Seri VI: DARI BATAVIA I – TMII KE BATAVIA II ( TANJUNG – PRIOK ).

MENJADI  PENGURUS YAYASAN GEREJA HALELUYA – TMII.

Kalau dulu kerinduannya ialah kapan bisa melihat Taman mini Indonesia Indah – TMII, maka sekarang  bukan saja melihat atau berulang kali masuk gratis, tetapi juga sudah menjadi pengurus didalamnya yaitu pengurus yayasan gereja haleluya – tmii ini.

KMJ GPIB Pelita adalah Ex Offecio pengurus Yayasan Gereja Haleluya TMI, puji Tuhan Pdt Theo Natumnea mendapat kesempatan ini

Status sebagai ketua majelis jemaat gpib pelita – lubang buaya Jakarta timur adalah  Ex offecio pengurus gereja haleluya, karena gpib  pelita adalah pemakai utama dan penanggung  jawab gereja  haleluya – tmii artinya siapa yang menjadi ketua majelis jemaat gpib pelita secara otomatis menjadi pengurus gereja haleluya,   bersama – sama  dengan pengurus gereja haleluya yl seperti dari Yayasan tmii dan  setneg ri… Sungguh indah gedung gereja ini berdekatan  dengan gereja katholik bahkan berderetan dengan mesjid, vihara, pura hindu bali. …suatu keindahan yang tiada taranya dilihat dan dirasakan dalam hati, jika kita berjalan melewati deretan gedung –gedung ibadah ini penuh dengan kedamaian tanda/simbol kerukunan, ketertiban, kedamaian dan keamanan antara  umat beragama di Indonesia ini.

Dalam status tsb mewajibkan ia harus berkoordinasi dengan pengurus yl  bahkan sering kali rapat bersama  untuk mengetahui perkembangan yang sedang terjadi disekitar  dan didalam tmii ini, sehingga  umat  mendengar penjelasan tentang perkembangan tsb.

DOA PADA HUT TMII BERSAMA PRESIDEN SUHARTO.

Kalau dulu jangankan niat mau bertemu, setiap kehadiran dan perkunjungan beliau sebagai presiden  republik Indonesia ini, ia berada dalam barisan sekolah  siswa-siswa NTT,….barisan karyawan polda mertro jaya dan …barisan masyarakat DKI Jakarta  dengan rasa bangga dan takut, maka kini ia  berada dalam barisan depan para ulama dan rohaniawan yl, untuk ambil bagian dalam doa bersama untuk hut tmii  dan presiden  Suharto ini

Puji Tuhan, bisa bersalaman dengan Presiden Suharto  sebagai  presiden R I. Pada HUT TMII

Dalam status rohaniawan Kristen protestan, ia bersiap-siap untuk menyampaikan doa yang telah dipersiapkan dari rumah dengan  kesiapan dan kesigapan mental dan rohani sebagai seorang pendeta gereja protestan di Indonesia bagian barat (gpib) juga adalah pengurus yayasan gereja haleluya

Ketika tiba gilirannya selain  ulama islam yang duluan berdoa, maka ia berdiri dan menyampaikan doa mewakili golongan Kristen protestan pada deretan yg ada : mari kita berdoa :”Ya Allah yang maha kuasa dan kekal, didalam nama Yesus Kristus Tuhan dan Juru selamat kami, ….kami berdoa dan bersyukur kepadaMu Ya Tuhan atas berkat rakhmat dan anugerahMu pada kami, dimana saat ini merayakan hut tmii bersama – sama,…. kami berdoa kiranya  berkatilah pengelolaan tmii ini agar berjalan dengan baik dan lancar dalam melayani masyarakat dan banyak orang yang berkunjung dan menyaksikan keindahan  Indonesia mini ini.

Berkatilah Negara dan bangsa  Indonesia yang kami cintai ini dalam kerukunan dan keberagaman  yang mendukung pembangunan disegala bidang yang sedang berlangsung ini…..berkatilah presiden  suharto dan kabinet pembangunan serta semua aparat pemerintah dari pusat sampai ke daerah,  agar berjalan dengan lancar untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya dan membawa Negara kami ini mencapai masyarakat yg adil dan makmur. Kami percaya bahwa Tuhan telah membebaskan kami bangsa Indonesia  dari penjajahan , maka kami berdoa bebaskanlah kami dari penjajahan kebodohan dan kemiskinan, sehingga semua rakyat Indonesia mengisi arti kemerdekaan ini dalam pembangunan disegala bidang secara penuh dan bertanggung jawab sebagai warga Negara Indonesia.

Ya Tuhan….kami mohon jauhkanlah kami dari perpecahan, marah bahaya, dan anazir- anazir jahat  terutama  korupsi dan semua musuh Negara yang ingin menghancurkan Negara kesatuan republik indonesia kami ini…..ampunilah segala dosa kami ya Tuhan dan terimalah serta sempurnakanlah doa kami ini,….. dalam nama Tuhan Yesus…juru selamat kami berdoa dan bersyukur  kepada Allah bapa di sorga  amin.

MENJADI KOORDINATOR REGIO JAKARTA TIMUR – MUPEL  DKI

dipercayakan untuk memimpin regio Jakarta Timur, Mupel DKI sebagai KMJ GPIB Pelita

Sebagaimana  kepercayaan yang pernah diterimanya  ketika ia  berada di wilayah selatan, maka  kepercayaan yang sama diberikan kepadanya ketika ia  tiba di jemaat gpib pelita – tmii  yang berlokasi di wilayah Jakarta timur menjadi koordinator  regio jakarta timur  mupel dki Jakarta

Kepercayaan itu juga tidak disia-siakan, tetapi  difungsikan semaksimal mungkin  untuk membantu musyawarah pelayanan (mupel) dki yang  sangat luas dan bervariasi dengan  pergumulan dan kesibukan  ganda baik menghadapi pemerintah, majelis sinode dan  masyarakat sekitarnya itu.

Apakah tidak cukup puas mengadakan natal di jemaat masing-masing seregio  Jakarta timur ? Hal ini  pernah diperdebatkan namun akhirnya  tertuang dalam program kerja regio Jakarta timur untuk mengadakan natal bersama, namun  sayang dibalik sayang, dana yang  dikumpulkan tiap jemaat  500.000  rupiah perjemaat ini terbuang dengan percuma, karena yang datang untuk mengadakan natal regio timur  dapat dihitung dengan jari, artinya  orang yang datang bernatal regio  yang diadakan di jemaat  gpib menara iman ini sangat sedikit, akhirnya setelah selesai natal semua pulang dengan  membawa bungkusan makanan  karena sisa   konsumsi natal ini….sekali lagi… sisanya terlalu banyak, maka semua bertanggung jawab untuk membawa pulang makanan natal agar tidak terbuang percuma.

Berdasarkan pengalaman ini, maka diadakan perubahan dalam program kerja natal regio Jakarta timur, kewajiban  bernatal dengan  dana lima ratus ribu rupiah  itu  tetap …tetapi sistim natalnya yang dirubah

Belajar dari paradigma natal mula-mula, dimana Yesus lahir kedalam dunia ini untuk  menjawab masalah manusia, dan masalah manusia itu yang tidak bisa terjawab ialah d o s a, maka Yesus lahir sebagai  Tuhan dan juru selamat dalam keadaan manusia untuk menjawab masalah dosa, supaya barang siapa yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal Yoh 3:16.

Berdasarkan  paradigma  natal mula-mula untuk menjawab masalah  dosa manusia itu, maka regio merubah sistim natalnya untuk menjawab masalah yang sedang berlangsung dalam kehidupan berjemaat  dan bermasyarakat di regio Jakarta timur ini.

Membantu membuat jalan masuk ke jemaat Dian kasih, membantu membuat dan meninggikan jalan masuk ke jemaat Pelita supaya bebeas  banjir ketika  kiriman banjir dari bogor dan membantu  jemaat yl secara skala prioritas, sehingga tadinya ada masalah dengan masyarakat sekitarnya, maka dengan  dana yang terkumpul itu tidak lagi  bermalam kudus natal dalam gereja dan gedung yang megah, tetapi dengan dana  tsb dari  empat belas jemaat seregio Jakarta timur  berarti  uang tujuh juta yang terkumpul itu menjawab masalah, menolong masalah, parit, jalan dll sehingga membawa sejahtera kepada masyarakat sekitarnya termasuk gereja, disinilah berlaku germasa –gereja dan masyarakat berfungsi dengan baik, karena gereja mau turun tangan menjawab masalah yang selama ini belum selesai atau tidak terjawab.

PERTEMUAN-GERMAS GPIB : “ISU MASYARAKAT MADANI ” DI KALIWURAN  – YOGYAKARTA

Isu masyarakat madani semakin gencar dalam masyarakat Indonesia, sehingga bidang germas gpib tanggap dan mengadakan pertemuan  digereja Paulus dan beberapa tempat dengan penceramah dari semua bidang: hukum, sociology, praktisi bidang yang lainnya juga

GPIB Tanggap dengan isu masyarakat madani, pertemuan Germas di Kaliurang, Yogyakarta untuk mengantisipasinya

Pertemuan – pertemuan ini tidak ketinggalan pendeta Theo Natumnea yang suka bermasyarakat ini,  ikut untuk menyelami dan mengikuti isu yang semakin gencar dimasyarakat Indonesia ini seperti mendung yang tak pernah turun hujan, sehingga semakin panas dan panas suasananya

Suasana ini segera dicari solusinya dan salah satu solusinya ialah  seminar – seminar untuk mempersiapkan dirinya (gereja) dalam menghadapi  keadaan  yang sedang terjadi ini.

Pertemuan seminar di Kaliwuran – Jogyakarta ini ibarat segumpal es yang turun dari gunung Himalayah mendinginkan para peserta, setelah mendengar telinga sendiri beberapa pembicara  profesional seperti : menteri riset & tekonologi zaman Gus dur presiden RI dan Prof DR Khairudin…….. baik orang nasionalis maupun agamawis yang menyampaikan  wawasan tentang masyarakat madani atau sivil society yang sudah dan sementara berlangsung dalam kehidupan masyarakat Negara dan  bangsa Indonesia ini bahwa tidak dipaksanakan satu masyarakat kecuali sesuai dengan UUD’45 dan uu lain yang  berlaku.

Bahkan disampaikan oleh menteri riset itu bahwa  sebenarnya orang Irian tidak perlu  ikut keluarga berencana, karena daerah mereka luas tetapi mansuia iriannya kurang

TIPS MASUK   SECARA  GRATIS ke T M I I

Merupakan kerinduan setiap orang Indonesia, setelah mendengar bahwa di Jakarta – ibu kota Negara kita ini, terdapat sebuah taman yang menggambarkan dan mewakili mininya Indonesia  dari semua aspek hidup orang Indonesia baik budaya, flora dan fauna bahkan tradisi adat yang mewakili semua daerah dan propinsi ditanah air ini

jika anda kebaktian ke gereja Haleluya TMII, Jam 07.00 dan 10.00 WIB, akan masuk gratis ke TMII

Semua orang Indonesia bahkan  seluruh dunia ingin manyaksikan keindahan, keunikan, keberagaman dan kebersamaan taman mini yang mewakili Indonesia ini, mungkin ada orang yang belum bisa melihat dan menyaksikan taman mini Indonesia indah (tmii) ini, marilah  ….pakailah waktu ini pakailah waktu hari ini, karena besok kesempatan dan tantangannya berbeda lagi.

“Datang  pada hari minggu jam  07.00  atau  jam 09.00  untuk kebatian minggu di gereja haleluya, karena disana oleh majelis jemaat gpib pelita mengadakan kebaktian minggu pada jam tsb diatas….tentu dengan membawa alkitabmu dan  ketika  sampai di pintu gerbang tmii..  masuklah dan katakanlah pada petugas jaga: haleluyah….artinya menuju kegereja haleluyah untuk mengikuti kebaktian minggu sebab kebaktian berlangsung pada jam 07.30  dan  09.30 di gereja tsb.

Jika anda selesai ikuti kebaktian, silahkan  atur acara bebas, mau kunjungan ke  stand  obyek yl ada yang membutuhkan bayaran ada yang tidak, silahkan pilih sesuai dengan kocek anda…perhatian!….perhatian!… jika anda  sudah bebas masuk tmii gratis…jangan lupa kebaktian….  di gereja haleluyah…adalah  wajib…. karena  masuk tmii secara gratis untuk kebaktian di gereja haleluya. Bagi yang  naik kendaraan  pribadi  kecuali bus, maka anda harus bayar tiket kendaraannya..tapi bus tak dapat masuk kedalam tmii…atau masuk dengan syarat- syarat tertentu yang harus dipenuhi.

TANAH UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA PELITA

Untuk menjawab pergumulan pembangunan gedung gereja pelita yang berlokasi di lubang buaya, maka panitia pembangunan membeli sebidang tanah dibelakang gedung gereja itu seluas  seribu m2, dimana gedung  serba guna yang dipakai sebagai gereja berada diatas tanah 1000 m2 juga,  dengan  demikian jemaat gpib pelita telah memiliki tanah 2000 m2 untuk membangun gedung gereja termasuk lahan parkir  sebagai fasilitas umum (fasum) yang merupakan persyaratan pemerintah daerah khusus  ibu kota Jakarta (dki Jakarta).

rencana peletakan batu pertama dibatalkan, doakan rencana pendirian gerjanya

Ada dua hambatan yang harus ditempuh oleh panitia untuk mendapatkan izin pembangunan gedung gereja : pertama ialah  sesuai dengan uu harus mendapatkan izin dari lingkungan sebanyak  60 orang, yang membubuhkan tanda  tangan diatas meterai mewakili masyarakat  sekitar yang setuju, kemudian pihak-pihak terkait mewakili agama-agama untuk diteruskan kepada kanwil departemen agama sebagai instansi terakhir, sebelum wali kota  Jakarta timur mengeluarkan izin prinsip berupa surat keputusannya.  Kedua letak tanah  dan gereja itu dipinggir sungai, berarti termasuk daerah  aliran sungai ( d a s ) yang merupakan lokasi untuk dipetakan menjadi daerah yang akan dihijaukan, sehingga merupakan lahan  penampung air hujan dan menjadi tanaman hijau dalam rangka  mengantisipasi banjir dari Bogor. Kita berdoa agar  kedua  hambatan ini dapat dtempuh dan dipenuhi baik penghijauan sekitar nya maupun pendekatan masyarakat guna memenuhi persyaratan  guna pembangunan gedung gereja segera dimulai dengan  memperhatikan dan menjawab  kedua tantangan ini secara logika dan iman, ..memang bagi manusia  mustahil tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil untuk menolong anak – anakNya  dalam rangka pembangunan gereja  Tuhan .

Didaerah  lubang buaya lokasi gereja  gpib pelita terdapat beberapa gereja lain yaitu  gereja katholik yang berada didepan dan gbkp, gkps yang  berada dibelakang, bersama-sama menghadapi  dan harus menjawab  serta mencari jalan keluar atas  tantangan – tantangan tsb terutama  pendekatan pada masyarakat  bahwa kita sebagai warga Negara Indonesia juga …kita butuh gedung gereja  untuk beribadah secara permanen seperti agama yl guna membangun hidup iman dan rohani umat

Tanah sudah ada…infrastruktur jalan pinggir sungai sudah ditinggikan dan diperbaiki untuk kepentingan masyarakat, pendekatan selalu diadakan, dimana salah satu pendekatan melalui Ory Regina  Natumnea …bagian kredit Bank dki, kepada  ibu ketua Rt Lubang Buaya yang  datang  urus  pinjaman kredit, dilayani..dibantu sebagai warga Negara Indonesia dalam hak dan kewajibannya, bahkan diberi kemudahan sesuai permintaanya…namun …menjadi pertanyaan: kapan izin lingkungan selesai dan lengkap ? Serahkan saja pada Tuhan, biarlah Ia yang berkarya dengan kuasaNya.

KEBAKTIAN DOA SUBUH DIPELITA.

Sesuai dengan program kerja diberikan keluasan bagi mereka yang ingin melayani Tuhan melalui doa dan belajar berdoa, tentu waktu yang tepat dimana orang tidak mengganggumu ialah dipagi subuh, datanglah pada jam 05.00 kegedung serbaguna pelita, sebab disana telah terbuka pintu gereja untuk mengadakan kebaktian subuh.

pada saat matahari terbit, mereka sudah selesai adakan kebaktian doa pagi di Pelita

Dalam kebaktian tsb anda akan memuji  nama Tuhan dalam penyembahan dan puji-pujian serta mendengar firman Tuhan dalam renungan dan belajar berdoa serta melayani Tuhan dalam doa untuk mendoakan pelayanan, orang lain, masyarakat Negara dan bangsa serta pergumulan pribadi anda.

Waktu yang disiapkan antara jam 05.00 s/d 06.00 atau paling lambat 07.00, maka secara fleksibel semua peserta ambil bagian dalam kelompok doa, tiap kelompok antara tiga sampai empat orang dengan batasan waktu  20 – 30 menit setiap kelompok, perlu ditekankan bahwa ada disiplin  waktu sehingga dalam doa ada roh disiplin untuk menyelesaikan doanya pada waktu yang ditentukan dan setelah semuanya  berkumpul kembali untuk ditutup ibadah subuh itu oleh pemimpin ibadah.

SEORANG PEMUDI KERASUKAN PADA KEBAKTIAN PASKAH SUBUH.

Dipagi subuh itu kebaktian paskah subuh jemaat gpib pelita berjalan dengan  baik sesuai jadwal panitia paskah, semua peserta hiruk – pikuk dan berjalan sana – sini, serta ngobrol sambil makan dan minum dari konsumsi yang telah disediakan oleh panitia sambil keluar ucapan: “puji Tuhan” bahwa jalannya kebaktian paskah subuh ini berlangsung dengan baik dan lancar

dalam nama Yesus Iblis dikalahkan dan sadarlah pemudi anggota Pelita itu

Tiba-tiba  orang berkerumun  disebelah barat ruangan gedung ibadah, sebab disanalah terjadi sesuatu yang tidak biasanya. Apa yang sedang terjadi ? kata pendeta Theo sambil bertanya pada warga jemaat yang terdekat…..ternyata seorang pemudi sedang kerasukan setan,…ia membanting – bantingkan tubuhnya, sementara temannya pemuda yang lain sedang berusaha keras untuk menangkapnya dan membatasi geraknya, tapi apa mau dikata empat orang pemuda tak bisa  mengalahkan dan meringkus pemudi ini, bahkan keganasannya semakin menjadi – jadi.

Pendeta Theo berdoa dalam hati pada Tuhan bahwa ini tantangan iman bagi jemaat pelita, bahwa dalam suasana kebaktian subuh yang baru selesai ini terjadilah kejadian yang tidak biasa agar Tuhan tunjukan kuasaNya agar umat semakin percaya padaNya, selesai ia berdoa dalam hati ia katakan kepada  warga jemaat agar semua membantu dalam doa….sambil menyampaikan agar semua berkelompok untuk berdoa, ada kelompok : panitia, pemuda, pemudi, pw, pkb, majelis, anak-anak dan semuanya yang ingin ambil bagian dalam kelompok doa ini silahkan membuat kelompok sendiri secara spontanitas,  tiap kelompok terdiri dari lima sampai tujuh orang dan berdoa kepada Tuhan untuk tantangan iman bagi kita jemaat pelita ini kata  pendeta Theo.

Selain itu team pemuda yang  berusaha keras untuk menenangkan  pemudi ini  hampir kwalahan, sembari semuanya sudah berkeringat sebesar biji padi dipagi subuh itu.

Sementara mereka berdoa, maka kelompok inti dibawah bimbingan pendeta Theo Natumnea  maju, mendekat dan bertanya  kepada pemudi itu : “Dalam nama Yesus saya bertanya : siapa namamu sebenarnya”?…terdengar suara dari mulutnya lantang menjawab “ black”, lalu pendeta Theo melanjutkan tengkingan; dalam nama Yesus saya perintahkan engkau  keluar dari anak ini…sekali lagi dalam nama Yesus saya  perintahkan engkau keluar.. dan keluar, sampai tiga kali tengkingan ini, maka ia berontak yang terakhir paling kuat  tanda mau keluar dari pemudi ini, dan sipemudi ini menjadi lemas tak berdaya, suasana seperti syuuuur ada kemenangan Yesus, bahwa Yesus berkuasa, tidak mempermalukan kita jemaat pelita yang sementara santai karena selesai kebaktian paskah  subuh ini.

Semuanya angkat hati dan bersyukur kepada Tuhan dalam doa serta menaikan pujian ,…hormat dan kemuliaan hanya bagi nama Tuhan Yesus saja yang telah memberi kemenangan dalam tantangan iman ini amin.

Rupanya anak pemudi ini adalah  peserta pelatihan salah satu  kelompok bela diri di Jakarta, yang sembari mengisi tubuh dan jiwa  serta roh mereka dengan sesuatu kuasa lain untuk mendapatkan kekuatan dan kuasa dari roh halus itu demi kelompok sanggar mereka, ….namun kita percaya bahwa dalam nama Yesus ada kuasa Roh kudus untuk mengalahkan  segala kuasa dan kekuatan lain yang ingin  mempermalukan iman kita

Perhatian bagi remaja…pemuda pemudi agar  boleh mengikuti perkembangan dunia ini dalam pergaulan dengan teman dan orang, tapi harus memfilter pengaruh – pengaruh luar  itu agar tidak terindikasi dan tidak kemasukan kuasa roh yl dari dunia ini selain  roh kita  harus diisi dengan kekuatan Roh kudus yang pasti mengalahkan roh – roh dunia ini I Yoh 4:4 katakan: “ kamu berasal dari Allah anak – anakku…. dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu,  sebab Roh yang ada dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada dalam dunia”.

PERHITUNGAN ULANG SURAT SUARA SEKTOR   I  –  PELITA.

Berdasarkan laporan disertai saksi yang dipercaya, bahwa  secara perhitungan   rasio keluarganya dan  kerabatnya pasti pak Sutarjo masuk nominasi dalam pemilihan kedua, sebab jika dibandingkan suaranya pada perhitungan suara tahap satu, maka suaranya menurun tajam, sesuai laporan itu.

Akhirnya suara hilang dikembalikan di Sektor I, GPIB Pelita

Berdasarkan laporan itu yang diserta bukti – bukti yang kuat dan saksi yang dapat dipercaya,  maka diadakan rapat kilat  pengurun inti panitia pemilihan penatua & diaken , sehingga diputuskan  untuk  kotak suara sektor I itu  dibuka, dituang dan dihitung ulang oleh panitia inti ini.

Ternyata hasilnya  benar beda, bahwa bapak Sutarjo terpilih dalam  pemiihan tahap II, bahkan suaranya mayoritas terbanyak melewati calon ylnya. Hasil perhitungan  ulang suara  ini dibuatkan dalam berita acara perhitungan ulang kotak sekktor satu dan disahkan menjadi alat bukti serta hasil sah perhitungan uang suara sektor ini.

Puji Tuhan, semuanya dapat menerima, sehingga tidak terjadi gejolak yang tidak diinginkan, bahkan  personil penghitung suara dan saksinya menjadi malu atas kelalaian atau kesengajaan yang telah terjadi ini.

Peristiwa ini menjadi pelajaran agar panitia  penghitung suara agar teliti bersama sakksinya, bahkan dijauhkan unsur campur tangan keluarga yang calon ybs, sehingga  hasil perhitungan suara itu murni dan bersih secara obyektif diterima seua pihak.

65 SURAT KEBERATAN/DAKWAAN DALAM PEMILIHAN  PENATUA & DIAKEN di PELITA

Luar biasa tantangan dan masalah yang sudah menumpuk dibatin mereka, maka antar  mereka saling menuduh dan membantah satu sama lain, sehingga  dalam map pendeta Theo sebagai ketua panitia pemilihan penatua dan diaken terdapat 65 surat dakwaan/keberatan yang diterima dan diproses satu persatu sesuai dengan alamat surat itu.

Keadaan ini seperti  gunung es ,

di panggil; dialog dan doa satu persatu akhirnya selesai 65 surat keberatan ini di Jemaat GPIB Pelita

kelihatan diluar aman dan tidak ada masalah, tetapi didalam gunung es itu ada bara api yang sedang menyala-nyala, tinggal menunggu waktu untuk  encairkan gunung e situ dan membakar sekitarnya, atau sama dengan bom waktu, menunngu untuk ditekan knopnya dan meledak untuk mebakar dan merusak sekitarnya.

Puji Tuhan, surat dakwaan/tuduhan dan keberatan sebanyak 65 surat itu, satu persatu ditangani dan diselesaikan dengan baik, ibarat benang kusut dalam tepung, diusahakan supaya benang kusutnya terurai dengan baik tanpa putus dan tepung persekutuanpun tidak  terhambur – hambur.

Akhirnya, semuanya dapat diselesaikan dan  meredakan  situasi daam suatu kerja sama yang baik dalam persiapan dan peneguhan mereka sebagai penatua dan diaken untuk melayani Tuhan dalam jemaat gpib Pelita ini.

MENJADI MENTOR UNTUK VIKHARIS: MARLIES HINA dan FREDY MAMANGKEY

Selama satu tahun membina vikaris Marlies Hina pada tahun pertama kevikariatannya.

Dalam rangka membina generasi penerus untuk  melanjutkan kepemimpinan di GPIB, maka  para vikharis dipersiapkan, dibina dan dilatih , ditempa dalam pelayanan melalui bimbingan para mentor yang sebelumnya dipersiapkan untuk  menerima para vikharis tsb.

Vikharis Marlies Hina menjalankan masa vikhariat  tahun pertamanya di jemaat gpib  Pelita dengan mentornya ialah Pdt. Theofilus Natumnea

Selain pelatihan, pembimbingan dalam semua aspek pelayanan, maka ia dilepaskan untuk juga dapat melayani sendiri tetapi harus mempertanggung-jawabkan pelayanannya kepada mentor melalui majelis jemaat  dan  pelaksana harian majelis  jemaat pelita.

Vikharis Marlies Hina ini dapat menyelesaikan tugas masa vikhariat tahun pertamanya dengan baik pasti dengan suka dukanya selama setahun, sehingga ia melanjutkan masa vikhariat tahun keduanya di Surabaya .

Sedangkan vikharis  Fredy Mamangkey ditempat dijemaat gpib pelita untuk masa vikhariat tahun yang kedua dengan mentor pendeta  Theofilus Natumnea juga sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita.  Pembinaan/pelatihan tahun kedua sudah lebih banyak dilepaskan untuk bertanggung – jawab  dalam pelayanan kecuali untuk hal-hal tertentu ia masih memerlukan pendampingan dalam pelatihan dan pembinaan tsb

Pada saat Pendeta Theofilus Natumnea  dimutasikan  sebagai pendeta /ketua majelis jemaat gpib Eirene tanjung-priok, ia masih ditetapkan sebagai mentor tahun kedua bagi  vikharis Fredy mamangkay ini….namun pertanggung jawaban pelayanannya  melalui majelis jemaat gpib pelita

Adalah hal yang tidak lazim, ketika ketua majelis jemaat  gpib pelita yang baru pdt Yunus Beeh, menahan agar vikharis Fredy Mamangkey ditunda masa Vikhariatnya selama  3 – 6 bulan, karena ia baru mempelajari keadaan dan kepribadian  vikharis  Fredy Mamangkey ini. Namun dengan berkat argumentasi  dalam penilaian kepada sang vikharis serta keuletan dalam membimbing dan memperjuangkannya, maka ia segera membuat pelaporan agar dapat dipersiapkan  untuk  diteguhkan /ditahbiskan sebagai pendeta gpib pada tahun kedua itu setelah ia menyelesaikan laporan akhirnya.Peneguhan  dan penahbisan kependetaan gpibnya juga dilayani oleh pendta Theo natumnea  atas surat keputusan dari majelis sinode gpib.

PENDEWASAAN JEMAAT GPIB  BAHTERA KASIH – CIBUBUR.

Cibubur adalah daerah terbuka, dimana sekarang ini terdapat tiga jemaat gpib  mandiri yang dewasa al jemaat gpib Agape yang lebih dahulu dewasa dan berbatasan dengan tmii, jemaat gpib Bahtera kasih yang kini dibahas dalam thema ini dan jemaat gpib Trinitas yang tidak jauh dari  jemaat gpib “bahtera kasih” dan berlokasi  perumahan kota wisata yang indah itu. Mereka  lahirnya berbeda proses serta waktu dan keunikan pergumulannya  juga, baik tantangan dari dalam jemaat, maupun tantangan dari luar jemaat yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendewasaan itu.

Jemaat gpib bahtera kasih yang  akan  diuraikan disini, karena  proses pendewasaannya turut berperan  pendeta Theofilus Natumnea,  dikala itu ia sebagai Pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita, dimana jemaat bahtera kasih ini didewasakan  dari induknya jemaat gpib pelita ini.

Kalau dibandingkan dengan proses dan persiapan jemaat gpib “ Dian kasih “ yang sudah lebih dahulu dibidani oleh  pendeta yang bertangan dingin dan sudah mendewasakan beberapa jemaat gpib ini, maka  proses dan persiapan dalam rangka pendewasaan  jemaat “ Bahtera kasih “ ini,  berjalan lebih mulus dan  lancar,  nyaris  hampir tanpa kendala yang berarti untuk menuju kependewasaannya.

Dengan rahmat Allah, Pdt Dr. Wuwungan selaku ketua MS GPIB mendewasakan GPIB Jemaat Bahtera di Bekasi. Yang didampingi oleh Ibu Wuwungan

Namun demikian suatu proses dan persiapan  menuju kependewasaan jemaat ini, ada saja tantangan dan pergumulannya yang ketika itu didewasakan oleh  Pendeta  Wuwungan D.Th selaku ketua umum majelis  Sinode gpib

Tantangan dan pergumulan yang sangat  nampak dimulai dari  ketidak terbukaan  laporan  keuangan  atas kepercayaan yang diberikan kepada  mereka sebagai bagian jemaat untuk mengelola sendiri keuangan  bagian jemaatnya itu, dengan alasan  tidak tahu pembukuan dan tidak tahu menyimpan di bank dlsbnya.

Puji Tuhan bahwa semua itu dapat diselesaikan dengan baik oleh  pengurus majelis bagian jemaat   serta tuntunan majelis jemaat gpib Pelita yang secara organisatoris bertanggung jawab baik kepada warga jemaat maupun kepada majelis sinode gpib

Akhirnya, didewasakanlah bagian jemaat ini sebagai jemaat dewasa dengan nama : “jemaat gpib bahtera kasih”, yang  berlokasi di Ruko Granggan – Cibubur, sekaligus berderetan dengan beberapa gereja lain seperti gki, Katholik dll. disepanjang ruko yang berada diatas ketinggian  aman banjir itu.

”SIAPA YANG  DIAM, DIA YANG  WARAS.”

Kalimat ini hampir sama atau serupa,

Mengalah bukan berarti kalah, tetapi mengalah untuk kemenangan dan keselamatan keluarga

tapi tidak sama dengan kalimat “ diam itu adalah emas”; Siapakah yang mengatakan: “ siapa yang diam, dia yang waras “ ?, dia adalah seorang dokter, ketika pdt Theo dan ny.Nelly berdoa bersama dengan  Dr Krismanto dan istrinya yang juga seorang dokter, maka secara spontan  sang jenderal ini mengeluarkan kata-kata emas ini.

Rupanya sang dokter yang juga jenderal berbintang dua ini sangat jeli menghadapi isterinya juga seorang dokter, dalam pemecahan masalah /perbedaan pendapat ia selalu diam dan mengalah untuk kebaikan rumah tangganya, maklum suami berasal dari jawa dan isteri berasal dari tapanuli, yang beda tempramen ini jalan yang terbaik, ketika sang isteri kata-katanya api  yang keluar, dia membawa air untuk mematikan api itu, demikianlah “filosofis keluarga zaman dulu”,  sehingga  matilah api itu sebelum membesar, karena kalau api sudah besar susah untuk dimatikan, seperti pepatah: kecil jadi kawan, besar jadi lawan, maka sang jenderal ini paham benar pepatah ini sebelum jadi lawan, masih dalam status kawan api itu dimatikan sehingga tidak membakar/menghanguskan  dan merusak lebih banyak lagi

Amanlah keluarganya dalam damai sejahtera Tuhan, karena dalam aman dan damai ada itu kuasa Tuhan, sehingga dapat membangun lebih banyak lagi, dari pada jika dibandingkan tidak aman, maka yang sudah dibangun pun dirusak dan dibakarnya, tetapi dalam damai  ada kekuatan baru untuk mempertahankan/memelihara dan membangun terus –menerus; bandingkan Negara kita nkri dalam keadaan kacau dan dalam keadaan aman, lihat juga pilipi 4:6-9

KERJA BAKTI MEMBERSIHKAN SUNGAI & MENINGGIKAN JALAN

Jika ada surat edaran dari RT/RW untuk diadakan kerja bakti dalam lingkungan, maka ia selalu memotori untuk kerja bakti dalam membersihkan sungai,  sehingga dipihak rt/rw ia dikenal sebagai seorang pendeta yang turun tangan  ikut kerja bakti dalam masyarakat.

Rupanya para pendeta sebelumnya selalu terdengar kekacauan  ketika meninggalkan  jemaat pelita ini termasuk ketika ia mau masuk dan adakan serah terima juga mengalami hal yang sama bahkan tidak dikenal rt/rw karena  tidak turun tangan bersama masyarakatnya dalam hal kerja bakti

Dalam pembuatan  dan peninggian jalan sepanjang sungai  disekitar pagar  gereja katholik serta gang kecil  disepanjang pagar  gedung pelita, ia berinisiatip  dan mempunyai semangat bekerja bersama  dengan  kapten tni Pangaribuan yang didukung pula  material  yang murah atau gratis  yaitu puing – puing  kebakaran gedung  yang segera dibersihkan dan telah tertimbun hanya modal angkut dengan mobil tni au dengan tenaga inti adalah Artaban Takoy,  karena  sehabis kebakaran  dimall pondok gede  setelah  peristiwa kekacauan jakarta,  didukung pula  oleh warga jemaat dan kerjasama  dengan regio IV mupel jakarta timur dimana ia adalah ketua regio IV mupel jakarta.  Pengambilan puing ini untuk meninggikan jalan agar jika terjadi banjir  baik masyarakat maupun warga jemaat yang melintasi jalan  pinggir sungai itu terhindar dari banjir dan genangan air ketka ada kirian banjir dari bogor sana.

Hidup ini  adalah bagian dari masyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat, karena itu dimana  saja seorang pendeta ditempatkan dalam jemaat, maka ia harus  menunjukan  proforma kehiidupan dan aktifitas  kemasyarakatannya untuk membangun jemaat dan bekerja sama dengan  semua unsur  dalam masyarakat

LURAH HADIR DAN MEMBERI SAMBUTAN DALAM PERPISAHAN PDT  T H E O  DENGAN  JEMAAT PELITA

Puji Tuhan, kinerja dalam jemaat dan masyarakat ia dikenal sebagai pejuang untuk mengambil inisiatip dalam segala hal termasuk dalam kerja bakti untuk  membangun  dan meninggikan jalan sehingga berkenalan baik dengan lurah Lubang buaya

Jauh berjalan banyak dilihat, itulah  pengalamannya dan tak disangka ia  berkenalan dengan bapak Lurah , sehingga  RT/RW menyampaikan tentang kepindahannya ia datang serta minta untuk menyampaikan sambutannya sebagai lurah Lubang Buaya

Dalam sambutan lurah Lubang buaya ia mengatakan : “Jarang bertemu dengan seorang ulama/rohaniawan yang mau turun tangan dalam kehidupan bermasyarakat terutama  dalam hal kerja bakti dan membantu membuat jalan dan gang atas inisiatip murni, semoga  contoh yang baik  ini diteruskan oleh ulama /rohaniawan yl, dimana kerja sama seperti ini mahal harganya, karena sudah  terjadi secara otomatis kerukunan intern dan antar umat beragama sekaligus dengan pemerintah untuk membangun Indonesia dalam kepelbagaian ini

Hal ini ditimpali lagi dalam sambutan Pdt  C. Wairata sebagai mewakili majelis sionode gpib, yang mengingat ketika   pdt Theo berada  di jemaat gpib Banjarmasin dan membuka pos pelkes suku terasing Batu kembar, ada pembukaan kebun gpib dan yang menanam  bibit kelapa yang pertama adalah  saya, kata pdt Kor Wairata, seraya memberi semangat supaya nilai  kemasyarakatan ini seperti ini harus dimiliki oleh semua pendeta dan dikembangkan dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat untuk membangun  masyarakat Indonesia yang tercinta ini

BERSIAP – SIAP PINDAH ke TANJUNG PERIOK

Suasana  taman mini, lubang buaya, taman buah – mekar sari dan sekitarnya, itulah daerah pelayanannya selama di jemaat gpib pelita, sebelum berdirinya jemaat – jemaat baru didaerah ini, semua  ini menggambarkan  wilayah yang luas dan  hijau dalam perkembangan  kompleks perumahan baru yang sekaligus  merubah sikap dan kehidupan manusia serta masyarakatnya.

Kalau di Pelita banyak pohon, maka di Tanjung Priok banyak kapal; kalu di TMII banyak bunga di rawat tangan-tangan halus, maka di Tj. Priok banyak tali-tali kapal di tarik tangan-tangan kasar

Kini ia  bersiap –siap untuk pindah kesuatu  daerah yang bertolak belakang dengan daerah yang penuh dengan kompleks perumahan yang teratur yang dikelilingi dan diwarnai dengan suasana kehijauan; sebab disana – daerah tanjung periok dan sekitarnya terdapat parit yang berlumpur hitam, kontener yang menghiasi jalan raya dan nyamuk yang tiada habisnya bersarang diparit yang airnya hitam kelam itu, walaupun disemprot obat nyamuk semakin banyak dan  bertambah, namun daerah baru ini yaitu pelabuhan tangjung periok penuh  dengan kekurangan dan kelebihannya….kalau mau diceritakan kelebihannya cukup banyak al , kalau mau naik kapal laut selangkah saja sudah sampai, sehingga sering  rumah pastory tempat menampung keluarga yang mau  naik kapal laut dll.

Dipelabuhan ada 1001 macam ilmu kebaikan, tetapi juga ada 1001 macam ilmu kejahatan, disanalah  hidup semua orang yang bekerja dan saling mempengaruhi termasuk  anggota gereja – anak-anak Tuhan artinya dengan wewenang dan kekuasaan mereka dapat membantu /berbuat baik kepada orang lain yang tidak bisa dikerjakan  orang dan instansi lain, tetapi juga iblis dan kejahatan selalu menawarkan  semua bentuk kejahatan yang bisa mengganggu dan mau mengajak  orang pelabuhan untuk melakukannya, yang juga tak dapat dikerjakan oleh orang/instansi lainnya.

Disitu hadir anak – anak Tuhan sebagai warga gereja untuk saling pengaruh mempengaruhi dan ujian iman untuk dapat mempertahankan iman  yang sekaligus mempraktekannya dalam kehidupan bermasyarakat dan  bernegara. Disitulah hadir seorang pendeta gpib bernama  Theofilus Natumnea untuk melayani mereka yang berlayar dan berhari-hari diombang ambingkan oleh gelombang laut yang ganas, disitu juga tangan-tangan yang kasar dan kuat harus menarik tali-tali kapal dan jalan penuh dengan truk tronton & konteiner  atau dkl hari-hari mereka menghadapi suatu kehidupan yang keras, karena itu mereka sangat butuh pelayanan rohani  dari pelayan  firman Tuhan untuk menguatkan, menghibur dan menjawab mereka dalam konteks kehidupan pelabuhan, maka hamba Tuhan harus jeli melihat mendengar serta menampung, dengan mata dan telinga serta hati Yesus untuk menjawab dengan firman Tuhan secara  tepat dan  kontekstual

SERAH TERIMA JABATAN (SERTIJAB) PDT/KMJ EIRENE TG.PRIOK

Waktu terus berlalu, umur semakin bertambah, kini ia tiba diTg.priok dalam jabatan pendeta/ketua majelis jemaat gpib Eirene  untuk menggantikan adik kelasnya pendeta  Sian Lumentut yang lebih dahulu menjabat disana selama satu periode. Segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan administrasi serah terima telah dipersiapkannya, sehingga pelaksanaan serah terima berlangsung dengan baik dan lancar, tidak seperti ketika di Pelita –  Tmii yang mengalami penundaan.

Lokasi gereja berada  dpinggir belakang Batalion Arhanude, yang bersebelahan dengan pos penjagaan  bagian  belakang, sehingga  setiap  masuk kekantor  atau  kegereja  melewati pos penjagaan  batalion ini, bahkan sering terjadi  atas kerja sama gereja dengannya, maka ketika acara yang memerlukan tempat parkir yang luas, dapat dipergunakan bagian belakang batalion sebagai tempat parkir, tentu dengan persetujuan dan atas ijin pihak batalion tni  arhanude.

Disamping kiri gereja adalah pasar pagi yang semakin semarak dengan  keributan pasar sering terjadi bersamaan dengan ibadah yang sementara berlangsung di gereja.

Jemaat gpib Eirene memiliki dua gedung gereja, yaitu sola gratia yang berada dipinggir belekang batalion  atau dikenal dengan alamat  kebon  Bawang  dan Sola Fide  berlokasi 3 km arah kebarat dari kantor gereja yang masing – masing memeliki kapasitas yang berbeda  untuk menampung  umat dalam kebaktian mingggu, sola gratia lebih besar yang bisa muat 600 warga jemaat  sedangkan sola fida lebih kecil  yang menampung 350 warga jemaat

Jemaat Eirene ini memiliki nama sektor  yang tidak memakai angka romawi  tetapi memakai nama   sektor- sektor ialah : viktory, sion, silo,  Epifania, Maranatha , eklesia  dan  Btlehem.

Konsolidasi  diadakan dengan perkunjngan dari rumah ke rumah tanpa warta,  sehingga  memfokuskan diri dalam   pelayanan pertama  ini untuk mengenal warga jemaat dalam perkunjngan ini

Suasana  ibadah  dibarengi dengan  stom kapal -kapal yang akan berlayar  ketujuan masing-masing, sehingga hiruk pikuk bunyi stom dan semaraknya aktivitas  kapal-kapal dipelabuhan internasinal ini mewarnai dan menandai  suasana  iabadah   yang  disekitarnya ada gereja gpib bernaung dan beribadah

ROMBONGAN  PENDETA GMIT DIPASTORY-EIRENE TANGJUNG – PERIOK

apa yang ditemukan di lapangan sering kali berbeda dengan apa yang diatur di kantor karena itu perlu kebijaksanaan: Pdt. Theo menolong rombongan GMIT di pastori Irene

Dikala itu ada pertemuan  pendeta se GPI tentang “gereja dan masyarakat” di jemaat Menara Iman sebagai tuam rumah mewakli Majelis Sinode  GPIB, dimana Pendeta Theo Natumnea juga mengikutinya sebagai utusan  mupel  Jakarta utara.

Sehabis pertemuan  rombongan pendeta-pendeta GMIT yang berjumlah tujuh  orang pendeta ini bingung, karena sehabis pertemuan mereka segera keluar dari rumah-rumah yang menerima mereka untuk tinggal/menginap selama pertemuan Gereja  dan masyarakat yang dilakukan oleh GPI dang bib menjadi tuan rumah ini.

Sebenarnya ada perwakilan gmit di Jakarta, bahkan ketua GPI Pdt DR. Haag adalah seorang pendeta GMIT dan dosen STTh jakarta tetapi ketua GPI asal GMIT dan  perwakilan gmit pdt JhonTakain dijakarta ini tidak menampung malah membiarkan mereka, apalagi  ketua perwakilannya adalah pendeta  emeritus Jhon Takain dari GKI kwitang yang tidak pernah bekerja di GMIT tambah lagi  gerejanya tidak ada hubungan dengan GPI, maka teman-teman ini mau diterlantari kemana  ?

Pendeta Theo Natumnea mengambil inisiatip dan langkah penyelamatan untuk menampung mereka sebanyak tujuh orang pendeta, mereka  dibawa ke Pastory gpib Eirene  di Tangjung –periok, dimana pendeta Theo Natumnea ini tinggal karena ia adalah ketua majelis jemaat gpib Eirene dan jarak pastori ini yang hanya selangkah saja kepelabuhan Internasional ini.

Partory Eirene tidak dapat menampung  semua pendeta GMIT ini, karena itu dibagikan kepada keluarga – keluarga jemaat gpib Eirene yang berasal dari timor al keluarga Pasumain dan sisanya dua pendeta berada dan tinggal dipastory gpib Eirene bersama pendeta Theo Natumnea dan keluarga selama seminggu sambil menunggu kapal Dobonsolo  yang dalam pelayaran menuju Tanjung -periok untuk berlabuh, yang kalau kapal ini stoom , bunyikan  panggilan mau berangkat kedengaran sampai di pastori gpib Eirene ini.

MENJADI KOORDINATOR REGIO UTARA MUPEL DKI

didampini oleh nyora Nelly istri tercinta hampir semua regio Mupel DKI menjadi koordinator demikian juga di regio jakarta utara

Setelah meninggalkan regio timur sebagai ketua, tugas itu tidak lari dari padanya, ia dipilih sebagai ketua regio Utara mupel dki, untuk membantu aktifitas  mupel dki yang begitu sibuk dan padat itu.

Dalam status tsb. ia mulai berkonsolidasi dan mengenal jemaat-jemaat  di wilayah walikotamadya utara ini satu persatu sambil mempersatukannya dalam  program kerja seregio utara agar dapat dilaksanakan dalam kebersamaan sebagai jemaat – jemaat gpib sekotamadya utara ini

Permulaan yang baik adalah separoh keberhasilan kata pepatah yunani dan menempa besi selagi masih panas, ini adalah symbol kehidupannya, sehinngga selalu mulai dengan baik untuk mencapai keberhasilan pelayanannya, serta cepat- cepat mengambil tindakan dalam suasana yang masih hangat untuk meraih hasil sesuai tujuannya.

MEMBUKA KEBAKTIAN DOA SUBUH.

Untuk menjawab tantangan pelayanan dalam masyarakat pelabuhan yang sangat  keras dengan kehidupan lingkungannya, apa lagi  kota  pelabuhan : Tanjung Priok ini tempat pemuda/i mencari kerja pertama dengan susah payahnya dan kalau sudah berhasil apa lagi punya kedudukan dan punya uang banyak,  maka mereka memilih untuk tinggal diluar tangjung periok, maka  dapat dipahami bahwa kota pelabuhan ini tempat orang cari kerja. Disini  mereka membutuhkan  pengayoman terutama   waktu doa  untuk menggumuli hidup mereka dalam Tuhan

Dari segi pelayanan gereja , maka para hamba Tuhan harus mampu membaca tanda-tanda zaman dan  mengapresiasi  serta mencari jawaban dan  menginovasi dalam bentuk-bentuk baru  dalam pelayanan, sehingga tergali  kebutuhan mereka dan terjawab dalam  kebaktian doa subuh ini

Mereka sungguh-sungguh butuh dan  ternyata latar belakang kebutuhan   umat yang datang umtuk berdoa  meluas, bukan hanya para pencari kerja saja   tetapi juga pergumulan karena urusan rumah tangga, urusan perkerjaan, pergaulan muda-mudi , masalah  politik  dllnya

Gereja yang melayani masyarakat  harus mampu membaca tanda-tanda ini, jangan hanya rutinitas dan formalitas dalam pelayanan yang telah diatur saja tetapi  seperti Yesus datang kedalam dunia ini untuk menjawab masalah manusia yang tidak terjawab ialah dosa, maka Yesus  rela mati untuk menjadi penebus dosa  kita umat manusia ini

MENGEMBANGKAN  PELAYANAN POS  BOJONG

Ternyata penghuni  pos  Bojong  ini  adalah   warga jemaat lama,  yang berasal dari asrama tni  batalion Arhanude, mereka  termasuk  pejuang untuk berdirimya gedung gereja ” sola gracia”  Eirene, karena sudah pensiun maka diberikan  tempat supaya  meningggalkan asrama dengan baik tanpa insiden   seperti asrama  tni yl

Justru  dengan adanya pos pelayanan di Bojong   ini, maka semakin terbuka kesempatan bagi warga kristen lain  disekitarnya yang juga merantau dan  ingin bergabung untuk beribadah kepada Tuhan  dirumah Ny.  Dra  Saia , seorang ibu/janda yang punya keberanian khusus, sehingga  rumahnya menjadi tempat ibadah, sebab belum tentu  orang lain berani memberikan rumahnya untuk  beribadah !, keberanian ini berdasarkan  kebebasan beragama di Indonesia

Melihat keberanian ibu Saia ini  yang  juga  menceritakan tentang fasilitas umum untuk gedung gereja   sebenarnya  disediakan, tetapi terlambat menanganinya dari majelis jemaat Eirene dan kini menjadi kandang ayam, serta mencoba dan mencoba beberapa kali untuk  diambil  dan mau mempergunakannya, namun fasum untuk gereja itu  sudah beralih fungsi menjadi kandang ayam  tidak dapat diperoleh lagi.

Demi kerukunan dan ketentraman warga  sekitarnya  maka  hal  ini didiamkan saja,  dan melalui dukungan program jemaat  warga  pos  setempat membentuk panitia  dan  membeli sebidang tanah  dan  mendirikan  sebuah rumah ibadah yang dinamakan   ” Griya Gusti”   atau rumah Tuhan  itupun belum dapat digunakan, walaupun sudah pendekatan melalui kapolsek yang adalah anak Tuhan

Ibadah  tiap minggu dan  dua kali sebulan yang semula mendapat pelayanan dari  sektor viktori yang akhirnya dialihkan menjadi pelayanan  jemaat gpib  Eirene tangjung- priok. Memang  visi & misi gereja ialah  melayani dari yang tidak ada menjadi ada dan melayani dari yang sedikit  bertambah menjadi banyak, karena itu jangan berdoa kepada Tuhan untuk memberikan 1000 jiwa, tetapi berdoalah kepada Tuhan untuk memberikan satu jiwa sedikit demi sedikit  dan harus sabar dan tabah,  akhirnya menjadi banyak, jika Tuhan menghendakinya.

MENGAPA POS BOJONG DITUTUP ?

Gereja yang hidup adalah gereja yang siap memberitakan Injil,  dari tidak ada menjadi ada dan   dari sedikit menjadi lebih banyak anggota,  karena itu setelah melihat bahwa pos  Bojong potensial untuk masa depan, maka dikembangkan dari  bagian  sektor  viktory menjadi pos tersendiri dinamakan ” pos bojong ” . Menuju ke pos bojong ini melewati   salah satu pos petra, disitu mau menggambarkan bahwa  semua jemaat gpib berlomba  untuk  mempersiapkan pos  demi menjawab tantangan zaman, dimana  jika  perumahan  semakin padat dan warga  kristen semakin banyak, maka sudah ada pos  kebaktian,    jarak antara pos milik petra dan pos milik Eirene kira-kira    5  km   yang diprediksi akan menjadi calon  jemaat dewasa  dihari yad.

Apa mau dikata: setelah kepindahan Pdt Theo Natumnea ke jemaat  Gloria di Bekasi, warga jemaat menyampaikan bahwa  ; kasihan pos bojong yang bakal  menjadi jemaat dewasa  10 tahun yad telah ditutup oleh pdt Ria Antameng ketua majelis jemaat gpib eirene

Apa kesalahan mereka ?   Apa benar pos bojong sudah ditutup ? Kalau toh mereka salah itulah tugas dan fungsi seorang gembala untuk mengayomi, memperbaiki, mengunjungi dan memberi semangat  dan  tempat dihati seorang gembala untuk menampung aspirasi warga jemaat dan menyalurkan   melalui  visi dan misi yang pasti dan jelas untuk memperluas pelayanan jemaat, dan maju kedepan serta  ikut  bersaing secara positip dengan jemaat dan gereja yang lain

Tanah dan gedungn pos bojong kemana ? Masalah ini merupakan masalah panggilan hati nurani  dan  penginjilan gereja dan jemaat Tuhan untuk  melayani dan mengembangkan, bukan menghilangkan dan  menutup sebuah pos  ” namanya Bojong” yang sudah dirintis dan dikembangkan dengan susah payah dengan prediksi kedepan akan menjadi sebuah jemaat dewasa

Berita penutupan pos bojong ini terdengar ketelinganya, tapi ia tidak langsung percaya  kata orang dari jemaat Eirene bahwa pendeta Ria Antameng  sampai hati menutup pos Bojong, mungkin kerena jauhnya jarak tempuh sekitar 15 km, di tambah lagi  jalan berlumpur  yg berkelok-kelok dan turun naik  sekitar 10 km itu?  atau alasan apa lagi  ? Namun jika kita berpikir  sehat dan jernih , maka tangggung jawab politis dan organisatoris jemaat dibawah pimpinan ketua majelis jemaatnya;  apapun alasannya  penutupan pos bojong adalah tanggungjawab seorang  ketua majelis jemaat/pendeta jemaat dhi  pendeta Ria Antameng harus mempertanggung jawabkannya kepada Tuhan dan warga sidi jemaat, kalau dulu masih ada sidang warga jemaat

Apapun nama posnya dan betapapun berat tantangannya  adalah bagian yang integral dan tak dapat dipisahkan dari jemaat Eirene,  yang sesungguhnya harus dipertanggung jawabkan  secara horisontal dan vertikal, sebab  jika menutup  sebuah pos  bukan mengembangkan dan melanjutkannya,  maka akan mengurangi dan menghilangkan  integritas  sebagai hamba Tuhan   yang tugas pokoknya untuk mencari  dan melayani jiwa-jiwa yang hilang dan jauh  bukan  mengeluarkan dan adakan   pemutusan hubungan pelayanan,  sebaliknya yang jauh,  hilang, sakit, belum sadar, dicari dan dicari,  untuk dibawa kepada Tuhan Yesus gembala yang baik   yang  telah mati untuk dosa-dosa kita dan yang datang untuk mencari orang berdosa, supaya  barang siapa yang percaya  kepadaNya  akan diselamatkan .

Karena itu Pendeta Theo berdoa dan  mohon dengan setulus-tulusnya untuk pos bojong yang telah ditutup itu dibuka kembali, agar terus ikut bersaing dengan  pelayanan gereja dan jemaat yl, kita percaya    suatu ketika analisis kita  10-15 tahun  yad  atau pada waktu Tuhan  lambat atau cepat  akan menjadi perumahan yang padat dan  disitulah  terkonsentrasi  warga jemaat sehingga menjadi  jemaat  yang dewasa !Doa : Ya  Tuhan bukalah kembali pos bojong dan ampunilah mereka yang telah menutup pos bojong ini  terpujilah Tuhan Yesus  amin

MENJADI WAKIL KETUA MUPEL JAKARTA UTARA.

Mupel pertama di Jakarta utara adalah Pdt. Mandik dan Pdt Theo sebagai ketua dan wakil ketua untuk memimpin jemaat-jemaat Jakarta Utara

Ternyata semua regio yang terbagi diseluruh jadetabek ini adalah embrio untuk terciptanya mupel – mupel baru, tidak terkecuali yang terjadi di Jakarta utara ini,  turut dipersiapkan menjadi musyawarah pelayanan  (mupel) Jakarta utara…yang merupakan jawaban pergumulan mupel dki, sejak ia menjadi ketua regio selatan

Dalam pemilihan pengurus mupel Jakarta utara, ia terpilih menjadi wakil ketua mupel Jakarta utara mendampingi pdt Mandik sebagai ketua mupel.

Kiprahnya bersama anggota pengurus yl untuk memberi warna bagi kehadiran sebuah mupel baru dan terkecil, sehingga mendapat jelukan dari pendeta Sompotan sebagai sekretaris umum majelis sinode gpib,  ketika meresmikan mupel Jakarta utara dan melantik pengurus mupel Jakarta utara ini ia mengatakan : “ mupel Jakarta utara ini kecil-kecil tapi cabe-rawit”, mupel ini cukup menggigit dan membuat pedas gigitannya itu dalam penampilannya

Mereka diawaki seorang sekretaris yang militan, lihai dan fleksibel ialah pdt  Manuel Raintung  yang  mempunyai banyak ide yang inovatif  bersama pengurus mupel ylnya membuat pembinaan karyawan jemaat semupel Jakarta utara untuk menambah wawasan bagi para pegawai gereja dalam bekerja dan bertemu dengan banyak orang dengan baik dan manis dlsbnya.

MERAYAKAN HARI BAHARI DALAM IBADAH SYUKUR.

Para pelaut dan mantan pelaut bersama keluarganya sangat beryukur adanya ibadah hari bahari ini, mengingat teman-temannya, suaminya, ayahnya yang sementara berjuang melawan ombak yang ganas untuk dilewatinya, kenang seorang mantan pelaut seusai ibadah hari bahari ini.

Keluarga pelaut senang sekali mengikuti ibadah hari bahari dan mendoakan para suami yang sedang berlayar di GPIB Jemaat Irene DKI

Memang panggilan mereka untuk bekerja ialah dilaut sebagai pelaut yang handal untuk berjuang mencari nafkah bagi keluarganya, yang tak jarang terjadi kecelakaan, kematian , kehilangan yang menimpa mereka yang sementara  melayari lautan lepas dengan resiko yang tinggi.

Disisi lain juga  mereka membawa  nama republik Indonesia dan bendera merah putih menjadi kesaksian hidup kepada negara, bangsa, dan warga Negara lain, bahwa warga Negara Indonesia dapat bekerja dan melayani bangsanya serta bangsa yang lain  didunia bahari yang adalah suatu berkat Tuhan tersendiri, dimana nkri ini juga terdiri dari 2/3  wilayahnya adalah lautan.

Untuk itu, tepatlah kalau gereja  mengenal pergumulan umatnya dan menjawab dengan  mengadakan kebaktian  syukur hari bahari, sehingga hari itu adalah hari yang khusus bagi pelaut dan keluarganya, minimal sang isteri dan anak menelepon dan menginformasikan berita ibadah hari bahari ini kepada  mereka yang berada dilepas pantai dan lautan  lepas  samudera raya akan dikuatkan imannya dalam menjalani tugas  baharinya itu.

PASTORY EIRENE DIAPIT OLEH EMPAT BUAH  KAFE.

Sejak pukul 17.00 hiruk pikuk, mundar mandir petugas kafe yang sering kali melewati pastory dimana ia tinggal, dan tak jarang terdengar lagu rohani, sambil berjalan bernyanyi tanda bahwa ia adalah orang Kristen.

sering terusik dengan bunyi musik yang menggetarkan sendok dan garpu di Pastori Irene

Bahkan ada kafe yang bernama “ tou mou tou” berada pada deretan pastory arah timur kira-kira 75 meter dari pastory, sehingga dimalam hari suasana sekitar pastory seperti pasar malam, para premanlah yang menguasai sekitar halaman dari radius 75 meter lingkaran kafe-kafe itu.

Kebaktian dalam kafe pernah diadakan karena salah satu pengurus kafe kehilangan anggota keluarganya untuk selama – lamanya atau meninggal dunia, dimana pengurus itu adalah warga jemaat eirene tanjung periok

Pelayanan rohani juga diadakan, gereja dan para pelayannya memperhatikan mereka, sesuai dengan kebutuhan rohani dan pelayanan kepada mereka sebagai umat Tuhan

Pada suatu malam terjadi keributan didepan pastori yang dapat ditonton dan didengar dari lantai dua pastory, dari dua pemuda  yang setengah berteriak mau saling menikam dengan pecahan botol bier, siwanitanya  datang  melerai dan memeluk mereka dan mengatakan “ingat Tuhan Yesus” …berarti  mereka adalah orang Kristen.

Inilah kenyataan dan situasi jemaat pelabuhan yang keras dan kaku, karena pelaut-pelaut itu haus akan hiburan, dimana rohaninya kering, mereka diombang ambingkan gelombang laut siang dan malam, sehingga  ketika mereka turun kedarat wajar mencari hiburan kata seorang pelaut, tuturnya sembari membela rekannya  yang pesta  dikafe – kafe ini

Dari suasana itulah maka majelis jemaat gpib eirene menjawab  kebutuhan rohani ini dengan   membuka ibadah hari minggu malam jam 19.00 wib, untuk menjawab masalah  dan pergumulan mereka ini dan ibadah  jam 19.00 ini  gedung  gereja penuh karena banyak pelaut yang turun dari kapal ketika bersandar dipelabuhan internasional tanjung periok, bahkan tak jarang ada koor dan vocal group dari pelaut yang melapor untuk memuji nama Tuhan dalam ibadah minggu sebagai kesaksian dan pujian kepada Tuhan.

Iklan

Tentang theonatumnea

saya pendeta dan petani. .... sudah menikah dan punya tiga anak serta dua cucu . nama blog saya : "Kembara kehidupan seorang Theofilus natumnea". Ada 9 seri yaitu 7 seri umum serta 2 seri khusus dapat dibuka dengan kunci theonatumneawordpress.com Menceriterakan tentang kelahiran, sekolah, dari desa ke kota serta sekolah theologia, pengalaman hidup dan pelayanan, serta kuasa Tuhan yang saya alami dalam hidup sepanjang pengalaman ; pelayanan tsb untuk hormat bagi nama Tuhan....... gbu amin
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

8 Balasan ke Seri VI: DARI BATAVIA I – TMII KE BATAVIA II ( TANJUNG – PRIOK ).

  1. Inikah seri VI ? Ya….menantikan kunjunganmu untuk membaca dan silahkan tinggalkan komentarmu

  2. Ferry Steven Eyack berkata:

    Pdt Theo, membaca seri ke V1 ini begitu menarik dan terus terang saya sangat kagum dengan apa yang sudah Pdt Theo lakukan dalam pelayanan semasa menjadi Pendeta, saya tidak menyangka kalau begitu banyak pengalaman dalam perjalanan pelayanan Pdt Theo yang keliatan begitu bersahaja, klu saya bandingkan dengan Pendeta yang lain saya tdk dapat berkata-kata lebih banyak lagi. Luar biasa dasyatnya demikian juga dengan ibu,benar-benar pasangan yang dapat menjadi teladan dalam membina keluarga dan pelayanan. Saya teringat dengan Firman TUHAN; Mazmur 91:11,” Sebab Malaikat-Malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau disegala jalanmu.” dan Mazmur, 91:14, “Sungguh hatinya melekat kepada-Ku,maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.” Teruslah melayani TUHAN, maju terus dalam pelayan, TUHAN pasti mengenal benar anak-Nya yang dengan hati yang mulia benar-benar melayani-Nya dan akhir kata, TUHAN kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga pdt Theo yang berulang-ulang telah menyegarkan dan menyenangi hati TUHAN, HaleluYah Amin

    • theonatumnea berkata:

      Pak Ferry steven Eyack ykksh…. dalam Tuhan Yesus, Kekuatan, hikmat, daya tahan dan kejelian untuk melihat suatu dalam perspektif kedepan berdasarkan visi dan misi dalam pelayanan gereja Tuhan khususnya di gpib ini datangnya dari Tuhan, yang telah membentuk hambaNya begitu rupa, diambil dari sebuah desa yang silit dan biasa memelihara / mengembala ternak sapi dalam suka dukanya dan mulai sekolah: menghadapi perjuangan yg keras harus jalan kaki 5 km ke Baun ibu kota kerajaan Amarasi dan ketika smep di kupang harus dari kupang mau ambil bekal jalan lagi 30 km , tinggal sendiri dan menumpang sama orang lain dengan dinamika yg diterima, rupanya itulah permulaan pembentukan Tuhan dalam hidup ini sampai ketika penempatan perdana mau minta dan menerima tempat pelayanan pertama yang paling sulit didaerah istimewa Aceh, tak terasa dan tak disangka ….itulah cera luar biasa Tuhan membentuk hambaNya dalam sekolah Tuhan dilapangan dari yang tidak berguna dan tidak berarti menjadi arti sehingga kalau melihat sisi pelayanan jelas sekali visi misi untuk Tuhan Yesus. Kiranya Tuhan Yesus terus menguatkan dan membentuk hambaNya agar secara jernih pula masih tajam pandangan arah kedepan, sehingga menjadi arti, berkat dan membagikan kasihNya kepada teman-teman melalui pelayan dalam waktu yg tersisa ini dan dalam tulisan kecil ini. Terima kasih atas penguatan dan penajaman ini, pasti ….dan pasti dalam diri pa Ferry Eyack tersimpul panggilan yang sama yaitu untuk Injil Allah dan nama Tuhan Yesus, serta punya visi misi yg sama, sehingga mampu menganalisis dan mengkritisi tulisan kecil ini yang tetap terbuka untuk siapa saja dan kapan saja yg membaca dan mencernanya untuk kemuliaan namaNya : Doa : YA YESUS BERKATILAH KAMI SEMUANYA UNTUK MENYERAHKAN HIDUP DAN DAN DIPAKAI TUHAN DALAM PELAYANAN TUHAN YESUS UNTUK MEMBANGUN JEMAATMU SERTA SEMUA PEMBACA YG BELUM MENERIMA ENGKAU SEBAGUAI TUHAN DAN JURU SELAMAT …. MASUKLAH DALAM HATI MEREKA …BAHARUILAH DAN TINGGAL TERUS DENGAN ROH KUDUS MU TUHAN …. PAKAILAH KAMI SEMUA SEPERTI HAMBAMU DAN PA fERRY EYACK UNTUK MELAYANIMU. DALAM NAMA YESUS AMIN

  3. theonatumnea berkata:

    BIARLAH SEMUANYA ITU ADA DAN TERJADI UNTUK HORMAT DAN KEMULIAAN BAGI NAMA TUHAN. DAN MEMANG……. HANYA KARENA DIA….. YESUS YG MEMBUAT DAN MENGOPERASIKAN SEMUA ITU MELALUI HAMBAMU INI TERPUJILAH TUHAN YESUS AMIN

  4. Sungguh menyenangkan dan mengagumkan membaca kisah pelayanan bpk Pendeta di berbagai gereja GPIB di tanah air ini. Semoga kiranya bpk Pendeta tetap setia dalam pelayanan walaupun akan memasuki masa pensiun dg terus memberi pembekalan dan tips kepada pendeta muda, penatua dan diaken dalam menjalankan tugas pelayanannya sehingga tidak mudah diombang ambingkan oleh masalah dunia dan tetap setia spt bpk pendeta.

    • theonatumnea berkata:

      Pa Fredy Aritonang ykkh ! Bila kurenung kembali semua yang ku lewati, maka terheran-heran, bukan kemampuanku, tetapi hanya karena kuasa, kasih karunia dan penyertaan Tuhan, atas anakNya yang penyerahan dan penyerahan kepada Tuhan.

      Semuanya yang telah diperbuat itu hanya kemampuan dan kuasa Tuhan dalam karya RohkudusNya yang telah memimpin dan memberkati hambaNya, karena itu perlu nilai ketaatan dan penyerahan tanpa pamrih kepadaNya yang memanggil untuk menyelamatakan, dan mengutus sehingga kita berada dalam kooridor kehendakNya

      Tantangan selalu ada , marilah kita memfilter dengan iman dan terang firman Allah sambil mengikuti perkembangan zaman dan menyuarakan pembaharuan dunia ini bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat dunia yang telah menjadi Tuhan dan juru selamat kita amin

  5. Vanessa Siahaan berkata:

    Mendapat tugas katekesasi untuk membaca blog bapak pendeta sangat menyenangkan. Melalui pengalaman2 bapak pendeta, saya sebagai pembaca belajar bahwa semakin kita ingin melayani Tuhan semakin banyak hambatan, masalah, tekanan dari siapa saja. Tetapi melalui cerita-cerita bapak juga, kita dapat belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin bukan hanya dalam sebuah gereja, tetapi menjadi pemimpin dimanapun kita berada.. Sebagai pemimpin gereja, bapak juga mengajarkan kita untuk saling bertegur sapa dengan orang-orang dilingkungan kita tinggal ataupun bekerja. Karena dengan menjalani kekeluargaan dengan siapapun, maka akan ada kedamain dalam masyarakat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s