Seri VII: DARI BATAVIA II/TG.PRIOK KE BETAWI-BEKASI

Foto bersama salah satu personil "Betawi Bermazmur" tanda sudah tiba di Betawi Bekasi

Foto bersama salah satu personil “Betawi Bermazmur” tanda sudah tiba di Betawi Bekasi

PEMBUKAAN PERSIDANGAN SINODE GPIB DI ISTANA  NEGARA

Hari itu  seperti mimpi, karena tidak pernah terbesit  dan terpikirkan,  kapan dan kapan  bisa masuk istana negara tempat kediaman resmi presiden republik  Indonesia,  bahwa dalam rangka Persidangan sinode gpib,  maka semua peserta mendapat kartu khusus untuk  masuk istana Negara, karena disanalah dibuka secara resmi persidangan sinode gpib oleh presiden R>I    B.J. Habibie,

Pendeta Theo Natumnea  sebagai ketua majelis jemaat gpib Eirene –  Tanjung periok  dan wakil ketua mupel  Jakarta utara,  tentu termasuk didalam  rombongan tsb   adalah utusan resmi  untuk mengi –

kuti  pidato pembukaan  persidangan sinode gpib tsb dan….ketika  selesai pembukaan  adalah kesempatan berfoto bersama presiden B.J Habibie, itulah  kesempatan untuk berjabatan tangan seusai pembukaan persidangan diistana Negara   Republik Indonesia tercinta ini

Pdt. Theo bersalaman dengan Presiden Habibie ketika pembukaan persidangan sinode di istana negara Jakarta

Pdt. Theo bersalaman dengan Presiden B>J. Habibie ketika pembukaan persidangan sinode di istana negara R.I di Jakarta

Arahan presiden dalam pembukaan persidangan tsb agar semua peserta  dapat menyelesaikan  acara  persidangan ini dengan  selamat, aman , rukun dan damai, karena dalam suasana rukun dan damailah maka kita bangsa Indonesia dapat melanjutkan  pembangunan, sebab dalam keadaan tidak rukun  jangankan membangun !,  yang sudah dibangun pun dibakar dan dihancurkan dan habis semuanya, oleh karena itu  lanjut presiden agar memelihara kerukunan intern gpib, intern umat  beragama (kristen)  dan antar umat beragama  serta  bersama masyarakat dan pemerintah negara kesatuan republik Indonesia yang kita cintai ini.

Bahwa salah satu kebutuhan manusia, termasuk gereja dan bangsa Indonesia yang besar ini adalah rasa aman, selamat, damai, dlsbnya,  hal ini kitalah penjaga gawangnya dan yang harus ciptakan  suasana damai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk membangun  Negara Indonesia  seutuhnya  yang kita cinta ini

Saya percaya, demikian tekanan presiden dalam sambutan pembukaan persidangan sinode gpib  ini bahwa “Tuhan pakai para pemimpin  gpib sebagai patner pemerintah untuk membawa perubahan  & membina warganya untuk berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia dan menciptakan kerukunan yang sementara giat-giatnya kita mulai kembali sehabis suasana yang tak menentu, dan bahwa badai pasti berlalu, melalui prilaku yang kita ciptakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

MENYAKSIKAN   WISUDA ANAK I  &  ANAK II .

Suatu kebahagiaan yang tiada taranya, Tuhan ijinkan bagi pasangan Pendeta Theofilus Natumnea dan Ny.Nelly Natumnea – Lilipaly, secara berturut – turut dua tahun  menghadiri  anak I & II  diwisuda sarjananya ditempat yang sama  yaitu Convention Hall Senayan Jakarta

Puji Tuhan, Yeni menerima gulungan Ijazahnya dengan lulus Kumlaude

Puji Tuhan, Yeni menerima gulungan Ijazahnya dengan lulus Kumlaude

Suasana bahagia bercampur gembira dalam menghadiri wisuda anak  pertama  Jeanne  Pauline Manechan Natumnea, ketika sudah duduk di tribun sambil melempar senyum dalam obrolan santai dan menanti pengumuman,  penatua Sinlae yang adalah majelis jemaat  gpib Gratia  Bekasi menepuk bahu pendeta Theo sambil memberi ucapan selamat dan mengatakan :” selamat, puji Tuhan: Jeanne Paulinne Natumnea…. anak bapak  termasuk   lulus cumlaude

Benar ucapan pak Sinlae ini, terbukti setelah diperiksa di  buku acara,” nama Yenny ” telah tertera dalam kelompok cumlaude dan ketika dipanggil untuk diwisuda  mereka  di beri tanda khusus  3  orang  mewakili sarjana ekonomi akuntan & manajemen dari 1500 sarjana  Universitas Kristen Indonesia, nama Natumnea anak timor – Amarasi-Baun- Nubraen ini terangkat kepermukaan, yang sejajar dengan seorang anak Batak dan seorang anak Cina teman sekuliahannya di Universitas Kristen Indonesia – UKI   diwilayah Cawang  jakarta

Setahun kemudian atau tahun berikutnya  anak kedua yaitu Orry Regina Natumnea  diwisuda ditempat yang sama Convention Hall Senayan, namun dari perguruan yang berbeda yaitu “Perbanas” kuningan  untuk sarjana ekonomi akuntan dalam status kelompok  cumlaude juga, walaupun  ia  tidak ikut maju kedepan  seperti kakaknya Yenny Paulinne Natumnea

Diwisuda dalam status yang sama dan gedung yang sama dari Perbanas di Convention Hall Senayan Jakarta

Diwisuda dalam status yang sama dan gedung yang sama dari Perbanas di Convention Hall Senayan Jakarta


 Dari siapakah   datangnya hikmat itu  dan kepada   siapakah  yang harus menerima  pujian itu  ?  Semuanya itu dari Tuhan dan untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan Yesus, kiranya  mereka dapat mengabdikan dan  mengabadikan  ilmunya untuk  masyarakat  dalam  pengabdian hidup pribadi, keluarga dan  pelayanan mereka dalam melayani Tuhan Yesus dimana  ia berada, itulah doa  seorang Theofilus  dan Neeltje  yaitu  sang ayahanda dan ibundanya yang tercinta Theo  dan Nelly ini

 

 SYUKUR : NIKAH PERAK & 25 TAHUN  PENDETA,  DI JEMAAT GPIB EIRENE TANGJUNG PERIOK.

Puji Tuhan, tak terasa dan tak disangka  kembara kehidupan ini,… sudah jauh  ….” dilanda  kasih Allah “….. dalam rumah tangga &  pelayanan  yang telah berusia 25 tahun. Ia  mempersunting  putrinya mantan  walikota Balikpapan,    bpk Piter Lilipaly dan ny. Paulina Lilipaly – Hitepeu,  yang juga mantan anggota DPR tkt I Kaltim  itu …..  yang bernama  Neeltje Petronela Lilipaly  dan ….menikahinya  di Balikpapan, 25 tahun yl, atau tepatnya pada tanggal 23 April 1977

Seiring mahligai rumah tangga & pelayanan  sepanjang 25 tahun  mereka telah menjalani  hidup keluarga  dengan suka dan duka, pahit getir  & manis  kental, naik  turun gunung, melewati  ombak dan gelombang laut yang menggulung dari Balikpapan,…. Sabang dan Banda Aceh,……..Banjarmasin,….Semarang,…… Bintaro  – Jaya Banten,…..Tmii-Lubang Buaya Jakarta timur, hingga hari itu tidak berlebihan,  bahkan patut disyukuri  pelayanan  kependetaannya & syukur  nikah peraknya berlangsung  hikmat  dalam perenungan  firman Tuhan, disaat berada di kota pelabuhan Tanjung Periok Jakarta utara

Undangan   didesain dan disampaikan   oleh ketiga putrinya Yenny, Orry dan Nani , yang konon  waktu itu …mereka adalah “panitia kecil” untuk papa dan mamanya tercinta, dihari yang bahagia  dan bersejarah ….. yang takkan terlupakan  bahkan tak   berulang kembali sepanjang  hayat dikandung badan ini

Palayanan firman Tuhan diambil dari Ayub……. dalam pengalaman iman dan hidupnya  serta  campur tangan Tuhan untuk keluarga Ayub…  dalam pergumulan dan pemulihan mengalami penyertaan Tuhan  dan yang luar biasa  menjadi teladan  beriman kepada kepada umat PL zaman purba,  yang dibawakan oleh Pendeta Cornelius Wairata yang konon adalah mentor  sewaktu   masih vikharis dan wali/ orang tua di pihak pdt Theo Natumnea  ketika   ia  menikah diBalikpapan kota minyak itu

Acara dihadiri oleh berbagai pihak sekitar warga jemaat,    …keluarga   ….dan  handai – taulan , baik warga jemaat Eirene, utusan jemaat gpib pelita dan juga tidak ketinggalan utusan  jemaat gpib filadelfia bintaro jaya  yang pernah melintas  pelayanan rohani disana, keluarga besar,……….  dan  sangat membahagiakan tampak hadir ny. Beth Abineno  ( isteri alm.  Prof DR. J.L.Ch. Abineno )  dari Bintaro jaya yang kampungnya berbatasan di Timor – Amarasi sana!,    Marthen Amtiran   adalah  motivator,  penyemangat hidup  serta pemerhati    bagi semua anak Amarasi, ketika masih sekolah di Kupang   – NTT…..nun  jauh   sana    di ufuk   timur……matahari terbit  ( mansi nsae he’ nan )

Suasana tidak berlebihan namun dipenuhi dengan  puji-pujian paduan suara/vocal group  dari sektor-sektor jemaat Eirene , khusus sektor viktory  menyanyikan nyanyian   ” pelayan  dalam ladang Tuhan tak mengenal lelah ”  yang ikut memberi semaraknya  syukuran ini , bahwa Tuhan telah membuat perkara besar dalam kehidupan pelayanan sepanjang ” kembara  kehidupan seorang theofilus natumnea”…Ny Neeltje Natumnea – Lilipaly yang hari itu disebut  keluarga  bersinar dan berbinar  percikan  p e r a k di tahun perak dalam  pelayanan &  pernikahannya, karena kasih sayang Tuhan Yesus Kristus

Layaklah mereka berkata : Pujilah Tuhan, sebab Ia baik, bahwasanya untuk selama-lamanya sampai selama-lamanya kasih setia Tuhan; band.terlintas  Mazmur 136 : 1-26

SYUKUR 25 TAHUN  PENDETA/MELAYANI SEBAGAI  PENDETA GPIB

Waktu terus berlalu, seiring kesibukan pelayanan semakin bertambah, sejak ditahbiskan menjadi pendeta di jemaat gpib Maranatha Balikpapan,  tidak pernah terputus pelayanan menjadi pendeta/ketua majelis jemaat gpib, bahkan terlintas pernah merangkap dua jemaat,  menjadi pendeta/ketua majelis jemaat untuk ” jemaat gpib Sabang dan jemaat gpib Banda Aceh ” selama empat tahun, suatu kepercayaan yang diterima dari Tuhan melalui  sk majelis sinode gpib yang tidak pernah  berulang kembali rangkap:  tugas dan jabatan definitif tsb dalam lingkaran tahun kedinasannya, kecuali masa transisi merangkap juga jabatan empat bulan pendeta/ketua majelis gpib Imanuel Semarang dan pendeta/ketua majelis jemaat gpib Filadelfia Bintaro jaya – Banten dimana dalam menjalankan tugas harus  pulang pergi tiap dua minggu selama empat bulan itu, karena sudah terjadi serah terima jabatan dijemaat Filadelfia Bintaro Jaya – Banten, tetapi belum  serah terima jabatan di Imanuel Semarang

Syukur pelayanan/pendeta   selama 25 tahun  ini bersamaan dengan syukur nikah perak, sehubungan dengan waktu peneguhan kependetaannya dengan peneguhan/pemberkatan nikahnya hanya beda sebulan, dimana, pada tanggal 23 maret peneguhan pendeta, dan sebulan kemudian  yaitu,  23 april  peneguhan/pemberkatan nikahnya tahun 1977  yang terkesan manis , madu dan  singkat terkesan perkenalannya itu

Selama 25 tahun pelayanan, suka-duka, pahit-manis serta getirnya tantangan    &    pergumulan sudah dilalui, dipandang sebagai  sarapan sehari – hari, “sekolah Tuhan dilapangan” dimana apa yang dialaminya  tidak pernah/akan terulang dan tidak pernah/akan  dilupakan selama hanyat dikandung badan, bahkan kisahnya memberi semangat yang terus menerus sehingga ketika  ada kekurangan  dilengkapi oleh Nelly sang isteri dan ketiga anak : Yenny, Orry dan Nani pemberian Tuhan yang tak terhingga dalam kebahagiaan rumah tangga mereka berdua.

Ketekunan, ketabahan dan kesetiaan seorang isteri melengkapi seorang pendeta bernama Theofilus natumnea ini, maka lengkaplah ketabahan yang diterima dari derita pelayanan, sukacita –   kemenangan &  berkat  dari Yesus serta kebahagiaan keluarga yang dibungkus dengan kuasa Tuhan Yesus  yang menyertai mereka dari rencong aceh sampai dentuman senjata batalion arhanude, desingan pasir putih  ancol serta semaraknya stom kapal laut tanjung periok dimana bunyi lonceng gereja dilentingkan 25 kali …pertanda   “ 25 tahun pelayanan pendeta Theofilus Natumnea di gpib “ telah dilalui dalam anugerah Tuhan Yesus Kristus

Diakui bahwa tanpa dukungan penuh seorang nelly sang isteri terkasih dan  ketiga putrinya (trio srikandi natumnea), khususnya tanpa kuasa Tuhan yang menjamah hati  dan membentuk  jiwa raga dengan kuasaNya, maka tak dapat selangkahpun ia mampu menjalaninya, dkl setelah 25 tahun melayani bahkan setiap keberhasilan pelayanannya, maka  selangkah ia  mundur kebelakang dan melihat, bersykur  serta  berkata: “ hanya karena Tuhan, aku dapat menjalani, melayani dan  melalui  serta melaksanakan semua ini ” terpujilah  Tuhan Yesus amin

DINYATAKAN SAKIT  OLEH Dr YUDIARTO di RS MITRA KELUARGA KELAPA GADING

Seperti nubuatan  Ayub  terlintas  dalam pemberitaan firman Tuhan dihari syukur pendeta   & nikah perak , setelah menjelang  beberapa bulan, kedua suami isteri ini pergi ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading; Hari itu mereka bertemu dengan Dr Yudiarto, karena beliau adalah mantan warga jemaat  gpib maranatha Banjarmasin, sudah kenal  dan akrab serta familiar,  dimana dalam pemeriksaannya,  Theo akan kontrol syaraf  karena dr Yudiarto adalah ahli syaraf, tetapi karena ia melihat gejala yl, maka ia meminjam alat  pemeriksaan jantung pada temannya dan memasang alat itu serta memeriksanya, kemudian ia menyerahkan kepada  dokter jantung untuk membaca data-data itu diana sudah ada gangguan jantung

dr. Danny adalah ahli Syaraf mantan jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin, secara tiba-tiba iya meminjam alat untuk memeriksa Pdt. Theo

dr. Danny adalah ahli Syaraf ,  mantan  warga  jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin, secara tiba-tiba ia meminjam alat…….. untuk memeriksa Pdt. Theo


Ternyata ada kecurigaan tentang sakit jantung  ini dan tepat alisisnya, sehingga  ditemukan sakitnya lebih dini  dan diserahkan kedokter  ahli jantung tepat pada waktunya sehingga cepat penanganannya, bahwa: “bagi Tuhan tidak ada kata terlambat” dalam pelayanan dan juga dalam pemeriksaan kesehatan pendeta Theo yang pernah melayani Tuhan ditempat yang paling sulit yaitu daerah istimewa aceh / nangro -aceh darusalam…. serambi mekah dan  serambi medina  banjarmasin – martapura   ini

Maksudnya mau diserahkan kepada Dr Sari Mumpuni ahli jantung  yang adalah temannya, tetapi karena ia keluar negeri dalam kedinasannya, maka ditangani oleh dokter yl sampai Dr Sari Mumpuni kembali, baru diserahkan kepada beliau.  Dalam penanganan  dari waktu kewaktu  Dr Sari menganalisis kesehatan jantungnya secara teliti , suatu ketika ia……Dr Sari  Mumpuni berkata : apakah pak pendeta Theo  masih mau melayani dengan baik ? Ya kata pendeta Theo ! sambung dr. Sari, kalau masih mau melayani  Tuhan  dalam jangka panjang berarti harus operasi….pendetaTheo berdiam sejenak sambil berdoa dalam hati dan tenggelam dalam keheningan……. Sambung  dr Sari ok…pak Theo ?   lalu pendeta Theo katakan :  berikan saya  waktu untuk  berpikir dan bergumul dokter!   Dokter katakan:Ya…ya .. saya mengerti, karena  ini adalah operasi besar………. !

Pendeta Theo dan Nelly sang isteri sambil pulang dengan suatu beban pergumulan sambil bertanya pada Tuhan: apakah operasi atau tidak… apakah operasi   atau tidak ….apakah operasi atau  tidak….? minta pimpinan Tuhan sambil berobat, ada penawaran urut reflekasi pakai garam, refleksi khusus dll pikiran agak kacau, sehingga ajakan orang untuk sembuh tanpa operasi ikut saja sambil  berdoa  asalkan tidak ada kuasa kegelapan  sembari menenangkan diri, akhirnya tiga bulan tak terasa  sudah berlalu,  ia berketetapan hati  untuk mengikuti anjuran Dr Sari Mumpuni supaya operasi ke Rs Harapan Kita

Setelah melalui pemeriksaan intensief “katerisasi” diketemukan bahwa ada tiga vena… saluran darah untuk menyuplai  darah kearah jantung tersumbat dan salah satunya  hampir penuh  90 sekian %, maka apa yang disarankan  dr Sari ini benar, sebab tidak ada jalan lain kecuali harus melalui operasi  by pass, jika melalui jalan “pasang cincin”  agak membayakan saran dokter Sari, yang adalah warga gereja Katholik, tapi sering masuk ke gpib Filadelfia karena sang suami dr George  adalah anggota jemaat gpib Filadelfia, dimana  pendeta Theo pernah melayani lima tahun disana.

OPERASI JANTUNG DI RUMAH SAKIT  HARAPAN KITA

Setelah diadakan  pemeriksaan teliti yaitu katerisasi dan foto katerisasi dipelajari berulang-ulang,  maka dipastikan  harus operasi by pass dan pendeta Theo sudah  berketetapan hati  untuk operasi, maka harinya tiba untuk menuju ke rumah sakit, hati hanya penyerahan kepadaNya seperti yang diajarkan dan dinasehatkan kepada warga jemaat yang sakit dan mengahdapi operasi, serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab ialah yang memelihara kamu I pet 5: 7 , bahkan serahkan dalam doa, dan permohonan dan ucapan syukur pilipi 4:6…..kini ayat-ayat ini  berlaku  untuk  dirinya dan seperti terbayang dimuka pdt Theo “ kalau dulu kau menasehati  dan menguatkan orang lain, sekarang  ayat-ayat ini berlaku untukmu,  “ bisikan yg sangat dan halus dari Tuhan “.

Diadakan tindakan operasi Baypass oleh dr. Syaiful dan tim dokter yang lain

Diadakan tindakan operasi Baypass oleh dr. Syaiful dan tim dokter yang lain

Setiba di  rumah sakit  harapan kita masuk ke ruangan  ….dan pindah ke intermedit untuk persiapan segala sesuatu dan pindah lagi keruangan tunggu untuk  berdoa bersama keluarga dan majelis jemaat gpib Eirene , lalu didorong keruangan operasi, semuanya sudah berwarna hijau, baik pakain para dokter, perawat dan asisten yang ada disekitarnya.

 Bisikan doa  ” Tuhan menyertaimu ” tak putus- putus dari ruangan biasa  sampai di intermedeit dan ruang tunggu, tak henti-hentinya   dukungan doa dari teman-teman, warga jemaat, teritimewa keluarga yang dicintainya, silih berganti tiada hentinya dengan kalimat “serahkan pada Tuhan, Ia menyertaimu”, bahkan tiba-tiba diruangan persiapan yang semuanya serba hijau pakaiannya tiba-tiba ada suara yang mengatakan “ tenang pak pendeta”,  ia angkat muka dan melihat kearah datangnya suara itu, ternyata dr Anakota adalah dokter anastesi yg kenal temannya dokter yl, ia adalah  warga jemaat gpib eirene dan masih ada hubungan keluarga  dari nelly sang isteri karena nenek dari Nelly sang isteri pdt Theo adalah Anakota juga, pertolongan Tuhan tepat pada waktunya dan tidak ada yang terlambat

Kehadiran dr Anakota ini adalah  pertanda ada yang dikenal di ruangan yang serba hijau ini, hatipun  lega &  reda dari gejolak  perasaan yang tak menentu ini. Dokter yang lain  sambil suntik bertanya : asal dari mana ?…dijawab pdt Theo  ….asal dari timor…..sambung  doker ….hasil    apa    yg    dikenal    ditimor ?…..pdt  Theomenjawab :….sapi….cendana…   !   lalu hilang…hilaaaaang diawan-awan……. pertanda suntikan itu adalah suntikan anastesi – obat bius untuk operasi, dia…Theo..  sudah lunglai tak sadarkan diri    dan tidak tahu lagi.

Menurut  nelly sang isteri  tercinta sempat  menonton di video jalannya operasi atas ajakan kepala ruangan  operasi yang adalah keluarga dari ambon, tetapi      ” maksud  hati memeluk gunung  apa daya tangan tak sampai  ” , untuk menonton tidak tahan, hanya beberapa menit  menonton jalannya operasi, apa lagi yang dioperasi adalah  Theo sang suami tercinta…………. karena  memang  tidak tahan melihatnya, hanya doa, …doa… dan doa… saja, sambil menunggu  dan menunggu karena lamanya operasi lebih dari 12 jam

Semua  anggota keluarga hilir mudik apa lagi anak-anak, perasaannya tak menentu terlebih isteri tak dapat diungkapkan apa yang ia rasakan dan pikirkan, hanya berkata :  Tuhan….Tuhan.. dan Tuhan…. tolonglah suamiku Theo yang masih mau melayani dijemaatMu ini….demikian juga iman anak-anak cukup mendukung dengan semangat mereka bertiga, …….”trio srikandi ini ” berdoa dan menyerahkan kepada Tuhan pemilik hidup ini didalan nama Yesus Kristus

Semuanya lega, karena berita gembira bahwa  selesai operasi dan dorongan kereta pasien operasi  menuju keruang  iccu, doa mereka berubah posisi & arah,  doanya ialah supaya cepat pulih dan sadar tepat pada waktunya, akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba, iapun  s a d a r    dan  siuman dari tahap ketahap sampai sadar sempurna, semuanya senyum dan bisikan  silih berganti dalam doa dan harapan agar pulih secara sempurna

BERTEMU YESUS DALAM IBADAH diGEREJA, KETIKA KOMA DUA HARI DAN  Y E S U S  MENJAMAHNYA

Peristiwa ini mengagetkan semua orang terutama kaum keluarga, karena tiba- tiba ia tidak sadar, ketika menerima infuse tambahan obat dari dr Tani siregar ( seorang dokter wanita dalam rombongan praktek ) pada hal sebelumnya sempat ngobrol dengan perawat dari aceh dan bersenda gurau, tapi apa boleh buat datangnya tiba-tiba,  tak disangka dan tak diduga ia (pendeta Theo) langsung lunglai tak berdaya,  bahkan tak sadarkan diri.

Yesus datang dan menjamah Pdt. Theo saat itu Ia sadar dari komanya selama 2 hari

Yesus datang dan menjamah Pdt. Theo saat itu Ia sadar dari komanya selama 2 hari

Hal ini membuat sibuk para dokter dan para perawat, apa lagi  kaum keluarga, berita ini telah  tersiar  bahwa ia sudah koma dalam status perawatan  di – iccu rumah sakit Harapan kita setelah operasi;    teman,    handai tolan , keluarga dan warga jemaat  semuanya berdatangan tapi tak bisa masuk kerena dibatasi oleh dokter agar  o – 2 /udara disekitarnya tidak boleh dirampas oleh mereka yang sehat, apa lagi ia sementara  diinfus tambahan h 2 o dllnya

Apa yang dialaminya selama  koma ?  atau apa pengalamannya ketika tidak sadarkan dir  selama dua hari lamanya ?    Ya…..memang  apa yg dialami   itu…. tidak sadarkan diri, tetapi juga perjuangan berat……….. Tahukan anda bahwa dirumah sakit harapan kita  hampir setiap hari darah yang tertumpah dari para pasien cukup banyak ? Darah adalah nyawa baik mereka yang berhasil operasinya maupun yang tidak berhasil………….. !  Pernah dengarkah pengalaman  pendeta Theo Natumnea  tentang banyak melepaskan warga jemaat dari kuasa kegelapan,  kuasa dukun, kuasa jimat dlsbnya, dimana  yang dilawan  adalah iblis  ?

Dari dua latar belakang ini, sarat dengan  serangan – serangan ketika lemah dan tak berdaya, kesempatan  serangan balik itu datang dari iblis  untuk menyerang siapapun orangnya, dan memang ketika  itu secara naluri pendeta Theo tak sadarkan diri, disitulah datang serangan dalam berbagai penglihatan yang mengerikan. “ada semacam kepala-kepala manusia yang hinggap dijendela,… disamping horden, …….. dan dilangit-langit kamar,…. ada yang  berkulit  putih, hitam, sawo matang dll, semuanya berkerumun membuat pendeta Theo ini tak berdaya, tapi ia selalu berseru: “ dalam nama Yesus, nyahlah engkau hai iblis” “dalam nama  Yesus sadarkanlah  hambamu ini” dan ” dalam nama Yesus  saya pasti menang”, sambil bergulat luar biasa, bukan dengan kekuatan manusia, tetapi dengan kekuatan dan kuasa lain karena itu  dalam nama Yesus adalah kuasa dan kekuatan Tuhan Yesus  yang melebihi segalanya

Akhirnya bertemu dengan  Tuhan Yesus dalam suatu ibadah disebuah gereja kecil seperti gereja gpib Sabang, Tuhan Yesus sementara berorasi dalam khotbahNya tentang:  Akulah gembala yang baik” Yoh 10:11 dan “Aku datang untuk mencari orang berdosa” dan   “Bukan kamu yg memilih Aku  yg enetapkan kamu tetapi Akulah yg menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap” Yoh  15:16 dstnya, nats alkitab yg terakhir ini adalah nats sidi di gmit timor pada waktu ia  disidi dan didewasakan imannya di gereja kecil yang namanya jemaat gmit haleleyah nubraen.

Setelah Yesus berorasi dalam khotbahNya dengan thema-thema tadi, Ia turun dari mimbar dan berjalan  dengan memakai pakaian  toga putih ….Ia berjalan terus….. menuju ke pendeta Theo Natumnea yang duduk dipinggir samping kanan  tengah gereja itu, setelah Yesus tiba  di bangkunya pendeta Theo Natumnea, maka Ia bersalaman  dan menjamah pendeta Theofilus natumnea,  [ yang sejak penempatan perdana sebagai pendeta di Aceh dan Sabang langkah pertama adalah membersihkan dan melepaskan  warga jemaat yang terbelenggu dalam kuasa kegelapan dan  melepaskan mereka  dari kuasa kegelapan itu berupa: jimat dan dukun,  supaya umat Tuhan membebaskan dan memulihkan mereka  dari kuasa-kuasa tersebut  dalam nama TuhanYesus ].

Ketika Tuhan Yesus menjamah pendeta Theofilus ini, disitulah ia sadar dari komanya yang konon katanya sudah dua hari lamanya  tak sadarkan diri ini. Ia siuman dan mengambil alkitab  dibagian pinggir belakang kepala serta membuka alkitabnya tepat  pada Yesaya  46 : 3-4   yang bunyinya sbb: “  ayat 3 Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan yakub, hai semua orang yang masih tinggal  dari keturunan Israel, hai orang – orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang –orang yang kujunjung  sejak dari rahim. ayat 4 sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu, Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus, Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu”

Itulah nats alkitab yang dibacanya setelah ia siuman, sambil menangis dan menceriterakan hal ini kepada  Nelly sang isteri tercinta serta ketiga puterinya, kesaksian ini terus  mengalir  dan merambat didengar semua orang yang datang untuk mendoakaannya, sementara ia masih terbaring dalam pemulihan tahap demi tahap, ia boleh alami semua itu karena kasih karunia Tuhan, walaupun orang  bertanya   ……..bertanya …dan  bertanya:  mengapa…..mengapa…….dan…mengapa hal ini terjadi ? Tetapi ia meluruskan pertanyaan  itu dan berkata : Apa  rencana Tuhan untuk hambaNya ini, mengalami  koma dan bertemu  Yesus ? Pasti dibalik semuanya itu ada rencana Tuhan yang indah bagi anak-anak Tuhan, terutama dalam dirinya yang tidak sempurna ini,  agar terus dipakai dalam pelayanan  guna hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan untuk melayani….melayani dan melayani Tuhan Yesus yang telah menyerahkan diriNya  melayani umatNya khususnya  ia yang dari desa Nubraen  nun jauh sana , dibentuk dan dipakai olehNya untuk pekerjaan Tuhan

DALAM PEMULIHAN PENDETA THEO MELAYANI  PASIEN DIRUANGAN RS. HARAPAN KITA

Tuhan tunjukan keberanian untuk melayani, walaupun masih jalan tertatih-tatih sambil latihan karena masih berada diruangan intermedit atau saat-saat terakhir mau pindah keruangan biasa atas izin perawat ia bersandar ditembok dan membicarakan nama Tuhan Yesus  yang berkuasa , dan bahwa kuasa dan mujizatNya masih berlaku sampai sekarang ini bagi barang siapa yang percaya dalam namaNya

Pelayanan itupun   dibatasi hanya untuk mereka yang meminta doa dan penguatan dalam rangka pemulihan setelah selesai operasi yang sama. Biasanya ada suatu kekosongan dalam hati, karna itu perlu penguatan dari orang lain terutama hamba Tuhan yang siap melayani karna tuntunan kasih dan karuniaNya berdasarka apa yang telah ia alami dalam hidupnya itu, diterimanya dari Tuhan.

Permitaan pelayananpun berlaku bagi siapa saja yang minta didoakan dan hal itu terjadi diuar umat ada yag meminta didoakan  dalam nama Yesus. Terpujilah tuhan kekal selama-lamanya amin

LATIHAN OLAH RAGA  KHUSUS DAN  BERADA DIPASIR PUTIH ANCOL

Bagian dari  pemulihan setelah  berada diruangan,  menggiring mereka  untuk latihan olah raga khusus dari yang ringan sampai yang  sedang dan berat menurut versi  team pelatih, supaya mengembalikan otot – otot yang selama ini kurang  berfungsi, maka mulai digerakan secara rutin  dan perhalan-lahan dari tangan kaki dstnya.

Tiap minggu 2 atau 3 kali Nelly mendampingi suaminya Pdt Theo latihan jalan di Pasir Putih Pantai Ancol setelah memerkir mobilnya dekat rumah keluarga supit

Tiap minggu 2 atau 3 kali Nelly mendampingi suaminya Pdt Theo latihan jalan di Pasir Putih Pantai Ancol setelah memerkir mobilnya dekat rumah keluarga supit

Setelah keluar rumah sakitpun dianjurkan untuk tetap latihan olah raga, karena itu Pendeta Theo tetap berlatih dibawah bimbingan team pelatih di rumah sakit harapan kita  tiap minggu tiga kali yaitu senen, rabu dan jumat,  dites dan lulus sampai tahap mandiri untuk latihan sendiri.

Dalam tahap latihan sendiri ini setiap minggu dua s/d tiga kali ia berlatih dipantai pasir putih ancol, bersama dengan Nelly  isteri tercinta  berdua  parkir mobil dan mulai  latihan jalan sambil ngobrol tentang pelayanan dan keluarga serta semua yang telah dihadapinya karena campur tangan Tuhan…serta yakin dihari yad Tuhan menyertai hambaNya ini dalam hidup serta pelayanan.

BANTUAN IBU MELLIE PIRIEH EKA TJIPTA WIJAYA

Selain bantuan  yang dikoodinir oleh majelis  sinode gpib, atas permintaan majelis jemaat gpib Eirene,  juga bantuan dari   ibu Mellie Pirieh eka Tipta Wijaya yang memonitor dan  memberikan bantuannya

Selain bantuan GPIB melalui Majelis Sinode juga bantuan Ibu Melly Eka Cipta Wijaya untuk mendukung jalannya Operasi Pdt. Theo

Selain bantuan GPIB melalui Majelis Sinode juga bantuan Ibu Melly Eka Cipta Wijaya untuk mendukung jalannya Operasi Pdt. Theo

Suatu pagi telepon pastory berdering dan ada suara mengatakan  hello ! apakah ini rumah pendeta Theo Natumnea ?  jawab Lenci (ponakan) ya.. sambungnya lagi  mohon alamatnya,  karena ibu Mellie akan berkunjung kesana  saat ini….Benar seperti  percakapan telepon sejam kemudian  bersama pengawal yang melaporkan kepadanya bahwa  rumah pastory Pendeta Theo Natumnea…berada  di jln Bugis raya tanjung periok  Jakarta Utara……dan tidak lama  kemudian ibu Mellie tiba

Tidak segan-segan  ibu mellie masuk bahkan turut mencicipi nasi kuning hut pernikahan yang ke 30…yang ditawarkan kepadanya pada hari bahagia itu sambil berdoa, dan….akhirnya   rombongan ini ditutup dengan doa bersama pendeta Theo natumnea dan Nelly sang isteri serta semua seisi rumah  yang ada,  karena anak-anak  semuanya sementara sekolah dan kerja

Disini mau dianalisis bahwa  ibu mellie adalah seorang yang rendah hati dan penuh kasih dalam memperhatikan  pelayanan lanjutan kepada pendeta Theo  seperti seorang hamba Tuhan yang belajar theologia,  bahwa sangat perlu pelayanan lanjutan setelah mereka yang sakit  operasi, untuk mendapatkan pemulihan dan kekuatan dan semanngat baru dari  pelayanan keluarga,  gereja dan dukungan  positip dari sekitarnya adalah obat mujarab yang tidak ada di apotik dan tiada terbeli.

SD  dan  SMP EIRENE BAGIAN DARI  PELAYANAN.

Walaupun hidup segan mati tak mau, melekat pada dirinya tap sekolah ini telah menetaskan putra-putri bangsa yang berguna bagi masyarakat

Walaupun hidup segan mati tak mau, melekat pada dirinya tap sekolah ini telah menetaskan putra-putri bangsa yang berguna bagi masyarakat

SD/SMP  EIRENE  di tanjung periok ini  seperti ibarat  pohon yang tumbuh dipadang tandus “ mati segan hidup tak mau “, apapun istilahnya itulah keadaan sekolah ini, namun sudah banyak menghasil lulusan yang menjadi orang  dalam masyarakat

Dibawah pimpinan  yapendik cabang  eirene yang mengelola sd/smp eirene yang “hidup segan mati tak mau” ini tetap bertahan bahkan menghasilkan lulusan yang menjadi manusia berguna dalam bangsa  Negara dan masyarakat tetap bertahan ditengan badai dan ombak  pinggir pantai tanjung periok, pindaj gedung sana….pindah gedung sini sesuai masa kontraknya  berlaku dan kepentingan pemilik gedung tsb

Prinsip  saling menolong  melekat pada diri mereka yang sudah tamat, sehingga mereka yang telah tamat dan berhasil,  ada yang masih ingat sekolahnya dan  meneteskan berkat Tuhan untuk membangun pengelolaan sekolah  eirene ini ditambah dengan kemampuan siswa-siswi yang pas-pasan  tentu dbantu dari kas jemaat sesuai dengan  program kerja jemaat eirene bidang pendidikan  dan   sekolah yapendik

PENDETA LEKASAPIA MENINGGAL DAN DIKUBURKAN.

Beritanya sangat singkat, ketika sementara  pdt lekasapia  melayani di gedung  sola fide, tiba-tiba diberitakan bahwa  telah dipanggil Tuhan, hal ini sangat mengejutkan seluruh warga jemaat gpib Eirene tanjung periok.

disemayamkan untuk ibadah pelepasan dalam rangka pemakaman Pdt. Pati Lekasapya di gedung Sola Gratia

disemayamkan untuk ibadah pelepasan dalam rangka pemakaman Pdt. Pati Lekasapya di gedung Sola Gratia

Semuanya diatur sesuai dengan prosedur pemakaman seorang pendeta, dimana majelis sinode yang memimpin ibadah  pemakaman tsb, serta partisipasi seluruh warga jemaat gpib eirene.

Hal yang terjadi diluar prosedur ialah ketika  membawa jenasah menuju ketempat pemakaman di  pondk rangon cibubur, semua motor (kendaraan roda dua) masuk  tol tanpa bayar, namun peristiwa  aneh ini direstui oleh polisi lalu lintas yang berada disamping pintu masuk tol tsb

TIAP HUT DIRAYAKAN OLEH JEMAAT EIRENE DALAM IBADAH KHUSUS.

Program Kerja Eirene memuat HUT para Pdt. dan dirayakan oleh Jemaat

Program Kerja Eirene memuat HUT para Pdt. dan dirayakan oleh Jemaat

Suatu kebiasaan yang telah termuat dalam program kerja jemaat, bahwa setiap hari ulang tahun pendeta/ketua majelis jemaat dan pendeta jemaat dirayakan bersama oleh warga jemaat. Hal ini telah tercantum  dalam program kerja jemaat gpib eirene sejak dulu

Dipahami bahwa mereka telah bekerja   setiap hari tanpa mengnal lelah, serta menghadapi tantangan yang harus dipertanggung jawabkan kepada Tuhan dan jemaat, maka tidak berlebihan untuk menerima daulat warga jemaat   agar dirayakan hutnya, sekaligus memakai kesempatan itu untuk mengadakan koreksi diri, sampai sejauh mana  pereratan yang dialaminya bersama dengan warganya  dalam pelayanan di jemaat ini

Tentu pelayanan firman Tuhan diserahkan kepada pendeta yang kiranya dapat membangun rohani umat dan membangun semangat untuk melayani bersama sebagai gereja missioner yang melibatkan seluruh warga jemaatnya untuk melayani Tuhan

MENGHADIRI  WARGA EIRENE YANG DIWISUDA DI STT JAKARTA

menjadi wali orang tua untuk Nita (pemudi Eirene) pada waktu diwisuda di STT Jakarta, karena ayah ibunya di Amerika

menjadi wali orang tua untuk Nita (pemudi Eirene) pada waktu diwisuda di STT Jakarta, karena ayah ibunya di Amerika

Seorang pemudi yang taat, walaupun orang tuanya di Amerika serikat, sejak pergumulannya  untuk sekolah theologia, ia minta doa di gereja dikantor dan dirumah,  bahkan sepanjang masa kuliah dan  pelajarannya ia tetap bertemu pendeta Theo untuk minta dukungan doa, sampai tamat dari  STT Jakarta,  oleh orang tuanya: keluarga Mentang  telepon dari Amerika untuk  sudi menghadiri wisuda anaknya  Yunita Christin Mentang ( N i t a )  a/n ayah dan ibunya atau sebagai wali/orang tua

Seusai acara wisuda, tibalah waktunya untuk bersalam – salaman  sambil mengucapkan  selamat bagi para lulusan sebagai sarjana theologia baru yang berdiri didepan dan didampingi oleh para dosen sebagai pembimbing/Pembina selama mereka belajar.

Pada saat bersalaman Ucapan  terlontar dari seorang dosen dari timor kepada pendeta Theo katanya : “Hai,… masih hidup” ? Memang kondisi pendeta Theo Natumnea pada waktu itu  belum terlalu kuat, namun  harus paksakan diri atas permintaan  Nita dan orang tuanya yang  telepon jarak jauh minta dengan sangat untuk menggantikan mereka sebagai orang tua/wali

Apa artinya ucapan  “  Hai masih hidup “ ? dan mengapa dia  seorang dosen yang konon asal timor ini mengucapkan kalimat yang mematikan ini ? pasti  kalimat ini terlontar, karena dia suka  pandang ; enteng, rendah, pinggir pada orang lain ! Secara spontan  pendeta Theo berdoa dalam hati : ‘Ya Tuhan ampunilah  Pdt DR Haag….  dosen ini, karena ia tidak tahu  apa yang seharusnya  dia diucapkan … dalam nama Tuhan Yesus amin

Mengapa Pendeta  Theo sangat peka mendengar kalimat :  “hai….masih hidup”…? Kalau  kepekaan, semua orang pasti memilikinya, terlebih pada kondisi pdt Theo yang saat itu baru keluar dari rumah sakit karena operasi, tambahan dalam proses operasi itu ia koma selama dua hari ( baca cerita diatas )

Selama keluar dari rumah sakit ucapan warga jemaat dan teman-teman sepelayanan adalah : “Puji Tuhan,  sehat dan kuat untuk melayani Tuhan”, karena itu jika mendengar ucapan seperti bapak dosen dari timor ini , kaget… karena diucapkan oleh seorang Dr Haag, dosen theologia yang membina mahasiswanya untuk menjadi pelayan di gereja dan jemaat

Jika kita menganalisis kata-kata ini yang terucap pada saat  mereka berdiri dan menerima salaman diantara para sarjana theologia baru, maka ucapan ini tidak perlu keluar dari mulut seorang doctor theologia….pendeta Theo teringat  kata-kata seorang filsuf : “ mulutmu, harimaumu” ..apakah dia latah atau pandang orang lain rendah dan hina ? hanya Tuhan dan dia yang tahu ! sebenarnya kata-kata  simpati dan empati yang diharapkan oleh seorang yang baru selesai menghadapi pergumulan berat, tapi itulah …dia juga seorang manusia, yang mengenakan  baju dosen  pada sekolah theologia yang  terkenal itu , sebab dari kata-katanya  orang mengenal dan membaca hatinya

 

 

MUTASI DARI EIRENE TG.PRIOK KE GLORIA BEKASI

Sudah lama memegang sk mutasi dari Majelis sinode gpib, tetapi kontak dengan Gloria bekasi belum lancar/tidak ada akses yang memuluskan kepindahannya, satu – satunya akses untuk menerima informasi ialah ibu Pirits  adalah ibundanya vik Feby Pirits dimana ia menjadi mentornya, karena itu ia mencari informasi secara langsung dan hadir dalam rapat phmj Gloria secara mendadak tanpa pemberitahuan, yang ditemani sepanjang perjalanan oleh bapak Wungkana.

inilah wajah GPIB Gloria dan harus bersinar terus

inilah wajah GPIB Gloria dan harus bersinar terus

Dalam pertemuan itu memantapkan realisasi mutasinya yang didahului kata pengantar oleh pdt/ketua majelis jemaat gpib Gloria dhi pdt mandik sth sbb “ saya tidak hubungi dan tidak minta kedatangan pdt Theo Natumnea ini, tapi atas inisiatip sendiri “,  semacam apologed atau pembelaan yang dinyatakan dalam sikap diri dan ucapan, memang  kedatangannya ini adalah inisiatip  murni dari pdt Theo Natumnea, karena sk mutasinya sudah jalan tiga bulan tanpa respons dan berita dari gpib jemaat gloria bekasi, bahkan  susah payah untuk mencari informasi jarak jauh, sebab semua telepon yang diperoleh  tidak mungkin, karena itu ia terjun langsung untuk mencari informasi tentang nasib sk majelis sinode ini

Percakapanpun lancar bersama  anggota phmj yl bahkan  semakin memperlancar persiapan kepindahan dimana memproses  uang mutasi dan ia mempersiapkan diri untuk segera pindah ke jemaat Gloria bekasi

BANTUAN TRANSPORTASI DARI KOMANDAN BATALYON TNI ARHANUDE

Pergaulannya luas dengan siapa saja, ketika pamit pada komandan  Batalyon, letkol tni Neno W, ia langsung memberi bantuan kendaraan dinas untuk muat barang pindahannya dari tanjung priok ke bekasi, sebagai tanda terima kasih atas kerja sama, karena setiap acara penting dimana pihak battalion undang ia hadir dan berteman sambil ambil bagian dalam acara-acaranya.

berteman baik dengan komandan Batalyon Arhanud

berteman baik dengan komandan Batalyon Arhanud

Hal ini  memberi motivasi dan semangat padanya untuk terus bergaul dengan siapapun asalkan saling menghormati dan menghargai dalam kehidupan masyarakat yang majemuk ini dalam membangun  masyarakat dan Negara kita dari konteks  kerukunan, ketertiban dan keamanan yang berhasil guna dan berdaya guna serta saling memberi manfaat satu dengan yang lainnya

Hal ini mau menunjukan bahwa walaupun mereka bekerja pada instansi yang berbeda yaitu gereja dhi  gereja protestan di Indonesia bagian barat -gpib dan  batalion tni-ad atau ketentaraan, tetapi bukan menjadi suatu halangan untuk  bekerja sama dan bergaul (apa lagi bertetangga langsung), bahkan suatu dorongan  untuk melebarkan sayap pergaulan yang menambah wawasan  kehidupan sosial bermasyarakat bagi seorang Theofilus Natumnea  yang terbuka dan suka

AMBON  DAN PANTAI NATSEPA DIALAMI PADA CUTI TAHUNAN 2013

Puji Tuhan untuk kedua kalinya ia menginjakkan kaki di Ambon, sebelumnya pernah turun dilapangan terbang Patimura  Ambon, namun hanya 15 menit  turun dari garuda, karena  kesempatan yang diberikan  cukup singkat ketika terbang dari   Jayapura – ………….       .- dan Manokwari  untuk melihat adik  Albinus  Natumnea yang tinggal & menetap disana, sambil menyelam minum air.

Ketika itu sebagai wakil ketua PGI – Wilayah Kalimantan selatan diutus  untuk  menghadiri  sidang PGI di Jayapura, serta membawa aspirasi gereja  dan warga Kristen sekalimantan selatan yang  disebut  atau mendapat julukan  “serambi medina”, karena  martapura adalah bagian dari Kalimantan selatan.

Indahnya pantai Natsepa  memberi warna pada indahnya Ambon, apa lagi rujak & kelapa muda sebagai makan  ringan dari buah-buahan  kota Ambon, selepas  berlayar dari pulau nun jauh sekitar kota Ambon khususnya Saparua

Keindahan ini akan menjadi lengkap dan sempurna, jika masyarakat Ambon dan sekitarnya  akan menjadi rukun  dan  damai  dalam kepelbagaian suku, agama  bahkan apapun atribut  yang melekat  dan hinggap pada  pohon dan  ranting maluku – Ambon manise

Iklan

Tentang theonatumnea

saya pendeta dan petani. .... sudah menikah dan punya tiga anak serta dua cucu . nama blog saya : "Kembara kehidupan seorang Theofilus natumnea". Ada 9 seri yaitu 7 seri umum serta 2 seri khusus dapat dibuka dengan kunci theonatumneawordpress.com Menceriterakan tentang kelahiran, sekolah, dari desa ke kota serta sekolah theologia, pengalaman hidup dan pelayanan, serta kuasa Tuhan yang saya alami dalam hidup sepanjang pengalaman ; pelayanan tsb untuk hormat bagi nama Tuhan....... gbu amin
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

9 Balasan ke Seri VII: DARI BATAVIA II/TG.PRIOK KE BETAWI-BEKASI

  1. theonatumnea berkata:

    Seri VII : Dari batavia II ke betawi Bekasi telah terbit, silahkan baca dan komen sbg respons atas sharing kita melalui seri ini, Tuhan berkati amin.

  2. Ferry Steven Eyack berkata:

    membaca dan mengikuti tulisan dari bpk Pdt Natum, begitu menarik dan rasanya tidak pernah merasa bosan dan ini merupakan satu cerita yang patut mendapat acuan jempol untuk diteladani dalam menjadi seorang hamba/pelayan TUHAN, dan kehidupan membina keluarga.”Dan semua ini dari ALLAH,yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.” (2 Korintus 5:18 ). Tugas melayani ini bukanlah pilihan, himbauan, atau saran. Ini adalah amanat Agung. Apabila kita mengabaikannya, berarti kita tidak taat kepada TUHAN. Kata Yesus dalam Yohanes 20:21b,”Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang, Aku mengutus kamu.” teruslah berkarya buat kemulian nama TUHAN dan TUHAN memberkati keluarga Pdt Natum, HaleluYah Amin

    • theonatumnea berkata:

      Terima kasih Pak Ferry Steven eyack, AnugerahNya sangat besar menyertai hambaNya dalam suka dan duka dan dalam kelemahan dan kekuatan …Ia…Yesus menampakkan kuasaNya supaya iman kami dikuatkan, nama Tuhan dimuliakan atas kebaiknanNya melalui isteri & anak-anak sebagai keluarga yg tak henti-hentinya mendukung dalam pergumulan dan pelayanan.Terpujilah Tuhan Yesus amin

  3. theonatumnea berkata:

    Terpujilah Tuhan dalam Yesus Kristus Juru selamat kita, puji Tuhan bahwa dapat menyelesaikan seri VII ini…tepat pada waktunya. Pengalaman pelayanan dengan dukungan keluarga, tidak sia-sia, walaupun pindah dari satu propinsi ke propinsi yl berdasarkan mutasi dari majelis Sinode GPIB dan konsekwensi logisnya ialah anak – anak harus ikut pindah dengan segala resiko untuk menyesuaikan dan mengejar pelajaran didaerah dan propinsi yang baru demi sekolah mereka, tetapi Tuhan maha adil dan maha kuasa memberikan kepada mereka hikmat untuk cepat menyesuaikan diri dan mengejar ketinggalan sehingga sejajar dengan teman-teman sekolahnya sampai tingkat universitas dengan nilai yang mengagumkan, semuanya untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan
    Kalau Dia telah menghantar s/d hari ini, hanya oleh karena besar kasih setiaNya menyertai hambaNya dan dengan dukungan penuh keluarga > Apa yang sedang terjadi ? Karena campur tangan Tuhan atas semua jalan hiidup ini terima kasih Tuhan Yesus dan terima kasih Pak Ferry Steven Eyack, kiranya berkat Tuhan atas bapak – ibu dan anak- anak semuanya dalam perjuangan hidup ini sekali lagi terima kasih pak Ferry atas kesetiaannya membaca dan memberi komentar sebagai pemberi semangat gbu amin

  4. Semmuel Hattu berkata:

    Shallloommm Pa Theo !
    Puji Tuhan mujizat itu masih ada, karena Tuhan Yesus tdk berubah kemarin,, hari ini besok, bahkan sampai selama-lamaya.Haleluya, terpujilah Kristus.Aminnn?

  5. theonatumnea berkata:

    Beritakan terus, bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat umat manusia, Yesus tidak berubah dari dulu, sekarang sampai selama-lamanya, dan setiap pelayanan Ia menyertai anak-anakNya dengan kuasa dan mujizat, maka tujuan kuasandan mujizat Tuhan, ialah ketika orang mengalami, menyaksikan dan membuka hati serta percaya Yesus, maka terjadilah proklamasi kerajaan Allah dalam kehidupanNya, supaya nama Tuhan dimuliakan amin

  6. Vanessa Siahaan berkata:

    Terpujlah nama Tuahan, karena mujizat demi mujizat selalu terjadi dalam pelayanan dan kehidupan bapak pendeta dan keluarga. Saya yakin itu terjadi karena kebaikan dan kemurahan kasih Allah kepada bapak. Tapi semuanya itu juga terjadi karena perbuatan2 bapak yang tidak pernah menyerah ketika mendapatkan masalah.
    Saya ingin meceritakan sebuah mujizat yang juga pernah terjadi dalam hidup saya. Saat SMA, saya pernah mengalami penyakit yang aneh. Dimana sekujur tubuh saya terdapat bercak-bercak merah. Saya bersama mama mengelilingi hampir semua dokter yang ada di Jakarta ini. Berbagai pengobatan dan pemeriksaan darah, dll telah dilakukan. Banyak pendapat menyatakan bahwa penyakit ini terjadi karena cuaca, alergi bahkan tidak sedikit dokter menyatakan bahwa ini terjadi karena saya mengalami stress yang berlebihan. Sampai suatu hari kami ke RSCM Jakarta disana kami menemui seorang dokter, dan saat dokter tersebut memeriksa saya dan melihat riwayat penyakit dan hasil lab, secara mengejutkan ia berkata bahwa, hal ini akibat darah ibu dan anak saat melahirkan tidak cocok, resus yang bertentangan dsb. Hal itu membuat kami kaget dan merasa bahwa ada yang salah dalam pemeriksaan dokter. Akibat penyakit ini, saya merasa malu ketika harus ke sekolah. Hal ini membuat saya harus memakai jaket ataupun sweter yang bias menutupi bercak-bercak yang ada ditubuh saya. Saya hanya bisa menangis dan bertanya kepada Tuhan, megapa ini terjadi? Apakah hal ini akan terus terjadi selama-lamanya?
    Namun setelah beberapa bulan dalam pergumulan bersama mama, suatu hari di sore hari, dimana saat itu mama biasa melakukan doa pribadi. Sesaat setelah ia selesai berdoa dan membaca Alkitaba. Tiba-tiba mama memanggil saya, ia meminta saya untuk membaca sebuah ayat yang diambil dari Yesaya 53: 4 yang menyatakan “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.”
    Setelah saya membaca ayat tersebut, saya bersama mama berdoa dan meminta kesembuhan kepada Tuhan, karena dari ayat tersebut kami yakin bahwa setiap penyakit pasti akan disembuhkan oleh Tuhan. Setelah beberapa hari/minggu setelah itu, tiba-tiba bercak-bercak merah tersebut memudar dan perlahan-lahan mulai hilang, dan Puji Tuhan hingga saat ini, penyakit tersebut tidak pernah ada lagi.
    Semenjak saat itu, saya percaya bahwa Tuhan selalu bekerja dalam kehidupan saya dengan waktu yang tidak pernah terlambat bahkan ketika kita mau berserah dan percaya kepada Tuhan maka pertolonganyapun akan terjadi. AMIN

  7. theonatumnea berkata:

    Kiranya perjalanan dan pengalaman Vanessa, menjadi satu momentum untuk lebih kuat dan penyerahan lagi kepada Tuhan , bahwa apa yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita menjadi satu pelajaran dan pembentukan dalam hidup ini dan kuasaNya akan menyertai kita dan nama Tuhan dimuliakan amen

  8. theonatumnea berkata:

    Dan biarlah tulisan kecil ini diberkati Tuhan untuk menjadi berkat rohani dan kekuatan bagi siapa yang membacanya ….terpujilah Tuhan Yesus gbu amen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s