Seri V: DARI BANTEN KE BATAVIA I ( T M I I & LUBANG BUAYA )

MENJADI KOORDINATOR REGIO I – SELATAN – MUPEL DKI.

Dalam posisinya sebagai ketua majelis jemaat gpib filadelfia – bintaro jaya,  ia dipilih menjadi  koordinator regio I – selatan  – mupel DKI – Jakarta.

Tidak menyia-nyiakan kepercayaan Mupel untuk menangani regio I (Jakarta Selatan) Mupel DKI dalam membantu pengurus mupel DKI yang begitu sibuk

Kedudukan ini  diberlakukan untuk membantu badan pelaksana (bp) mupel DKI yang wilayahnya  luas dan aktivitasnya yang padat, sehingga sering tak dapat dijangkau oleh BP MUPEL DKI  Jakarta ini

Ditengah tengah kesibukannya sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib  filadelfia, ia menyempatkan waktu untuk mengkoordinir jemaat – jemaat gpib se-regio I selatan ini.

Bersama ibu-ibu pendeta seregio selatan untuk  megunjungi pendeta-pendeta yang mengalami pergumulan berat dan untuk sementara non aktif dari kedinasannya, dimana  mereka berdomisili didaerah selatan  ini,  yang otomatis ia hanya menerima gaji pokok saja karena tidak berdinas.

Menghadiri pertemuan mupel untuk mengembangkan mupel dki menjadi beberapa mupel, tapi masih berat tantangannya, karena sudah enak  menjadi satu mupel   se dki-Jakarta bahkan termasuk tangerang,  bekasi  .

Membuka dan mendoakan  pertandingan bola basket gp seregio selatan, untuk mempererat hubungan tali  silaturahmi antar anggota gp seregio selatan ini.

MENGIKUTI  P 4  TINGKAT   N A S I O N A L

Dalam menjalankan tugas sebagai pendeta GPIB  yang siap ditempatkan  dimana saja, dimana wilayah gpib ini hampir 2/3  dari Indonesia, maka perlu wawasan nasional.

Salah satu wawasan  nasional  yang  memberi pemahaman kepada setiap warga Negara Indonesia ialah pancasila dan uud’45. Untuk mengenal lebih jauh tentang  pancasila, maka setiap warga Negara Indonesia diharuskan untuk mengikuti p4.

bertemu dengan para utusan daerah al: Dandim, Kapolres, Danlanal, Sekwilda, dll. untuk menyamakan persepsi nasional dlm melayani masyarakat

Selama ia bertugas di Kalimantan selatan, tepatnya di jemaat gpib  maranatha  Banjarmasin, ia sudah mengikuti p4 tingkat propinsi …40 jam, dimana disana  belajar mengenal orang lain utusan dari kabupaten kota dan bersama –sama  berdiskusi tentang kepelbagaian suku, agama dll di Indonesia  tercinta ini…yang adalah bersama punya kepentingan untuk memelihara persatuan dan kesatuan Negara  Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta ini

Kini untuk meningkatkan pemahaman lebih  berdaya guna dan berhasil guna serta lebih luas lagi, maka gpib mengutusnya bersama-sama  dengan beberapa pendeta yl untuk mengikuti p4 tingkat nasional selama 144 jam….18 hari

Disana bertemu teman-teman utusan berbagai instansi dari propinsi seluruh Indonesia, ada yang berstatus Dandim, kapolres, Danlanud, Danlanal, asisten gubernur bahkan sekwilda, juga isteri menteri dllsbnya.

PENDETA THEO BERADA DI KELAS  NUSA – III- P4 TINGKAT  NASIONAL.

Dikelas ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari utusan semua daerah dan instansi, baik pemerintah maupun swasta, untuk menyamakan pandangan/persepsi nasional sebagai pemimpin dan calon pemimpin yang dipercayakan instansinya.

Menambah wawasan nasional bersama teman-teman utusan daerah untuk memberi warna pancasila dan UUD 1945 di instasinya masing-masing

Tentu ada suara yang sumbang tentang pancasila, tentang persatuan nasional dan  sebagainya, tetapi justru dengan adanya suara itu ada waktunya untuk  analisis, refleksi dan penyamaan  pandangan, sehingga mereka yang keluar dari p4 tingkat nasional ini sudah memiliki kemapanan dan kemantapan  cara berpikir, berinterkasi dan memandang untuk berkorelasi dengan  memberi inspirasi positip pada  relasinya, siapapun orangnya  akan saling mempengaruhi dan membangun  dengan wawasan nasional  dalam konteks Negara kesatuan Republik Indonesia ini yang berazaskan pancasila dan UUD’45.

Pendataan daftar hadir baik mulai masuk jam 08.00 maupun keluar jam 16.00 sangat ketat untuk mendapat kondite, selain dalam pelajaran dan berinteraksi dalam diskusi serta penyampaian materi makalah,  jika ada yang sakit atau halangan satu hari saja, maka dipandang gugur dan ia harus ulang dari pertama, jika mau mengambil sertifikatnya.

Tiba-tiba ada nota  yang bunyinya sangat mengagetkan tetapi membanggakan : pa  pdt Theo yth “nanti presentasi  materi saya, jangan terlalu banyak dikomentari, nanti jika tanggapan kurang pas nanti nilai plusnya kurang untuk calon manggala, saya  dipersiapkan untuk itu “ terima kasih pa…pendeta Theo.”.! nota ini datangnya dari teman baik. Letkol TNI AU Joko Petrus, Komandan Lanud El Tari – Kupang – NTT.

Dengan adanya nota ini pendeta Theo menahan diri dalam komentar-komentarnya, ketika ia mempresentasikan materinya dan….betul selain dia adalah  peserta yang cukup menonjol dikelas nusa, hasil presentasi makalahnya ini, ia terpilih menjadi calon manggala…sedangkan Pdt Theo kurang  satu poin untuk calon manggala tetapi ditetapkan menjadi  pembina  P 4 tingkat propinsi

Tetap berkawan baik dengan pak Joko Petrus ini  setelah usai  mengikuti P4 tingkat Nasional. Saling berkomunikasi ketika  ia selesai manggala  di Bogor dan kembali ke Kupang NTT…pindah ke Pekanbaru sebagai Komandan lanud  dalam pangkat Kolonel .dan sampai pindah ke Madiun dan Jakarta dalam  pangkat  Brigjen TNI AU   atau Laksma TNI AU

BERSAMA YAYASAN DIASPORA, MEMBANTU MEREKA YANG  PUTUS SEKOLAH

Cara pandang berdasarkan visi dan misi Yayasan Diaspora

Salah satu pelayanan yg mulia  :  memperhatikan anak-anakputus sekolah  untuk melanjutkan studinya sampai tamat

ini hanya sederhana saja,  yaitu melayani dan melayani mereka yang perlu dilayani dalam kebutuhan yang mendasak, urgen dan perlu diselamatkan dari  keterpurukan & ketidak mampuan untuk mencapai tujuan akhir perjuangannya

Pasti menggembirakan dan memuaskan, mereka yang tidak bersekolah  selama ini, karena berbagai hal terutama masalah bayaran sekolah dapat diselesaikan dan dituntaskan, sehingga ia kembali sekolah lagi.

Melayani dan membantu beberapa anak  putus sekolah, sehingga mereka  dapat melanjutkan sekolahnya dengan baik, memang harus hati-hati, karena ada yang dapat saja salah gunakan niat baik Yayasan  Diaspora ini dengan cara menguntungkan diri sendiri. Tapi Puji Tuhan Yesus, banyak anak diselamatkan dari  kehilangan masa depan mereka, menjadi  ceria dan bersemangat lagi

PENDETA NITTI DARI GMIT DIBANTU OLEH  “DIASPORA”  SELESAIKAN  DESERTASINYA.

Selamat pagi pa Pdt Theo. Apa khabar ! selamat pagi juga pa pdt  Nitti, khabarnya baik saja………..

Menolong/-melayani mereka dengan tulus untuk menolong dan melayani  banyak orang

Saya ada perlu  sedikit  pak   pendeta :  kalau ada jalan… ada yang mau bantu saya untuk   menyelesaikan  kuliah S3 di STT jakarta…tinggal desertasinya yang sementara digumuli saat ini untuk diselesaikan….ada hambatan soal keuangan yang belum cukup untuk menyelesaikannya

Pagi itu sangat cerah, sehingga pdt Theo mengambil telepon dan berbicara dengan ketua yayasan  Diaspora  bapak pen. Nico Semen, ia dengan gembira menerima dan merespons berita pa Pdt Nitti dari GMIT – Kupang NTT ini dan siap serta sanggup untuk membantunya melalui yayasan diaspora.

Seperti  gayung bersambut, prosesnya  begitu lancar dan singkat, sehingga dalam waktu hanya dua minggu realisasinya mulai berjalan namun penyaluran bantuan dananya  perbulan, sehingga  menambah semangat bagi sang pendeta gmit ini untuk menyelesaikan desertasinya dalam rangkaian studi S3 nya di STTh jakarta ini.

Puji Tuhan  tidak sampai setahun, pendeta Nitti dalam semangat yang luar biasa  dapatkan penyaluran dana dan menyelesaikan studi S3 nya tepat pada waktunya, untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan dimana ia kembali mengabdikan diri di gmit Kupang – NTT.

Terima kasih pa pdt Theo, terima kasih  pa Pen Nico Semen dengan yayasan Diaspora-nya  yang sangat menolong saya dan boleh selesaikan tepat pada waktunya studi S3 saya, dan… selamat tinggal, karena saya akan segera kembali ke  gmit Kupang – NTT  untuk melaporkan diri  dan mengabdi disana.

KULIAH DI U.T. FISIPOL – ADMINISTRASI.

Untuk menambah wawasan, maka ditengah – tengah kesibukan pelayanannya,  ia menyempatkan  diri  untuk mendaftar sebagai mahasiswa universitas Terbuka, fakultas Sosial – politik  jurusan administrasi.

Ia

memahami dan mendalami disiplin ilmu lain: Fisip UT untuk menambah wawasan pelayanan dalam menghadapi warga jemaat …yg berbeda-beda latar belakangnya…….. tertarik untuk menambah wawasan kuliahnya di  Universitas terbuka ini, karena sistim belajarnya mandiri, memang ada tutor yang siap membimbing  sejumlah mahasiswa yang tergabung menjadi satu kelas, tetapi ia memilih tidak bergabung dalam kelas tutor itu karena terlalu sibuk dalam pelayanan di jemaat gpib filadelfia ini; Untuk itu ia memilih hanya membeli buku paket sesuai petunjuk dalam  kurikulum semester itu di koperasi  UT dan  ia belajar sendiri secara mandiri.

Hal ini didukung oleh majelis jemaat gpib filadelfia cq pimpinan harian majelis jemaat (phmj) filadelfia, baik secara keuangan, maupun pengertian kesempatan karena waktu pelayananya tidak terganggu, tinggal bagaimana mengatur waktu  tersendiri untuk melayani sambil belajar secara mandiri itu.

Kuliah sistim jarak jauh yang ditempuh pdt Theo ini dilaksanakan dengan kesempatan seadanya, namun ia bisa mencapai  100 sks sebelum pindah dari jemaat gpib  filadelfia bintaro jaya.

KELAS KATEKASASI JARAK JAUH

Berdasarkan pengalaman kuliah jarak jauh yang ditempuhnya di universitas terbuka dan mendengar keluhan-keluhan mereka yang belum sidi walaupun punya kerinduan untuk belajar,

sibuk seperti seorang pilotpun dapat diselamatkan melalui kelas katekisasi jarak jauh untuk diteguhkan menjadi warga sidi jemaat

tetapi karena kerja maka sukar untuk mengambil waktu belajar bersama di kelas, maka ia membuka kelas jarak jauh untuk menjawab masalah mereka ini

Kepada mereka itu sudah disiapkan map paket pelajarannya dikantor, dan  semua yang mendaftarkan diri diwajibkan untuk membeli paket tsb, kemudian bertemu dengan pdt Theo untuk menerima pengarahan

Beberapa dari antara mereka kerja dilaut sebagai pelaut dengan frekwensi turun kapalnya itu tidak menentu, namun jika mereka turun, maka ia melaporkan diri untuk diadakan konsultasi, pembinaan dan evaluasi

Seorang penerbang Merpati  yang bernama Nikolas Daud juga lulus dan disidi dengan cara ini,  sehingga jadwal tugas penerbangannya tidak terganggu, tetapi ia dapat selesaikan pelajaran kelas katekasasi jarak jauh  ini dengan baik…dan diteguhkan  menjadi anggota sidi jemaat gpib filadelfia Bintaro – jaya.

KALAU HARI INI SAYA TIDAK SIDI………!

Kata seorang bapak pensiunan pertamina, ia mengekspresikan kegembiraanya pada waktu bersalaman  sesudah ia disidi dan berkata “ kalau hari ini saya tidak sidi, maka saya  orang yang paling ketinggalan dalam keluarga, karena hari ini juga anak saya yang bungsu di sidi di jemaat gpib Paulus” , berarti dia….. sidi baru  yang  pensiunan ini tidak menghadiri peneguhan sidi anak bungsunya, demi  menerima peneguhan sidi bagi dirinya, sehingga mendapatkan status  warga sidi jemaat, walaupun sistim belajarnya secara jarak jauh.

Kalo hari ini saya tidak sidi, saya adalah orang yang paling terbelakang secara rohani, karena hari ini juga anak saya yang bungsu diteguhkan  sidinya di GPIB Paulus

Puji Tuhan bahwa sistim belajar jarak jauh yang diterapkan oleh  pdt Theo Natumnea ini, dapat menolong dan menyelamatkan banyak orang baik  yang usia  lanjut, sangat sibuk, kerja di laut dan udara serta  kerja  diluar negeri  seperti Arab Saudi dlsbnya, sehingga mereka  bisa menerima pendewasaan iman dan sidi sebagai anggota penuh  dalam gereja / jemaat sebagai orang percaya sesudah melalui saringan ujian tulis dan lisan  sebagai  evaluasi  paket pelajarannya sebelum menerima peneguhan sidi

JALAN PAGI DENGAN PAK TONY WAWORUNTU

Salah satu hoby yang  tidak pernah dilupakan, termasuk jenis olah raga yang murah dan meriah ialah berjalan kaki pada pagi hari apakah seminggu sekali atau dua kali atau seminggu tiga kali ? tergantung  keadaan capek dalam pelayanan atau tidak pada heri kemarinya.

Sudah Janjian: “kalo beta bangun duluan, gedor pintu rumah pak Toni, kalo beta masih tertidur pak toni gedor pintu pastori bangunkan pdt Theo: Ayo bangun jalan Pagi, sudah jam 05.00

Di bintaro jaya ia berteman  jalan  yang sama semangatnya yaitu  bapak Tony Waworuntu yang adalah ketua II phmj, dimana rumahnya berdekatan dengan pastory jemaat gpib filadelfia  pdt Theo berdomisili itu

Dikatakan sama semangatnya karena  bergantian memanggil, ada kalanya ia yang memanggil Pdt Theo,  adakalanya pdt Theo yang menggedor rumahnya, bergantian, siapa yang bangun duluan di pagi subuh jam 05.00 itu

Sambil berjalan bercerita tentang apa saja, terutama tentang perkembangan pelayanan gereja Tuhan yang sedang dilanda  kehidupan berjemaat yaitu gereja kharismatik, jika dibandingkan dengan gereja-gereja kita yang  bersifat  orthodox. Bahwa semua perkembangan ini menjadi pelajaran dan cemeti  bagi kita untuk mencermatinya dan mengevaluasi ulang jemaat kita yang tumbuh bersama  dikota Jakarta  khususnya bintaro jaya ini

MELAYANI  PDT PROF. DR. J.L.CH ABINENO

dalam usia tuanya menjadi warga jemaat philadelfia, dimana pendeta-KMJ nya adalah anak kampung dari Baun juga. tempat kelahiran Prof. DrJ>L>Ch. Abineno

Dalam usia  tua, mereka  mendaftarkan diri sebagai warga jemaat gpib Filadelfia Bintaro – jaya, salah satu tokoh nasional  di bidang gereja, theologia dan masyarakat Indonesia ini

Siapa yang tidak kenal dengan nama besar  Prof.DR J.L.Ch. Abineno, dalam  buku-buku theologianya yang semakin banyak dan mendunia, karena itu setiap kali kunjungan kerumahnya untuk berdoa, ketika mau pulang , dihadiahkan dua …tiga buku… katanya “ ini baru terbit di BPK  gunung mulia.”

Ia sangat senang, …karena diberinya pelayanan untuk membina anggota majelis jemaat gpib  filadelfia dengan tema-tema yang  ada kaitannya dengan buku-bukunya  dan  pelayanan  di jemaat filadelfia Bintaro- jaya ini.

Melayani perjamuan kudus  kerumahnya, sehabis perjamuan kudus di gereja, untuk memberi semangat   dan memang  haknya untuk mendapat pelayanan saat ia sedang sakit dan tak dapat berjalan jauh untuk mengikuti perjamuan kudus di gereja…bahwa ada waktunya untuk melayani, tetapi juga ada waktunya pula untuk dilayani.

Setiap bertemu dalam pelayanan selalu ada nasehat seperti seorang bapa dengan anaknya, maka bapak yang ahli  theologia dan penggembalaan ini sederhana dan berwibawa dalam penampilannya yang didampingi tante  Beth Abineno isteri tercinta yang  selalu senyum tawa, kalau cerita mengenai timor … Amarasi….. khususnya …Baun..kampung halaman  kedua pendeta ini  tempat  mereka dilahirkan dan dibesarkan dalam suasana  damainya  desa yang alamaiah itu

KETIKA PDT PROF.DR.J.L.CH ABINENO DIMULIAKAN TUHAN.

Walaupun ia adalah tokoh nasional,

Ia mengajarkan pelayanan pastoral yang kemudian dipakai untuk melayaninya dihari tua sampai dimuliakan Tuhan

tapi status keanggotaan gerejanya adalah warga jemaat gpib filadelfia bintaro-jaya, ketika ia  dimuliakan Tuhan maka  segala sesuatu diatur dan dikoodinir oleh majelis jemaat gpib filadelfia, dimana ketua majelis jemaatnya adalah Pdt Theo Natumnea anak dari kampungnya sendiri

Memberi kesempatan untuk memimpin kebaktian penghiburan baik siang maupun malam kepada beberapa instansi al:  PGI, STTh Jakarta, LAI,… GMIT…. dllnya  untuk mengambil bagian dalam pelayanan dan penghormatan terakhir kepada kekasih kita ini, yang sangat disayangi  oleh semua  instansi tsb diatas  karena ia  pernah ambil bagian dan memimpin, melayani  serta  punya  figur kebapaan  ini.

Ketua Ikatan keluarga  Amarasi (Ikarasi) jakarta  bp Hengki Kote dalam sambutannya  menguraikan sepak terjang  ikarasi, karena adanya tokoh-tokoh  orang Amarasi di Jakarta ini  dan puji Tuhan  dimuliakannya  Pendeta Prof DR  J>L>Ch Abineno dijemaat Filadelfia Bintaro- jaya ini  juga pendeta/ketua majelis jemaatnya pdt Theofilus Natumnea  adalah  anak amarasi & anggota Ikarasi atau semuanya berasal dari kecamatan Amarasi di Jakarta ini.

Demikian juga sambutan dari Pen Toni Waworuntu a/n majelis jemaat gpib filadelfia menyampaikan semangat kebapaan beliau selama membina  jemaat ini, supaya ada roh persatuan dan kesatuan dalam persekutuan, pelayanan dan kesaksian  jemaat gpib filadelfia ini.

Ibadah pemakaman di tanah kusir dilayani oleh ketua majelis sinode gmit pdt DR Toby Fobia, … menutup terakhir liang lahat dengan selembar kain tenun timor yang lebar dan berwarna-warni mau mengatakan: “selamat jalan putera timor-amarasi , pejuang gmit dan gereja Indonesia, Tuhan memberkati dan bersamamu amin “

DUA ORANG TERPILIH DI MAJELIS SINODE GPIB DARI FILADELFIA

Mungkin pertama kali dalam sejarah gpib, atau  jarang terjadi,  bahwa dua anggota majelis jemaatnya  terpilih sekaligus menjadi anggota majelis sinode gpib yaitu Pen. Tony Waworuntu  dan pen Nico Semen

jarang terjadi, tapi itulah kenyataanya dua presbiter philadelfia terpilih menjadi majelis sinode GPIB

Memang orang kenal pergumulan jemaat gpib filadelfia, sehingga terangkat kepermukaan dan figur kedua  anggota majelis jemaat gpib filadelfia ini juga punya nama yang sudah dikenal di kalangan gpib.

Dalam pemilihan anggota majelis sinode gpib, pen Toni waworuntu terpilih menjadi  ketua II serta pen Niko Semen terpilih menjadi Bendahara, suatu hal yang luar biasa terjadi dalam satu persidangan sinode gpib, tetapi itulah kenyataannya yang terjadi dan menggembirakan di jemaat filadelfia ini

Dalam ibadah syukur bersama pendeta Theo  sudah  mereflesikan dan memberikan suara nubuatan, bahwa Tuhan punya rencana yang baik bagi kedua kekasih kita ini, bahkan akan terjadi lebih heran lagi diwaktu yad untuk dipakai Tuhan pada instansi lain yang lebih  besar dan luas lagi agar menjadi berkat bagi banyak orang untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan

Hal ini membuat komunikasi jemaat gpib filadelfia dengan majelis sinode  gpib menjadi  semakin akrab untuk menyelesaikan segala  bentuk pelayanan dan pergumulan  untuk menjawabnya semakin jelas dan ringan…seperti pepatah “ ringan sama dijinjing, berat sama dipikul “, sehingga jemaat gpib  filadelfia  mengangkat mata dan membuka telinga untuk melihat dan mendengar keluhan pelayanan dari jemaat kecil seperti jemaat Koba dan jeamaat Taboali di pulau Bangka serta mengadopsi dan membantu tanggung jawab keuangan dalam pelayanan kedua jemaat ini

RAPAT DENGAN Ir CIPUTRA UNTUK  GEDUNG GEREJA  FIADELFIA.

Diundang rapat beberapa kali untuk urusan gedung gereja  milik yayasan pembangunan jaya yang dipergunakan oleh jemaat gpib filadelfia, jemaat advend hari ketujuh dan jemaat gpdi-pentakosta.

kata Ir. Ciputra, “kalo jual gedung gereja berdosa!, tetapi berikan cuma-cuma kepada jemaat GPIB Philadepia juga berdosa, …karena itu kami berikan dengan catatan ada kewajiban ikut membangun gereja baru di sektor IX

Yang diundang rapat hanya majelis jemaat gpib filadelfia adalah penanggung jawab dan pemakai utama gedung ini, yang   mengurusi gedung ini sejak diserahkan  oleh ciputra kepada gpib untuk dipergunakan, karena satu-satunya gedung gereja di  perummahan Bintaro jaya ini.

Tentu  melalui perjuangan yang panjang dan  dengan kearifan yang baik dan berhikmat dari Tuhan baik memakai pihak pembangunan jaya dan Ir Ciputra sendiri serta pihak gpib ysng diwakii team  tiga serangkai ini yaitu Pdt Theo Natumnea, pen Ny suwarno dan Dkn ny Sisca wagey sebagai alat Tuhan, semua harus sadar bahwa semua ini datangnya dari Tuhan…untuk hormat dan kemuliaan bagi namaNya.

Bersama dengan pen ibu suwarno dan dkn  ibu Sisca wagey mereka bertiga sebagai team  a/n majelis jemaat gpib filadelfia dipanggil oleh pihak ciputra dan pembangunan jaya untuk mengadakan rapat secara marathon tentang status gedung gereja bintaro ini

Ir ciputra menyampaikan bahwa gedung gereja ini milik yayasan pembangunan jaya, dan kini yayasan pembanguna jaya berniat untuk membangun sebuah gedung gereja lagi di wilayah bintaro jaya sektor VII, untuk itu mau dikemanakan gedung gereja yang berlokasi di sektor III ini

Kata Ir ciputra : “kalau mau dijual kepada gpib rasa berdosa, karena gedung gereja tidak boleh diperjual –belikan….tetapi kalau diberikan secara cuma-cuma  kepada gpib juga rasa berdosa, karena nanti warga jemaat ini dinina bobokan, tanpa berjuang, tanpa berusaha  sudah memiliki gedung gereja, karena itu dikala  kami membangun gedung gereja baru di sektor VII, maka  jemaat gpib filadelfia diberikan beban / kewajiban  menanggung biaya untuk turut membangun gedung gereja baru itu sebesar Rp 600.000.000 dengan catatan  gedung gereja  bintaro lama  yang  berlokasi di sektor III bintaro- jaya ini diserahkan kepada  gpib menjadi miliknya”

Hal ini  tentu diterima dengan sukacita oleh tiga serangkai utusan/ team majelis jemaat gpib Filadlfia ini yaitu Pdt Theo Natumnea, pen ny, Suwarno dan dkn Ny Sisca Wagey dan dilaporkan kepada phmj  filadelfia serta pleno untuk segera mencari dana tsb…dalam rangka melunasi kewajibannya

Rapat bersama dengan ciputra dan  beberapa direktur pembangunan jaya  secara terpisah  ini bukan hanya sekali, tetapi berlangsung beberapa kali, kadang-kadang diadakan rapat dikantornya  diBintaro jaya bahkan beberapa kali rapat  dengan ciputra di kantor pembangunan jaya  sudirman, sehingga akhirnya rapat marathon ini berlangsung kurang lebih setahun sambil mereka mengukur kemampuan dan keseriusan pihak gpib untuk melunasi kewajibannya yaitu  tekad untuk turut membangun gedung gereja  baru di sektor VII  bintaro jaya ini

Puji Tuhan, akhirnya pelunasan  dari waktu ke waktu berjalan terus sampai mencapai pelunasan lebih dari sebagian yaitu Rp 400.000.000  karena Tuhan membuka  jalan bagi warga jemaat filadelfia sebelum  kepindahan pdt Theo Natumnea.

PEMISAHAN DENGAN GEREJA ADVEN & PENTAKOSTA…BINTARO –J A Y A.

Berita  ini tersebar begitu cepat tentu disertai surat

gedung gereja itu menjadi milik GPIB Filadelfia, maka gereja Advent dan GPDI pindah kelokasi yang lain

pemberitahuan tentang pemilikan gedung gereja ini, sehingga gereja advend hari ke tujuh memisahkan diri dalam pemakaian gedung ini kerena mereka sudah memiliki gedung sendiri atas upaya dari pada  warga jemaat advend.

Demikian juga jemaat gpdi-pentakosta yang masih bertahan beberapa lama, walaupun sempat berkeras dalam hal pemakaian gedung gereja bahkan menempelkan  rambu – rambu gereja pentakosta didepan jalan besar,  namun mereka menyadari bahwa gedung ini bukan lagi milik yayasan pembangunan jaya, tetapi sudah menjadi milik gpib, maka merekapun mencari jalan untuk memiliki gedung gereja tersendiri, sehingga akhirnya  puji Tuhan, jemaat gpib filadelfia sebagai pemakai utama gedung gereja bintaro ini menjadi pemilik gedung ini…melalui suatu proses yang sulit dan panjang untuk menyadarkan jemaat gpib filadelfia, bahwa bergumul, berjuang dan memiliki  sebuah gedung gereja itu tidak gampang…harus berjuang  keras dan disertai pengorbanan..yaitu ikut membangun gedung gereja di sektor VII bintaro jaya…dengan kewajiban menyumbangkan  dana  Rp 600.000.000 itu

Hal ini membuat proses pemilikan gedung maupun pemisahan gereja adven dan gereja pentakosta yang turut memakai gedung ini berjalan dengan baik dan lancar, sehingga tidak terasa  gedung  gereja  milik yayasan pembangunan Jaya ini sah menjadi milik gpib yang dipergunakan oleh jemaat gpib filadelfia bintaro jaya tanpa menimbulkan efek dan gejolak sosial lainnya.

FILADELFIA MENERIMA PDT H ONGIRWALU DALAM  RANGKA  PEMULIHAN.

Sesuai pendekatan majelis sinode gpib dan diteruskan dengan surat tentang pemulihan, sesuai percakapan  dengan pdt Ongirwalu bahwa ia setuju untuk diadakan peninjauan ulang terhadap dirinya untuk pemulihan dari sk pemecatannya karena tidak melaksanakan mutasi ke Surabaya.

MS menegaskan GPIB Filadelfia menjadi tempat pemulihan Pdt. Ongirwalu dari status Quo

Majelis jemaat mempersiapkan  rumah, karena pastori milik gereja hanya satu  yang ditempati oleh pendeta/ketua majelis jemaat Filadelfia pdt Theo Natumnea, maka untuk pastory II dikontrakan rumah disektor V bintaro jaya,  yang  telah diisi dengan kursi tamu, sofa, kulkas dlsbnya sebagaimana keperluan keluarga tsb.

Bersama Pdt.Ongirwalu dalam kunjungan orientasinya, melihat pastori II tsb dan menyerahkan kunci untuk siap ditempati  dan mengisi barang-barangnya dalam  status pemulihan tsb, tentunya sebelumnya “berdoa bersama dengan team majelis jemaat” yang bertugas untuk mempersiapkan segala sesuatu tentang pastori II ini. Adapun  anggota team tsb al.  pen ibu Tuapatinaya, pen Laduu muda dan  bapak Kace Lilipaly mewakili  bppj jemaat  gpib filadelfia bintaro – j a y a.

Menunggu dan menunggu… sang pendeta tidak kunjung datang….pastori II pun berdebu dari hari ke hari bahkan berminggu, maka pdt Theo beranikan diri meneleponnya tentang kedatangannya mengisi mobiler dan alat dapur pastori II sesuai kesepakatan antara majelis jemaat filadelfia dengan pdt Ongirwalu….; Ia mengatakan  : “sebenarnya saya sudah mau  datang dan siap untuk melaksanakan pemulihan ini, dan segera mengisi pastori II jemaat filadelfia yang telah dikontrakan oleh jemaat  itu sesuai pertemuan kita, tetapi ketika  siap-siap mau berangkat datanglah sekelompok orang yang menahan saya untuk tidak keluar  meninggalkan pastori effatha ini…atau tidak boleh meninggalkan mereka “

Sia-sialah kontrakan yang telah dibayar itu… dan sirnalah usaha majelis sinode gpib untuk menyelesaikan masalah effatha dengan  pemulihan bagi pdt Ongirwalu yang sudah berada beberapa tahun di Effatha tanpa sk majelis sinode  gpib itu

MENGAPA SUDAH YA & BERDOA, TAPI TIDAK  MASUK RUMAH YG DIKONTRAKAN ?

Itulah pertanyaan dari banyakan orang yang ditujukan kepada Pdt Theo Natumnea sebagai ketua majelis jemaat gpib filadelfia, “ada  apa yang sedang terjadi “ ?

telah tersedia rumah lengkap dengan fasilitas; tempat tidur, kursi tamu, alat dapur, dll. tetapi mengapa tidak jadi masuk?

ada yang dengan setengah marah karena sudah buang uang untuk kontrakan rumah bagi pdt Ongirwalu,  ia datang dan berdoa diirumah itu dan sudah siap masuk  tetapi tiba-tiba tidak jadi, karena itu  ada yang sinis karena  yang bersangkutan … tidak punya pendirian dlsbnya….itulah refleksi dan curahan hati, kemarahan  yang dituangkan dalam bentuk tanda tanya  kepada pendeta Theo yang menerima semuanya ini…tentang pdt H. ongirwalu.

Seolah-olah dia pura-pura bertemu majelis jemaat gpib filadelfia, bertemu dengan pdt Theo sebagai ketua majelis jemaat…bersama team meninjau rumah yang telah dikontrak majelis jemaat dengan bayaran kontan itu, ia meninjau, bersama berdoa  dan ya….apakah dia punya perasaan atau tidak bahwa  datangnya… dan sedianya… maka uang gereja sudah keluar begitu banyak ?…demikianlah pertanyaan  warga jemaat yang tahu masalah ini di telinga majelis jemaat & pdt Theo sebagai ketua majelis jemaat gpib filadelfia !

Sanggupkah pendeta Theo Natumnea  menanggung semua  ini ? ya kita punya Tuhan…dan…sebagai ketua majelis jemaat harus menerima, menampung dan menanggungnya, namun….kita punya pimpinan yaitu majelis sinode gpib yang mencari jalan keluar bersama jemaat gpib effatha dengan 32 majelis jemaatnya yang masih berada  dipihak sinode ini akan mencari jalannya yang terbaik, supaya  ibarat “ benang kusut dalam tepung, diambil dengan hati-hati, agar benangnya jangan terputus, tetapi tepungnya jangan terhambur- hambur ”

Berdoalah kepada Tuhan supaya, Ia yang punya gereja memberi jalan keluar yang terbaik ( I kor 10:13) untuk dapat menyelesaikan masalah ini  dan seperti ibarat tadi maka “ benang  persekutuan jangan terputus baik antara majelis  sinode gpib dengan jemaat – jemaatnya, khususnya warga jemaat effatha dengan warga  jemaat effatha sendiri yang 32 anggota majelis jemaatnya dipihak sinode dan lainnya dipihak  pdt H.ongirwalu,  dan…tepung persekutuannya jangan terhambur dan terpecah jemaatnya, karena masalah yang satu ini. Ingatlah Tuhan selalu berdoa supaya  gerejaNya menjadi satu sama seperti Bapa dan Yesus dan Roh kudus menjadi satu ketika menjalankan misi keselamatanNya dalam dunia yang penuh dosa, kejahatan  dan  pergumulan , untuk mencapai kita umat manusia yang berdosa dan menjadi  kita anak-anak tebusanNya.

PDT ONGIRWALU PUNYA ALASAN DI EFFATHA

Bahwa pada saat itu  sesuai keputusan persidangan sinode gpib untuk meningkatkan kesejahteraan gpib, salah satu jalan adalah pendaya gunaan harta milik gpib yang tidak berfungsi dan yang tidak terurus diwilayah  Indonesia ini.

Salah satu  obyek yang dilansir untuk didayagunakan adalah tanah dan gedung gereja Effatha yang sangat strategis di wilayah  blok M kebayoran baru jakarta selatan

ingin mempertahankan tanah dan gereja effatha sebagai aset GPIB, menurut versi mereka

Dalam  kerangka  semua itu ada gerakan  dan negosiasi yang mencirigakan  dan  sementara berjalan dengan pihak – pihak investor, maka ia bersama kelompok majelis jemaat ingin mempertahankan tanah dan gereja supaya tetap berada dalam eksistensinya sebagai gedung gereja  di blok M  ini

Dalam kaitan dengan semuanya ini,  maka  semua surat keputusan majelis sinode gpib  tidak berlaku bagi dirinya termasuk mutasi yang harus diterimanya kejemaat lain.

Hal ini menimbulkan  kontroversi dalam tubuh gpib terutama antara majelis sionode dengan jemaat effatha, sehingga  muncullah fenomena perlawanan  secara frontal horisontal ini

Apapun alasannya, bertahan lama dalam satu jemaat itu tidak mendidik kepada generasi muda, para pendeta muda yang melihat contoh yang tidak baik dari seniornya, maka hal ini bisa berulang kembali  dalam perjalanan pelayanan gpib dimasa yang akan datang.

Harapan dan doa kita  agar semua pelayan firman, semua hamba Tuhan  jangan meniru yang tidak baik, supaya memelihara gpib dan membawa citra gereja yang positip ditengah masyarakat  dan bangsa Indonesia yang sementara mengalami krisis identitas ini

USUL PDT THEO UNTUK PAKAI CARA MENANGKAP KUDA LIAR…DI TIMOR

Yang dimaksud kuda liar ditimor ialah kuda milik orang, semua orang timor selain pelihara sapi juga mereka pelihara  kuda, dimana sapi dan kuda itu dilepas begitu saja alias liar dihutan-hutan rimba dan semak – semak yang berduri.

Kalau sapi…. Harus dihalau/ divoa masuk ramai-ramai kekandang, paling tidak setiap bulan sekali , kalau bisa setiap dua tiga minggu, supaya jangan menjadi liar, apa lagi anaknya yang baru lahir harus diurus, supaya  menjadi jinak terbiasa dengan  gembala ternaknya.

ketika tali itu kena ditangan kuda, maka kuda itu diam saja untuk diapakan oleh tuannya

Tetapi kalau cara menangkap kuda  dihutan tidak bisa divoa/dihalau ramai-ramai, karena kuda larinya kencang satu persatu kejurusan yang tak menentu, tapi ada caranya supaya dia takluk pada tuannya….gembala ternak itu.

Apa caranya ? tuannya harus tahu makanan kesukaan kudanya itu, kalau musim jagung ya…pakai jagung, batangnya yang masih muda / bulir jagung itu atau  dedak padi yang baru ditumbuk untuk ambil berasnya, dedak padinya untuk kuda dlsbnya.

Makanan kesukaanya itu diletakkan  ditempat tertentu seperti dekat  kuda itu tidur disombar pohon,  tidak jauh dari lingkaran kuda itu berkelana dan mencari rumput…..satu meter dibelakang makanan enak ini sudah  siap  tali yang diletakan sebagai jerat,  jika ditarik pas masuk dikaki kuda itu….itulah cara menangkap kuda liar alias kuda miliknya sendiri yang sudah lama terlepas dan menjadi liar. Pemiliknya atau orangnya  yang sudah kenal kuda itu siap memegang tali…menunggu…melihat, kapan kudanya datang makan umpannya itu…meneliti benar bahwa salah satu kaki bagian depan atau disebut tangannya itu sudah masuk ketali itu, maka segera difeut/ditarik, sehingga talinya kena pada kaki depannya, maka kuda itu menjadi bodoh…. karena umpan tadi dimakan dan sudah  kena tali feutnya /penangkapnya itu.

Kuda itu akan diam saja, mau diapakan  oleh tuannya terserah. Biasanya kesempatan untuk dikenakan tali dilehernya yang disebut kabresu, nah…kalau sudah kena kabresu dengan gagangnya, maka kuda itu siap ditunggangi oleh tuanya ditengah hutan itu untuk mencari jalan keluar sampai bertemu jalan besar dan dapat dipergunakan oleh tuannya,…kapan saja dan kemana saja..kuda itu menjadi jinak dapat dipergunakan oleh anggota keluarga lainnya

Demikianlah  cerita asli timor  cara menangkap kuda liar  ini untuk dipakai dalam cara pendekatan dalam masalah ini, karena semua cara sudah ditempuh, baik cara pemecatan dengan sk,   cara pemulihan kerja sama dengan jemaat filadelfia bintaro -jaya dan berbagai cara pendekatan lainnya, namun tidak mampan, satu-satunya cara terakhir yang diusulkan pdt Theo ini kalau mampan  ya …syukur… kalau tidak jemaat effata akan menjadi miliknya secara  congregasional yang pernah diperkenalkannya  waktu itu.

Puji Tuhan…waktu demi waktu habis begitu saja, dan orang demi orang bergantian serah terima secara sah termasuk pdt E kaligis….pdt Rufy Waney.. pdt Theo Natumnea yang kala itu serah terima dari pdt  Rufi waney di kantor majelis Sinode gpib dan beberapa orang lagi tapi tidak jalan dan tidak tergoyahkan  di jemaat effatha ini.

Kini…. dibangunkan kepadanya sebuah rumah yang layak dihuni oleh seorang hamba Tuhan yang sudah berjuang selama ini di jemaat gpib effatha. Semua kelompok dapat menerima cara ini…dan ia juga dapat menerima ini, setelah rumah siap…. maka keluarlah ia dengan segala  persyaratan yang dbuatnya bersama untuk ketenangan jemaat ini dan kemaslahatannya dan  semuanya

Akhirnya, walaupun membutuhkan waktu yang lama ….dan harus panjang sabar…..sabar….dan sabar….cara terakhir yang diusulkan oleh pdt Theo ini yang mampan sebagai jalan keluar ( umpannya mulai dimakan ), sehingga tepung persekutuan tidak terhambur-hambur…jemaat tidak terpecah – belah dan tali persekutuan dan persaudaraan juga tidak terputus, antara pimpinan dengan jemaatnya (effatha), puji Tuhan bagi Dia yang berkuasa  itu tidak ada yang mustahil bagiNya untuk menolong gereja dan jemaat effatha yang pimpinannya masih ……..majelis sinode gpib .!

Puji Tuhan …berhasil…berhasil….   dan berhasil…dan semua  puas serta semua dapat menerima dan  menikmati kebesaran kuasaNya, bahwa Ia  berkuasa untuk gerejaNya dan mengelola gerejaNya dibawah pimpinan majelis sinode gpib dalam sistim presbiterial sinodal yang dianutnya

PENDETA/KETUA MAJELIS JEMAAT GPIB EFFATHA – JAKARTA.

diterima oleh majelis jemaat yang pro kepada Majelis Sinode GPIB dengan SK Majelis Sinode

Tentu  berdasarkan analisis, penilaian dan pertimbangan berbagai faktor, maka majelis sinode gpib menetapkan  pendeta Theofilus Natumnea selaku  pendeta/ketua majelis jemaat gpib effatha Jakarta berdasarkan surat keputusan  majelis sinode gpib no.1275/96/MS.XVI/kpts

Selama ini tidak pernah  terbetik dihati dan terpikirkan dipikiran bahwa ia akan ditempatkan sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib effatha – jakarta ini

Sejak mendapat surat keputusan majelis sinode ini, membuatnya bergumul karena sudah terang benderang pergumulan effatha yang diketahui melalui persidangan sinode, persidangan mupel dki, pertemuan regio I selatan mupel dki dan juga surat kabar yang meyampaikan berita tentang effatha ini

Menyerahkan kepada Tuhan dalam doa, jika Tuhan menghendakinya dan Tuhan campur tangan  maka tidak ada yang mustahil bagimu untuk memberkati dan menolong hambaMu ini dalam status dan jabatan gerejawi dijemaat gpib effatha yang penuh dengan tantangan dan pergumulan ini.

Mengambil keputusan iman dan memastikan diri untuk menerima setelah bergumul bersama dengan keluarga dalam  jaringan doa dilapisan/ring utama keluarga inti ini

SERAH TERIMA  KETUA MAJELIS JEMAAT GPIB EFFATHA  DI KANTOR MAJELIS SINODE.

berdasarkan SK Majelis Sinode, Pdt Rufy Waney dan Pdt Theo Natumnea mengadakan serah terima di kantor MS untuk ketua/pendeta jemaat Efatha

Disana sudah siap pdt Rufi waney sebagai ketua majelis jemaat gpib effatha   sk lama  untuk menyerahkan kepada pdt Theo Natumnea sebagai ketua baru, majelis jemaat gpib effatha Jakarta ini. Hal ini tidak berlaku seperti lasimnya serah terima jabatan (sertib) pendeta/ketua majelis jemaat ylnya , dimana diadakan dijemaat yang dituju itu, tetapi justru diadakan dikantor majelis sinode gpib…berarti  jemaat effatha  dipandang dalam keadaan darurat

Arahan majelis sinode gpib agar diadakan konsolidasi dengan jemaat dan  anggota majelis jemaat yang pro pada pimpinan yaitu majelis sinode gpib, untuk melaksanakan tugas sesuai surat keputusan  majelis sinode dalam melayani jemaat.

Karena diterima oleh sebagian jemaat dan majelis jemaat ini, merupakan modal untuk  melayani dimana ia sendiri  tinggal di flamboyan wilayah jemaat gpib filadelfia  -bintaro- jaya.

Setelah enam bulan melaksanakan tugas ini, ia melaporkan ke majelis sinode gpib, bahwa  kelompok Pdt. H. Ongirwalu yang menguasai gereja, kantor dan sebagian jemaat itu tidak dapat dilebur bersama kelompok ini

Perintah majelis sinode gpib agar  melaporkan  hal ini ke kodim atau polres yang berwenang untuk mengamankan dan menyelesaikan  masalah ini, hal ini bertentangan dengan hati nurani pdt Theo, sebab kalau dilaporkan ke pihak berwajib, pasti akan ramai, jika diketahui oleh pihak wartawan, maka akan menjadi  bulan-bulanan gpib dipertentangkan untuk mencari berita dstnya.

Hal ini membutuhkan hikmat khusus untuk menangani masalah yang sangat ruet ini, agar tepung  persekutuan jemaat tidak terhambur dan benang kepemimpinan majelis sinode tidak terputus …hal ini sebagai masukan kepada majelis sinode gpib.

MENGIKUTI P. S.ISTIMEWA GPIB a/n JEMAAT EFFATHA di  SEKASALAM  BANDUNG.

Bersama dua orang anggota majelis jemaat Effata yang diakui majelis sinode  gpib, mereka mengikuti persidangan istimewa  Sinode GPIB yang berlangsung di Sekasalam Bandung –jawa barat

dari jalan yang baru diresmikan ini menuju gedung GPIB Sekesalam, Bandung, Pdt. Theo dan dua teman majelis mewakili jemaat GPB efatha sebagai utusan resmi dalam PPS Istimewa GPIB

Undangan ini mereka terima dan laksanakan sebagai majelis jemaat gpib effatha untuk mengikuti persidangan istimewa tsb, karena  selain diakui oleh majelis sinode gpib juga tentu diakui dan diterima oleh panitia persidangan sinode yang sangat ketat persyaratannya itu.

Suasana PSI di Sekasalam Bandung, cukup menegangkan tapu dilalui dengan baik untuk ambil bagian dalam perubahan (perelevansian) tata gereja GPIB

Suasana persidangan begitu berjalan dengan baik, walaupun disana – sini ada isu tentang preman –preman  akan datang untuk mengacaukan jalannya persidangan sinode gpib istimewa yang dilakukan digedungnya sendiri ini… yang dijaga ketat oleh keamanan dari panitia maupun keamanan ekstra ketat dari  polda  jawa barat dan kodam  Siliwangi juga.

Materi-materi yang disajikan tentang perelevansian tata gereja gpib dikelola dengan baik untuk membawa perubahan dalam dinamika pertumbuhan dan perkembangan gpib yang menyesuaikan  diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan  alirannya kalvinis &  tentu kebenaran Firman Tuhan atau berdiri atas kebenaran firmanNya sambil menyesuaikan  tata gerejanya dengan  perubahan dan perkembangan tsb.

Pdt. Theo Natumnea melaporkan keadaan jemaat Effatha di PS Istimewa GPIB Sekesalam, Bandung

Ia melaporkan kondisi effatha dalam kedudukannya sebagai ketua majelis jemaat effatha sesuai s.k. majelis sinode gpib, bahwa pelayanan berlangsung dengan baik  kepada keluarga-keluarga  yang menerimanya bersama anggota majelis jemaatnya.

De jure ia menerima jabatan tsb sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib effatha, tetapi de facto ia tidak dapat menjalankan roda kepemimpinan secara penuh karena kendala – kendala tsb diatas, apa lagi sampai hari ini: kata pdt Theo dalam laporannya pada persidangan sinode gpib  istimewa itu, bahwa” belum terjadi serah terima administratif di kantor majelis jemaat gpib  effatha.”, karena tidak dapat masuk, melalui barisan yang berlapis-lapis itu .

Laporan tsb juga disampaikan dalam pembahasan warna sari dan  seksi yang membahas khusus tentang perkembangan gpib dengan masalah – masalah yang sedang melanda  gpib dan harus dihadapi  dan diselesaikannya itu.

Sayang….ia harus pulang ditengah malam dalam suasana gelap gulita dan sidang sementara ramai-ramainya saat terakhir  membahas materi  yang  ada pada saat laporan  materi pada pleno , karena  besoknya akan memberkati pasangan nikah di jemaat filadelfia yang adalah keponakannya sendiri dari keluarga Lilipaly yaitu Gerald Lilipaly. Itulah panggilan nurani seorang pendeta jemaat, sejak ia ditahbiskannya menjadi pendeta gpib  itu.

LAPORAN AKHIR ke MAJELIS SINODE GPIB SESUDAH   P.S.  ISTIMEWA GPIB.

Pendeta Theofilus Natumnea merancang sebuah laporan akhir kepada majelis sinode  gpib sebagai pimpinannya, bahwa ia sudah melaksanakan tugas setelah serah terima sebagai ketua majelis jemaat gpib effatha bersama warga jemaat yang ada dipihak majelis sinode dan anggota majelisnya dalam ibadah –ibadah keluarga…bahkan dalam mengikuti persidangan Istimewa gpib di Sekasalam Bandung.

Sudah berjuang melayani, mengikuti PS istimewa atas nama Effatha tapi sayang tidak bisa masuk/melayani penuh di Efatha.

Dalam rangka persidangan sinode istimewa ia juga bersama dua orang anggota majelis jemaat effatha telah memenuhi undangan majelis sinode  cq panitia persidangan  istimewa sinode gpib dan menghadiri  serta aktip dalam persidangan tsb

Berusaha dan berusaha untuk masuk secara penuh , tapi jalannya tertutup rapat, dimana tidak mungkin masuk  dan melakanakan tugasnya  sebagai ketua majelis jemaat effatha sesuai dengan  surat keputusan majelis sinode gpib.

Usul – usul untuk melaporkan masalah ini kepada pihak kodim dan polres serta intansi keamanan lainnya,  setelah bergumul, berdoa bersa keluarga dan  mengambil keputusan iman,  maka menolak semua usul itu untuk kebaikan dari  gpib sendiri, agar nama gpib  jangan lagi menjadi bulan-bulanan para wartawan untuk berita  masmedia  mereka.

Dengan demikian ia mengusulkan untuk mutasi ketempat yang  dipertimbangkan oleh majelis sinode gpib untuk  melayani Tuhan sesuai sk majelis sinode gpib pula

DIMUTASIKAN ke JEMAAT GPIB PELITA-TMII

Hanya waktulah yang memisahkan kita dan diatur oleh Tuhan, yang selama ini mendengar tentang Taman Mini Indonesia  Indah (T M I I ), kini ia tiba disana  sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib Pelita –lubang buaya Jakarta timur.

sesuai SK MS GPIB, Ia pindah ke GPIB Pelita Lubang Buaya-TMII

Selesai membenahi  jemaat gpib  filadelfia  bintaro Jaya- banten  dan masuk  untuk membenahi jemaat gpib Effatha Jakarta selatan…tapi tidak ada jalan kedalamnya, kini  ada  jalan untuk masuk  membenahi jemaat gpib pelita Jakarta timur dengan  1001 macam persoalannya yang siap menunggu untuk ditangani pendeta yang bertangan dingin ini…dimana ia tanam apa sja dapat hidup, aka dipakainya sebagai symbol untuk melayani jemaat Tuhan.

Masalah apa yang sedang terjadi disana ? Masalahnya adalah pendeta   Hidelilo sudah genap usia 65 tahun adalah umur untuk pensiun setelah pensiun , tetapi masih dipertahankan oleh sekelompok warga jemaat yang punya suara keras dan  vocal dijemaat pelita ini

Penanganan pertama  oleh pendeta M Pingak, melalui penempatan/mutasi berdasarkan  sk majelis sinode gpib ini, malah menimbulkan masalah besar dijemaat pelita ini sampai ada campur tangan polisi dan tentara disekitar Jakarta timur ini

Kehadiran pendeta Pingak  tidak terlalu lama …dan ditempatkanlah pendeta Theo Natumnea berdasarkan sk majelis sinode gpib pula, agar dapat menangani masalah yang sedang ramai –ramainya ini.

TERTUNDA : SERAH TERIMA JABATAN  PENDETA/KETUA MAJELIS JEMAAT GPIB PELITA

Ketika serah terima jabatan (sertijab) dari pendeta M.Pingak kepada pendeta Theo Natumnea suasana panas itu masih membakar dihati mereka, sehingga  ada kelanjutan perkelahian antara  kelompok yang pro pdt Hedililo dan kelompok yang pro pdt M Pingak, sehingga terjadi pemukulan dan kejar-kejaran didalam dan dihalaman gereja pelita.

Serah terima tertunda, karena perkelahian kubu Pdt. Hedililo dengan kubu Pdt. Pingak di gedung serba guna pelita lubang buaya

Pendeta Theo Natumnea yang didukung  doa   oleh keluarga yaitu isteri Ny Nelly dan anak – anak yaitu Jenny, Orry dan Nani menjadi heran dan tanda tanya : Mengapa terjadi perkelahian ini ? Rupanya luka lama dari kedua kelompok ini belum sembuh, sehingga tergores sedikit saja menjadi berdarah  dan  masalah besar.

Menurut analisis pdt Theo Natumnea, sebenarnya  Pdt Hedelilo yang sudah berusia 65 tahun tidak  perlu bertahan dijemaat pelita ini, sehingga mendatangkan masalah besar, ini menjadi pelajaran  bagi semua pendeta gpib yang akan pensiun, supaya menerima masa pensiunnya dengan  baik dan lapang dada, jangan bertahan dijemaat sebagai pendeta/ketua majelis jemaat lagi, faktor umurlah yang menentukan sesuai tata gereja gpib.

Berdasarkan  peristiwa tsb. maka serah terima jabatan ( sertijab ) pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita ditunda  dua minggu, dan semua pihak dapat menerima hal ini, termasuk utusan  majelis sinode gpib pen  Abas sebagai pimpinan harus  pulang dengan mengelus-elus dada karena peristiwa tsb

SERAH TERIMA JABATAN PENDETA/KETUA MAJELIS JEMAAT GPIB PELITA

Ternyata tidak seindah yang dibayangkan seperti keindahan taman mini Indonesia indah ( tmii ),  karena jemaat pelita ini juga punya  persoalan 1001 macam yang harus diterima, ditanggung dan dihadapi  oleh pdt Theo Natumnea sebagai pendeta/ketua majelis jemaat pelita yang baru.

dengan kesabaran yang baik akhirnya serah terima Pdt/KMJ Pelita antara Pdt. M Pingak kepda Pdt. Theo Natumnea

Puji Tuhan, pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita kali ini berlangsung aman dan lancar antara pendeta Markus Pingak kepada Pendeta Theofilus Natumnea, walaupun dalam suasana yang  was-was, karena peristiwa yang lalu.

Pdt M Pingak menyerahkan segala tanggung jawab kepemimpinan kepada pdt Theo Natumnea dalam menerima tugas dan tanggung jawab sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita

Dalam sambutan pendeta Theo, ia menghimbau agar semua warga jemaat kembali  bersatu untuk  bersekutu, melayani dan bersaksi, sebab jika umat bersatu  dan rukun, maka berkat Allah akan turun keatasnya  akan menjadi berkat bagi orang lain dalam pelayanan Mz 133 :1 – 3

Demikian juga barisan majelis jemaat dan  pelaksana harian majelis jemaat (phmj ) pelita harus merupakan team kerja yang solid dan kuat untuk membangun kembali  kerja sama dan saling mempercayai, melengkapi dan melayani agar mampu keluar dari kesulitan yang besar ini

Hal yang sama disampaikan oleh majelis sinode gpib yang diwakili oleh sekretaris II penatua Abas, ia menghibau agar sebagai mana nama pelita, harus bersinar terus dalam dunia, jangan sampai padam pelitanya, karena itu semua pihak harus saling mengampuni dan berlapang dada untuk menerima satu dengan yl, sehingga  dengan kehadiran figur pendeta Theofilus Natumnea ini merupakan roh semangat baru dari Tuhan  untuk memulai kembali kerja samanya dijemaat pelita ini.

PENDEWASAAN JEMAAT  DIAN KASIH

dengan rahmat Allah, Pdt Siwalete mendewasakan jemaat Dian Kasih dai Jemaat induk Pelita

Dalam suasana baru mengenal jemaat gpib pelita Jakarta timur dan dalam suasana air keruh karena pertentangan antara kedua kelompok diatas, maka muncul permintaan dari kelompok persekutuan getsemani dan dua sektor ingin  mandiri sebagai jemaat dewasa dengan batas dipinggir sungai atau samping pagar jemaat gpib pelita.

Hal ini diarahkan agar  dimasukan dalam program kerja dan  mengatur serta meneliti semua persyaratan sesuai dengan tata gereja gpib tentang pendewasaan jemaat.

Ada pihak-pihak yang ingin cepat, sehingga memanfaatkan pdt Killis ( rohaniawan auri )untuk meresmikan kepanitiaannya ketika  ia memimpin kebaktian minggu, suatu hal yang non prosedural dengan majelis jemaat  gpib pelita sebagai pimpinan dan yang  berhak untuk melaksanakan  hal tsb.

Bahkan sering kali  terdapat telepon gelap dengan paksaan – paksaan  kearah mempercepat pendewasaan  itu….namun dijawab bahwa semuanya itu ada prosedur  dan waktunya, setelah diteliti persyaratan sesuai dengan tata gereja  gpib  yang dituangakan dalam program kerja.

Akhirnya, setelah penelitian dan persiapan yang matang   maka  majelis jemaat gpib pelita  menjampaikan permohonan kepada majelis sinode gpib  dan dipersiapkan secara tehnis   semua persayaratan  dan perlengkapannya ….  waktunya tiba   bagian jemaat ini didewasakan oleh majelis sinode gpib yang diwakili oleh  pendeta…Siwalette….  dengan nama “ DIAN KASIH”

PASTORY JEMAAT PELITA DIBIBIR LUBANG BUAYA.

Siapa yang tidak kenal peristiwa  “lubang buaya” suatu tragedy nasional bagi bangsa Indonesia, dimana para jenderal menjadi korban pembunuhan G 30 S PKI disebuah  sumur  lubang buaya ini.

Inilah tempat pendeta Theo jalan kaki keliling Lubang Buaya

Disitulah letaknya pastory jemaat gpib pelita tidak jauh dari sumur tua di lubang buaya atau dikenal dengan sebutan  “dibibir lubang buaya terdapat pastory”  itu, dimana pendeta Theo Natumnea tinggal bersama keluarga.Bahkan dikelilingi  sungai setenga lingkaran,  sehingga kalau banjir meluap, maka  aliran air sungai itu langsung memotong pagar dan halaman  mengalis pintas  lewat gereja dan pastori  jemaat gpib  pelita tanpa permisi.

MENGALAMI BANJIR DUA KALI, KIRIMAN DARI BOGOR.

Biasanya kiriman itu yang  enak-enak kata  Pastor Subagio tapi jangan terima yang enak saja, terima juga yang tidak enak kata teman  main tenis lapangan yang baik hati pastor Subagio ini, seperti kiriman kali ini  lain dari pada yang lain, tanpa permisi tiba- tiba rumah sudah penuh air keruh, maklum air banjir bukan air jernih, bahkan membawa  segala macam kotoran, bangkai, ikan hidup dlsbnya….bercampur menjadi satu.

bukan hanya kiriman kado natal saja yang diterima, tetapi kiriman banjirpun diterima dengan senang hati lalu mengungsi bersama keluarga ke rumah warga jemaat

Banjir pertama sebagai perkenalan hanya sampai dibetis dan lutut, tapi setelah kering baru membersihkannya…lumayan , harus ada tenaga ekstra, karena lumpurnya lumayan..keras dan berbau tidak menentu antara bau busuk dan  amis

Untuk keamanan dan kenyamanan, maka pdt Theo dan keluarga diungsikan  ke rumah keluarga Gerungan warga jemaat / anggota majelis jemaat sektor VIII pelita..selama beberapa hari .

Banjir kedua tidak main-main,  air banjir yang keruh  dan berbau itu langsung menyosor sampai dipinggang orang dewasa, bayangkan !…kalau anak-anak harus digendong kalau tidak tenggelam dengan arusnya banjir yang deras, karena air  banjir itu langsung memotong halaman gereja/pastory bukan hanya tanpa permisi, tapi mau mencari korban dengan derasnya air itu,  jika  manusianya tidak hati-hati dan waspada.

Banjir kali ini tidak hanya mengungsi, tetapi seperti mengusir  semua penduduk sekitarnya tidak ketinggalan pdt Theo Natumnea dan keluarga harus mengungsi dengan tergopoh – gopoh sampai menaiki pagar pak pastor Subagio / gereja katholik dengan  sepotong jembatan darurat yang terbuat dari kayu itu.

Mereka mengungsi ke keluarga P i o h perumahan depdagri selama beberapa hari  juga,  untuk menghindari  korban jiwa, kalau barang –barang tiada terhitung jumlahnya yang sudah menjadi korban termasuk buku-buku terlebih buku-buku kuliah universitas terbuka/ fisip atau dikenal  fakultas sospol jurusan administrasi itu

Apa boleh buat sksnya sudah  mencapai 120an , tetapi seperti patah arang, tidak ada lagi semangat  buku tiada berbekas, bahkan karena sudah lama terendam air banjir  yang berlumpur, maka mau mengeluarkan  daur ulangnya saja harus pakai linggis untuk menghancurkannya.

Puji Tuhan, ada saja keluarga yng terpanggil untuk menampung  hamba Tuhan dalam dua kali banjir itu, terima kasih  kepada keluarga Gerungan dan keluarga Pioh, Tuhanlah yang membalas kebaikan hatimu beserta anak cucu dikemudian hari;  Memang tidak enak, kiriman banjir dari bogor ini,  tapi itulah kenyataan pahit yang harus diterimanya bersama warga Jakarta yl,  karena alam dan kerakusan manusia yang sudah menebang habis pohon penyerap air hujan  dipuncak sana…tambahan lagi manusia Jakarta sudah penuh, sehingga  sungai menjadi tempat buang sampah rumah tangga dan pembangunan rumah-rumah menghabiskan  tempat penyerap  air hujan  untuk bergenang itu.

BERJALAN KAKI KELILING LUBANG BUAYA

Kebiasaan mengukur jalan dengan berjalan kaki sambil berolah raga masih merupakan  tradisi positip pdt  Theo, yang ketika masih  kecil  dan bersekolah  di SR negeri baun – amarasi harus berjalan kaki  5 km, kalau pergi – pulang 10 km dan kalau dihukum karena terlambat tambah lagi 10 km ini…menjadi 20 km yang kedengarannya aneh tapi nyata itu.

Tiap melewati tempat ini ia meheningkan cipta sejenak, mengenang korban pahlawan G 30 S PKI

Tak jarang ia singgah melihat dan berdiskusi dengan penjaga sumur lubang buaya tempat korban para pahlawan nasional,  yang sekarang sudah menjadi salah satu taman wisata ini, mengenang foto  dan patung para jenderal dan prajurit yang menjadi korban keganasan gestapu/g 30 s pki itu.

Melewati semak – semak belakang taman wisata lubang buaya itu tak terhitung jumlahnya, itulah kebiasaan positip …pemanasan pagi s/d  08.00 untuk mandi pagi sebelum masuk kantor gereja ini, tentu  berjalan kaki “dalam nama Allah bapa & Anak & Roh kudus, seperti dilaksanakan di tanah rencong Aceh Darusalam kota Banda  Aceh itu.

BERMAIN TENIS DENGAN PASTOR SUBAGIO DARI AUSTRALIA

Sambil bermain, berdialog tentang pelayanan dan menyinggung juga suku aborigin di Australia

Bukan melawan  juara petenis Australia, tetapi bermain sambil menambah pengalaman dan memperdalam keahlian  tenis lapangan dengan pastor Subagio asal Australia dan juga pemerhati & penyayang suku Aborigin ini

Kalau pastor Subagio adalah pemerhati/penyayang  suku Aborigin, maka pendeta Theofilus Natumnea adalah salah satu pemerhati suku Aborigin juga karena antara orang Aborigin dan orang Timor punya kemiripan dan kesamaan yang memang wilayahnya berbatasan antara pulau timor dan benua Australia

Sampai ada jurus kritik pedas dari Pdt  asal timor ini kepada Australia, bahwa tidak cukup  perdana menteri Australia minta maaf saja,  karena derita yang berkepanjangan yang dialami suku Aborijin bahkan jumlahnyapun berkurang karena mereka pernah dianggap sama dengan hewan, maka kritik pendeta Theo sekali lagi tidak cukup hanya minta maaf darinpemerintah Australia saja , tapi harus bayar ongkos penderitaan fisik, mental dan moral mereka  atau  ganti rugi kepada suku Aborigin dengan beaya pendidikan, populasi, kesehatan dlsbnya sehingga  mereka  maju  setaraf dengan orang Australia yang berkulit putih

Obrolan lain soal pelayanan bersama  di DKI jakarta dengan   berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama sebagai gereja Tuhan didunia ini.

Bermain sambil mengobrol memang enak, untuk membuang  kebosanan dan kepenatan kota Jakarta ini, maka perlu ada frekwensi lain yang berbeda dengan rutinitas pelayanan rohani di gereja, maka kedua insan  katholik dan protestan ini tidak sadar  mereka tenggelam  dalam pertemanan   dilapangan olah raga dan pelayanan bersama secara oikoumenes gereja Tuhan  yang berbeda denominasi ini .

KENDARAAN DINAS ADALAH SEBUAH MOBIL SUZUKI CARRY

Walaupun mobil dinas jemaat pelita adalah sebuah mobil Daihatsu yang sudah tua, namun tidak mengurangi semangat pelayanan yang wilayah pelayanan jemaat pelita tersebar  dari taman mini Indonesia indah (tmii) s/d  kranggan dan sebelum taman buah daerah perumahan ciputera.

Dengan Suzuki Carry ini, Pdt Theo melayani dari TMII sampai Taman Buah

Sehubungan dengan itu dalam program kerja dicanangkan untuk mendewasakan dua bagian jemaat yang sudah lama  mengurus dan mengatur pelayanan serta lalu lintas  keuangan secara mandiri yaitu bagian jemaat  ujung aspal dan  kranggan.

Jika pulang kebaktian keluarga ditengah malam dari kranggan  harus melewati jalan yang ada pohon durian dan rambutan  tanpa lampu dijalan raya itu…namun mobil Daihatsu ini menderu melewati kebun di kiri dan kanan jalan itu.

MOBIL SUZUKY CARRY INI TERBALIK DIGUNUNG SALAK

Hari itu  cukup cerah, perjalanan menuju  kekaki gunung salak bogor itu   konvoi beberapa mobil dari jemaat pelita untuk mengikuti dan memimpin kebaktian syukur dirumah/villa  keluarga dr. Watupongoh

Kako tidak ditabrakan mobil ini kebukit tanah pagar orang, maka sangat berbahaya karena jurangnya sangat dalam.

Mobil zusuky cary tua  ini dikemudikan oleh pendeta Theo Natumnea yang  sarat dengan muatan ibu-ibu pw jemaat pelita selain keluarga yaitu nyora Nelly dan anak Nani Natumnea

Semua mobil mendengung  naik gunung, belok kiri dan kanan sesuai  alurnya jalan, pas sampai diatas hendak menurun pendeta Theo katakan semua menyanyi….dan semuanya menyanyi nyanyian rohani dengan suara nyaring….tiba-tiba ia katakan   ram tidak makan…awas  rem blong…dicoba…..dan dicoba lagi…..tapi rem tidak makan sama sekali….terlihat disebelah kanan ada  bukit kecil  gundukan tanah setinggi  satu meter  dipinggir kebun orang, maka terinspirasilah pdt Theo untuk menabrakan mobil pada bukit itu, karena  kalau terus turun sangat berbahaya  jalan menukik turunnya terlalu tajam kira-kira 300 m, maka  tertabraklah  bukit itu….dan tergeletaklah mobil zusuky cary  ini …..dan terbalik rodanya kesamping…semua  masing-masing beriniasatif untuk keluar mobil sambil menyelamatkan diri dari bahaya yl.

MALAIKAT  MENGELUARKAN  MEREKA  DARI VENTILASI KACA  YG SEMPIT KETIKA  MOBIL TERBALIK

Menurut kata masyarakat, kami melihat malaikat Tuhan datang mengeluarkan ibu-ibu dari ventelasi mobil yang terbalik ini: Puji Tuhan semanya selamat

Masyarakatpun berdatangan  secara spontanitas mau menolong rombongan yang terbalik dengan mobil Zusuky  cary ini, sambil menyampaikan bahwa  sebelum mereka tiba  “ ada seorang yang berpakaian putih datang duluan  dan mengeluarkan  rombongan ibu – ibu ini satu  persatu dari dalam mobil ini” Mz 34:8 & 91 : 11 Bahwa Tuhan memerintahkan malaikat-malaikatnya berkemah disekitar anak-anakNya dan  menjaga  semua jalannya Puji Tuhan.

Kesaksian ini bukan datangnya dari rombongan, tetapi justru dari  omongan  masyarakat yang datang untuk menolong rombongan yang mengalami kecelakaan ini, bahwa : “ betul ada orang yang berjubah putih datang menolong dan mengeluarkan  semua penumpang yang semuanya ibu-ibu ini satu persatu dari dalam mobil tua ini”

Terpujilah Tuhan  Yesus yang menyelamatkan  semua  anggota  rombongan ini, sehingga tidak ada yang cidera  berat…terpujilah Tuhan Yesus. Amin

Semua berkemas-kemas kembali  dan  meneruskan perjalanan dengan  meninggalkan  mobil yg terbalik ini,  diambil oleh  mobil yl menuju ke rumah/villa  dr Watupongoh dikaki gunung salak ini,  untuk mengikuti jalannya kebaktian syukur yang dipimpin oleh Pdt Theofilus Natumnea ini.

Iklan

Tentang theonatumnea

saya pendeta dan petani. .... sudah menikah dan punya tiga anak serta dua cucu . nama blog saya : "Kembara kehidupan seorang Theofilus natumnea". Ada 9 seri yaitu 7 seri umum serta 2 seri khusus dapat dibuka dengan kunci theonatumneawordpress.com Menceriterakan tentang kelahiran, sekolah, dari desa ke kota serta sekolah theologia, pengalaman hidup dan pelayanan, serta kuasa Tuhan yang saya alami dalam hidup sepanjang pengalaman ; pelayanan tsb untuk hormat bagi nama Tuhan....... gbu amin
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

16 Balasan ke Seri V: DARI BANTEN KE BATAVIA I ( T M I I & LUBANG BUAYA )

  1. Inilah seri V yg baru terbit, jika anda membacanya, tinggalkanlah koemntar dibawah ini,
    terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi anda yg menberikan komentarnya,
    silahkan ! kami menanti……… gbu amin

  2. Shalom, selamat pagi Pak Pendeta. Membaca tulisan di blog Bapak, saya menyimpulkan kehidupan Bapak bertaburan mujizat ya Pak.

    • puji Tuhan, kalau hal itu terjadi karena Dia punya rencana dan saat ini beta pamit off ada kebaktian doa mau mulai jam 06.00 di gpib gloria bekasi …nanti kita sambung pak ya… dong su menyanyi dibawah gbu amin

  3. Pdt. Th. Natumnea, dulu ada julukan Timor (L’Este) sbg serambi Vatican. Saya penikmat tulisan di blog Bapak. Saya juga membaca Autobiografi Pdt. Prof. Dr. P. Octavianus, Ph.D. tentang perjumpaannya dgn Pdt. Scheunemann. Saya mendapati para pendeta GPIB lulusan I-3 Batu merupakan teladan iman dalam penyerahan diri untuk pelayanan. Saya menyesalkan putusnya hubungan I-3 dengan GPIB. Bisakah direkonsiliasi lagi?

    • selamat pagi pak Agustinus M T Harrisakti, terima kasih atas komentarnya, doa kita kiranya semua pembaca mendapat berkat rohani ini … penulisan ini terbit dari hati yg terdalam untuk merefleksikan apa yg Tuhan telah buat bagi hambaNya…dalam perjalanan pelaayanan Tuhan… sekali lagi terima kasih kita doa kalo Tuhan kehendaki untuk pulih ..tidak ada yg mustahil …tentu untuk hormat dan kemuliaan bagi namaNya gbu amin

  4. Nanie Natumnea berkata:

    Bangga akan perjalanan hidup Papa. Semoga tulisan-tulisan di blog Papa ini, bisa menjadi inspirasi banyak jiwa terutama aku sbg anak bungsu Papa.
    Tuhan Yesus Berkati Papa.

    • theonatumnea berkata:

      Anak nani ykksh. Walaupun kau anak bungsu papi, tetapi kamu harus kuat dan berjuang terus seperti papi, yakinlah bahwa Tuhan membuka berkat dan rahasiaNya padamu : “orang yg berjuang dalam Tuhan”….Ya Tuhan berkatilah Nani dalam hidupnya agar : hari ini lebih baik dari kemarin dan esok lebih baik dari hari ini supaya ia memiliki masa depan yang baik dan cerah dalam Tuhan Yesus gbu amin

  5. Ferry Steven Eyack berkata:

    Luar biasa pelayanan Pak Pdt Natum penuh dgn kuasa Roh Kudus, ya TUHAN janganlah TUHAN MENGAMBIL Roh Mu yang kudus dari Pdt Natum, biarlah beliau boleh terus melayani TUHAN dan jemaat-Mu HaleluYah Amin.

    • theonatumnea berkata:

      Terima kasih pak Ferry Steven Eyack atas dukungan dan doanya, yang sudah membaca blog “:BATYN” ( Blog Anak Tuhan Yesus Nepa ) ini, kiranya Tuhan juga memberkati bapak sekeluarga. Saya percaya mereka yang membaca blog ini mendapat berkat rohani, semangat melayani dalam Tuhan Yesus gbu amin

    • theonatumnea berkata:

      Terima kasih banyak pak ferry, dengan membaca dan memberi komentar, adalah salah satu bentuk dukungan, karena menambah semangat saya untuk sharing dan membagi berkat rohani melalui blog ini gbu amin

  6. Betty Marisi berkata:

    Membaca blog pdt.Natumnea saya semakin mengetahui bahwa bpk adalah pelayan Tuhan yg penuh dengan urapan Roh kudus..Sbg jemaat saya mengambil kesimpulan dari seri ke V ini :
    1. Mengenai Sidi jarak jauh sungguh baik bagi orang2 yang mempunyai kendala dng pekerjaan
    2. Permasalahan Pdt.H.Ongirwalu yg tdk mau mutasi ke Surabaya dan Pdt.Hidelilo yg bertahan di usia pensiun..hendaknya menjadi pelajaran bagi pendeta2 muda. 3. Puji Tuhan bpk Pdt sudah menikmati banjir kiriman dari bogor… Kiranya Tuhan menyertai bpk dalam setiap pelayan bpk.

    • theonatumnea berkata:

      TERIMA KASIH KASIH IBU BETTY, HANYA ANUGERAH TUHAN YESUS YG MEMUNGKINKAN HAMBANYA INI MELAYANI, BELAJAR DARI PENGALAMAN YG TEAH LEWATTETAPI TERUS MAJU, OK TERLALU LAMA LIHAT KEBELAKANG , MAKA ORANG YG MERAYAPUN AKAN MENDAHULUI KITA ……..DAN KIRIMAN ITU TIDAK YG BAIK SAJA KITA SYUKURI, YG TAK BAIK SPT BANJIRPUN KITA SYUKURI KARENA ADA HIKMAHNYA GBU AMIN…. SALAM BPK DAN ANAK-ANAK SEMUANYA GBU AMIN

  7. Kewibawaan, pengetahuan yang mendalam akan Firman Tuhan, penyerahan diri yang total kepada Tuhan, kemampuan berkomunikasi dengan dengan atasan (sinode) dan komunikasi dengan jemaat yang hangat merupakan ciri dari Pdt Natum yang patut menjadi teladan dan panutan bagi setiap pelayan Tuhan dalam tingkatan dan jabatan apapun. Terimakasih pak Pendeta Natum

    • theonatumnea berkata:

      Terimakah pa Fredy Ariitonang, …Tuhan telah membentuk hambaNya dengan berbagai tantangan hidup yang keras diljalaniNya waktu yang lalu, sadar atau tidak itulah tangan Tuhan sedang bekerja untuk mempersiapkan hambaNya ini

      Dan pasti kepada setiap orang termasuk kepada pa Fredy, jangan lupa ambil hikmahnya atas semua kejadian dan pengalaman hidup supaya nilai hikmah kekuatan Tuhan diperoleh dari semua yang dialaminya

      Tuhan menolong dan menyertai kita semuanya dalam melayani Tuhan dengan dukungan penuh keluarga dalam nama Yesus amin

  8. Vanessa Siahaan berkata:

    Cerita ini bukan hanya menunjukan bahwa bapak pendeta menjadi berkat bagi jemat-jemaatnya disetiap tempat yang di pimpin oleh bapak. Bapak Pendeta juga menjadi berkat bagi teman-teman bapak yang membutuhkan pertolongan.
    Selain itu, perjuangan bapak dalam pembangunan Gereja GPIB ini sangat luar biasa. Namun saya juga paham bahwa semuanya itu adalah berkat dan karuni yang diberikan Tuhan kepada bapak. Terpujilah Nama Tuhan. Melalui cerita-cerita ini juga kita diingatkan untuk terus mengandalkan Tuhan. Bukan hanya seorang pendeta yang bisa mendapatkan berkat seperti ini, namun siapapun yang Percaya dan mengandalkan Tuhan Pasti juga Mendapat Berkat. Tetapi, melalui cerita ini saya juga dingingatkan bahwa tuhan juga tidak berjanji semua yang diminta akan diberikan secara gampang dan langsung. Semuanya itu membutuhkan proses, tantangan, masalah, sehingga melaui proses tersebut, nama Tuhan tetap dimuliakan sehingga solusipun akan diberikan Tuhan melalui hikmat yang dimiliki masing-masing orang.

    Seperti yang ada tertulis dalam Matius 7:7-8 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta , menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”
    Semoga cerita pengalaman bapak pendeta dapat mengispirasi dan mengajarkan semua orang yang membacanya. Tuhan berkati…

  9. theonatumnea berkata:

    Terima kasih Vanessa Siahaan, bahwa semua yang terjadi itu merupakan pimpinan dan anugerah Tuhan,………….., Tuhan mengaruniakan ketekunan dan karunia pelayanan untuk pelen
    baran bagi Kerajaan Alllah dimuka bumi ini,……., kiranya menjadi berkat rohani bagi semua yang membacanya dan mengambil hikmahnya untuk mendapat semangat pelayanan , gbu amen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s