itu semua adalah buah tangan Nelly berserta sukarelawati,  dalam komitmen untuk melayani Tuhan Yesus, karena tulisannya lebih baik dan lebih indah  dari pada tulisan  suaminya  pendeta Theo.

Walaupu Ny. Nelly bukan anggota GPIB tapi Ny. Nelly telah menuliskan buku ordinansi GPIB, antara lain data Baptis, Sidi & Nikah

Walaupu Ny. Nelly bukan anggota GPIB tapi Ny. Nelly telah menuliskan buku ordinansi GPIB, antara lain data Baptis, Sidi & Nikah

Hal ini dilakukan sehabis urusan rumah tangga, masak, cuci dlsbnya, maka waktu senggang itu tidak terbuang percuma, dipergunakannya untuk mempersiapkan dan menulis semua buku yang disebut diatas, guna melengkapi  administrasi  jemaat, yang baru pertama kali menerima pendeta, sejak Indonesia merdeka ini.

Inilah yang disebut  merintis  semua bentuk pelayanan dijemaat, tanpa diperintah, ia menginovasiya, memakai isterinya untuk turut melayani dan bekerja selayaknya seorang pegawai kantor jemaat tanpa pamrih.

MENJADI JURI  DALAM PERTANDINGAN PADUAN SUARA SEBELUM MTQ  .

salah satu Juri adalah Pdt. Theo

Panitia meminta Pdt Theo untuk menjadi Juri  pertandingan paduan suara antar ibu- ibu menjelang MTQ ke XIII, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh  sang Pendeta,  dan  terjunlah ia bersama juri yang lain untuk memberi penilaian dalam berbagai segi penampilan paduan-paduan suara tsb.

Pertandingan paduan suara itu bekerja sama dengan Ibu-ibu Persit Kodam Iskandar Muda dalam  rangka mengasah dan melatih suara untuk koor  akbar  MTQ ke XIII  diujung Barat negeri ini yaitu  serambi Mekah.

MEMPERSIAPKAN  JEMAAT GPIB SABANG UNTUK MENERIMA SEORANG PENDETA.

Arahan Pdt. Theo, untuk mempersiapkan warga jemaat  …akan menerima Pdt. Wagiman di GPIB Jemaat Sabang

Dalam program kerja GPIB Sabang direncanakan akan  menerima seorang pendeta/ketua Majelis jemaat,agar melayani penuh di jemaat GPIB sabang

Setelah dievaluasi, ternyata  jemaat GPIB sabang mampu menanggung biaya hidup seorang pendeta, yang akan melayani, maka sesuai SK Majelis Sinode GPIB ditempatkan  Pdt Wagiman Sm.Th  untuk jemaat GPIB sabang.

Adalah wewenang Majelis Sinode untuk memindahkannya dari  jemaat GPIB Cimahi jawab barat, ke jemaat GPIB Sabang D>I Aceh.

Setelah berjalan dua tahun  ada kericuhan dan terjadi blok jemaat dan blok pendeta,bahkan upaya  perdamaian pun tak dapat menpertemukan mereka, sehingga Pdt Wagiman ditarik  dari Jemaat GPIB Sabang untuk sementara menunggu di kantor Majelis Sinode GPIB , tempat parkiran pendta GPIB yang bermasalah dengan  bidang staf umum.

Pendeta Theo kembali merangkap pelayanan di jemaat ini selama tiga tahun,  hal ini dilaksanakannya sampai pindah  (mutasi) ke jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin maka  untuk jemaat GPIB  Sabang diganti oleh Pdt Sanjar dan  untuk jemaat GPIB  Banda Aceh diganti oleh Pendeta  Wati.

MENJADI KETUA MUSYAWARAH PELAYANAN (MUPEL)   SESUMUT-ACEH.

Berdasarkan  ketentuan  bahwa menjabat ketua mupel  seSumut- Aceh ini adalah secara priodik, maka ketika waktunya tiba jabatan itu diterimanya secara otomatis  tanpa pemilihan, karena secara  bergilir  memimpin mupel sumut-Aceh, sehingga semua dapat mengalaminya.

Dalam jabatan tsb. Menuntut kerja keras dan perhatian  yang lebih untuk seluruh jemaat-jemaat GPIB , baik di Sumatera Utara maupun di Daerah Istimewa Aceh… yang  kini disebut Nangro Aceh Darusalam.

Dengan demikian rapat-rapatpun bergiliran tempat rapatnya, sehingga semua jemaat dan utusannya semakin akrab dan mengenal satu dengan yl; Hal ini membuat lebih mudah untuk saling melayani & membantu, karena kehadiran jemaat-jemaat digaris depan ini perlu wawasan kebersamaan yang erat.

MENJADI   KETUA    P G I S    BANDA   ACEH

Komunitas Kristen melalui gereja-gereja di Banda Aceh memilih Pdt. Theo menjadi ketua PGIS sebagi embrio PGI Wilayah

Komunitas Kristen melalui gereja-gereja di Banda Aceh memilih Pdt. Theo menjadi ketua PGIS sebagi embrio PGI Wilayah

Puji Tuhan atas kerja  sama semua gereja anggota  PGI  dan dorongan dari PGI WILAYAH  SUMUT – ACEH, terbentuklah  pengurus  Persekutuan Gereja- Gereja  Setempat Banda Aceh (PGIS  BANDA ACEH) yang  diketuai oleh  Pendeta Theofilus  Natumnea, ia mulai berkiprah  secara Oikoumenes   dalam membina  dan menyatukan  HKBP, GMI dan GPIB  dalam visi dan misi oikoumenes …ditanah rencong ini.

Mereka bekerja sama  untuk membangun Natal  ABRI DAN MASYARAKAT,  yang sebelumnya didahului dengan acara  – acara  yang   bertujuan  untuk memeriahkan  Natal  tsb   seperti  pertandingan :  vocal group,  solo, dan  pesparawi  antara gereja termasuk gereja katholik.

Dari wadah inilah  mereka  bertemu, berinteraksi , saling menguatkan  dan tampil  bersaksi, baik dipemerintahan , maupun dalam masyarakat, dimana aktivitas mereka dihargai dan mempunyai arti bagi gereja-gereja  serta  masyarakat .

Kehadiran  PGIS Banda  Aceh ini merupakan embrio untuk lahirnya  PGI Wilayah Aceh sampai sekarang ini,  untuk menggumuli  masalah-masalah kegerajaan, kemasyarakatan dan kebangsaan warga gereja sebagai warga Negara Indonesia yang hidup dan berada dalam dan ditengah-tengah masyarakat Indonesia   paling barat dan yang mejemuk ini.

PENYEGARAN IMAN OLEH PDT. SINAGA DAN  EVANGELIS  AMRAN AMRI.

atas nama PGIS Banda Aceh, Pdt Theo sebagai ketua mengundang Pdt Sinaga dan Ev. Amran Amri. untuk mengadakan Penyegaran Iman bagi warga gereja-gereja se Banda Aceh (GPIB, HKBP, & GMI)

Dalam  status sebagai ketua  PGIS  kerja sama dengan gereja-gereja  anggota dan berkoordinasi dengan  warga Kristen se Banda Aceh untuk mengadakan penyegaran iman bagi warga gereja  seBanda Aceh ini.

Beberapa kali mendatangkan pdt Sinaga dan.,sekali mendatangkan Evangelis  Amran Amri untuk memberi  siraman  Rohani Kristen  bagi umat , yang sedang haus akan  firman Tuhan   sehingga  disegarkan  oleh  para pendeta tamu dengan  latar belakang dan pengalaman rohani  yang berbeda  beda itu, adalah suatu kekayaan Tuhan yang dibagikan bagi umat Kristen .

Dalam kesaksian EV.Amran Amri bahwa Roh Tuhan bekerja, sehingga  isteri dan anak-anaknya satu persatu  menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat  Amin.

MENGIKUTI PESARAWI NASIONAL   PERTAMA   (  I  )  DI JAKARTA.

Ia menjadi team ofecial bersama teman- teman  yl,  untuk memimpin rombongan pesparawi  Aceh ke Jakarta;  Memang  tampilnya  kontingen Aceh dalam pesparawi nasilonal  I ini, member warna  tersendiri, bahwa  didaerah Aceh juga ada anak Tuhan serta mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.

Tim Official kontingen Pesparawi DI. Aceh membawa rombongan Pesparawi dari Aceh ke Jakarta. sama-sama kontingen kecil utusan Kep. Mentawai, Sumbar

Tim Official kontingen Pesparawi DI. Aceh membawa rombongan Pesparawi dari Aceh ke Jakarta. sama-sama kontingen kecil utusan Kep. Mentawai, Sumbar

Apalagi waktu muncul kontingen dari Sumatera Barat yang diwakili oleh  rombongan  siswa-siswi SMA dari kepulauan Mentawai,  disambut dengan tepuk tangan yang meriah seperti kontingen Aceh, maka lengkaplah kesukaan dan kegembiraan gereja-gereja, bahwa semua Propinsi di tanah air  Indonesia  tercinta ini terwakili.

Motivasi mereka bukan mencari  juara, tetapi  mau menunjukan  bahwa Allah dalam karya  RohNya yang kudus  sementara bekerja dimana –mana termasuk didaerah Istimewa Aceh (Nangro Aceh Darusalam) dalam peran  ganda untuk meneguhkan  gerejanya dimata nasional dan  menjunjukan kemajemukan dapat diterima dan dipelihara masyarakat Indonesia diseluruh penjuru tanah air ini.

PERSIDANGAN SINODE GPIB  DAN PERAN  GPIB : BANDA ACEH & SABANG.

Salah satu sausana persidangan Sinode GPIB

Kehadiran  seorang  Theofilus Natumnea dalam kedua jemaat dewasa ini memberi arti organisatoris, dimana  sebelumnya  tidak ada utusan  kedua jemaat ini dalam persidangan Sinode GPIB, maka kali ini  ia mewakili kedua jemaat ini dalam persidangan Sinode GPIB, bahkan  ada   suara dan penampilan  Pdt. Theofilus yang memberi  warna dalam persidangan tsb.

Dalam  persidangan di Pandaan  jawa Timur, Ia melaporkan keadaan Jemaat di daerah Istimewa  Aceh  kepada  PANGKOPKAMTIB:   LAKSAMANA    S U D O M O, dan mengundangnya kalau datang lagi ke Aceh silahkan  singgah ke Pastori untuk minum teh   secangkir   pak jenderal … pasti punya arti  penting ….yang disambut tepuk tangan meriah oleh hadirin.

Mengikuti Persidangan Sinode dalam dua periode  yaitu  dua kali utusan dari kedua jemaat dewasa ini yang mewakili Aceh, karena  ia bertugas di Daerah Istimewa  Aceh (Nangro Aceh Darusalam) selama  enam tahun setengah, suatu periode yang cukup panjang , karena periode   GPIB  empat tahun  berarti   Ia bertugas didaerah ini selama  satu setengah periode dan mewakili kedua Jemaat dalam berbagai forum pertemuan.

BERSIAP-SIAP MAU PINDAH  KE  SERAMBI  MEDINA

Enam tahun setengah tak terasa, sesuai SK Majelis Sinode  GPIB, maka Pdt Theofilus  Natumnea dimutasikan  sebagai Ketua/Pendeta  Jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin

Ikon kalimantan Selatan, Banjarmasin adalah Pasar Terapung, Pdt Theo dan Keluarga menuju kesana

Ikon kalimantan Selatan, Banjarmasin adalah Pasar Terapung, Pdt Theo dan Keluarga menuju kesana

Suasana belum tenang karena diserambi medina (Martapura) baru terjadi insiden  keagamaan , karena profokator, sehingga gereja-gereja dijaga  oleh aparat keamanan.

Hal ini tidak mengurungkan niat dan semangat  Pendeta  muda  ini untuk pindah bersama, iapun bersiap-siap mau berangkat ke Banjarmasin  yang didukung oleh keluarga, apalagi di Banjarmasin hanya selangkah jauhnya dengan kota  Balikpapan….tempat mertua   berdomisili.

Pengepakan barang-barang  seperlunya, karena  melewati  daratan dan pulau yang ia harus di tempuh oleh keluarga ini dan untuk mencapai kota Banjarmasin, betul kata seorang  petugas  pelabuhan Belawan… bapak Fredy Lalala  : bahwa barang barang pindahan Pdt Theo ini akan  tiba di Banjarmasin kurang lebih tiga bulan lamanya karena jarang  kapal laut kesana.

PERPISAHAN Di  SABANG DAN JUGA DI BANDA ACEH.

Kenang-kenangan 3 serangkai\; Pen. Titahelu, Pdt Paul Waney dan Pdt Theo Natumneo. diatas KM Ferry menuju sabang, untuk sidang Mupel  Sumut – Aceh

Berhubung kedua jemaat dewasa ini  berada di dua pulau, yaitu  Pulau sumatera dan pulau   W e , maka perpisahan diadakan selama  dua minggu, seminggu di  SABANG  dan seminggu di BANDA ACEH,  sehingga jemaatpun  lega melepaskan  gembalanya  pindah dengan  pelepasan yang membahagiakan dan melegakan….serta mengharukan itu.

Akhirnya , dengan hati yang gundah gulana,sedih bercampur segalanya, air mata mengalir ,,,,,baik oleh pengantar dilapangan terbang, maupun keluarga Pendeta Theo Natumnea  yang waktu datang baru berdua, kini pindah  (berangkat ) sudah  berempat karena lahir dua orang anak yang manis  mendampingi serta mendukung  keluarga pendeta Theo ini.

Apa mau dikata, selamat tinggal  jemaat GPIB Sabang,…. Dan….. selamat tinggal  jemaat GPIB Banda Aceh dengan segala kenangan pahit dan manis  pelayanan perdana yang indah tak terkirakan  diujung barat Indonesia kilometer nol ini….dimana saat-saat itu juga teman sepelayanan dan seperjuangan di Mupel sumut/aceh, pendeta Paul Waney sementara  semangat mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan Theologianya  dinegeri paman sam Amerika serikat yang sangat diidam-idamkan semua orang.

Pena sebanyak apapun tak habis menulis pengalaman Pendeta muda  yang energik ini siang dan malam mau melayani tanpa henti dan tanpa  kenal lelah , namun teman hidup isteri kekasih Nelly  siap untuk membantu sebagai pengalaman seorang perawat dan seorang bidan  yang dipakai dalam pelayanan pekerjaan Tuhan diserambi mekah ini.

TIBA DENGAN PASTI DALAM NAMA TUHAN YESUS  DI SERAMBI MEDINA.

Tugu antara lapangan syamsudin noer dan Banjarmasin dimana Pdt Theo melayani

Jemaat GPIB  Maranatha Banjarmasin siap menanti Pdt. Theo ,karena pdt lama sudah enam bulan lamanya meninggalkan jemaat karena  masalah khusus yang tak dapat diselesaikan dengan jemaat.

Nelly (Isteri), Yenny (anak I) dan Orry (anak kedua)  menggunakan kesempatan kepindahan ini untuk berlibur dua minggu dengan orang tua di Balikpapan, sedangkan Pdt.Theo tiba tepat waktu sesuai SK Majjelis sinode.

Team penjemputpun  dipimpin Bpk. Pen. Melly Watiheluw langsung bertemu Pdt Theo, langsung dibawa ke pastrory dari lapangan terbang untuk memulai hidup dalam wilayah baru  kesannya semuanya dikelilingi sungai, itulah Kota Banjarmasin yang   secara geografis  dua meter berada dibawah permukaan laut.

GAGAL MELAYANI SEORANG  TOURIST DALAM  KEADAAN LEMAH.

karena baru tiba, maka memberikan uang becak dan uang makan  serta  menunjukan gereja katolik untuk touris Autralia ini mencari perlindungan…karena dia agama katholik

Sore itu ia baru tiba dan sendirian di pastory karena isteri dan anak-anak masih berlibur di Balikpapan, untuk melepaskan rind yang tertahan selama ini kepada opa & oma Lilipaly; tiba-tiba datang seorang tourist laki-laki   yang berasal   dari Australia dan minta   bantuan  untuk tinggal karena  kehabisan uang dari  Kalimantan Tengah ,  dan lagi  pula dalam keadaan lemah karena lapar

Pdt Theo  pertimbangkan bahwa  ia senndiri baru tiba dan belum melaporkan diri pada RT setempat, tambah tamu yang lemah ini orang asing,  Ia bertanya  .  kepadanya  apa agamamu,  Tamu ini menjawab Katholik, maka disewakan becak dan diberikan uang Rp.500 serta menunjukan gereja Katholik disuruh tukang becak ini bawa dia ke gereja itu.

Memang  rasa menyesal, kenapa  tidak panggil Majelis Jemaat yl untuk menolongnya dstnya dstnya, tapi apa boleh buat semuanya telah berlalu dan menjadi pelajaran untuk penanganan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya, kepada mereka yang lemah dan membutuhkan kita/gereja.

KEMBALI BELAJAR : MENDENGAR, MELIHAT DAN MAMAHAMI KEADAAN JEMAAT .

dari perkunjungan mendapat data warga jemaat dan dari mimbar berkhotbah untk membangun rohani, itulah ciri Pdt. Theo membangun Jemaat

dari perkunjungan mendapat data warga jemaat dan dari mimbar berkhotbah untk membangun rohani, itulah ciri Pdt. Theo membangun Jemaat

Jemaat GPIB Maranatha  Banjarmasin adalah sebuah Jemaat dari zaman Belanda, yang bertahan ditengah-tengah perkembangan  kota sungai, dimana sungai mengelilingi kota  ini.

Diadakanlah perkunjungan  dari rumah ke rumah, adalah salah satu dari khas pelayanan Pendeta Theo ini, sambil mengenal keadaan jemaat, mendengar apa yang mereka ceritakan dan memahami dengan tekun , sambil mencari jalan keluar yang perlu.

MENURUNKAN KAIN MERAH (JIMAT PENJAGA RUMAH) DIRUMAH WARGA JEMAAT.

Ia bertanya dalam kunjungan rumah itu: apa isi kain merah didepan pintu itu,  dan apa fungsinya ? Pemilik rumah  menjawab: isinya jimat penjaga  rumah, sehingga kami terpelihara dari segala serangan kuasa dari dunia lain. Ia bertanya lagi siapa yang kasih dan pasang dirumah anda ? mereka menjawab Om Nyo  Pendeta Theo bertanya lagi om Nyo itu siapa ….. jawab mereka dia adalah warga jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin rumahnya dekat gereja yaitu sektor I

Menurunkan Jimat, warga jemaat yang terpampang di ambang pintu rumah mereka

Data-data ini merupakan pokok doa  bagi PdtTheo, , ia mulai  tambah rajin berkunjung ,karena banyak rumah yang memiliki kain merah yang sama, maka doapun sasarannya  sama ialah  agar menurunkan  kain merah dari rumah ke rumah dan menunggu waktu yang tepat untuk  memanggil dan berdoa  bersama om Nyo ini… yang adalah dukun GPIB?

MENURUNKAN  SEMUA KAIN MERAH DALAM NAMA YESUS.

Dimulailah  dibentuk team  untuk  mengadakan pembersihan rumah tangga, bagi yang memiliki kain merah tsb…satu persatu dibersihkan dan diturunkan kain merah itu sampai habis. Dalam nama Yesus.

Dalam Peperangan Rohani Yesus pasti menang semua Jimat kain merah diturunkan

Dalam Peperangan Rohani Yesus pasti menang semua Jimat kain merah diturunkan

Tersiar berita bahwa Pendeta ini selain rajinberkunjung, mata nya  tahu yang mana  yang tidak berkenan,makasegera ia bertindak untuk membersihkannya semua kain merah tsb dari rumah satu ke rumah lain.

ADA YANG MEMBERI JELUKAN’PENDETA ANTI DUKUN’

Mendapat julukan “pendeta anti dukun” dari Dr. Siagian dan beberapa warga jemaat lainnya  di Banjarmasin

Apapun namanya ia tidak pusing, semua yang dilihatnya bahwa umat yang  masih menduakan  Tuhan  dengan penyembahan kepada kuasa lain  dan mengharapkan perlindungan  dari jimat berupa kain merah  akan dibersihkannya.

Diantara kelompok-kelompok tertentu yang masih  mengharapkan hidupnya dari kuasa jimat-jimat itu,    memberi  jelukan Pendeta Theo adalah: “pendeta anti dukun”, ucapan ini juga  pernah dilontarkan  oleh Dr  Siagian seorang  tokoh   gerakan pembaharuan gereja di Banjarmasin

OM NYO DIPANGGIL  KE GEREJA JAM 12.OO MALAM.

Setelah membersihkan rumah- warga jemaat yang terkena pengaruh kuasa jimat, kain merah yg bergntung dipintu dan bergumul khusus beberapa lamanya,  pada waktu Tuhan yang  tepat ia berniat mau berdoa khusus untuk Om Nyo yang adalah sumber pemberi jimat dan kain merah itu  adalah juga warga jemaat GPIB Banjarmasin.

Om Nyo dukun, warga Jemaat GPIB Banjarmasin, bertobat menerima Tuhan Yesus

Pesan sudah disampaikan bahwa malam  ini datang bertemu dengan pdt Theo pada jam 12.00 didalam gereja; Pdt muda  anti kuasa dukun ini telah bersiap-siap memakai pakaian lapangan yang semuanya serba hitam ditambah colar dileher, tanda siap  mau berdiaLog dan berdoa dengan om Nyo.

Ia tiba tepat jam 12.00 malam,  dua kursi saling berhadapan terletak tepat pada depan mimbar, mereka berdua maju dan duduk dikursi yang telah tersedia ini dengan posisi saling berhadapan.

Roh Kudus bekerja mempersiapkan semuanya ini, sehingga  percakapan berjalan lancar, ibarat buah  karm ( karm adalah buah membuat gatal  ketika  orang  mengambilnya) sudah matang tinggal dijatuhkan saja. Semua yang ditanya dijawab  sangat kooperatif dan terbuka, sampai pada tinggkat pengakuan dosa, mohon ampun dan berjanji untuk bertobat dari praktek kedukunan ini, oleh karena telah dipersiapkan Roh kudus.

DOA  OM  N Y O.

Ya Tuhan, hamba mengaku bahwa hamba  telah melakukan  semua praktek dukun ini, bahwa melibatkan banyak orang, khususnya warga jemaat yangmenerima kain merah dan menggantungnya diirmahmanya,  ampunilah dosa hamba dari segala perbuatan ini, dan hamba bersedia membakar semua jimat jemaat ini dalam Yesus.

Bertobat: menerima Yesus, meninggalkan semua jimat kuasa dukun: percayalah Tuhan Yesus yang memelihara. Amin.

Bertobat: menerima Yesus, meninggalkan semua jimat kuasa dukun: percayalah Tuhan Yesus yang memelihara. Amin.

Baharuilah hamba  untuk menyaksikan semua ini dalam  pelayanan demi membawa pembaharuan kepada warga jemaat, khususnya mereka yang telah dilepaskan dari kuasa  jimat ini.

Hamba berjanji untuk tidak mengulangi lagi semua praktek kedukunan ini, dan utuslah Roh kudusMu   membimbing hamba  dalam terangMu yang menyertai hamba dalam hidup ini. Dalam nama Yesus hamba  berdoa amin.

DOA PEMBAKARAN JIMAT OM NYO.

Dalam nama Yesus , kami membakar semua jimat ini, dalam nama Yesus kami  mohon lindungilah  Om Nyo…dalam nama Yesus  pagarilah kami semua sehingga tidak terjamah oleh kuasa kegelapan, dalam nama Yesus kami ikat segala kuasa iblis yang mau mengganggu anak-anakMu, kiranya namaMu dimuliakan, terpujilah Tuhan Yesus. Amin.

GPIB Banjarmasin sekarang. tempat Pdt Theo melayani 5 tahun (1983-1988)

GPIB Banjarmasin sekarang. tempat Pdt Theo melayani 5 tahun (1983-1988)

ROH KUDUS TELAH MEMPERSIAPKAN OM NYO.

Semuanya ini berjalan lancar,oleh karena Roh Kudus telah mempersiapkan  Om Nyo melalui doa-doa hamba-hamba Tuhan  dan pelayanan khusus ini berjalan  sangat baik sampai jam 14.00

Selain doa Om Nyo tadi, ada  doa khusus dari Pdt Theo dalam bimbingan  dan pemeliharaan Tuhan  menyertai akan kedua hamba  Tuhan ini.

Pelayanan tidak lanjutan bagi Om Nyo ini berjalan terus, bahkan ia mau terus menerus dibaharui dan berksaksi  tentang kuasa  pembaharuan Tuhan serta melayani akan Tuhan Yesus. Biarlah Tuhan pakai terus  Om Nyo hambaNya ini amin

KETIKA MENYAMPAIKAN KEPADA IBU WONGKAR BAHWA: ” BAPAK / SUAMI SUDAH TIADA”

Dikala itu mereka sedang  duduk – duduk bersantai : ibu dan anak-anak sesudah makan siang sambil bergurau ringan,   kira-kira  pukul 13.00 dirumah sederhana tempat kediaman  keluarga Wogkar di Banjarmasin

salahsatu resiko orang menebang kayu dan bekerja di pegunungan sering terjadi kematian dan hal ini berlaku untuk pak Wongkar. Pdt Theo dan ketua PKB "Maranatha banjarmasin menyimpan berita duka ini kepada ibu Wongkar

salahsatu resiko orang menebang kayu dan bekerja di pegunungan sering terjadi kematian dan hal ini berlaku untuk pak Wongkar. Pdt Theo dan ketua PKB “Maranatha banjarmasin menyimpan berita duka ini kepada ibu Wongkar

Tiba-tiba  masuklah kedua tamu yang tidak diundang itu, ialah Pendeta Theo Natumnea dan bapak Pelengkahu selaku ketua pkb  jemaat gpib maranatha Banjarmasin, sambil mengucapkan “selamat siang”  mereka nimprung dalam suasana santai keluarga itu, namun sudah timbul prasangka yang diutarakan dalam  bentuk pertanyaan : Ada apa pak Pendeta, kok siang-siang datang dengan pa Pelengkahu.?….tumben hari ini ada tamu istimewa kami sekeluarga !

Saat hening sebentar… tentu berdoa dalam hati untuk menyampaikan berita duka itu dengan kata-kata yang pas,   menyangkut suami/ayah mereka   tercinta  yang sudah tiada ini! Ndak apa -apa ibu dan anak -anakku…bapak dalam tugasnya ditengah hutan itu  sudah t i a d a….karena sudah dimuliakan Tuhan……..suasana hening  kembali,…. tetapi tiba -tiba  meledak suara tangisan histeris baik ibu wongkar, maupun anak -anak,,….dibiarkan mereka  menangisi ayahnya yang tertimpa pohon ketika menebang pohon sebagai petugas penebang dari perusahaan kayu itu

Sesudah sedikit mereda, mereka diajak  untuk berdoa, tentu sebelumnya membaca firman Tuhan dan merenungkannya bahwa  Tuhan lebih mengasihi bapak  dan apa yang dibuat itu baik adanya dari Tuhan….pasti Tuhan tidak akan meninggalkan  ibu dan anak-anak sekalian…dengan  kuasa dan pemeliharaanNya yang tiada taraNya itu.

Tentang theonatumnea

saya pendeta dan petani. .... sudah menikah dan punya tiga anak serta dua cucu . nama blog saya : "Kembara kehidupan seorang Theofilus natumnea". Ada 9 seri yaitu 7 seri umum serta 2 seri khusus dapat dibuka dengan kunci theonatumneawordpress.com Menceriterakan tentang kelahiran, sekolah, dari desa ke kota serta sekolah theologia, pengalaman hidup dan pelayanan, serta kuasa Tuhan yang saya alami dalam hidup sepanjang pengalaman ; pelayanan tsb untuk hormat bagi nama Tuhan....... gbu amin
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

4 Balasan ke Seri II: DARI SERAMBI MEKAH KE SERAMBI MEDINA

  1. theonatumnea berkata:

    Jika anda selesai membaca seri II ini, silahkan tinggalkan komentarnya, …terima kasih untuk mereka yang menyampaikan komentar dan kritik membangun amin

  2. Ferry Steven Eyack berkata:

    HaleluYah bpk Pdt Natum begitulah klu sampai seseorang melayani dgn hati dan sungguh-sungguh, TUHAN tau apa yang TUHAN harus perbuat untuk Hamba-NYA, sahabat TUHAN dan Kawan sekerja-NYA; TUHAN tidak mungkin akan membiarkan begitu saja Hamba-NYA yang telah TUHAN pilih untuk melayani di Banda Aceh, kita percaya bhw jika kita sungguh-sungguh melayani TUHAN maka dalam keadaan sesulit apapun, cobaan serta rintangan pasti akan ada jalan untuk kita lewati,mukjizat masih ada bagi Hamba-NYA yang setia dan sungguh-sungguh melayani TUHAN, jadilah Garam dan Terang bagi umat TUHAN, teruslah berbuah untuk dinikmati umat TUHAN, TUHAN selalu memberi kekuatan serta kesehatan bagi keluarga Bpk Pdt Natum serta anak-anak dan cucu, terpujilah nama TUHAN, Amin.

  3. Terima kasih pak Ferry steven Eyack ! Hidup ini karena anugerah Tuhan, Dia yang memanggil, Dia yang menyelamatakan, Dia yang mengutus, Dia pula memelihara. anak-anakNya.
    Dan pemeliharaanNya tidak tanggung-tanggung, Ia campur tangan langsung ketika kita butuh, hal yg kita tidak pernah pikirkan Ia buat supaya Ia mau nyatakan bahwa Tuhan ada bersamamu.
    Mazmur 34 : 8 : Malaikat2Nya berkemah disekelilingmu. Mz 91 :11 Ia perintahkan malaikat2Nya untuk menjaga engkau disegala jalanmu, kita tahu bahwa ladangNya sangat luas, perlu penuai2 yang berani dan setia untuk siap melayani Tuhan militansi yang kuat dan berkomitmen padaNya.. Kiranya tulisan kecil ini memberi motivasi kepada semua pembaca tertutama para hamba Tuhan, supaya jangan takut… tetapi mendengar, melihat dunia dengan mata Yesus, Dan….jka pergi untuk melayani Tuhan…Ia akan menyertai hamabNya

    Sekali lagi pak Ferry terima kasih atas komentar postipnya kiranya Tuhan memberkati amin

  4. Vanessa Siahaan berkata:

    Dalam sebuah lirik lagu menyatakan
    Tuhan tak pernag berjanji langit selalu biru, tetapi Dia berjanji selalu Menyertai. Tuhan tak pernah berjanji jalan selalu rata, tetapi Dia berjanji berikan Kekuatan. Jangan pernah Menyerah, jangan berputus Asa. Mujizat Tuhan ada, bagi yang Setia dan Percaya”
    Inilah lirik lagu yang mungkin dapat menggambarkan cerita Bapak Pendeta selama melayani Tuhan Yesus ditengah-tengah pergumulan melayani di Banda Aceh dan Banjarmasin. Dimana kita ketahui bahwa Indonesia sejak nenek moyang sangat mempercayai akan kuasa-kuas gelap (dukun, jimat,dsb). Namun dengan Keyakinan dan selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, maka apapun yang dijanjikan Tuhan untuk bapak pendeta dan semua orang Percaya, bahwaTuhan akan Terus menjaga dan tidak akan membiarkan anaknya dikalahkan oleh kuasa gelap.
    Seperti yang tertulis dalam 1 yohanes 4:4 “kamu berasal dari Allah, anak-anakku dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam Kamu lebih besar daripada Roh yang ada di dalam dunia.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s